Anda di halaman 1dari 29

Farmakokinetik (P1)

Dose of drug Biopharmaceutics


administered

ABSORPTION

DISTRIBUTION
Drug conc. in Drug in tissues
systemic circulation Of distribution Pharmacokinetics

ELIMINATION
Drug metabolized
Drug conc Or excreted
at site of action

Pharmacologic effect
Pharmacodynamics
Clinical response

Toxicity Efficacy
Pharmacokinetics
The study of the quantitative relationships between the absorption,
distribution, metabolism, and eliminations (A-D-M-E) of chemicals
from the body.

(Chemical)
intravenous
Blood Conc - mg/L

k(abs)
inhalation
k(elim) urine,
C1 V1 feces,
air, etc.
k21 k12

C2 V2
time - min
Bioavailabilitas (Ba) dan Bioekuivalen (Be)

• Bioavailabilitas adalah tingkat sejauh mana suatu obat


atau zat lain diserap dan beredar dalam tubuh.
Bioekivalensi
• Dua produk obat disebut bioekivalen jika keduanya
mempunyai ekivalensi farmaseutik atau merupakan
alternatif farmaseutik dan pada pemberian dengan
dosis oral yang sama akan menghasilkan biovailabilitas
yang sebanding sehingga efeknya akan sama, dalam hal
efikasi maupun keamanan. Jika bioavailabilitasnya tidak
memenuhi kriteria bioekivalen maka kedua produk
obat tersebut disebut bioinekivalen.
Drug conc-response relationship

MTC

MEC
ADME Processes

Absorption
Distribution
Metabolism
Excretion
Mekanisme Transpor Absorbsi
 1. Difusi pasif. Difusi pasif adalah pergerakkan obat dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah. Bersifat spontan, non selektif, bergantung pada
konsentarasi, proses ini akan berhenti pada saat konsentrasi yang dicapai
telah sama.
 2. Difusi aktif: adalah pergerakkan zat yang melawan gradien konsentrasi
sehingga perlu energi. Karena adanya energi, maka pergerakkan obat dapat
bergerak dari keadaan konsentrasinya rendah ke konsentrasinya tinggi.
Pergerakkan ini akan berhenti jika energi telah habis.
 3. Difusi terfasilitasi: pada proses ini terdapat carrier yang
memfasilitasiproses transpor. Bersifat spesifik, karena hanya zat yang cocok
dengan carrier sajalah yang dapat terbawa. Proses ini tidak tergantung dari
konsentrasi dan berhenti ketika carrier tidak ada lagi.
 4. Pinositosis dan Fagositosis: jarang terjadi pada obat, umumnya terjadi
pada sistem imun.
 5. Osmosis: termasuk difusi pasif (difusi pelarut).
. Faktor - Faktor Farmasetik yang mempengaruhi
• 2
Bioavaibilitas Obat

Sifat fisikokimia obat


Faktor formulasi