Anda di halaman 1dari 54

KEBIJAKAN UJI KOMPETENSI

JABATAN FUNGSIONAL
RADIOGRAFER

L/O/G/O
Latar Belakang

PermenPAN no.
PermenPAN
25/2014 UU Nomor 5 tahun 2014 no. 28/2013
PermenPAN no.
Pengembangan karier Pegawai
23/2014 . Negeri Sipil dilakukan berdasarkan PermenPAN
kualifikasi, kompetensi, penilaian no.29/2013
Permenpan kinerja, dan kebutuhan Instansi
Pemerintah.
no.47/2013 PermenPAN
untuk meningkatkan kompetensi no.30/2013
dan profesionalisme yang akan
naik jenjang jabatan

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional


Kesehatan
Acuan Penyelengaraan Uji
Kompetensi Jabfung
Permenkes NO 18 Tahun 2017

1 Terciptanya kualitas pelayanan yang aman ,


bermutu dan terjangkau dengan mengikuti
perkembangan ilmu dan teknologi

2 Terciptanya SDM yang kompeten dan


profesional

Tuntutan perkembangan jenis profesi


3 fungsional yang terspesialisasi pada masing –
masing jabatan fungsional
JENJANG JABATAN FUNGSIONAL RADIOGRAFER
KATEGORI
Pelaksana

Pelaksana Lanjutan
TERAMPIL D3
Penyelia

Ahli Pertama

Ahli Muda
AHLI D4
Ahli Madya

Utama
JENJANG PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL
RADIOGRAFER
Radiografer Terampil Radiografer Ahli

Pelaksana/Terampil Radiografer Pertama


Pengatur Gol II/c Penata Muda/ Gol III A
Pengatur TK I/ Gol II D Penata Muda TK I/Gol IIIb

Pelaksana Radiografer Muda


Lanjutan/Mahir Penata/ Gol III C
Penata Muda,Gol/IIIa Penata TKI/GolII.D
Penata Muda TK I / Gol III B
Radiografer Madya
Pembina/ Gol IVA
Penyelia Pembina TKI/GolVB
Penata ,Gol/IIIc Pembina Utama Muda/Gol IVC
Penata TK I / Gol III D
RUANG LINGKUP (1)
Uji kompetensi ini wajib dilakukan oleh ASN (PNS) yang
akan naik jenjang jabatan fungsionalnya

Radiografer Terampil ( berijasah D3)

Pelaksana (terampil) Pelaksana


Pengatur Tingkat I
Lanjutan (Mahir)
/ Gol II D Penata Muda/ Gol III A

Pelaksana
Lanjutan (Mahir) Penyelia
Penata Muda TK I / Gol Penata/ Gol III C
III B
RUANG LINGKUP (2)

Radiografer Ahli ( berijasah D4 )

Pertama Muda
Penata Muda Tingkat I, Penata,
Gol III/B Gol ruang III/C

Muda Madya
Penata Tingkat I, Pembina,
Gol III/D Gol IV/A
PESERTA UJI KOMPETENSI
SYARAT PESERTA UJI

Sekurang kurangnya sudah memangku jenjang jabatan fungsional


1 sebelumnya selama 1(satu) tahun

Memiliki Surat Keputusan ( SK) jabatan fungsional jenjang terakhir


2

Prestasi kerja paling kurang bernilai baik selama satu tahun terakhir
3 yang dibuktikan dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

Memiliki Surat rekomendasi dari pimpinan unit kerja untuk mengikuti uji
4 kompetensi jabatan fungsional kesehatan.
KEWAJIBAN PESERTA UJI

1 Menyiapkan berkas administrasi yang di perlukan

2
Menyiapkan surat ijin mengikuti uji ukom dari Rumah sakit yang di
ketahui oleh atasan langsung.

Melakukan registrasi online uji kompetensi jabatan fungsional dan


3
pemutakhiran data jabafung. http://jabfung.bppsdmk.kemkes.go.id/eukom/

4 Menyiapkan berkas portofolio dan data pendukung yang diperlukan.

Melakukan konsultasi dengan tim penguji sebelum dilakukan uji


5
kompetensi (setelah ditetapkan sebagai calon peserta uji )

Melaksanakan uji sesuai dengan tempat, waktu dan metode yang telah
6
ditetapkan.
HAK PESERTA UJI
a.
1 Mendapatkan feedback dan hasil kelulusan uji kompetensi.

