Anda di halaman 1dari 107

Konsideran Hukum

• Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara


Republik Indonesia Tahun 1945;
• Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara
• Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014
tentang Administrasi Pemerintahan

2
Mengapa PBJP Perlu Diatur ?

• Magnitude PBJ pemerintah yang semakin kompleks dan


nilainya semakin membesar setiap tahunnya.
• Kondisi pasar dan lingkungan bisnis yang berkembang
dengan cepat dan sangat berbeda dengan kondisi lima
atau sepuluh tahun yang lalu.
• Menjawab tantangan agar pengadaan pemerintah dapat
menjadi instrument pembangunan

3
Latar Belakang munculnya
Perpres 16/2018 tentang PBJP (1)

• Pengadaan dalam kegiatan pemerintah dilakukan untuk


memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih
baik sehingga tercipta kesejahteraan rakyat.
• Tata Pemerintah yang baik (good governance) yang salah
satunya diwujudkan dengan sistem pengadaan
barang/jasa yang efektif dalam lingkungan pemerintah.

4
Latar Belakang munculnya
Perpres 16/2018 tentang PBJP (2)

• Pemanfaatan teknologi sebagai media untuk meningkatkan


efisiensi pengadaan merupakan peluang yang harus
diberdayagunakan
• Menuju pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih baik
melalui kebijakan penggunaan produksi dalam negeri,
peningkatan peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
(UMKM) serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan

5
Pokok Perubahan
Perpres 16/2018 tentang PBJP
Pentingnya Pengadaan dalam
pelaksanaan Kegiatan Pemerintah

• Mendukung kegiatan pemerintah, dalam operasi


sehari hari dan investasi
• Menyediakan layanan masyarakat (publik) baik yang
bersifat strategis, taktis dan operasional.

Layanan publik:
• Pembangunan fasilitas jalan dan jembatan
• Pembangungan sarana pendidikan
• Penyediaan layanan kesehatan
• Penjagaan keamanan masyarakat, dsb.

7
Pengertian Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah

“kegiatan pengadaan barang/jasa oleh


Kementerian/Lembaga/ Perangkat
Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD
yang prosesnya dimulai dari identifikasi
kebutuhan, sampai dengan serah
terima hasil pekerjaan”

Pasal 1 ayat 1
8
Garis Besar Proses Pbjp
Perencanaan Persiapan Pelaksanaan
Pengadaan Pengadaan Pengadaan

Identifitkasi Kebutuhan Persiapan Swakelola Pelaksanaan Swakelola

Penetapan Sasaran Pelaksanaan Swakelola Tipe I,II,III,IV


Penetapan Barang/Jasa
Penyelenggara Swakelola
Pembayaran Swakelola
Rencana Kegiatan
Cara Pengadaan Barang/Jasa Pengawasan dan Pertanggungjawaban
Jadwal Pelaksanaan
Swakelola
Jadwal Pengadaan Barang/Jasa Penyusunan RAB
Pelaksanaan PBJ Melalui Penyedia
Persiapan PBJ Melalui Penyedia
Anggaran Pengadaan Pelaksanaan Pemilihan
Menetapkan HPS
Barang/Jasa
Menetpakan rancangan kontrak
Pelaksanaan Kontrak
Menetapkan spesifikasi teknis/KAK
Menetapkan uang muka, jaminan uang Serah Terima Hasil Pengadaan
muka,jaminan pelaksanaan, jaminan
pemeliharaan,sertifikat garansi dan/atau
penyesuain harga
• Struktur/anatomi

10
Ruang Lingkup Pengadaan dan
Pembiayaan Pengadaan (1/2)

Ruang Lingkup dilihat dari 2 Sudut Pandang:

Institusi Pelaksana
Pembiayaan
Pengadaan

• Kementerian • APBN/APBD
• Lembaga • Pinjaman DN & LN
• Perangkat Daerah • Hibah

Pasal 2
11
Jenis Pengadaan dalam PBJP (1/2)
Pekerjaan Jasa Jasa
Barang Konstruksi Lainnya
Konsultansi

Bahan Gedung Rekayasa


berwujud: Kebersihan
Ex:Bahan Baku
Bahan ½ Jadi
Jembatan Perencanaan
Katering

Barang Jadi
Perkapalan Pengawaan
Penyewaan

Mahluk
Hidup Bangunan Penasehat
Lepas Pantai Akomodasi

dll
dll dll dll

Pasal 3 ayat 1 12
Jenis Pengadaan dalam PBJP (2/2)

Pengadaan barang/jasa di atas dapat dilakukan sendiri-sendiri


atau dengan bersamaan dan terintegrasi, artinya pembelian
barang, jasa dan pekerjaan yang menurut sifatnya merupakan
satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan

Pasal 3 ayat 2 13
Pekerjaan Terintegrasi (1/3)

14
Pekerjaan Terintegrasi (2/2)
1 2 3 4
Barang Jasa
Barang Barang
Konsultasi

Jasa Jasa Jasa


Jasa Konstruksi
Konsultasi Lainnya Lainnya

Jasa
Konstruksi

15
Pekerjaan Terintegrasi (3/3)
Contoh Struktur Kontrak:
Institusi Pengadaan
Rekayasa, Pengadaan dan
(Pemilik/Owner)
Konstruksi
(Engineering,Procurement & Construction)

