Anda di halaman 1dari 28

ANTI BIOTIKA

1. ANTIBIOTICS CHOICES FOR COMMON INFECTIONS. 2013


2. JHONS HOPKINS MEDICINE: ANTIBIOTIC GUIDELINES 2015-2016
3. PROGRAM PENDIDIKAN MAGISTER FARMASI KLINIK : PENGGUNAAN
ANTIBIOTIKA DI SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD DR. SOETOMO
SURABAYA UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011
Pengertian
 Antibiotik
Berasal dari bahasa yunani: Anti (lawan),Bios (hidup )
 Antibiotik adalah Suatu zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri
ataupun jamur yang berkhasiat obat apabila digunakan
dalam dosis tertentu dan berkhasiat mematikan atau
menghambat pertumbuhan kuman dan toksisitasnya tidak
berbahaya bagi manusia.
Penggolongan atas dasar
mekanisme kerjanya
 Zat bakterisida, pada dosis biasa berkhasiat
mematikan kuman
1. Zat yang bekerja terhadap fase tumbuh, ex:
penisilin dan sefalosporin, polopeptida (polimiksin,
basitrasin), rifampisin, asam nalidiksat dan
kuinolon.
2. Zat yang bekerja terhadap fase istirahat, ex:
aminoglikosida, nitrofurantoin, INH, kotrimoksazol.

 Zat bakteriostatik, pada dosis biasa terutama


berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan
menghentikan perbanyakan kuman. Ex:
sulfonamida, kloramfenikol, tetrasiklin, makrolida,
linkomisin.
Penggolongan berdasarkan luas
aktivitasnya
 Antibiotika Narrow-Spektrum (aktivitas sempit)
Obat ini terutama aktif terhadap beberapa jenis kuman
saja
Misal :
 Penisilin G dan Penisilin V, eritromisin, klindamisin, kanamisin
hanya bekerja terhadap kuman Gram –positif.
 Streptomisin, gentamisin, polimiksin-B, asam nalidiksat
khusus aktif terhadap kuman Gram-negatif.
 Antibiotika Broad Spektrum (aktivitas luas)
Bekerja terhadap lebih banyak kuman baik jenis kuman
Gram-positif maupun jenis kuman Gram-negatif.
Antara lain : Sulfonamida, ampisilin, sefalosporin,
kloramfenikol, tetrasiklin dan rifampisin
 Penggolongan Antibiotik berdasarkan
struktur kimia :
 Aminoglikosida
Diantaranya amikasin, dibekasin, gentamisin, kanamisin,
neomisin, netilmisin, paromomisin, sisomisin, streptomisin,
tobramisin.
 Beta-Laktam
Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem, imipenem,
meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin,
sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam
monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksisilin).
 Glikopeptida
Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan
dekaplanin.
 Polipeptida
Diantaranya golongan makrolida (eritromisin, azitromisin,
klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida (telitromisin),
golongan tetrasiklin (doksisiklin, oksitetrasiklin,
klortetrasiklin).
 Polimiksin
Diantaranya polimiksin dan kolistin.
 Kinolon (fluorokinolon)
Diantaranya asam nalidiksat, siprofloksasin,
ofloksasin, norfloksasin, levofloksasin, dan
trovafloksasin.
 Streptogramin
Diantaranya pristinamycin, virginiamycin,
mikamycin, dan kinupristin-dalfopristin.
 Oksazolidinon
Diantaranya linezolid dan AZD2563.
 Sulfonamida
Diantaranya kotrimoksazol dan trimetoprim.
DAFTAR GOLONGAN
ANTIBIOTIK TERBARU
 Beta-lactams*  Lipopeptides
 Aminoglycosides  Tetracyclines
 Quinolones*  Chloramphenicol
 Macrolides*  Polymyxins
 Lincosamides*  Sulfonamides
 Metronidazole*  Trimethoprim
 Glycopeptides  Rifamycins
 Oxazolidinones  Nitrofurantoin
 Streptogramins
Toksisitas Antibiotik

