Anda di halaman 1dari 12

7.

Pencegahan Kanker Payudara

• Kontrol berat badan, mengurangi konsumsi alkohol,


olahraga, dan menyusui perlu dilakukakn untuk
mengurangi resiko terjadinya kanker payudara.
• Selain itu diet dengan konsumsi omega-3, asam
lemak rantai panjang., dan kacang kedelai juga bisa
mengurangi resiko terjadinya kanker payudara
8. Tatalaksana Kanker Payudara

• Tatalaksana kanker payudara dipengaruhi oleh


banyak hal seperti stadium kanker dan umur pasien.
8.1 Pembedahan

• Bergantung kepada stadium dan tipe dari tumor,


mungkin hanya lumpectomy yang perlu dilakukan,
atau dengan menghilangkan sebagian jaringan dari
payudara. Pembedahan dengan menghilangkan
seluruh payudara disebut dengan mastectomy .
• Mastectomy tetap menjadi pilihan dalam terapi. Saat
operasi, kelenjar getah bening pada aksila juga
dihilangkan. Jika jaringan yang dihilangkan tidak
memiliki batas yang jelas maka pengangkatan
pektoralis mayor juga perlu dilakukan .
8.2 Radioterapi

• Radioterapi adalah terapi adjuvan pada sebagian


besar wanita yang telah melakukan lumpectomy
ataupun mastectomy. Tujuan dari radioterapi adalah
mengurangi resiko terjadinya rekurensi.
• Radioterapi dilakukan dengan menggunakan sinar X
atau sinar gamma energi tinggi yang ditargetkan
pada tumor atau jaringan sekitar tumor. Radioterapi
sangat efektif dalam membunuh sel kanker yang
mungkin masih tertinggal setelah pembedahan.
8.3 Terapi Sistemik

• Terapi sistemik menggunakan obat-obatan untuk


membunuh sel kanker pada seluruh tubuh. Terapi
sistemik meliputi kemoterapi, terapi target, terapi
imun, dan terapi hormonal.
8.3.1 Kemoterapi
• Kemoterapi mungkin dilakukan sebelum, setelah,
ataupun saat pembedahan pada kasus-kasus
tertentu. Pasien dengan reseptor estrogen positif
akan mendapatkan terapi hormonal setelah
kemoterapi selesai dilakukan.
• Penghambat aromatase diberikan kepada wanita
postmenopause untuk menurunkan kadar estrogen
dalam darah.
• GnRH analog diberikan kepada wanita
premenopause yang memiliki resiko tinggi terjadinya
rekuresi untuk mensupresi kerja ovarium.
8.3.2 Terapi target

• Terapi target pada kanker payudara menggunakan


obat-obatan yang menghambat pertumbuhan dari
sel kanker dengan cara yang spesifik.
• Contohnya, pasien dengan HER2 positif akan
diberikan antibodi monoclonal yang dikenal dengan
trastuzumab untuk menghambat aktifitas HER2 pada
sel kanker payudara.
• Obat lain yang digunakan dalam target terapi adalah
penghambat angiogenesis (seperti bevacizumab)
yang mencegah pertumbuhan dari pembuluh darah
baru yang nantinya akan memberikan oksigen dan
nutrisi kepada sel kanker.
• Penghambat sinyal transduksi juga diberikan untuk
menghambat sinyal didalam sel kanker yang akan
membantu sel kanker untuk membelah,
menghentikan pertumbuhan sel kanker.
8.3.3 Imunoterapi

• Percobaan klinis menggunakan oncofetal antigen


(OFA) untuk merangsang sistem imun pasien agar
mentargetkan dan menyerang sel kanker untuk
meningkatkan angka bertahan hidup dan kualitas
hidup pasien.
• Setiap pasien menerima suntikan sel dendrit milik
pasien sendiri yang sesudah tersensitasi OFA pertiga
bulan.
• Diharapkan saat penyuntikan kembali sel dendrit
yang sudah tersensitasi, sel T pada pasien akan
merangsang respon imun dengan membunuh sel
kanker dan mencegah terjadinya penyebaran lebih
lanjut dari kanker.
8.3.4 Termokemoterapi

• Terapi panas yang ditambahkan pada kemoterapi


meningkatkan penyusutan tumor hingga 88.4%
dibandingkan dengan kemoterapi saja sebesar
58.8%.
8.3.5 Alternatif dan Terapi Tambahan

• Penelitian terbaru sudah melakukan terapi cryoablasi


pada wanita dengan kanker payudara. Prosedur ini
melakukan pembekuan dan penghancuran tumor
menggunakan benang halus sehingga hanya jaringan
kanker yang akan terkena dampak dan mati
• Terapi alternatif lainnya seperti terapi suportif, terapi
kognitif, terapi kognitif eksistensial grup, kombinasi
terapi relaksasi.