Penyedia Barang/Jasa
(Satu Titik Penanggung Jawab , Komunikasi,Koordinasi)

Sub -Penyedia
Sub -Penyedia Sub -Penyedia Sub -Penyedia
Peralatan
Kontraktor Konsultasi Inspeksi
Khusus

Pasal 3 ayat 1 16
Cara Pelaksanaan PBJP (1/3)

Swakelola dan/atau
Penyedia

Pasal 3 ayat 3 17
Tahapan Pelaksanaan Swakelola

• Perencanaan: (pasal 18 ayat 5)


• Persiapan :
• Pelaksanaan
• Pengawasan dan Pengendalian
Swakelola
• Penyerahan swakelola
• Pelaporan dan
pertanggungjawaban pekerjaan

18
Tahapan Pelaksanaan Pengadaan
Melalui Penyedia

• Persiapan pemilihan penyedia


• Perencanaan pemilihan penyedia
• Melakukan pemilihan penyedia
Pemilihan • Pelaksanaan kontrak pengadaan
Penyedia • Pengawasan dan pengendalian
pengadaan
• Penyerahan hasil pengadaan

19
Apa Tujuan
Pengadaan Barang/Jasa ?
Mendorong pengadaan Menghasilkan b/j yang tepat untuk
berkelanjutan setiap uang yang dibelanjakan dari
aspek kualitas, jumlah, waktu,
biaya, lokasi dan penyedia.
Mendorong
pemerataan
ekonomi Meningkatkan
produksi dalam negeri
Tujuan
Pengadaan
Meningkatkan
keikutsertaan
industri kreatif Meningkatkan peran
serta UMKM
Mendukung
pelaksanaan penelitian
dan pemanfaatan b/j Meningkatkan peran pelaku
hasil penelitian usaha nasional

Pasal 4 21
Apa yang dimaksud
dengan Kebijakan ?
Kebijakan PBJ
Melaksanakan Pbj Yang
Meningkatkan Kualitas
Lebih Transparan,
Perencanaan PBJ
Terbuka Dan Efektif

Memperkuat
Kelembagaan & SDM Mengembangkan
PBJ Termasuk Agen E-marketplace
Pengadaan

Penggunaan Teknologi
Mendorong PPDN Dan
Informasi Dan Transaksi
SNI
Elektronik

mendorong
memberikan
pelaksanaan penelitian
kesempatan UMKM
dan industri kreatif;

Melaksanakan Pengadaan
Berkelanjutan
Pasal 5
Prinsip Pengadaan

EFESIEN TRANSPARAN BERSAING AKUNTABEL


EFEKTIF TERBUKA ADIL

Pasal 6 24
Tidak menerima, Tertib &
menawarkan/ Tanggung
menjanjikan
Jawab

Menghindari Profesional,
penyalah -
gunaan
wewenang
Etika Mandiri &
Jujur

Pengadaan
Mencegah Tidak saling
pemborosan mem-
pengaruhi

Menghindari Menerima &


Conflict Of tanggung jawab
Interest
Pasal 7 25
Pertentangan Kepentingan (1)

Direksi, Dewan konsultan konsultan


Komisaris, atau perencana/penga- manajemen
personel inti pada was bertindak konstruksi
suatu badan usaha, sebagai pelaksana berperan sebagai
merangkap sebagai Pekerjaan Konsultan
Direksi, Dewan Konstruksi yang Perencana;
Komisaris, atau direncanakannya/
personel inti pada diawasinya, kecuali
badan usaha lain dalam pelaksanaan
yang mengikuti Pengadaan
Tender/Seleksi Pekerjaan
yang sama; Terintegrasi;

Pasal 7 26
Pertentangan Kepentingan (2)

Pengurus/Manajer PPK/Pokja beberapa


koperasi yang Pemilihan/PP baik perusahaan yang
mengikuti langsung maupun mengikuti tender/
Tender/Seleksi tidak langsung seleksi yang sama,
padaK/L/PD, yang mengendalikan dikendalikan baik
mana pengurus atau menjalankan langsung
koperasi perusahaan maupuntidak
merangkap sebagai Penyedia; langsung oleh
PA/KPA/PPK/Pokja pihak yang sama,
Pemilihan/PP; yang mana
sahamnya lebih
dari 50% dikuasai
oleh pemegang
saham yang sama.

Pasal 7 27
Peran Serta Usaha Kecil

Usaha Usaha
Mikro Kecil

Usaha kecil

Pasal 65
Peran Serta Usaha Kecil
Pengertian Usaha Mikro

• usaha produktif
• orang perorangan dan/atau badan
usaha perorangan
• memenuhi kriteria Usaha Mikro
sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang tentang Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah.

Pasal 65
Peran Serta Usaha Kecil
Pengertian Usaha Kecil

• Usaha ekonomi produktif


• Berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang
perorangan atau badan Usaha
• bukan merupakan anak perusahaan atau
bukan cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai atau menjadi bagian baik langsung
maupun tidak langsung dari Usaha
Menengah atau Usaha Besar
• Memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang tentang
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Pasal 65
Peran Serta Usaha Kecil

• Menetapkan sebanyak-banyaknya paket untuk


usaha kecil tanpa mengabaikan efisiensi,
persaiangan usaha yang sehat, kesatuan sistem
dan kualitas kemampuan teknis

• Nilai paket pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa


≤ Rp 2.5 M diperuntukkan bagi usaha mikro
dan usaha kecil serta koperasi kecil, kecuali
menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat
dipenuhi oleh usaha kecil.