 Hipersensitivitas : rash, urticaria, anaphilaksis


 Sensitifitas silang : cefalosporin vs penisilin
 Ototoksisitas : aminoglikosida, eritromisin
 Nefrotoksisitas : aminoglikosida, amfoterisin
 Hepatotoksisitas : flucloxacillin, makrolida,
tetrasiklin, sulfonamida, ketokonazol
B-Lactams: Penicillins
 Penicillin
 Pemakaian:
pneumococcus, strep, enterococcus, N. meningitidis, syphilis,
listeria, leptospirosis and oral anerobes: peptostreptococcus
and prevotella
 Amoxicillin
 Pemakaian:
Aktivitasnya lebih luas terhadap gram negatif (E.coli, Proteus,
influenza H, H. pylori, shigella, klebsiella.)
Amoksisilin lebih di utamakan untuk infeksi staphylococcus,
pneumococcus dan streptococcus.
B-Lactams: Cephalosporins
1st generation
 Cefazolin:
 Pemakaian: staph, non-enterococal strep; prophylactic in
clean surgeries, cellultis, folliculitis
 Terbatas pada inf. Sal. Pernapasan, insect bites atau pada
pembedahan colon
B-Lactams: Cephalosporins
2nd Generation
► Cefuroxime:
► Pemakaian: inf. Pernapasan yang disebabkan oleh
Strep pneumoniae, H. influenzae dan M. cattarhalis; ,
pada meningitis yang disebakan oleh pneumococcus,
H.flu and N.meningitis
► Terbatas pada enteric organisms/abdominal
anaerobes
► Cefoxitin/Cefotetan:
► Pemakaian: infeksi intra-abdominal terutama pada
anerob
► Terbatas pada staphilococcus dan gram positif lainnya
B-Lactams: Cephalosporins
3rd Generation
 Cefotaxime & Ceftriaxone:
 Penggunaan: baik digunakan pada staph dan non-
enterococcal strep; spectrum luas untuk gram negatif dan oral
anaerobes, CNS, paru, endovascular, infeksi gastrointerstinal
(kecuali bakteri anaerob di usus), sinusitis, otitis.
 Terbatas pada Pseudomonas; ceftriaxone bisa mengendap
dalam empedu dan mengurangi manfaat dalam mengobati
inf. Sal empedu
 Ceftazidime:
 Baik digunakan pada gram negative termasuk pseudomonas;
febrile neutropenia CNS infections- baik untuk Pseudomonas
meningitis
 Terbatas : mengurangi aktivitas terhadap gram positif dan
bakteri anaerob di mulut.
B-Lactams: Cephalosporins

4th Generation
 Cefepime & Cefpirome:
 Digunakan pada Enterobacter, Citrobacter dan Serratia;
Pseudomonas; gram positif;
 used in neutropenic fever and CNS infections.
Beta-Lactams: Carbapenems

 Imepenem:
 Sedikit lebih baik dalam melawan bakteri gram
positif daripada meropenem dan ertapenem
 Ertapenem:
 Baik pada bakteri aerobic gram negatif
 Kurang baik untuk pseudomonas ,E. faecalis,
nocardia
 Meropenem:
 Baik digunakan pada bakteri aerobic gram negatif
 Doripenem:
 Baik digunakan untuk sistem saraf pusat dan
pseudomonas
Beta-Lactams

 Perhatian :
 Alergi Beta-lactam dapat terjadi pada 10% kasus
 5%-10% cross-sensitivity pada penicillin,
cephalosporins, and carbapenems
 Efek samping:
 diare, nausea, ruam kulit
Quinolones:
 Ciprofloxacin:
 Penggunaan terhadap bakteri gram negatif aerob
termasuk pseudomonas
 menembus CNS, prostate, lungs
 Kurang cocok digunakan untuk staphilococcus
 Non-ciprofloxacin quinolones: Ofloxacin, Levofloxacin,
Moxifloxacin: Gemifloxacin:
 Penggunaannya sangat baik untuk bakteri di sal pernapasan
yang kebanyakan dari bakteri enteric gram negatif
 Levofloxacin hanya cocok untuk mengobati pseudomonas
 Perhatian:
 Bisa menyebabkan prolong Qt, toksik pada SSP
 Tidak boleh digunakan pada pasien epilepsi atau gangguan
SSP
Macrolides:
Erythromycin, Clarithromycin, Azithromycin

