Anda di halaman 1dari 14

By:

Eko Budi Sulistio, M.AP

KONSEP RISET EVALUASI


KEBIJAKAN PUBLIK
EVALUASI KEBIJAKAN

 Evaluasi kebijakan menekankan pada


estimasi, penilaian dan pengukuran suatu
kebijakan, termasuk konten (isi),
implementasi maupun efek dari suatu
kebijakan.
 Dengan demikian evaluasi kebijakan dapat
tetapi tidak hanya meliputi hasil akhir dari
suatu kebijakan, melainkan juga sejak proses
formulasinya.
Evaluasi Kebijakan (secara
luas) dilakukan pada:
 Agenda Kebijakan (Agenda Setting)
 Formulasi Kebijakan (policy formulation)
 Implementasi Kebijakan (policy
implementation)
 Dampak Kebijakan (policy impact)
Secara Sempit Evaluasi
Kebijakan dilakukan pada
 Hasil Kebijakan (policy output and outcome)
 Policy output : short term
 Policy outcome: long term
 Dampak Kebijakan (policy impact)
 Positive Impact
 Negative Impact
 Sering disebut sebagai Evaluasi Program
(programme evaluation)
 Systematic examination of any activity or group of
activities undertaken government to make a
determination about their effect, both short term and
long term)
4 Ciri Utama (key features)
Evaluasi Kebijakan Publik
 To meassure of effects
 Refers to the research methodology that is used
 The Effects,
 Emphazise the outcomes of the program rather than
its efficiency, honesty, morale or addherence to rules
or standard.
 The Comparison of Effect with goals
 Stresses the use of explicit “criteria” for judging how
well the program is doing
 The Contribution to subsequent decision making
and the impovement of future programming
denote the social purposes of evaluation
Ruang Lingkup Riset Evaluasi
Kebijakan
 Menentukan apakah suatu program,
intervensi atau tindakan-tindakan publik
telah dilaksanakan sesuai rencana atau tidak.
 Menilai/ mengukur apakah suatu program
mencapai hasil (perubahan atau modifikasi)
yang konsisten dengan outcome yang
diharapkan
 Apakah biaya yang dikeluarkan untuk suatu
program telah digunakan secara efisien
(Rossi, Freeman dan Wright, 1979)
Aktivitas Evaluasi Kebijakan

 Evaluasi Secara Incremental:


 Evaluasi atas Implementasi (atau bahwa
perencanaan program)
 Evaluasi terhadap hasil dan dampak kebijakan
 Evaluasi terhadap efisiensi dan efektifitas
penggunaan sumber daya (cost-benefit and cost-
effectiveness)
 Evaluasi secara Komprehensif:
 Menilai apakah fenomena-fenomena yang terjadi
benar-benar merupakan dampak dari suatu
kebijakan yang dilaksanakan atau justru dari
kebijakan/ faktor lain.
 3 variabel yang perlu dikaji:
 Variabel program sebagai variabel independen
 Variabel kondisional (variabel yang tidak
diintervensi oleh kebijakan)
 Variabel dampak atau outcomes (intended maupun
unintended) sebagai variabel dependen.
Kerangka Riset Evaluasi secara
Komprehensif (Adaptasi Dolbeare,
1975) CONTROL/
INDEPENDENT DEPENDENT
INTERVENING
VARIABLE VARIABLE
VARIABLE

CONDITIONAL
VARIABLE

IMPACT/
POLICY VARIABLE OUTCOMES
VARIABLE
POLICY VARIABLE

 Mencakup semua input dan sumber daya yang ada


pada suatu kebijakan/ program.
 Meliputi:
 Purpose
 Principles
 Methods
 Staffing
 Persons Served
 Lengt of Service
 Location
 Size of Program
 Auspices
 Management (Weiss, 1972)
CONDITIONAL VARIABLE/
INTERVENING
 Merupakan variabel luar yang bukan input tetapi
dapat memperkuat atau memperlemah
pencapaian hasil/ dampak kebijakan/ program
 Ada 2 jenis variabel kondisional:
 Program-operation: variabel terkait dengan
implementasi kebijakan
 Bridging Variables: variabel yang terkait dengan
kondisi lingkungan masyarakat, spt: budaya, status
sosial ekonomi, sikap masyarakat, aspirasi dan
harapan, dsb (Weiss, 1972).
 Namun demikian jika ternyata variabel tsb
merupakan input suatu kebijakan maka dapat
dijadikan sebagai variabel kebijakan
IMPACT VARIABLE

 Paling tidak ada 4 jenis utama dampak dari


kebijakan domestik yang dapat diuji:
 Dampak Ekonomis (kesejahteraan)
 Proses pengambilan keputusan
 Perilaku masyarakat
 Kualitas hidup (Ripley, 1985)
 Jenis dampak yang diuji:
 Intended Impact (dampak yang diharapkan)
 Unintended Impact (dampak yang tak diharapkan)
 Tangibles Impact (dampak kasat mata)
 Intangible/ symbolic Impact (dampak tak terlihat, tapi
dirasa)
STANDAR MINIMAL HASIL EVALUASI
KEBIJAKAN MELIPUTI:
 Complience ( kepatuhan)
 Berkaitan dengan isu strategis kebijakan.
 Apakah kebijakan itu telah dilaksanakan sesuai hukum yang
berlaku
 Apakah semua transaksi keuangan telah konsisten dengan
otorisasi administratifnya
 Kesesuaian dengan standar akuntansi
 Bebas dari pelanggaran
 Effieciency
 Apakah produktifitas program telah melampaui sumber daya
yang digunakan?
 Effectiveness
 Apakah sumber daya yang digunakan telah benar-benar
berkontribusi atas tercapainya suatu tujuan.
KARAKTERISTIK RISET EVALUASI

 Digunakan untuk pengambilan keputusan


 Pertanyaan yang diajukan diturunkan dari program yang dievaluasi
 Penilaian kualitas. Perbandingan apa yang senyatanya dengan apa
yang seharusnya.
 Seting tindakan diprioritaskan pada program dibandingkan dengan
evaluasi.
 Konflik peranan antara evaluator dan pelaksana program (praktisi).
 Tidak Harus dipublikasi, sebab hasil evaluasi lebih dibutuhkan oleh
decision maker daripada masyarakat umum
 Tumpang tindih, peneliti evaluasi berkewajiban untuk menjawab
persoalan kebijakan dan sekaligus berkewajiban mengembangkan
ilmu pengetahuan