Anda di halaman 1dari 8

KONSEP JARINGAN JALAN DAN PERGERAKAN

Sasaran Sirkulasi:
Sistem aksesibilitas kawasan melalui:
- Perbaikan tingkat pencapaian dari dan ke dalam kawasan,
- Mengupayakan keterkaitan (linkage) serta pemisahan yang jelas diantara
berbagai moda sirkulasi (pejalan kaki, kendaraan pribadi dan servis, serta
sarana angkutan umum massal di sekitar lahan).
- Meningkatkan kapasitas dan mengupayakan keterpaduan sistem sirkulasi
dan sarana parkir

Perancangan sistem sirkulasi kendaraan merujuk pada keberadaan jalur


utama kendaraan yang ada. Untuk itu, keterkaitan (linkage) yang saling
berintegrasi antara sirkulasi kendaraan pada skala wilayah, kawasan dan blok
(akses keluar-masuk) merupakan unsur penting.

Sistem jaringan jalan dan pergerakan harus mampu Mempermudah


masyarakat ke fasilitas umum dalam jarak jangkauan pejalan kaki yang aman
dan nyaman sehingga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta
mendorong gaya hidup sehat. Maka oleh sebab itu Tema yang dipilih untuk
memenuhi sirkulasi yaitu walkability sehingga dalam perencanaannya sangat
mempengaruhi pejalan kaki sebagai tolak ukur pembuatan sirkulasi.

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 03/PRT/M/2014 /2011 TENTANG PEDOMAN PERENCANAAN,
PENYEDIAAN, DAN PEMANFAATAN PRASARANA DAN SARANA JARINGAN PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
RENCANA UMUM SIRKULASI PERGERAKAN KENDARAAN

• Sirkulasi kendaraan pada tapak di lengkapi dengan


jalur arteri sekunder, sesuai eksesting yang ada

• Jalur arteri sekunder memiliki bentuk linier yang


bertujuan agar tingkat pencapaian dari dan ke dalam
kawasan, menjadi lebih mudah dan efisien.

• Didalam kawasan jalur pergerakan kendaraan


dihubungkan dengan jalan kolektor sekunder, hal ini
bertujuan agar hubungan antara kawasan industry,
kawasan comersial serta kawasan hunian menjadi
lebih mudah, serta besaran lalu-lintas rata-rata lebih
kecil dari jalan arteri sekunder.

• Persimpangan pada kawasan memiliki akses


langsung antara jalan kolektor menuju jalan arteri
sekunder dengan jarak tidak kurang dari 250m, hal
ini dimaksudkan untuk menghindari tingkat
kemacetan.

Simpul persimpangan kawasan

Akses Pergerakan Kedalam dan


Keluar Kawasan
Jalur Hirarki Jalan Arteri Sekunder

Jalur hirarki jalan Kolektor sekunder

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
RENCANA UMUM SIRKULASI PERGERAKAN KENDARAAN

Jalan Arteri Sekunder

Simpul persimpangan
kawasan
Akses Pergerakan Kedalam
dan Keluar Kawasan
Jalur Hirarki Jalan Arteri Sekunder
Jalur hirarki jalan Kolektor sekunder Jalan Arteri Primer

Jalan Arteri Sekunder • Jalur pergerakan kendaraan pada jalur arteri sekunder memiliki lebar jalan tidak kurang dari 8m.

• Jalur sirkulasi jaringan jalan arteri sekunder diberikan median jalan sebagai pemisah antar sirkulasi,
sehingga tidak terjadi kecelakaan, dan median jalan juga berfungsi sebagai ruang terbuka pasif dan sebagai
tempat lampu penerangan jalan.

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
RENCANA UMUM SIRKULASI PERGERAKAN PEJALAN KAKI

• Sirkulasi pergerakan kawasan menerapkan konsep walkability


dimana konsep ini lebih mengutamakan system pejalan kaki.

• Pada jalan arteri diberikan simpul persimpangan untuk


menuju kedalam kawasan, dalam jangkauan pejalan kaki
tidak lebih dari 400 m, sehingga pejalan kaki lebih nyaman
menuju ke dalam kawasan.

• Konektivitas kawasan industry, kawasan comersial, serta


hunian tidak memlebihi batas minimal Route Directness Index
(RDI) yaitu minimal 0,65. maka kawasan didesain dengan
pola grid untuk mendapatkan konektifitas yang efisien serta
tidak melebihi batas minimal RDI.

• Bentuk grid ini didesain agar dapat memiliki simpul dan ruas
yang memiliki perbandingan antara ruas jalan dan simpul total
kawasan > 1,25, sehingga dapat memiliki konektifitas
kawasan yang efisien untuk aksebilitas kawasan.

• Jalur jaringan jalan pejalan kaki ditata untuk membedakan


fungsi dan tujuan yang beragam seperti jalur bagian depan
gedung, jalur pejalan kaki, dan jalur perabot jalan.