 Penggunaan:
 Spectrum luas melawan gram positif yaitu
strep, staph aureus
 Baik untuk patogen atypical seperti
Mycoplasma, Chlamydia, Legionella
 Mengobati infeksi N.gonorrhea, H influenza,
Legionella
 Perhatian:
 Dapat berinteraksi dengan statin yang menyebabkan
myopati
 Dapat menyebabkan prolong Qt
 Efek samping:
 Gangguan gastrointestinal
Lincosamides: Clindamycin
 Penggunaan:
 Cocok untuk bakteri gram positif aerobic
termasuk strep dan staph termasuk MRSA
 Mempunyai peran khusus dalam mengobati
strep pada necrotizing fascitits
 Lebih baik dalam mengobati infeksi kuman
Anaerobic dibandingkan penicillin tetapi tidak
sebaik metronidazole
 Perhatian:
 Dapat berinteraksi dengan agent
neuromuscular blocking dan cyclosporine
 Efek samping
 Diare, biasanya disebabkan oleh C difficile—
hindari clindamycin jika ada pilihan lain yang
lebih baik
Metronidazole
 Penggunaan:
 Tidak cocok untuk kuman aerob
 Jangan diberikan tunggal pada multiinfeksi
 Baik untuk kuman anaerob
 Bisa digunakan untuk C diff, parasit, bacterial
vaginosis
 Perhatian:
 Perlu
pengurangan dosis pada liver disease
 Dapat meningkatkan efek dari warfarin
 Efek samping:
 Nausea, toksik sal. cerna, sakit kepala,
kejang, neuropati peripheral pada
penggunaan jangka panjang
Nama Obat Rute TABEL PREPARASIStabilitas
Rekonstitusi ANTIBIOTIKA
dalam INJEKSI (1)
Pemberian & Penyimpanan
penyimpanan

4-8°C 25°C
Cefazolin IV, IM • 500 mg  dilarutkan • 10 hari 1 hari • Injeksi IV langsung  larutan yang sudah
500 mg & 1 g dengan 2 mL NaCl setelah setelah direkonstitusi seperti di atas lalu diencerkan
0,9% direkonstitusi direkonsti- dengan 5-10 mL WFI steril  disuntikkan
• Bila tusi perlahan selama > 3-5 menit
• 1 g  dilarutkan disimpan • IM  disuntikkan ke dlm massa otot yg besar
dengan 2,5 mL NaCl dalam lemari • Infusi IV kontinyu/intermiten  diberikan dlm
0,9% es dapat 50-100 mL pelarut yg kompatibel
mengkristal • Vial yg masih utuh  disimpan dlm suhu
kamar & terlindung dari cahaya
Nama Obat Rute Rekonstitusi Stabilitas dalam Pemberian & Penyimpanan
penyimpanan

4-8°C 25°C
Cefuroxime IV • 750 mg  dilarutkan 48 jam 24 jam • Injeksi IV pelan 3-5 menit
750 mg & IV drip dengan 8 mL aqua pro • IV drip  dlm waktu 15-60 menit dgn 100-200
1,5 g injeksi mL pelarut yg kompatibel
• Perubahan warna dari kuning menjadi gelap
• 1,5 g  dilarutkan  tergantung kondisi penyimpanan  tapi tidak
dengan 16 mL aqua pro mempengaruhi potensi  masih boleh
injeksi digunakan
Pelarut Kompatibilitas
Dekstrose 5% +
Dekstrose 5% dalam Ringer Laktat +
Dekstrose 5% dalam NaCl 0.2; 0.45; 0.9% +
Ringer Laktat +
NaCl 0.9% +
Nama Obat RuteTABEL PREPARASI
Rekonstitusi ANTIBIOTIKA
Stabilitas dalam INJEKSI (2)
Pemberian & Penyimpanan
penyimpanan

4-8°C 25°C
Ceftriaxone IV • 250 mg  dilarutkan dengan 10 hari 3 hari Setelah direkonstitusi larutan berwarna
250 mg, 500 2,4 mL aqua pro injeksi setelah setelah kekuningan
mg & 1 g direkon- direkonsti-
• 500 mg  dilarutkan dengan stitusi tusi
4,8 mL aqua pro injeksi