Bila lulus, mendapat sertifikat uji kompetensi.


2

Bila tidak lulus, boleh mengikuti uji ulang sesuai dengan jadwal yang
3 ditetapkan oleh pelaksana.

Bila uji ulang pertama tidak lulus, boleh mengikuti uji ulang yang kedua
4 sesuai dengan jadwal yang tersedia penyelenggara.

Bila uji ulang yang kedua tidak lulus maka pimpinan instansi pengguna
5 memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kepada
pejabat fungsional tersebut
DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN
PESERTA UJI
1
a. SK Jabatan fungsional terakhir

2 Surat iin dari pimpinan untuk untuk iku uji kompetensi

3 SKP satu tahun terakhir bernilai baik

4 Surat bukti pendaftara online

5 Menyiapkan Lembaran kegiatan ( Log book) harian.

6 Mengisi lembaran formulir Portofolio


Mekanisme Peserta Uji

Peningkatan pengetahuan
Mendaftar uji kompetensi 5 11 dan kemampuan
online Mencetak Menyiapkan Tidak Lulus
bukti berkas
portofolio
pendaftaran
6 Mendapatkan
4 Lulus sertifikat bila
lulus
10Uji ulang ke dua
Mengajukan
7 a. Konsultasi
3 permohonan ke dengan tim Tidak Lulus
pimpinan instansi penguji
pengguna
b. Diberikan
kartu ujian oleh Mendapatkan
Lulus
tim penguji sertifikat bila
2 Mempersiapkan lulus
berkas administrasi
Pelaksanaan uji 9 Uji ulang pertama
8
1 Melakukan verifikasi
Tidak Lulus

online jabfung

Lulus
TIM PENGUJI
PERSYARATAN TIM PENGUJI (1)
1 Tim penguji adalah yang memangku jabatan fungsional aktif

2 Mempunyai jenis jabatan fungsional yang sama dengan peserta uji

Menduduki jabatan fungsional minimal setingkat lebih tinggi dari


3 peserta uji. Alangkah lebih baik yang menduduki jabatan fungsional
tertinggi di kategori nya ( Penyelia dan Ahli madya). Agar bisa menguji
dua jabfung di bawah nya.

Memiliki SK sebagai Tim penguji dari pejabat pimpinan pratama


4
(pimpinan penyelenggara Dirut rumah sakit atau Dinkes terkait)

5 Memiliki sertifikat sebagai Tim penguji


PERSYARATAN TIM PENGUJI (2)

Tim penguji kompetensi jabatan fungsional kesehatan dapat dibentuk


6
apabila memiliki sekurang-kurangnya 3 (tiga) pejabat fungsional
kesehatan yang sama dalam satu instansi atau fasilitas pelayanan
kesehatan atau fasilitas kesehatan lainnya.

Tim penguji harus memiliki kategori yang sama dengan peserta uji.
7 Jika peserta uji termasuk dalam kategori terampil , maka penguji nya
juga kategori terampil. Demikian juga jika peserta uji nya kategori ahli
maka Tim penguji nya juga kategori ahli.

Jika memiliki jumlah tenaga yang terbatas. Dalam satu Tim boleh
terdiri dari 3 orang yaitu; 1 orang kategori ahli dan 2 orang kategori
8 terampil. Atau 2 orang kategori ahli dan satu orang kategori terampil.
Namun dalam pelaksanaan pengujian, harus sesuai dengan
kategorinya.

