Anda di halaman 1dari 6

SYOK ANAFILAKTIK

Reaksi anafilaktik atau anafilaksis adalah respon imunologi yang


berlebihan
TANDA-TANDA SYOK ANAFILAKTIK

 Kardiovaskuler : Hipotensi dan kolaps kardiovaskuler. Takikardi, aritmia, EKG


mungkin memperlihatkan perubahan iskemik. Henti jantung. (tekanan darah
menurun nadi meningkat)
 Sistem Pernapasan : Edema glottis, lidah dan saluran napas dapat
menyebabkan stridor atau obstruksi saluran napas. Bronkospasme – pada yang
berat.
 Gastrointestinal : Terdapat nyeri abdomen, diare atau muntah.
 Hematologi : Koagulopati.
 Kulit : Kemerahan, eritema, urtikaria.
PENATALAKSANAAN

Penanganan Utama dan segera :


 Hentikan pemberian obat / antigen penyebab.
 Baringkan penderita dengan posisi tungkai lebih tinggi dari kepala.
 Berikan Adrenalin 1 : 1000 ( 1 mg/ml ) Segera secara SC / IM pada otot
deltoideus, dengan dosis 0,3 – 0,5 ml (anak : 0,01 ml/kgbb), dapat diulang
tiap lima menit, pada tempat suntikan dapat diberikan 0,1 – 0,3 ml
PENATALAKSANAAN

 Pemberian adrenalin IV apabila terjadi tidak ada respon pada pemberian


secara SC / IM, atau terjadi kegagalan sirkulasi dan syok, dengan dosis (
dewasa) : 0,5 ml adrenalin 1 : 1000 ( 1 mg / ml ) diencerkan dalam 10 ml
larutan NaCl 0,9 % dan diberikan selama 10 menit.
 Bebaskan jalan napas dan awasi vital sign ( Tensi, Nadi, Respirasi ) sampai syok
teratasi.
 Pasang infus dengan RL
 Pemberian oksigen 5-10 L/menit
 Rujuk pasien ke RSU terdekat dengan pengawasan tenaga medis.
REAKSI YANG TIDAK TERLALU BERAT

Anafilaksis kadang-kadang menimbulkan reaksi yang tidak terlalu berat.


 Adrenalin IM/IV mungkin tidak dibutuhkan.
 Lakukan tindakan ABC seperti yang telah dijelaskan, dan nilai respon terhadap
terapi tersebut.
 Pemberian kortikosteroid tidak dapat mengatasi syok anafilaktik.
HATUR NUHUN