Anda di halaman 1dari 11

REKOMENDASI

KEBIJAKAN

OLEH:
EKO BUDI SULISTIO, S.AP

PELATIHAN ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK


HIMPUNAN MAHASISWA ADMINISTRASI NEGARA
FISIP UNIVERSITAS LAMPUNG
GARIS BESAR STUDI KEBIJAKAN PUBLIK

Kebijakan Publik
Lintas Wilayah Studi Kawasan

Pendidikan, Kesehatan, Pertanian,


Ruang Lingkup Lintas Sektoral
Pemerintahan, Lingkungan, dll

Lintas Dimensi Politik, Agama, Sosial, Ekonomi, Budaya, Ideologi

Formulasi Isu Publik, Masalah Publik, Opini Publik, Agenda Publik,


Kebijakan

Proses Implementasi Aktor, Kelompok Sasaran, Objek, Pedoman,

Evaluasi Dampak Positif dan Negatif

Sangat Baik
Baik
PROGRAM BARU Hasil Agak Baik
Jelek
Sangat Jelek
Tidak Ada

ADVOKASI

REKOMENDASI

PERBAIKAN/ DILANJUTKAN DIHENTIKAN


PERUBAHAN
KEBIJAKAN PUBLIK
• Public Policy adalah fenomena yang kompleks, yakni:
• terdiri dari sejumlah keputusan yang dibuat oleh sejumlah
individu dan organisasi
• Sering kondisikan oleh kebijakan-kebijakan sebelumnya dan
• seringkali dihubung-hubungkan erat dengan keputusan-
keputusan lainnya yang nampaknya tidak berkaitan.
• Akibatnya adalah :
• Para analis hanya memperhatikan sejumlah faktor terbatas
sekalipun disadari adanya kebutuhan umum untuk
pendekatan holistik yang mencakup keseluruhan rentang
variabel yang mungkin mempengaruhi pembuatan keputusan-
keputusan pemerintah.
• Karena itu, dipandang perlu meninjau pendekatan-
pendekatan yang digunakan oleh pelbagai macam
sarjana dengan meninjau beberapa literatur yang
menonjol.
Beberapa sudut pandang terhadap
public policy, yakni :
 Pertama, pendekatan Organisasi Sistem Politik, yakni
karakter regime politik dari proses pembuatan kebijakan.
Menurut pendekatan ini :
• Public policy sangat bervariasi menurut sifat sistem politik dan
hubungannya dengan masyarakat.
• Menurutnya, langkah awal terpenting dalam analisis PP adalah
klasifikasi regime karena sedikitnya keterangan tentang
bagaimana karakteristik regim termanifestasikan dalam
kebijakan-kebijakan individu.
• Pendekatan ini berbicara dimana mencari pengaruh-pengaruh
terhadap proses pembuatan kebijakan pemerintah dan
hubungan-hubungan umum yang dapat ditemui dalam
mempelajari aktivitas-aktivitas pemerintah.
• Dengan demikian, pendekatan ini memiliki fokus yang sempit
dan hanya memperhatikan pada organisasi negara itu sendiri
dalam memahami PP.
LANJUTAN