• 1 g  dilarutkan dengan 9,6


mL aqua pro injeksi
Ceftazidime IV • 500 mg  dilarutkan dengan 5 7 hari 24 jam • Injeksi IV langsung  3-5 menit
500 mg, 1 g & IV drip mL aqua pro injeksi setelah setelah
2g direkon- direkonsti- • IV drip  dalam 100 mL NS  diberikan
• 1 g  dilarutkan dengan 10 mL stitusi tusi dalam waktu 30-40 menit
aqua pro injeksi
• Dalam penyimpanan dapat terjadi
• 2 g  dilarutkan dengan 10 mL perubahan warna menjadi gelap  masih
aqua pro injeksi boleh digunakan karena tidak ada
perubahan potensi
Amoxycilin- IV • 500 mg  dilarutkan dengan - 20 menit • IV drip  diberikan dalam waktu 30-40
clavulanat (co- 10 mL aqua pro injeksi setelah menit
Amoxiclav) direkonsti-
500mg & 1 g • 1 g  dilarutkan dengan 20 mL tusi
aqua pro injeksi
IV drip • 500 mg  dilarutkan dengan
50 mL NS

• 1 g  dilarutkan dengan 100


mL NS
Nama Obat TABEL PREPARASI
Rute Rekonstitusi ANTIBIOTIKA
Stabilitas dalam INJEKSI (3)& Penyimpanan
Pemberian
penyimpanan

4-8°C 25°C
Ampicillin- IV • 750 mg  dilarutkan dengan - 1 jam • Dapat diinjeksikan secara IV 
Sulbactam (2:1) 1,6 mL aqua pro injeksi setelah pelan  10-15 menit
750 mg & 1.5 g direkonsti- • IV drip  diberikan dalam waktu
(mengandung • 1,5 g  dilarutkan dengan tusi 15-30 menit
ampicillin 250 3,2 mL aqua pro injeksi • Larutan yang sudah direkonstitusi
mg/mL dan tidak bisa disimpan  terjadi
sulbactam 125 IV drip • 1,5 g  dilarutkan dengan penurunan potensi
mg/mL) 50-100 mL NS
Cefotaxim IV • 500 mg  dilarutkan dengan 7 hari 24 jam • Dapat diinjeksikan secara IV 
500 mg & 1 g 10 mL aqua pro injeksi setelah setelah pelan  3-5 menit
direkonsti- direkonsti- • Perubahan warna serbuk/larutan
• 1 g  dilarutkan dengan 9,6 tusi tusi menjadi gelap  tidak boleh
mL aqua pro injeksi digunakan lagi  potensinya hilang
• Disimpan terlindung cahaya dan
panas
Nama Obat Rute Rekonstitusi Stabilitas dalam Pemberian & Penyimpanan
penyimpanan
4-8° C 25° C
Amikacin IV infus 500 mg  diencerkan 60 hari 24 jam • Lama pemberian IV drip 1-2 jam
250 mg, 500 mg & 1 g dengan 100-200 mL pada bayi & 30-60 menit pada anak
larutan infus • Larutan dalam air dapat berwarna
gelap karena oksidasi  tidak
mempengaruhi potensinya  boleh
digunakan
Nama Obat TABEL Rekonstitusi
Rute PREPARASI ANTIBIOTIKA
Stabilitas dalam INJEKSI (4)
Pemberian & Penyimpanan
penyimpanan
4-8°C 25°C
Cefepim IV • 500 mg  dilarutkan 7 hari Larutan yang sudah
500 mg & 1 g dengan 5 mL aqua pro setelah - direkonstitusi dapat berubah
injeksi direkonsti warna dari tidak berwarna
- menjadi kekuningan  tidak
• 1 g  dilarutkan dengan tusi mempengaruhi potensinya 
10 mL aqua pro injeksi boleh digunakan
Meropenem IV • 500 mg & 1 g  12 jam 2 jam • IV pelan  3-5 menit
500 mg & 1 g dilarutkan dengan 10 mL setelah setelah
aqua pro injeksi direkonsti direkonsti- • IV drip  15-30 menit
tusi tusi
• Tidak boleh digunakan jika
larutan berubah warna menjadi
kuning