Pasal 65
Peran Serta Usaha Kecil

• Mencantumkan produk barang/jasa


usaha kecil dalam katalog elektonik

• Penyedia non kecil bekerjasama dengan


usaha kecil dalam bentuk kemitraan,
subkontrak, atau kerjasama lainnya, jika
ada usaha kecil yang memiliki kemampuan
di bidang yang bersangkutan

Pasal 65
Penggunaan Produk Dalam Negeri

Dalam pelaksanaan PBJ, K/L/D/I wajib:

Memaksimalkan penggunaan barang/jasa hasil produksi


dalam negeri, termasuk rancang bangun dan perekayasaan
nasional
Wajib menggunakan produk dalam negeri jika TKDN dan
BMP minimal 40 %

LKPP dan/atau K/L/PD mencantumkan produk dalam negeri


dalam katalog elektronik

Pasal 66
Penggunaan Produk Dalam Negeri

Pengadaan Barang Impor dimungkinkan dalam hal:


1. Barang tersebut belum dapat diproduksi di dalam negeri;
2. volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi
kebutuhan

Pasal 66
PREFERENSI HARGA

Preferensi harga
Hanya diberikan pekerjaan konstruksi
kepada Barang/jasa yang dikerjakan oleh
dalam negeri dengan kontraktor nasional
TKDN ≥25% adalah 7.5% di atas
harga penawaran
terendahdari
Barang produksi kontraktor asing
dalam negeri
tercantum dalam Pengadaan Preferensi harga untuk
Daftar Inventarisasi Barang/Jasa barang produksi dalam
Barang/Jasa bernilai > Rp 1 M negeri maksimal 25%

Pasal 67
Rumus Perhitungan HEA

HEA = (1−KP )× HP
HEA = Harga Evaluasi Akhir
KP = Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) x Preferensi tertinggi
KP = Koefisien Preferensi
HP = Harga Penawaran setelah koreksi aritmatik

Tidak mengubah harga


Pada HEA yang sama, pemilik penawaran, tetapi HEA dapat
TKDN terbesar menjadi pemenang merubah urutan peringkat
pemenang pelelangan/seleksi

Pasal 67
Pengadaan Berkelanjutan

Pasal 68 37
Pengadaan Berkelanjutan

Aspek Lingkungan
Aspek Ekonomi Aspek Sosial
Hidup
• biaya produksi • pemberdayaan • pengurangan
barang/jasa usaha kecil dampak negatif
sepanjang usia • jaminan kondisi terhadap
barang/jasa kerja yang adil kesehatan
tersebut; • pemberdayaan • kualitas udara
komunitas/usaha • kualitas tanah
lokal • kualitas air
• kesetaraan, dan • menggunakan
• keberagama SDA sesuai
dengan ketentuan
peraturan
perundang-
undangan.

Pasal 68 Pasal 68 38
Pelaksanaan Pengadaan Berkelanjutan

PA/KPA • merencanakan dan menganggarkan

Pokja
Pemilihan/ • spesifikasi teknis/KAK dan
PP/agen
pengadaan rancangan kontrak

PPK • Dokumen Pemilihan

Pasal 68 39
Pelaku Pengadaan
Pengguna Anggaran (PA)

Pejabat pemegang kewenangan


penggunaan anggaran
Kementerian/Lembaga/ Perangkat Daerah

Pasal 9 41
Pelaku Pengadaan
Tugas & Wewenang (PA)
a. Melakukan tindakan yang mengakibatkan
pengeluaran anggaran belanja
b. Mengadakan perjanjian dengan pihak lain dalam
batas anggaran yang ditetapkan
c. Menetapkan perencanaan pengadaaan
d. Menetapkan dan mengumumkan RUP
e. Melaksanakan konsolidasi PBJ
f. Menetapkan penunjukkan langsung untuk
tender/seleksi ulang gagal

Kewenangan diatas dapat dilimpahkan kepada KPA untuk pengelolaan


APBN/APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

………>>
Pasal 9 42
Pelaku Pengadaan
Tugas & Wewenang (PA)

g. Menetapkan :
• PPK
• pejabat pengadaan
• PjPHP/PPHP
• penyelenggara swakelola
PA • tim teknis
(PENGGUNA ANGGARAN)
• tim juri/tim ahli untuk pelaksanaan
melalui sayembara/kontes

Kewenangan diatas tidak dapat didelegasikan kepada


KPA untuk pengelolaan APBD ………>>
Pasal 9 43
Pelaku Pengadaan
Tugas & Wewenang (PA)

h. Menyatakan tender/seleksi gagal


i. Menetapkan pemenang pemilihan/calon
Penyedia untuk metode pemilihan :

Tender/Penunjukan Seleksi/Penunjukan
Langsung/ E-Purchasing Langsung untuk JK
P A(PENGGUNA ANGGARAN) B/PK/JL > Rp. 100 M > Rp. 10 M

Kewenangan diatas :
• DAPAT didelegasikan kepada KPA untuk pengelolaan APBN sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
• TIDAK DAPAT didelegasikan kepada KPA untuk pengelolaan APBD