 Kedua, pendekatan policy determinants., yakni mencari


variabel-variabel kausal (hubungan sebab-akibat) dalam
pembuatan kebijakan publik Dalam pendekatan ini:
• Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah PP ditentukan
oleh faktor-faktor sosio-ekonomi tingkat makro ataupun
elemen-elemen perilaku tingkat mikro.
• Banyak hasil-hasil yang menarik dalam pendekatan ini
mengenai hubungan antara public policy dengan faktor-fasktor
sosio-ekonomi makro tersebut dan faktor-faktor lain dari
masyarakat domestik serta sistem internasional.
• Studi ini lebih banyak bersifat empiris dan sering orientasinya
kuantitatif. Karena, orientasi yang sifatnya empiris ini, hasil-
hasil studinya banyak yang telah menepis mitos-mitos dan
asumsi-asumsi umum tentang sifat proses kebijakan.
 Namun demikian, studi ini cenderung ke penjelasan tingkat
makro dan seringkali gagal mengembangkan argumen
dalam konteks sektoral dan temporal yang umumnya terjadi
dalam perkembangan kebijakan.
 Ketiga, pendekatan atas Isi Kebijakan (policy Content). Pendekatan ini :
• Berkaitan dengan pemikiran Theodore Lewi yang menyatakan bahwa
“sifat masalah kebijakan dan solusinya sering menjadi muara yang
menentukan bagaimana sistem politik akan memprosesnya.” Jadi
apakah karakter kebijakan yang utamanya bersifat regulasi, distributif,
redistributif, ataupun konstitutif-lah yang akan menentukan bagaimana
ia ditanganinya. Tegasnya Policy yang akan menentukan politik, bukan
yang sebaliknya.
• Dalam konteks ini, misalnya James Q Wilson menyatakan: “tingkat
konsentrasi biaya dan manfaat dari suatu kebijakan membentuk tipe
proses politik yang akan menyertainya.”
• Tegasnya, sifat masalah akan menentukan apa yang bisa dilakukan
untuk mengatasinya, dan seringkali pendekatan ini menemui kesulitan
dalam memahami sifat masalah dari suatu kebijakan serta pola-pola
biaya dan manfaat dari berbagai pemecahan yang digunakan.
 Keempat, pendekatan policy impact or outcomes. Pendekatan ini :
• Memfokuskan pada kajian tentang efek langsung dan tidak langsung
dari kebijakan tertentu dan cenderung mengabaikan baik faktor-faktor
penyebab maupun sifat instrumen manajemen pemerintah.
• Fokus anlisisnya pada anlisis kuantitatif mengenai hubungan diantara
program pemerintah dan menggunakan teknik statistik inferensi untuk
menguji hubungan kausal diantara pelbagai jenis kegiatan
pemerintah.
• Dibidang ekonomi misalnya mengkaji hubungan fiskal dengan
pembuatan kebijakan industri, hubungan antara belanja pemerintah
dengan aktivitas investasi usaha atau migrasi buruh.
• Karena itu, pendekatan ini hanya memfokuskan pada policy outputs,
dan sedikit sekali penjelasan tentang proses kebijakan yang
menghasilkan outputs tersebut.
Keterlibatan para analis yang berasal dari pelbagai macam organisasi punya
perhatian yang berbeda dalam studinya mengenai public policy. Fokus
perhatiannya dapat diuraikan sbb:

 Para analis yang bekerja untuk pemerintah, kelompok dan korporasi yang sangat
dipengaruhi kebijakan publik cenderung menfokuskan penelitiannya pada policy outcomes.
Mereka sering memiliki kepentingan langsung untuk menyatakan kebenaran atau
kesalahan dari kebijakan tertentu atas dasar dampak aktual atau dampak yang
diproyeksikan terhadap organisasi kliennya.
 Institusi riset dan para pemikir swasta biasanya lebih senang dengan banyaknya kebasan
yang fair dari pemerintah, sekalipun sebagian dapat saja dipengaruhi oleh organisasi
yang membiayainya. Sekalipun demikian, mereka tetap tertarik segi-segi praktis isu-isu
kebijakan dan cenderung mengkonsentrasikan baik pada policy outcomes maupun atas
instrumen-instrumen dan teknik yang menghasilkan outcomes tersebut.
 Di pihak lain para akademisi lebih memiliki banyak kebebasan dan biasanya
tidak memiliki kepentingan pribadi langsung dengan manfaat dari kebijakan
tertentu. Dibanding dengan dua kelompok di atas, cenderung menggayuh
isue-isue teoritis, konseptual dan metodologis yang mengitari pembuatan
kebijakan publik. Studi akademik cenderung melihat keseluruhan proses
kebijakan dan memperhitungkan pelbagai faktor yang luas meliputi regime-
regime kebijakan, determinat-determinan kebijakan, instrumen-instrumen
kebijakan, dan isi kebijakan.
POLICY STUDY vs POLICY ANALYSIS

 Dalam tradisi literatur juga dibedakan antara “policy study” dan


“policy analysis”. Yang pertama mengacu pada studi tentang
kebijakan dan yang kedua mengacu pada studi untuk kebijakan.
 Policy study banyak dilakukan oleh para akademisi berkaitan
dengan meta policy dan sangat berkepentingan dengan
pemahaman proses-proses public policy.
 Sedangkan policy analysis banyak dikejar oleh para pejabat
pemerintah atau para perencana dan pada umumnya diarahkan
pada design kebijakan aktual.
 Yang pertama bersifat discriptive explanatory, sedangkan yang
kedua bersifat prescriptive orientation.
REKOMENDASI KEBIJAKAN
REKOMENDASI KEBIJAKAN BERTUJUAN
UNTUK MEMBERIKAN ALTERNATIF
KEBIJAKAN YANG PALING UNGGUL
DIBANDING DENGAN ALTERNATIF
KEBIJAKAN LAINNYA.

Anda mungkin juga menyukai