Pelarut untuk Cefepime Kompatibilitas


Dekstrose 5, 10% +
Dekstrose 5% dlm Ringer laktat +
Dekstrose 5% dlm NaCl 0.9% +
NaCl 0.9% +
Nama Obat TABEL PREPARASI
Rute Rekonstitusi ANTIBIOTIKA
Stabilitas dalam INJEKSI (5)& Penyimpanan
Pemberian
penyimpanan

4-8°C 25°C
Cefoperazone – IV Dilarutkan dengan 3,4 mL 5 hari 24 jam
Sulbactam 1 g aqua pro injeksi setelah setelah -
direkonsti- direkonsti-
tusi tusi
(mengandung
0,5 g
cefoperazone +
sulbactam 1 g)
Cefoperazone – IV Dilarutkan dengan 6,7 mL • Dapat diinjeksikan secara IV 
Sulbactam 2 g aqua pro injeksi minimal 3 menit

• IV drip  diencerkan dengan 20 mL


(mengandung 1 infus NS atau D5  diberikan dalam
g cefoperazone waktu 15-60 menit
+
sulbactam 1 g)

Pelarut untuk Cefepime Kompatibilitas


Dekstrose 5, 10% +
Dekstrose 5% dlm Ringer laktat +
Dekstrose 5% dlm NaCl 0.9% +
NaCl 0.9% +
Nama Obat
TABEL
Rute
PREPARASI
Rekonstitusi
ANTIBIOTIKA
Stabilitas dalam
penyimpanan INJEKSI (6)
Pemberian & Penyimpanan

4-8°C 25°C
Vancomycin IV drip • Dilarutkan dengan 9,7 14 hari setelah • Diberikan dalam waktu minimal 1 jam
IV intermiten mL aqua pro injeksi  direkonsti-
lalu diencerkan dengan tusi • Sangat mengiritasi jaringan dan dapat
100 mL D5 NS atau NS menyebabkan nekrosis

• Tidak dianjurkan untuk diberikan IM

• Ekstravasasi sebaiknya dicegah pada


pemberian IV

• Dapat diberikan IV drip kontinyu 


jumlah pelarut disesuaikan untuk
kebutuhan 2-24 jam
Metronidazole infus IV drip s/d tanggal • Infus diberikan dalam waktu > 1 jam
btl. - kada-
500 mg/ 100 mL luwarsa • Adanya cahaya yang berlebihan
dapat menyebabkan perubahan warna
menjadi gelap

• Lindungi dari sinar matahari langsung


Clindamycin inj. Lar. IV drip • Pelarut D5 dan NS  drip diberikan
2 mL, 4 mL, IV intermiten - dalam waktu 10-60 menit
6 mL  • Kecepatan pemberian tidak boleh
vial 150 mg lebih dari 30 mg/menit
Gentamycin inj. IM • Dilarutkan dalam 50- - • Pemberian IM/IV infus > 30-120 menit
larutan IV drip 200 mL D5 atau NS
80 mg/2mL • Tidak boleh dibekukan
TABEL PREPARASI ANTIBIOTIKA INJEKSI (7)
Nama Obat Rute Rekonstitusi Stabilitas dalam Pemberian & Penyimpanan
penyimpanan

4-8° 25° C
C
Fosfomycin IM Larutkan dengan minimal 250 mL - 24 jam Bila terpapar cahaya dapat
1 g dalam IV D5 dalam air atau NS 0,9% setelah meningkatkan kecepatan
ampul 10 mL direkonsti- dekomposisi
tusi
Ciprofloxacin IV - • Larutan berwarna jernih dan tidak
berwarna sampai berwarna agak
kuning

• Lindungi dari cahaya dan panas 


jangan dibekukan

• IV intermiten  pelan 
diberikan > 60 menit
Chloramphenicol IV • Larutkan dengan aqua  • Pemberian IM  dilarang !!!
termasuk WFI atau D5W sampai
paling sedikit 100 mg/mL • Pemberian IV bolus  diberikan
minimal 1 menit
• Untuk infus intermiten 
dilarutkan dalam 50 sampai 100 • Pemberian infus intermiten 
mL D5W diberikan > 10-30 menit

• Diberikan dlm 24 jam setelah


direkonstitusi
Terima kasih…