Pasal 9 44
Pelaku Pengadaan

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

Pejabat yang memperoleh kuasa dari PA


untuk melaksanakan sebagian
APBN kewenangan dan tanggung jawab PA
pada K/L yang bersangkutan
K P A(KUASA
PENGGNA
ANGGARAN) Pejabat yang diberi kuasa untuk
melaksanakan sebagian kewenangan
APBD
PA dalam melaksanakan sebagian tugas
dan fungsi Perangkat Daerah

Pasal 10 45
Pelaku Pengadaan

Tugas Pokok KPA

• Melaksanakan pendelegasian sesuai pelimpahan


dari PA (APBN)
PA
KPA
• Menjawab Sanggah Banding peserta Tender
Pekerjaan Konstruksi.
• dapat menugaskan PPK untuk melaksanakan
kewenangan yang terkait dengan:
• melakukan tindakan yang mengakibatkan
pengeluaran anggaran belanja; dan/atau
• mengadakan perjanjian dengan pihak lain dalam
batas anggaran belanja yang telah ditetapkan.

Pasal 10 46
Pelaku Pengadaan

Ketentuan Lain KPA

Dapat dibantu oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.


Dalam hal tidak ada personel yang dapat ditunjuk
sebagai PPK, KPA dapat merangkap sebagai PPK.

Dalam hal tidak ada personil yang dapat ditunjuk sebagai PPK sebagai
mana dimaksud di atas adalah ketika sudah tidak ada lagi personil lain
yang memiliki syarat untuk dapat ditunjuk menjadi PPK.

Pasal 10 47
Pelaku Pengadaan

Pejabat Pembuat Komitmen

Pejabat yang diberi kewenangan oleh


PA/KPA untuk mengambil keputusan
dan/atau melakukan tindakan yang
dapat mengakibatkan pengeluaran
anggaran belanja negara

Pasal 11 48
Pelaku Pengadaan

Tugas PPK (1)


a. menyusun perencanaan pengadaan;
b. menetapkan spesifikasi teknis/KAK;
c. menetapkan rancangan kontrak;
d. menetapkan HPS;
e. menetapkan besaran uang muka yang akan dibayarkan
kepada Penyedia;
f. mengusulkan perubahan jadwal kegiatan;
g. menetapkan tim pendukung;
h. menetapkan tim atau tenaga ahli;
i. melaksanakan E-Purchasing untuk nilai paling sedikit
diatas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah);
j. menetapkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
PPK dalam melaksanakan tugas dapat dibantu oleh Pengelola PBJ

Pasal 11 49
Pelaku Pengadaan

Tugas PPK (2)

k. mengendalikan kontrak;
l. melaporkan pelaksanaan dan penyelesaian
kegiatan kepada PA/KPA;
m. menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan
kegiatan kepada PA/KPA dengan Berita Acara
Penyerahan;
n. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh
dokumen pelaksanaan kegiatan; dan
o. menilai kinerja Penyedia.

PPK dalam melaksanakan tugas dapat dibantu oleh Pengelola PBJ

Pasal 11 50
Pelaku Pengadaan

Tugas Lain PPK

PPK juga dapat melaksanakan tugas pelimpahan


kewenangan dari PA/KPA meliputi :
• melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran
anggaran belanja; dan
• mengadakan dan menetapkan perjanjian dengan pihak
lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.

Pasal 9 51
Pelaku Pengadaan

Pejabat Pembuat Komitmen


Kewenangan

- melakukan tindakan yang mengakibatkan


pengeluaran anggaran belanja;
PA/KPA PPK
- mengadakan dan menetapkan perjanjian
dengan pihak lain dalam batas anggaran
yang telah ditetapkan.

Pasal 9 52
Pelaku Pengadaan

Pejabat Pengadaan (PP)

Pejabat administrasi/pejabat
fungsional/personel yang
ditetapkan oleh PA/KPA untuk
melaksanakan Pengadaan
Langsung, Penunjukan Langsung,
dan E-purchasing.

Pasal 12 - 13 53
Pelaku Pengadaan
Tugas Pejabat Pengadaan

melaksanakan persiapan & pelaksanaan :

E-Purchasing > Rp. 200 juta

Bila tidak dapat menggunakan E-Purchasing :


Penunjukan Langsung B/PK/JL > Rp. 200 juta

Penunjukan Langsung JK > Rp. 100 juta

Pasal 12 54
Pelaku Pengadaan

Pokja Pemilihan/Pejabat Pengadaan

Pokja Pemilihan

Kelompok Kerja Pemilihan yang selanjutnya disebut Pokja


Pemilihan adalah sumber daya manusia yang ditetapkan
oleh pimpinan UKPBJ untuk mengelola pemilihan Penyedia

Pasal 12 - 13 55
Pelaku Pengadaan
Pokja Pemilihan
Tugas Pokja Pemilihan
melaksanakan persiapan & pelaksanaan :

Pemilihan Penyedia

Pemilihan Penyedia Katalog Elektronik

Menetapkan pemenang pemilihan/Penyedia :