9 Tidak sedang menjalani hukuman disiplin


TUGAS TIM PENGUJI (1)

1 Menetapkan metode uji kompetensi.

2 Membuat rencana penilaian

3 Menetapkan rencana penilaian

4 Menyiapkan perangkat penilaian

Berkoordinasi dengan instansi atau fasilitas pelayanan


5 kesehatan lainnya dalam menyiapkan fasilitas dan sumber
daya yang dibutuhkan
TUGAS TIM PENGUJI (1)

6 Memeriksa dan memvalidasi data dokumen

Melakukan penilaian uji kompetensi sesuai dengan metode


yang ditetapkan

8 Memberikan feedback hasil penilaian uji kepada peserta uji


kompetensi.

9 Melakukan pemutakhiran instrumen uji kompetensi.

10
Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil
penyelenggaraan.

11 Membuat Berita Acara Pelaksanaan (BAP)


Mekanisme Tim Penguji

6
 Memberi Membuat
konsultasi rencana Menetapkan Menyiapkan
kepada calon penilaian metode penilaian
7 perangkat
15
peserta uji
 Menetapkan
5 penilaian Melakukan pemutakhiran
instrumen uji
metode uji
 Memberikan 4
kartu ujian
Berkoordinasi dengan Melakukan pencatatan dan
3 instansi penyelenggara 8
untuk persiapan peralatan, 14 pelaporan kepada ketua
penyelenggara uji
sarana & prasarana

Memeriksa dan 9 Melaksanakan 13


Ketua tim penguji menandatangi
sertifikat uji
2 memvalidasi data dokumen
administratif calon peserta
pengujian

uji

12
Memberikan feedback hasil penilaian
Memiliki SK sebagai tim 10
1 penguji
Melakukan penilaian 11
Memutuskan hasil uji
TAHAPAN UJI KOMPETENSI
1 MELAKUKAN PRA UJI
Pra uji dilakukan maksimal 1 minggu sebelum pelaksanaan uji
ini merupakan tahapan konsultasi

Kegiatan pada tahap pra uji ;

1 Memastikan syarat administrasi peserta uji sudah lengkap

2 Menjelaskan metode uji yang akan di gunakan

3 Menjelaskan rencana penilaian dan metode penilaian

4 Menjelaskan Waktu dan tempat ujian serta tata tertib ujian

5 Memberikan nomor ujian peserta


MELAKUKAN UJI
2
PORTOFOLIO
Melakukan verifikasi dokumen yang diserahkan

2 Melakukan verifikasi terhadap butir – butir kegiatan yang


dilakukan melalui logbook harian

3 Memberikan penilaian terhadap portofolio yang diserahkan


(lulus atau tidak lulus)

Memberikan penilaian terhadap portofolio yang diserahkan


4
dengan mengisi formulir penilaian

6 Memberikan feedback hasil penilaian

7 Membuat Berita Acara Pelaksanaan (BAP)


Waktu dan Tempat Uji Kompetensi

 Pelaksanaan Uji dilakukan secara periodik (memperhatikan


periode kenaikan pangkat)

 Tempat Uji dapat disesuaikan dengan instansi tempat pejabat


fungsional bekerja atau instansi pembinanya, dapat berupa :
a. Unit Pembina
b. Dinkes Provinsi
c. Dinkes Kab/Kota
d. UPT Kementerian Kesehatan
e. Klinik/Poliklinik Kementerian/Lembaga selain Kemenkes
f. Uinstitusi dan atau Faskes lain
g. Tempat lain yang ditunjuk atau ditetapkan oleh
penyelenggara
Penyelenggaraan Uji Kompetensi

Batas waktu
verifikasi

PUSKAT Rekomendasi
3 minggu
MUTU penyelenggaraan
uji

Mengorganisasikan
3 Minggu Unit Pembina penyelenggaran uji
UJI
*
KOMPETE
Dinkes UPT NSI
2 minggu Prov Kemenkes Mengorganisasikan
penyelenggaran
uji*

