Anda di halaman 1dari 19

SURVEI TAMBANG

TEROWONGAN
MATERI :
TEROWONGAN (I)
DEFINISI

Terowongan
“ Bangunan rekayasa bawah tanah/air yang
digunakan sebagai sarana transportasi, saluran air,
saluran gas, dll.”
SEJARAH
• Mesir
Dibangun oleh bangsa Mesir dan Babilonia
Babilonio : Terowongan dengan ukuran 3,6 x 4,5 x 910 m  menghubungkan
2 bangunan.
Mesir : terowongan bawah air, dibawah sungai Eufrat dengan ukuran 5,0 x 4,0 x
1000 m  menghubungkan istana dan tempat ibadah.
SEJARAH
• Romawi
Dalam pembangunan terowongan menggunakan bahan peledak untuk pemecah
batuan.
Memecah batuan dengan cara kimiawi
Terowongan yang dibuat adalah terowongan air dan terowongan lalu lintas
SEJARAH
• Perancis
Terusan Languedoc
Terowongan kereta api Roanne – Andressiex
Terowongan navigasi
Terowongan mont. Cenis (Italia – Perancis)
DASAR PERTIMBANGAN PEMBUATAN
TEROWONGAN
Kebaikan Terowongan
1. Pelayanan umum, seperti salran air, gas, jalan KA, jalan raya
2. Lebih menguntungkan daripada galian terbuka, dalam kasus tanah dengan struktur kurang baik
3. Terowongan lebih murah biaya pemeliharaan daripada jembatan/galian terbuka dalam hal
ancaman kerusakan akibar bencana alam
4. Biaya pengangkutan lebih murah dan tidak perlu alat berat
5. Kerusakan akibat pemboman dari udata dapat dikurangi
6. Dengan bantuan teknologi, dapat dilakukan penggalian terowongan dari dua arah secara cepat.
DASAR PERTIMBANGAN PEMBUATAN
TEROWONGAN
Kelemahan Terowongan
1. Waktu penggalian terowongan lebih lama
2. Memerlukan peralatan dan metode khusus yang dapat membengkakkan biaya

Kebaikan Galian Terbuka


1. Biaya konstruksi lebih murah
2. Waktu pembanguan lebih cepat
DASAR PERTIMBANGAN PEMBUATAN
TEROWONGAN
Kelemahan Galian Terbuka
1. Kerusakan fasilitas lebih cepat (khususnya akibat bencana alam)
2. Untuk tanah dengan struktur kurang baik, perawatan talud menjadi lebih mahal
3. Memerlukan alat berat dalam pembangunan
4. Tidak aman dari serangan udara
KLASIFIKASI TEROWONGAN

1. Atas dasar tujuan


a. terowongan lalu lintas
b. terowongan saluran/pengaliran
1. Atas dasar kualitas batuan
2. Atas dasar alinemen
UKURAN TEROWONGAN
Ukuran terowongan bergantung pada tujuan
Aspek lain :
1. Volume dan jenis lalu lintas
2. Ukuran ruangan bebas (lintasan KA tunggal ± 75 cm ; lintasan KA ganda
± 100 cm)
3. Tebel pelapisan  potensi gerakan tanah
PEMILIHAN ROUTE TEROWONGAN
Pemilihan Route :
1. Keadaan alam/topografi
2. Struktur geologi  mencari daerah dengan struktur geologi yang
efisien/murah untuk terowongan
3. Lintasan terowongan selurus dan sependek mungkin untuk menekan biaya
4. Untuk saluran pembuangan, sebaiknya dibuat di bawah jalan umum 
efisien.
SURVEI GEOLOGI
Untuk mengetahui struktur geologi  jenis dan sifat batuan, ketebalan, luas
saluran air tanah.
Metode diterapkan Pengeboran dalam/sepanjang rute yang direncanakan
Batuan : keras, lunak, tanah liat (daya kohesi berbeda)
Kohesi : gaya Tarik menarik antar molekul yang sama
BENTUK TEROWONGAN
Batuan mempunyai kohesi yang berbeda-beda. Bentuk terowongan sangat
dipengaruhi jenis batuan, diantaranya :
a. Batuan Keras (Kohesi Kuat)
 yang perlu diperhatikan : tekanan dari atas/langit-langit terowongan
 bentuk terowongan didesain agar dapat menahan tekanan dari atas
dengan cara membuat lengkung bagian atas dan makin ke bawah makin
berkurang kelengkungannya.
BENTUK TEROWONGAN
b. Batuan Pasir/tidak Keras (Kohesi Kurang)
 Tekanan merata pada setiap profil/penampang.
 Bentuk yang dapat menahan tekanan yang merata adalah lingkaran
MACAM BENTUK TEROWONGAN

1. Poli sentrik 5. Elips


2. Lingkaran 6. Segiempat
3. Tapal kuda 7. Segmental
4. Bulat telur
PERTIMBANGAN PEMBUATAN
TEROWONGAN
• Pengaruh Geologi lingkaran pada bentuk
terowongan
• Pengaruh metode konstruksi terhadapt bentuk
terowongan
• Pengaruh pelapisan terhadap bentuk
terowongan (bahan/material sebagai penahan
tekanan dan tegangan).
PENENTUAN SUMBU TEROWONGAN

Terowongan Pendek Terowongan Panjang


Peralatan Ketelitian medium Ketelitian tinggi
Metode Sederhana Banyak metode
Pengecekan Sering Lebih sering