Pokja Pemilihan Tender/Penunjukan Langsung B/PK/JL > 100 M

Seleksi/Penunjukan Langsung JK > 10 M

Pokja Pemilihan
Pasal 13 56
Pelaku Pengadaan
Agen Pengadaan

UKPBJ, badan usaha, atau perorangan


yang melaksanakan sebagian atau seluruh
pekerjaan PBJ yang dipercayakan oleh
K/L/PD sebagai pihak pemberi pekerjaan

Tugas Pokok

Dapat mutatis
Melaksanakan mutandis dengan
PBJ tugas pokja
pemilihan
dan/atau PPK

Pasal 14 57
Pelaku Pengadaan
Tugas Agen Pengadaan

Pelaksanaan tugas Agen Pengadaan mutatis


mutandis (sama persis) dengan tugas Pokja
Pemilihan dan/atau PPK
 UKPBJ dapat melaksanakan tugas Pokja
Pemilihan ;
 Pelaku Usaha dapat melaksanakan tugas
Pokja Pemilihan dan/atau PPK

Pasal 14 58
Pelaku Pengadaan
Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PjPHP)

PjPHP memiliki tugas memeriksa administrasi


hasil pekerjaan
pengadaan Barang/Pekerjaan
Konstruksi/Jasa Lainnya

Tugas Pokok
Memeriksa adm pelaksanaan kontrak PBJ

B/PK/JL JK
s.d Rp 200 Juta s.d 100 Juta

Pasal 15 59
Pelaku Pengadaan
Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP)

PPHP memiliki tugas memeriksa


administrasi hasil pekerjaan pengadaan
Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya

Tugas Pokok
Memeriksa adm pelaksanaan kontrak PBJ
B/PK/JL JK
> Rp 200 Juta > 100 Juta

Pasal 15 60
Pelaku Pengadaan

PjPHP/PPHP

PjPHP/ PPHP melaksanakan pemeriksaan administratif terhadap


barang/jasa yang akan diserahterimakan atas permintaan PA/KPA
Dalam serah terima pekerjaan dapat dilakukan atas seluruh hasil
pekerjaan atau bagian hasil pekerjaan

Pasal 15 61
Pelaku Pengadaan
Penyelenggaraan Swakelola
Tim yang menyelenggarakan kegiatan secara Swakelola

Tim Persiapan Tim Pelaksana Tim Pengawas


• menyusun • melaksanakan, • mengawasi
sasaran, mencatat, persiapan dan
rencana mengevaluasi, & pelaksanaan
melaporkan ber-
kegiatan, fisik maupun
kala &
jadwal penyerapan administrasi
pelaksanaan, anggaran. swakelola.
dan rencana
biaya

Pasal 16 62
Pelaku Pengadaan
Pe nye d i a

• Pelaku Usaha adalah setiap orang perorangan


atau badan usaha yang menyediakan
barang/jasa berdasarkan Kontrak
• Penyedia wajib memenuhi kualifikasi sesuai
dengan barang/jasa yang diadakan dan sesuai
dengan ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan.

Pasal 17 63
Pelaku Pengadaan
Tanggung Jawab Penyedia
Pelaksanaan Kontrak;

Kualitas Barang/Jasa;

Ketepatan Perhitungan Jumlah / Volume

Ketepatan Waktu

Tempat Penyerahan

Pasal 17 64
Terimakasih

Pusat Pendidikan dan Pelatihan


Pengadaan Barang/Jasa
V . 2 0 1 8

65
PBJ Pemerintah Secara Elektronik

Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik

• Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)


• e-Marketplace

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

67
Konsep e-Marketplace Pengadaan Pemerintah
Pengertian SPSE

SPSE merupakan aplikasi PBJ secara


elektronik yang dikembangkan oleh
LKPP untuk diterapkan pada K/L/PD
di seluruh Indonesia

70
Ruang Lingkup SPSE

• Perencanaan Pengadaan,
• Persiapan Pengadaan;
• Pemilihan Penyedia;
• Pelaksanaan Kontrak;
• Serah Terima Pekerjaan;
• Pengelolaan Penyedia; dan
• Katalog Elektronik.

Pasal 71 71
Sistem Pendukung SPSE

Pengelolaan sumber
Portal Pengadaan Pengelolaan peran daya manusia
Nasional serta masyarakat Pengadaan
Barang/Jasa

Pengelolaan advokasi
Pengelolaan sumber Monitoring dan
dan penyelesaian
daya pembelajaran Evaluasi
permasalahan hukum

Pasal 71 72
Pengadaan Secara Elektronik
Memanfaatkan e-marketplace

Pemilihan
Penyedia

Pasal 70 73
Pengadaan Secara Elektronik
Memanfaatkan e-marketplace
Pengelolaan

Katalog Elektronik
Nasional

Katalog Elektronik Pengelolaan oleh


Sektoral Kementerian/Lembaga

Katalog Elektronik Pengelolaan oleh


Lokal Pemerintah Daerah

Pasal 72
E-Katalog

Katalog elektronik memuat informasi berupa:


• daftar, jenis, spesifikasi teknis, TKDN, produk dalam negeri,
produk SNI, produk industri hijau, negara asal, harga,
Penyedia, dan informasi lainnya terkait barang/jasa.
• LKPP dan K/L/PD memperluas peran serta usaha kecil
dengan mencantumkan barang/jasa produksi usaha kecil
serta memperbanyak pencantuman produk dalam negeri
pada katalog elektronik.

