Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 2

1. Frans Henry H (3.22.15.1.07)


2. Gilang Fandi (3.22.15.1.08)
3. Haidy Nugroho (3.22.15.1.09)
4. Halimatusy S (3.22.15.1.10)
5. Hamdan Farras (3.22.15.1.11)
6. Heni Nur Indah S (3.22.15.1.12)
 Jika kumparan rotor yang berfungsi sebagai
pembangkit kumparan medan magnit yang
terletak di antara kutub magnit utara dan selatan
diputar oleh prime mover, maka pada kumparan
rotor akan timbul medan magnit atau fluks yang
bersifat bolak – balik atau fluks putar.
 Fluks putar ini akan memotong – motong
kumparan stator sehingga pada ujung – ujung
kumparan stator timbul gaya gerak listrik karena
pengaruh induksi dari fluks putar tersebut. Gaya
gerak listrik (ggl) yang timbul pada kumparan
stator juga bersifat bolak – balik, atau berputar
dengan kecepatan sinkron terhadap kecepatan
putar rotor.
 Frekuensi elektris yang dihasilkan generator
sinkron adalah sinkron dengan kecepatan
putar generator. Rotor generator sinkron
terdiri atas rangkaian elektromagnet dengan
suplai arus AC. Medan magnet rotor bergerak
pada arah putaran rotor.
 Hubungan antara kecepatan putar medan magnet
pada mesin dengan frekuensi elektrik pada stator
adalah:

f = frekuensi listrik (Hz)


n = kecepatan putar rotor (rpm)
p = jumlah kutub magnet
P = = jumlah pasang kutub
 Fluks ϕ dalam suatu rangkaian magnet yang
mempunyai reluktansi Rm dihasilkan karena
adanya magnetomotive force (mmf) Fm, dimana
mmf itu sendiri berasal dari adanya arus I yang
mengalir melalui lilitan berjumlah N.

Φ=

F m = IN
 Bagian magnetik dan elektrik yang utama
dari generator salient-pole dapat dilihat pada
gambar berikut:
arus searah dialirkan menuju kumparan rotor melalui brush dan
collector ring. Produk antara arus medan I dan jumlah lilitan N
menghasilkan Fm, sedangkan adanya reluktansi rangkaian magnet akan
menghasilkan fluks magnet. Jalur fluks magnet ini ditunjukkan oleh garis
putus-putus pada gambar . Ketika rotor diputar, jalur fluks yang
dibentuk karena adanya mmf Fm juga ikut berputar bersama putaran
rotor. Hal ini diilustrasikan pada gambar kedua dari gambar. Ketika fluks
magnet ϕ memotong rangkaian magnetik dengan luas penampang A,
maka kepadatan fluks B dapat dinyatakan sebagai berikut:

B=
 Gambar juga menunjukkan stator dengan lilitan tunggal
sepanjang l. Ketika rotor berputar, fluks magnet rotor akan
memotong lilitan stator dengan kecepatan v, sehingga
electromotive force (emf) eind akan muncul, sesuai dengan
persamaan:

eind = (v x B) . l

 Dengan arah yang sesuai dengan aturan tangan kanan Fleming


sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar di atas. Melalui
penurunan matematis secara lanjut akan dihasilkan persamaan
tegangan rms pada stator sebagai berikut:

eind = k.ϕ.ω
 Gambar menunjukkan bahwa ketika medan magnet berotasi,
kepadatan fluks pada lilitan stator berubah. Ketika pole berhadapan
dengan lilitan, kepadatan fluks celah udara B pada kondisi ini
bernilai paling tinggi, dan akan bernilai nol ketika pole berada
sejauh 90o dari lilitan. Oleh karena itu, besar emf induksi atau
tegangan V akan bervariasi terhadap waktu sesuai dengan variasi
kepadatan fluks di sekitar rotor. Hasil variasi ini dapat digambarkan
sebagai berikut:
 Bentuk seperti gambar akan terus berulang
setiap kali rotor berevolusi. Frekuensi dari
bentuk gelombang sinusoidal ini dapat
ditentukan dengan menggunakan persamaan:

f = ns p

Dengan :
f = frekuensi (Hz)
ns = kecepatan sinkron (rpm)
p = jumlah kutub
Jika eind pada persamaan sebelumnya pada bagian ini
dilambangkan dengan EA , maka tegangan terminal generator satu
fasa Vϕ akan sama dengan EA hanya jika generator beroperasi dalam
keadaan tanpa beban. Untuk kondisi berbeban, maka dua nilai
tegangan ini akan berbeda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan
perbedaan antara nilai EA dan Vϕ , antara lain:

 Distorsi kepadatan fluks (medan magnet) celah udara oleh karena


arus yang mengalir pada stator yang disebut armature reaction
(reaksi jangkar).
 Induktansi diri dari lilitan jangkar
 Resistansi dari lilitan jangkar.

Rangkaian ekivalen generator sinkron dibagi menjadi dua, yaitu :


 Generator Sinkron Tanpa Beban
 Generator Sinkron Berbeban