2 minggu Dinkes
Kab/Kota
*mengorganisasikan pelaksanaan uji dalam
Puskesmas, hal waktu, tempat, materi, metode, tim
RSUD, UPT penguji, peserta uji, fasilitas dan lain lain
dan apakah penyelenggaraan dilakukan di
Dok. kab/kota satu/beberapa tempat & waktu
Perencanaan
Mekanisme Penyelenggara Uji
Memberikan peningkatan pengetahuan
6 dan kemampuan bagi peserta yg sdh dua
kali tdk lulus uji
Memverifikasi online Merencanakan
Menunjuk
data calon peserta uji
dan
dan
15
berdasarkan dokumen
menetapkan 7 mengalokasikan
5 tim penguji
anggaran biaya
14
Menetapkan Mengeluarkan
calon peserta 4 sertifikat uji
uji Mempersiapkan
tempat uji 8 13 Membuat BAP uji kompetensi
Identifikasi 3 dan meminta nomor sertfikat ke
pemangku JFK yg puskatmutu
akan naik jenjang
Menyiapkan
9 peralatan, sarana
12
Menyelenggarakan uji
2
Melakukan Mapping & prasarana uji
pemangku jabfungkes
Mendapatkan surat rekomendasi
penyelenggaraan uji & user id &
password akun penyelenggara &
1 Melakukan verifikasi data 10 11 tim penguji
pejabat fungsionall
Mendapatkan surat
Membuat &
rekomendasi
menyampaikan proposal
penyelenggaraan uji
penyelenggaraan uji ke
Puskatmutu
METODE PENGUJIAN
Metode Uji Kompetensi

Metode uji, dapat berupa :


a. Portofolio (wajib)
b. Uji Tulis (pilihan)
c. Uji Lisan (pilihan)
d. Uji Praktik (pilihan)
Materi Uji

Materi Uji Kompetensi jabatan fungsional


kesehatan mengacu pada butir butir
kegiatan jenjang jabatan yang sedang
dipangku dan jenjang yang akan
dipangku sesuai dengan peraturan
perundangan.
(Permenkes Nomor 18 tahun 2017)
Materi Uji Kompetensi Radiografer
Materi uji kompetensi mengacu pada butir
butir kegiatan jabatan fungsional
kesehatan.

Permen PAN No 29 Tahun 2013


Metode Uji Portofolio

Laporan lengkap Dapat merefleksi


Digunakan sebagai
segala aktifitas pelayanan yang
salah satu cara
seseorang yang diberikan, dapat
penilaian yang
dilakukannya menunjukan
mampu mengungkap
yang kemampuan,
pencapaian standar
menunjukan memberi gambaran
kompetensi dan
kecakapan atas apa yang
kompetensi dasar
pejabat dilakukan pejabat
setiap pejabat
fungsional fungsional kesehatan
fungsional kesehatan
kesehatan dan sebagai bukti
otentik