Pasal 72 ayat 2
75
e-marketplace
E-Katalog
Pemilihan produk katalog elektronik dilaksanakan oleh
K/L/PD atau LKPP dengan metode:

Tender
Negosiasi

Pasal 72 ayat 4
76
e-purchasing

• wajib dilakukan untuk barang/jasa yang menyangkut


pemenuhan kebutuhan nasional dan/atau strategis
yang ditetapkan oleh menteri, kepala lembaga, atau
kepala daerah.
• tidak diperlukan jaminan penawaran dan jaminan
pelaksanaan.
• Bentuk kontrak berupa Surat Pesanan.

77
e-purchasing

• E-Purchasing sampai dengan Rp. 200 Juta


dilaksanakan oleh Pejabat Pengadaan.
• E-Purchasing dengan nilai di atas Rp. 200 Juta
dilaksanakan oleh PPK.
• E-Purchasing dengan nilai di atas Rp. 100 M
dilaksanakan oleh PPK, dengan penetapan penyedia
dilakukan oleh PA.

78
Contoh Produk e-Katalog

79
e-marketplace
Toko Daring

• Tempat terjadinya perdagangan barang/jasa melalui


sebuah sistem yang memungkinkan penjual dan pembeli
melakukan transaksi secara real time.
• Prosedur pengadaan Barang/Jasa melalui Toko Daring
dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang sudah
mapan.

Pasal 70 80
Trend Bisnis e-Commerce Dunia
Bisnis e-Commerce Indonesia
e-marketplace
Pemilihan Penyedia

Pemilihan Penyedia

K/L/PD Penyedia

a. E-Purcashing
Pengadaan E-Tendering
Seleksi;
Melalui
Langsung; melalui
b. Pengadaan
b. E-Katalog
Penunjukan SPSE
Langsung; dan
Langsung; c. Penunjukan
c. Tender Cepat; Langsung.
d. Tender.

Pasal 38 & 31
83
Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE)
• K/L/PD menyelenggarakan fungsi layanan pengadaan secara
elektronik.
• K/L/PD yang belum mempunyai LPSE dapat menggunakan
fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya untuk
melaksanakan pengadaan secara elektronik. LPSE memfasilitasi
Pelaku Pengadaan (Pejabat Pengadaan, PPK, dsb).

Pasal 73 84
Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE)
• LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang
berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan.
• Ketentuan teknis operasionalnya meliputi standar
layanan, kapasitas, dan keamanan informasi terkait
dengan sistem pengadaan secara elektronik serta
pembinaan dan pengawasan terhadap Layanan
Pengadaan Secara Elektronik dilakukan oleh LKPP

Pasal 73 85
Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE)

Fungsi Layanan
LPSE

Pengelolaan Sistem Pelaksanaan registrasi dan Pengembangan sistem


Informasi PBJ & verifikasi pengguna seluruh informasi yang dibutuhkan
Infrastrukturnya sistem informasi PBJ oleh pemangku kepentingan

Pasal 73 86
Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE)
Contoh : Tampilan Website LPSE

https://lpse.lkpp.go.id

87
SDM Pengadaan Barang/Jasa

Sumber Daya Pengembangan


Manusia PBJ Kompetensi
SDM PBJ

Pasal 74 88
SDM Pengadaan Barang/Jasa (1/2)

Pengelola PBJ ASN/TNI/Polri di lingkungan


Kemhan dan Polri
• SDM Pengadaan di atas:
 Wajib memiliki kompetensi di bidang PBJ
 Diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melaksanakan PBJ.
• Tugas pokok melaksanakan PBJ dalam hal ini meliputi perencanaan
pengadaan, pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak sampai dengan
selesaikannya seluruh kegiatan

Pasal 74 89
Sumber Daya Manusia Pengelola PBJ (2/2)

SDM pengelola PBJ Jenjang Jabatan SDM PBJ di UKPBJ dapat


pemerintah dalam hal ini Pengelola Pengadaan : berada diluar UKPBJ
meliputi : PA/KPA,PPK, Pertama, Muda, dengan pertimbangan
POKJA Pemilihan, Pejabat Madya besaran beban kerja atau
Pengadaan, PjPHP,PPHP rentang kendali organisasi

Pasal 74 90
Pengembangan Kompetensi SDM PBJ

Standar Kompetensi Kerja PBJ

Deskripsi tentang apa Deskripsi tentang sejauh Deskripsi tentang


yang seharusnya mana kinerja yang bagaimana caranya
dikerjakan oleh seorang diharapkan dapat mengetahui/mengukur
ditampilkan oleh seorang bahwa dalam
di tempat kerja dalam pelaku pengadaan
pengadaan barang/jasa melaksanakan pekerjaan,
barang/jasa sesuai dengan seseorang telah atau
tugas pekerjaan serta belum mampu
kondisi dan lingkungan
menampilkan kinerja yang
kerja nya.
diharapkan

APA yg dikerjakan?? KINERJA yang diharapkan?? Pengukuran KINERJA??

