Anda di halaman 1dari 13

Oleh:

SAFARINAH
NPM: 15701020036
Lokal C2
Berdasarkan data tersebut
maka perlu dilakukan
penerapan atau intervensi
dan asuhan keperawatan
Penyakit gagal ginjal secara komprehensif pada
kronik (GGK) merupakan An. J dengan Cronic Kidney
masalah kesehatan Disease (gagal ginjal
masyarakat global dengan kronik) sesuai dengan
prevalensi dan insiden keadaan pasien yang
yang terus meningkat. Di dirawat di Ruang Anggrek B
Indonesia angka kematian Rumah Sakit Umum
akibat GGK semakin Tarakan untuk mengetahui
meningkat, dengan pemecahan masalah yang
prevalensi sebesar 0,1% akan didapatkan pada
pada daerah Kalimantan pasien dengan penyakit
Timur tahun 2017. gagal ginjal kronis.
Apa itu Gagal Ginjal Kronik?
Definisi Penyebab
 Gagal ginjal kronik  Diabetes mellitus
merupakan suatu
gangguan progresif fungsi  Hipertensi
ginjal yang bersifat  Glomerulonefritis
irreversible dalam kasus
metabolisme maupun  Nefritis intersisial kronis
dalam menjaga  Penyakit ginjal polikistik
keseimbangan cairan dan
elektrolit serta dapat  Obstruksi/infeksi saluran
menyebabkan uremia kemih
 Obesitas
(Dep.Kes RI)

(Moeljono)
klasifikasi Penatalaksanaan
 Stadium 1  Terapi penyakit ginjal
Fungsi ginjal normal, tetapi temuan
urin, abnormalitas struktur atau ciri  Pengobatan penyakit penyerta
genetik menunjukkan adanya penyakit
ginjal. GFR ≥90 mL/menit/1.73 m2  Penghambatan penurunan fungsi
ginjal
 Stadium 2
Klasifikasi  Pencegahan dan pengobatan
Penurunan ringan fungsi ginjal, dan
temuan lain (seperti pada stadium 1) komplikasi akibat penurunan
menunjukkan adanya penyakit ginjal. fungsi ginjal
GFR 60-89 mL/menit/1.73 m2
 Stadium 3  Pencegahan dan pengobatan
penyakit kardiovaskuler
Penurunan sedang fungsi ginjal. GFR 30-
59 mL/menit/1.73 m2  Terapi penggangi ginjal dengan
 Stadium 4 dialisis atau transplantasi jika
Penurunan fungsi ginjal berat. GFR 15- timbul tanda dan gejala uremia
29 mL/menit/1.73 m2
 Stadium 5
Gagal ginjal. GFR <15 mL/menit/1.73
m2
ASUHAN KEPERAWATAN