Portofolio
RINCIAN KEGIATAN FUNGSIONAL RADIOGRAFER
TERAMPIL (D3)
1
(PERMENPAN.NO.29TH2013)
NO KOMPET JENJANGTRAMPIL (D3)
ENSI
PELAKSANA PELAKSANA PENYELIA
LANJUTAN
Melakukan 1. Menyusun Rencana Tahunan 1. Menyusun Rencana
Persiapan Dalam Rangka Perencanaan Tahunan Dalam Rangka
Pelayanan Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi Perencanaan
Radiologi Penyelenggaraan
Pelayanan Radiologi
Melakukan 1. Melakukan Pengelolaan Pelayanan
pelayanan Radiologi
radiologi a. Menyusun Jadwal Pasien
Pemeriksaaan Khusus
b. Melakukan Evaluasi Mutu Foto
Rontgen
1. Melakukan Pemeriksaan Radiologi 2. Melakukan Tindakan
Non Kontras Pemeriksaan Radiologi
a. Melakukan persiapan Non Kontras
a. Tindakan pemeriksaan
Radiografi
b. Melakukan Tindakan Pemeriksaan Pemeriksaan Radiografi
Radiografi: 1) Pengukuran Kepala
1) Tulang-Tulang Belakang (Columna (Cephalometri)
RINCIAN KEGIATAN FUNGSIONAL RADIOGRAFER
TAHLI (D4)
1
(PERMENPAN.NO.29TH2013)
NO KOMPE JENJANG AHLI (D4)
TENSI
PERTAMA MUDA MADYA
1 Melakukan 1. Mengumpulan Data 1. Menyusun Rencana 5 1. Menyusun Rencana 5
persiapan Kebutuhan BMHP dalam Tahunan Tahunan
pelayanan Rangka Penyusunan
radiologi Rencana Bulanan 2. Menyusun Rencana 2. Menyusun Program
Bulanan: Kerja Pelayanan
2. Menyusun program a. Kebutuhan Kebutuhan Radiologi
kerja pelayanan radiologi Bulanan Bahan Medic
Habis Pakai (BMPH)
b. Rekapitulasi BMPH
yang Diterima dan
Digunakan
2 Melaksana 1. Melakukan Pengelolaan
kan Pelayanan Ruangan
pelayanan Radiologi
radiologi
1. Melakukan Tindakan 2. Melakukan Tindakan 1. Melakukan Tindakan
Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT Scan Pemeriksaan CT Scan
Non Kontras Non Kontras Non Kontras
a. Kepala a. Rahang Atas a. Cone beam CT dental
b. Orbita (maxilaris) b. Biopsi thorax
c. Sela Tursica b. Rahang Bawah c. Biopsi Abdomen
PENILAIAN PORTOFOLIO
Penilaian Portofolio
Penilian portofolio terdiri dari
dua komponen
1 2

20%

80%
Sertifikat
Unsur Karya Pelatihan
Pelayanan Penghargaan pengembangan atau
/Asuhan yang relevan di profesi
bidang
kesehatan
atau

Komponen Utama Komponen Tambahan


1 KOMPONEN UTAMA
Merupakan kegiatan harian yang sesuai
dengan jabatan fungsional
Kriteria penilaian komponen utama;

Melakukan kegiatan sesuai dengan jenjang


1 yang sedang dipangku, dengan bobot 80%

Melakukan kegiatan sesuai dengan jenjang


2 yang akan dipangku, dengan bobot 20%
PENILAIAN KOMPONEN UTAMA

Jumlah kegiatan yang di syaratkan adalah 200 kegiatan , yang


terdiri dari ;

1 160 kegiatan pada jenjang yang sedang di pangku

2 40 kegiatan pada jenjang yang akan di pangku

Jumlah kegiatan ini dibuktikan dalam


bentuk Logbook dan akan bisa di terima
jika telah memenuhi ketentuan berikut

Memadai / Valid / Asli / Terkini


KETENTUAN PENILAIAN
KOMPONEN UTAMA
Jumlah kegiatan yang dilaporkan sesuai dengan yang
MEMADAI ditetapkan yaitu sebanyak 200 kegiatan.

Dokumen (logbook) yang dinilai telah diverifikasi oleh


VALID atasan langsung, ditandai dengan tanda tangan atasan
langsung dan cap basah instansi/unit kerja.

Adanya Logbook / Lembar kegiatan Individu yang di tanda


ASLI tangani oleh atasan langsung, jika sertifikat harus
memperlihat yang asli

Kegiatan yang dilaporkan dikerjakan dalam kurun waktu


TERKINI kurang dari 5 Tahun terhitung dari SK jabfung terakhir
PENGHITUNGAN PORTOFOLIO

NILAI AKHIR PORTOFOLIO


185 X 80% = 74%
200
2 Komponen Tambahan

1 Pelatihan

2 Karya pengembangan profesi

3
Penghargaan yang relevan dibidang
kesehatan
Pelatihan

Adalah kegiatan pelatihan yang pernah diikuti oleh pejabat


fungsional dalam rangka pengembangan dan/atau peningkatan
1
kompetensi selama melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di
seluruh instansi atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Bukti fisik komponen pelatihan ini berupa sertifikat atau piagam


2 asli yang dikeluarkan oleh lembaga penyelenggara yang syah.