91
Ketentuan Peralihan
Kewajiban Kompetensi
31 Des 2020
Pokja Pemilihan /Pejabat Pengadaan wajib dijabat oleh Pengelola
Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan K/L/PD
31 Des 2023
• PPK/Pokja Pemilihan /Pejabat Pengadaan yang dijabat oleh ASN/TNI/Polri
wajib memiliki sertifikat kompetensi dibidang pengadaan barang/jasa
• PPK/Pokja Pemilihan /Pejabat Pengadaan yang dijabat oleh selain Pengelola
PBJP di K/L/PD , ASN/TNI/Polri wajib memiliki sertifikat kompetensi dibidang
pengadaan barang/jasa
• PPK/Pokja Pemilihan /Pejabat Pengadaan wajib memiliki sertifikat keahlian
tingkat dasar dibidang pengadaan barang/jasa sepanjang belum memiliki
sertifikat kompetensi dibidang pengadaan barang/jasa

Pasal 88 92
⃝ Pengawasan, Pengaduan, Sanksi Dan Pelayanan Hukum

93
Pendahuluan

Tujuan
Pengadaan
Pelaksanaan
Pengadaan
Rencana
Penyimpangan
Pengadaan Pengadaan

Pengawasan Pengaduan Sanksi Pelayanan Hukum

94
Ruang Lingkup Pengawasan Internal (1/6)
Pengawasan Pengadaan Barang/Jasa Meliputi

Pemenuhan Kepatuhan
terhadap Penggunaan Pencadangan
nilai manfaat Pencapaian Pengadaan
Peraturan produk dalam paket untuk
uang (value TKDN berkelanjutan
negeri Usaha Kecil
for money)

Melalui

Audit, Whistleblowing system, Monitoring & Evaluasi

Menteri/Pimpinan pada K/L dan Kepala Daerah wajib melakukan pengawasan


Pengadaan Barang/Jasa melalui aparat pengawasan internal yang bersangkutan

Pasal 76 95
Ruang Lingkup Pengawasan Internal (2/6)
Pengawasan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan pada :

Proses Pengadaan

Perencanaan Persiapan Pemilihan Pelaksanaan Serah Terima


Pengadaan Pengadaan Penyedia Kontrak Pekerjaan

Pasal 76 ayat 2
96
Ruang Lingkup Pengawasan Internal (6/6)
Whitleblosing System

contoh aplikasi Whistleblowing System Kementrian Keuangan : https://www.wise.kemenkeu.go.id/

Whistleblowing System adalah aplikasi yang disediakan oleh suatu K/L/PD


kepada whistleblower (orang yang memiliki informasi) yang ingin melaporkan
suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan K/L/PD.

Pasal 76 ayat 2
97
Pengaduan
Apakah bukti tersedia? Ya
Pelapor
(Masyarakat/ Penyedia Tidak Aparat Penegak Hukum

Lengkapi dengan bukti-bukti


yang otentik

Tidak

Apakah bukti tersedia?

Ya Aparat Pengawas Intern


Pemerintah (APIP)

Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah

Instansi yang berwenang (APH/KPK)


*Dalam hal diyakini ada indikasi KKN yang merugikan keuangan negara*

Pasal 77
98
Sanksi
Sanksi dalam proses PBJ pemerintah dikenakan terhadap

Penyedia Barang /Jasa

PA/KPA/PPK/Pejabat Pengadaan/Pokja
Pemilihan/ PjPHP/PPHP

Ref : Pasal 78 99
Sanksi
Perbuatan Penyedia yang dapat terkena Sanksi
Pemilihan Penyedia Pemenang Pemilihan Pelaksanaan Kontrak Sanksi dalam proses
yang telah menerima katalog dan e-
SPPBJ purchasing

Dokumen atau Mengundurkan diri tidak melaksanakan dokumen atau


keterangan palsu/tidak sebelum kontrak keterangan palsu/tidak
benar menandatangani kontrak benar

Persengkolkolan tidak menyelesaikan Persengkokolan


pekerjaan
Indikasi KKN tidak melaksanakan Indikasi KKN
kewajiban dalam masa
pemeliharaan
Mengundurkan diri yang menyebabkan kegagalan mengundurkan diri
tidak bisa diterima bangunan
menyerahkan jaminan tidak menandatangani
yang tidak dapat kontrak katalog
dicairkan
kesalahan dalam
perhitungan volume hasil
pekerjaan
kualitasnya tidak sesuai
Pasal 78 100
Sanksi
Sanksi Kepada Penyedia yang ditetapkan oleh PA/KPA :
Proses Diusulkan
Pelanggaran Sanksi
Pengadaan Oleh
Pemilihan 1 Dokumen atau keterangan Sanksi digugurkan dalam pemilihan, Pokja
Penyedia palsu/tidak benar sanksi pencairan jaminan Pemilihan
penawaran, dan sanksi daftar hitam
2 Persengkolkolan
selama 2 (dua) tahun
3 Indikasi KKN
4 Mengundurkan diri yang tidak bisa sanksi pencairan jaminan penawaran Pokja
diterima dan sanksi daftar hitam selama 1 Pemilihan
(satu) tahun
Pemilihan 1 Pengunduran diri pemenang Sanksi pencairan jaminan penawaran PPK
Penyedia pemilihan yang telah menerima dan sanksi daftar hitam selama 1
Surat Penunjukkan Penyedia Barang (satu) tahun
/Jasa
Pelaksanaan 1 Tidak melaksanakan kontrak, tidak pencairan jaminan pelaksanaan atau PPK
Kontrak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak jaminan pemeliharaan, dan sanksi
melaksanakan kewajiban dalam daftar hitam selama 1 (satu) tahun
masa pemeliharaan.
2 Menyebabkan kegagalan bangunan sanksi ganti kerugian sebesar nilai PPK
kerugian yang ditimbulkan.