• Jalur pedestrian utama ini dilengkapi dengan berbagai public


amenities sehingga memungkinkan pengunjung untuk
berjalan dengan nyaman, aman, dan terlindung dari terik
matahari, tanpa melupakan berbagai pengalaman ruang yang
Simpul
Simpul
persimpangan
persimpangan
kawasan
kawasan didapat didalamnya

Akses
Akses
Pergerakan
Pergerakan
Kedalam
Kedalam
dan dan
Keluar
Keluar
Kawasan
Kawasan
JalurJalur
Hirarki
Hirarki
JalanJalan
Arteri
Arteri
Sekunder
Sekunder

JalurJalur
hirarki
hirarki
jalanjalan
Kolektor
Kolektor
sekunder
sekunder

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
`

RENCANA UMUM SIRKULASI PERGERAKAN PEJALAN KAKI


Jalan Arteri Sekunder

Jalur pejalan kaki (2m) Jalur sepeda (1.5m) Jalur hijau (1m)

Jalur Hirarki Jalan Arteri Sekunder


Jalur hirarki jalan Kolektor sekunder
Jalan Arteri Sekunder
Public Amnesties

• Jalur yang digunakan untuk pejalan kaki di jalan arteri sekunder adalah 2
meter, sedangkan jalan kolektor adalah 2,5 meter. Hal ini di karenakan jalan
kolektor menghubungkan kawasan kawasan yang tidak memungkinkan
untuk menggunakan kendaraan, dikarenakan jalan yang memiliki simpul
dan konektifitas yang efisien
• Desain pedestrian dilengkapi dengan berbagai public amenities sehingga
memungkinkan pengunjung untuk berjalan dengan nyaman, aman, dan
terlindung dari terik matahari, tanpa melupakan berbagai pengalaman
ruang yang didapat didalamnya. Jalur pemandu bertekstur di jalur pedestrian harus
berkesinambungan tanpa terputus
NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA
TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
RENCANA UMUM SIRKULASI KENDARAAN INFORMAL (JALUR SEPEDA)

• Desain sirkulasi kawasan ini Menyediakan jalur


sepeda dalam kawasan sepanjang 100% dari total
panjang jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor
roda 4 (empat). Sehingga dapat meminimalisir
penggunaan kendaraan pribadi dari kawasan hunian.

• Jalur sepeda dan jalur pejalan kaki dijadikan satu,


tetapi dibedakan dengan ketinggian, dan diberikan
median jalan, agar tidak terjadi kecelakaan antara
kendaraan roda empat dengan pejalan kaki dan
pesepeda.

Jalur Sepeda Dengan Ketinggian Berbeda

Akses Pergerakan sepeda

Jalur Hirarki Jalan Arteri Sekunder

Jalur hirarki jalan Kolektor sekunder

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
RENCANA UMUM SIRKULASI PARKIR

• Mengoptimalkan fasilitas parkir sesuai kebutuhan


pengguna dan terintegrasi dengan pengembangan
kawasan yang berkelanjutan.

• Menyediakan shared car parking. Shared car parking


yaitu satu gedung parkir dapat digunakan untuk lebih
dari satu bangunan

• Akses sirkulasi kendaraan pribadi harus langsung


mencapai tempat drop-off tiap fasilitas dan dari
tempat drop-off ini, kendaraan dapat segera
mencapai tempat parkir masing-masing fasilitas

Shared Car Parking


Titik Parkir
Jalur Hirarki Jalan Arteri Sekunder

Jalur hirarki jalan Kolektor sekunder

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH:
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1.1
PROYEK ARSITEKTUR VII
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN NIM : 052001400006
UNIVERSITAS TRISAKTI
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP LAND USE
5-7
RENCANA UMUM RUANG TERBUKA DAN TATA HIJAU
• Area Jalur Hijau, Yaitu • Bentang Alam, yaitu pemanfaatannya Area Preservasi Sebagai Jalur Hijau :
Pada jalur tanaman tepi jalan sebagai bagian dari alam yang dilindungi: • Sepanjang sisi dalam Daerah Milik Jalan (Damija)
1) Peneduh - Pantai dan laut
• Sepanjang bantaran sungai
2) Penyerap polusi udara - Sungai
3) Peredam kebisingan - Lereng dan perbukitan • Sepanjang sisi kiri kanan jalur kereta
4) Pemecah angin - Puncak bukit • Sepanjang area di bawah jaringan listrik tegangan
5) Pembatas pandang tinggi;

• Jalur taman kota atau hutan kota,

Sumber : - PerMen PU No. 06/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan
- City building : nine planninng principles for the twenty-first century

KEY PLAN

Penanaman pohon sebagai pembatas Memberikan jalur pembatas


jalan dan pada area trotoar untuk Median yang berfungsi
sebagai pemisah jalan, untuk pejalan kaki dan jalur
menambah kenyamanan baik fisik,
dijadikan sebagaiarea sepeda sebagai area jalur
fungsional maupun visual. Hal ini juga
untuk menunjang pembentukan area jalur hijau pasif hijau pasif
pedestrian.

NAMA : AJI RIZKY WAHYUDINATA


TUGAS MATA KULIAH: ADIZAR YUDHA
JURUSAN ARSITEKTUR KELOMPOK: A.1.1
PROYEK ARSITEKTUR VII NIM : 052001400006
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS TRISAKTI 052001400003
TAHUN AKADEMIS 2017/2018 JUDUL TUGAS:
DOSEN : PROF. DR-ING DEDES .G ,MSA
KONSEP RUANG TERBUKA DAN TATA HIJAU