Pelatihan dilengkapi dengan laporan singkat hasil pelatihan


3
yang meliputi : tujuan diklat, materi diklat dan manfaat diklat
untuk perbaikan pelayanan kesehatan.
Komponen Tambahan :
Sertifikat Pelatihan

Kabupaten/
Provinsi
Kota/ Instansi

Internasional
Nasional 20%
20
10%
10

25%
30 45%
50

Skor Penilaian Sertifikat Pelatihan yang Relevan berdasarkan Lembaga


yang mengeluarkan
Sertifikat Diklat
Sertifikat/piagam pendidikan dan pelatihan
dapat dinilai apabila :
 Materi diklat memiliki relevansi dengan
jabatan fungsional yang dipangkunya,
Dapat dikategorikan menjadi relevan (R)
dan tidak relevan (TR). Relevan (R) apabila
materi diklat secara langsung dapat
menunjang peningkatan kompetensi
teknis di jenjang yang akan dipangkunya.
Tidak Relevan (TR) apabila materi diklat tidak
menunjang peningkatan kinerja/kompetensi
jabatan fungsional kesehatantertentu dan
diklat tidak relevan tidak akan dinilai.

 Durasi diklat sekurang kurangnya 30 JPL.


Contoh Kasus penilaian sertifikat
Nilai sertifikat
Internasional 50 Nasional 30
Propinsi 20 Kabupaten 10
Target nilai tambahan 110

Bila seorang radiografer mengikuti pelatihan


35 jpl dengan sertifikat dari lembaga yang
mengeluarkan adalah PPSDM Kesehatan maka
penilaian dari unsur tambahan adalah :
30(nasional) x 20% = 5%
110
Maka nilai dari unsur tambahan adalah 5%
Karya Pengembangan Profesi

Apabila pejabat fungsional kesehatan


mempunyai karya tulis yang berupa
artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah dan
atau tulisan ilmiah popular yang dimuat
pada majalah, tabloid, koran, news letter,
bulletin.
Penilaian Karya Pengembangan
Profesi
Jurnal terakreditasi (50) Sebagai ketua (50)
Jurnal tdk terakreditasi (30) Sebagai anggota (40)

Artikel
Internasional (50), Nasional Laporan
(30), Provinsi (20), dan
Kabupaten/Kota (10) Penelitian

Internasional (50)
Buku Nasional (40)
Provinsi (30)
Kabupaten/Kota (20)
Tingkat Instansi (10)
Modul Diklat
Karya Teknologi
Kualitas Modul Baik (50)
Tepat Guna
Kualitas Kurang Baik(20)

Skor Penilaian Karya Pengembangan Profesi yang Relevan


berdasarkan kriteria
Komponen Tambahan :
Penghargaan yang relevan bidang
kesehatan
Kabupaten/
Kota/ Instansi Provinsi

Internasional
Nasional 20%
20
10%
10

25%
30 45%
50

Skor Penilaian penghargaan yang Relevan berdasarkan Lembaga yang


mengeluarkan
Ketentuan Penilaian

Batas kelulusan minimal 70%


dari nilai total keseluruhan
dengan komposisi 80% dari
komponen utama dan 20% dari
komponen tambahan

Komponen utama wajib dilakukan


dan komponen tambahan dapat
memilih diantara 3 pilihan
(1 dan/atau, 2 dan/atau 3)

[Image Info] www.wizdata.co.kr - Note to customers : This image has been licensed to be used within this PowerPoint template only. You may not extract the image for any other use.
PENGHITUNGAN PORTOFOLIO

a). Batas kelulusan minimal 70% dari nilai total keseluruhan dengan komposisi
80% dari komponen utama dan 20% dari komponen tambahan
b). Komponen utama wajib di lakukan dan komponen tambahan dapat memilih
diantara 3 pilihan (a dan/atau, b dan/atau c)
Contoh instrumen portofolio JF Radiografer
Contoh instrumen portofolio JF Radiografer
Contoh instrumen portofolio JF Radiografer
Contoh instrumen portofolio JF Radiografer
BERSAMA SEJAHTERA
MENDUNIA

L/O/G/O