Pasal 78, 79, 80


101
Sanksi
Sanksi Kepada Penyedia yang ditetapkan oleh PA/KPA :
Proses Pelanggaran Sanksi Diusulkan
Pengadaan Oleh
Pelaksanaan 3 Menyerahkan jaminan yang tidak dapat sanksi ganti kerugian sebesar nilai PPK
Kontrak dicairkan kerugian yang ditimbulkan.

4 Melakukan kesalahan dalam perhitungan sanksi ganti kerugian sebesar nilai PPK
volume hasil pekerjaan berdasarkan hasil audit kerugian yang ditimbulkan.

5 Menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya sanksi ganti kerugian sebesar nilai PjPHP/PPHP
tidak sesuai dengan kontrak berdasarkan hasil kerugian yang ditimbulkan.
audit
6 Terlambat menyelesaikan pekerjaan sesuai Sanksi denda keterlambatan ditetapkan oleh KPK PPK
dalam kontrak sebesar 1 0/00 (satu per mil)
kontrak. dari nilai kontrak atau nilai bagian kontrak untuk
setiap hari keterlambatan (tidak termasuk PPN)

E-Katalog 1 Dokumen atau keterangan palsu/tidak benar Sanksi digugurkan dalam pemilihan, Pokja
sanksi pencairan jaminan penawaran, Pemilihan
2 Persengkolkolan dan sanksi daftar hitam selama 2
(dua) tahun
3 Indikasi KKN
4 Mengundurkan diri yang tidak bisa diterima sanksi berupa sanksi daftar hitam Pokja
selama 1 (satu) tahun. Pemilihan
5 mengundurkan diri atau tidak menandatangani /PPK
kontrak katalog.

Pasal 78, 79, 80


102
Sanksi
Sanksi Kepada Penyedia yang ditetapkan oleh menteri/kepala
lembaga/kepala daerah :

Proses Pelanggaran Sanksi Diusulkan


Pengadaan Oleh
E-Purchasing melanggar dalam proses e- • dikenakan sanksi Pokja
purchasing berupa tidak penghentian sementara Pemilihan/
memenuhi kewajiban dalam dalam sistem transaksi e- Pejabat
kontrak katalog atau surat purchasing paling lama 6 Pengadaan
pesanan (enam) bulan; atau dan/atau
• dikenakan sanksi penurunan PPK.
pencantuman Penyedia dari
katalog elektronik selama 1
(satu) tahun.

Catatan : Pengertian diusulkan dan ditetapkan adalah terutama untuk


penetapan sanksi daftar hitam

Pasal 78, 79, 80


103
Sanksi
Sanksi Kepada PA/KPA/PPK/Pejabat Pengadaan/
Pokja Pemilihan/ PjPHP/PPHP

Proses
No Pelanggaran Sanksi Keterangan
Pengadaan

Seluruh Proses 1 Lalai melakukan suatu sanksi administratif, yang dilaksanakan oleh Pejabat
Pengadaan perbuatan yang seharusnya Pembina Kepegawaian/Sumber
menjadi kewajibannya Daya Manusia sesuai dengan
ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan.
2 melanggar pakta integritas sanksi hukuman berdasarkan putusan Komisi
disiplin ringan, sedang, Pengawas Persaingan Usaha,
atau berat . Peradilan Umum, atau Peradilan
Tata Usaha Negara.

Pasal 82 104
Pelayanan Hukum Bagi Pelaku PBJ

• Pelayanan Hukum bagi pelaku pengadaan (PA/KPA/PPK/PP/


Pokja Pemilihan / PjPHP/PPHP) yang terkena permasalahan
hukum terkait PBJ wajib diberikan oleh K/L/PD
• Pelayanan hukum diberikan sejak proses penyelidikan hingga
tahap putusan pengadilan terhadap permasalahan hukum yang
dihadapi.
• Penyedia, organisasi kemasyarakatan, kelompok masyarakat
penyelenggara swakelola, dan Agen Pengadaan berbentuk
Badan Usaha/Perorangan tidak termasuk dalam daftar pelaku
pengadaan yang mendapatkan pelayanan dari K/L/PD

Pasal 84 105
Penyelesaian sengketa kontrak PBJ
• Penyelesaian sengketa antara PPK dan Penyedia dalam pelaksanaan
kontrak dapat dilakukan melalui arbitrase, alternatif penyelesaian
sengketa, dan/atau penyelesaian melalui pengadilan
• LKPP menyelenggarakan layanan alternatif penyelesaian sengketa
sebagaimana dimaksud di atas berupa layanan penyelesaian
sengketa PBJ
• Dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar disebabkan oleh
proses penyelesaian sengketa yang panjang dan juga biaya yang
ditimbulkan, maka sebaiknya dilakukan melalui mediasi, negosiasi
dan konsolidasi sebelum masuk ke penyelesaian melalui arbitrase
dan litigasi.

Pasal 85 106
Terimakasih

Pusat Pendidikan dan Pelatihan


Pengadaan Barang/Jasa
V . 2 0 1 8