Anda di halaman 1dari 24

FURUNCULOSIS

IDENTITAS

1 thn 11
An. FZ
bln

Laki-laki
ANAMNESIS
• KU
• Benjolan kemerahan pada wajah, leher dan punggung sejak 6 bulan yang lalu

• KT
• Pasien dibawa keluarga ke Poliklinik Klulit Kelamin RSUD Koja dengan keluhan
terdapat beberapa benjolan kemerahan pada wajah, leher dan punggung
pasien sejak 6 bulan yang lalu. pasien juga mengeluh nyeri pada benjolan
tersebut. Menurut ibu pasien, awalnya timbul bintik-bintik kecil berwarna
merah, semakin hari semakin membesar dan berisi nanah dan kemudiannya
pecah dan mongering.
• Pasien sudah berobat ke puskesmas tetapi tidak ada perbaikan.
• RPD (-)
• RPK (-)
• Riwayat alergi (-)
PEMERIKSAAN FISIK
• KU : TSR
• Kesadaran : CM
• TTV : Suhu : 36.5oC
: Nadi : 110 x/menit
: Pernapasan : 24 x/menit
• Status generalis : normal
STATUS DERMATOLOGI

Distribusi Lokasi Effloresensi

• Regional • Facialis • Nodus


• Truncus eritematosa
multiple dengan
pustul ditengah,
ukuran milier s/d
lentikuler,
berbentuk
kerucut,
sirkumskrip
RESUME
• Pasien dibawa keluarga ke Poliklinik Kulit Kelamin RSUD Koja dengan
keluhan terdapat beberapa benjolan kemerahan pada wajah, leher dan
punggung pasien sejak 6 bulan yang lalu. pasien juga mengeluh nyeri pada
benjolan tersebut. Menurut ibu pasien, awalnya timbul bintik-bintik kecil
berwarna merah, semakin hari semakin membesar dan berisi nanah dan
kemudiannya pecah dan mongering. Pasien sudah berobat ke puskesmas
tetapi tidak ada perbaikan.
• Pada pemeriksaan fisik, status generalis pasien normal. Status dermatologi
regio facialis dan truncus, didapatkan nodus eritematosa multiple dengan
pustul ditengah, ukuran milier s/d lentikuler, berbentuk kerucut, sirkumskrip .
DIAGNOSIS
• Furunculosis

PENATALAKSANAAN
• Erithromicin syrup, 2 x cth 1
• Cetirizine syrup, 2 x cth 1/2
• Kompres NaCL 0,9%

PROGNOSIS
• Ad vitam : ad bonam
• Ad fungsionam : ad bonam
• Ad sanationam : dubia ad bonam
PIODERMA
• Penyakit kulit yang disebabkan Staphylococcus, Streptococcus
• ETIOLOGI
• Staphylococcus aureus
• Streptococcus β hemolitikus

• FAKTOR PREDISPOSISI
• Higiene kurang
• Menurunnya daya tahan
• Penyakit kulit sebelumnya
• Piodermi dibedakan :
• Piodermi primer
• Terjadi pada kulit sehat
• Klinis khas
• Piodermi sekunder
• Terjadi pada kulit yang sudah ada penyakit kulit, misalnya
: dermatitis, skabies, kandidiasis, dll.
• Gambaran klinis tidak khas, mengikuti penyakit
primernya.
• Pembagian pioderma
• Superficial  impetigo
• Profunda  folikulitis, furunkel, hidradenitis, cellulitis, dll

• Circumscribed (terbatas)  impetigo


• Difuse  cellulitis, phlegmon, erisiplas

• Kulit saja  impetigo


• Kulit & adneksa  folikulitis, furunkel, hidradenitis.
FURUNKEL

• Bisul, peradangan pada folikel rambut dan jar subkutan sekitarnya.


Jika lebih dari 1 tempat disebut furunkulosis.
• Karbunkel adalah gabungan dari beberapa furunkel yg membentuk
lesi infiltrat yang lebih luas dan dalam
EPIDEMIOLOGI
• Penyakit ini memiliki insidensi yg rendah.
• Belum terdapat data spesifik yg menunjukkan prevalensi furunkel.
• Furunkel umumnya terjadi pada anak-anak, remaja sampai dewasa
muda.
• Pria=wanita
ETIOLOGI
• Penyakit infeksi ini terutama • Lokasi tersering: daerah berambut
disebabkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus (kuman gram • Predileksi :
positif, juga Streptokokus)  muka

• Predisposisi :  leher bagian belakang


 scalp
• Hiperhidrosis, gesekan, dan
garukan dada
paha
• Penyakit :
• Fokal infeksi perineum
• Dermatitis atopi  bokong
• Malnutrisi
• D.M
PATOGENESIS
• Flora normal spt S.aureus → bakteri masuk melalui luka, goresan,
robekan dan iritasi pd kulit → berkolonisasi di jaringan kulit → respon
imun → sel PMN ini ditarik ke tempat infeksi oleh komponen bakteri
sprt formylated peptides atau peptidoglikan dan sitokin TNF (tumor
necrosis factor) dan interleukin (IL) 1 dan 6 yg dikeluarkan oleh sel
endotel dan makrofag yg teraktivasi → menimbulkan inflamasi dan
membentuk pus yg terdiri dari sel darah putih, bakteri dan sel kulit yg
mati
GEJALA KLINIS
• Benjolan
• Nyeri
• Eritem
STATUS DERMATOLOGI
• Nodus eritematosa berbentuk kerucut, di tengah terdapat pustule
• Melunak menjadi abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik
• Memecah membentuk fistel
PEMERIKSAAN PENUJANG
• Pewarnaan gram S.aureus akan menunjukkan sekelompok kokus
berwarna ungu (gram positif) dan tidak bergerak
• Kultur pada medium agar MSA (Manitot Salt Agar) selektif untuk
S.aureus → menghasilkan koloni bakteri yang lebar (6-8 mm),
permukaan halus, sedikit cembung, dan warna kuning keemasan
DIAGNOSIS BANDING

• Kista Epidermal
• Kista epidermal yang mengalami inflamasi dapat dengan tiba-tiba
menjadi merah, nyeri tekan dan ukurannya bertambah dalam satu
atau beberapa hari.
• DD ini dpt disingkirkan bedasarkn terdapatnya riwayat kista
sebelumnya pada tempat yg sama, terdapatnya orificium kista yg
terlihat jelas dan penekanan lesi tersebut akan mngeluarkan masa
seperti keju yg berbau sedangkan pada furunkel mengeluarkan
material purulen
• Hidradenitis Suppurativa
• Hidradenitis suppurativa (apokrinitis) ditandai dengan abses steril
dan sering berulang
• Selain itu, daerah predileksinya pada aksila, lipat paha, bokong atau
dibawah payudara. Adanya jaringan parut yang lama, adanya
saluran sinus serta kultur bakteri yang negatif menegakkan
diagnosis.
PENATALAKSANAAN

• Antibiotika sistemik : cloxacilin, cephalexin, lincomycin,


clindamicyn, dicloxacilin, eritromisin
• Antibiotik topikal  salep mupirocin, asam fusidat, kombinasi
neomisin-basitrasin
PROGNOSIS

• Prognosis baik sepanjang faktor penyebab dapat dihilangkan, dan


prognosis menjadi kurang baik apabila terjadi rekurensi
THANK YOU