 Biodata:
Nama : An. J
Usia : 17 tahun
Jenis Kelamin: laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Poros RT 54 Tg. Palas Timur
 Keluhan utama: pada saat pengkajian tanggal 25
Juni 2018 klien mengatakan nyeri perut bagian ulu
hati
Diagnosa Keperawatan
 Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan
perubahan mebran kapiler – alveolar
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan kehilangan nafsu makan
 Kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan
dengan intake tidak adekuat
 Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan asam
lambung
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
fisik
 Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tingkat
pendidikan
DATA SUBJEKTIF
 Klien mengatakan sakit perut bagian ulu hati
 Klien mengatakan sakit seperti diremas-remas
 Klien mengatakan sakit bertambah saat ditekan dan terlambat makan
 Klien mengatakan sakit berlangsung selama 15-30 menit
 Klien mengatakan skala nyeri 6
 Klien mengatakan jarang minum
 Klien mengatakan sering BAK 7-8 x/hari
 Klien mengatakan merokok sejak umur 14 tahun
 Klien mengatakan sering mengkonsumsi minuman Kuku Bima 1 kali
sehari
 Ibu klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakit anaknya
 Ibu klien mengatakan anaknya punya riwayat penyakit maag
 Klien mengatakan badan terasa lemas
 Klien mengatakan nafsu makan menurun
DATA OBJEKTIF
 Klien terlihat lemah
 Klien minum air putih 5-7x/hari atau 120 ml/hari
 Klien makan dan minum melalui NGT
 Klien diberikan diet nutrisi susu nespirol 50 cc/4 jam, bubur saring 200 cc/8 jam
 BB sebelum sakit : 54 kg, BB saat sakit: 45 kg
 Ibu klien tidak dapat menjawab saat ditanya tentang penyakit anaknya
 Klien terlihat hanya berbaring di Bed pasien
 Klien BAK dan BAK di atas tempat tidur
 Klien terlihat dibantu oleh keluarga dan perawat
 Kulit terlihat kering
 IMT 17,57
 Bibir pucat, Konjungtiva anemis
 Natrium 133,4 smEq/L
 TD: 160/100 mmHg
 MCV : 73, 6 fl, MCH: 23,3 pg, PCO2: 34,2 mmHg, PO2: 49 mmHg, HCO3: 19,0 mmol/L,
TCO2: 20 mmol/L
 Balance cairan tanggal 25 Juni 2018 : -854
Evaluasi Hasil
 Dx 1
S: Klien mengatakan tidak sesak
Klien mengatakan tidak sulit bernafas
Klien mengatakan bisa bernafas nyaman tanpa oksigen
O: Oksigen dilepas
RR : 19x/menit
Klien terlihat nyaman beraktivitas dan tidur tanpa penggunaan oksigen
A: gangguan pertukaran gas teratasi
P: Intervensi dihentikan
 Dx 2
S: Kliien mengatakan tidak nafsu makan
O: IMT 17,57
Klien menghabiskan porsi makanan yang diberikan di RS dengan anjuran perawat
A: Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh tidak teratasi
P: Anjurkan klien makan sedikit tapi sering
Kolaborasi pemberian nutrisi rendah garam
Beri penguatan positif selama aktivitas
LANJUTAN...
 Dx 3

S: Klien mengatakan minum susu yang diberikan di RS 3 cup

Klien mengatakan buang air kecil 5 kali sejak tadi pagi

O: cairan oral: 150 cc, cairan IV : 450 cc, urin: 500 cc, TD 114/60 mmHg

A: Kekurangan volume cairan dan elekterolit tidak teratasi

P: Kaji adanya edema, dispnea, takikardia

Monitor intake dan output

Monitor TTV

Monitor elektrolit

Kolaborasi pemberian nutrisi

 Dx 4

S: Klien mengatakan sudah tidak sakit sakit perut bagian ulu hati

O: Klien terlihat rileks

Skala nyeri 0

Klien tidak meringis

A: Nyeri akut teratasi

P: Intervensi dihentikan
LANJUTAN...
 Dx 5
S: Klien mengatakan aktivitas dibantu keluarga
O: Keluarga terlihat membantu pasien saat minum, makan, dan aktivitas lain
A: Intoleransi aktivitas tidak teratasi
P: Kaji kebutuhan bantuan terhadap aktivitas klien
Anjurkan keluarga untuk membantu pasien saat beraktivitas
Bantu pasien dalam melakukan aktivitas
 Dx 6
S: Klien dan keluarga mengatakan sedikit paham dengan infomasi yang
diberikan
O: Keluarga dapat menjelaskan sedikit dari materi yang disampaikan
A: Defisiensi pengetahuan tidak teratasi
P: Tentukan kebutuhan belajar pasien dan keluarga
Berikan pendidikan kesehatan tentang gagal ginjal kronik
Diagnosa CKD Menurut Nurarif
(2015):
 Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kongesti paru, penurunan
curah jantung, penurunan perifer yang mengakibatkan asidosis laktat
 Nyeri akut
 Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine,
diet berlebih dari retensi cairan serta natrium
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan
membran mukosa mulut
 Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perlemahan
aliran darah ke seluruh tubuh
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi
produk sampah
 Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritas, gangguan status
metabolik sekunder
Kesenjangan...
Diagnosa yang terdapat di kasus dan teori:
 Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan
membran kapiler-alveolar.
 Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan asam lambung.
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan kehilangan nafsu makan
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik

Diagnosa yang tidak terdapat di teori tetapi terdapat di kasus:


 Kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan
dengan intake tidak adekuat
 Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan tingkat
pendidikan