Anda di halaman 1dari 13

SIE P2P

DINKES KOTA
BEKASI

DAMPAK FOGGING
ALASAN PEMBATASAN FOGGING
• Banyak Polutan (zat pencemar) yang dihasilkan oleh mesin Fogging
akibat Insektisida yang disemprotkan dan pembakaran yang tidak
sempurna, karena bahan yang digunakan terdiri dari Pestisida dan Solar

• Polutan yang mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah


setelah pelaksanaan Fogging dapat mengganggu kesehatan warga baik
secara langsung maupun tidak langsung.

• Oleh karena itu pada saat akan dilakukan Fogging warga dihimbau
untuk menutup rapat-rapat makanan, air minum, air mandi, piring,
gelas, sendok dsb.
• Dalam hal ini belum semua warga melaksanakannya, bahkan pada saat
fogging masih banyak warga yang tidak mau keluar rumah, ada anak-
anak yang mengikuti penyemprot dan ada warga memasuki rumah
sebelum asap Fogging di dalam rumah habis.
ALASAN PEMBATASAN FOGGING
• Fogging memerlukan biaya cukup besar (± Rp. 1.900.000 untuk fogging
radius 200 meter) dan tenaga yang cukup banyak dan terlatih (tidak
efisien). Sedangkan daya bunuhnya hanya 1 – 2 hari, setelah itu nyamuk
akan menjadi banyak lagi dan akan mudah menularkan DBD.

• Pelaksanaan Fogging pada umumnya memberikan kepuasan semu pada


warga, sehingga merasa aman dan tidak melakukan PSN
(pemberantasan sarang nyamuk) lagi. Tidak jarang lokasi yang baru saja
dilakukan fogging terdapat penderita DBD baru dan nyamuknya banyak
lagi.

• Bila fogging dilaksanakan sesuai dengan aturan kesehatan maka


dampak positif yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan
dampak negatifnya.
ALASAN PEMBATASAN FOGGING
• Aturan yang paling utama adalah fogging hanya
dilaksanakan pada lokasi yang sedang terjadi penularan
DBD dan harus didahului dan diikuti gerakan PSN serentak.

• Fogging bukan merupakan langkah pencegahan munculnya


penderita DBD melainkan untuk memutus rantai bila telah
terjadi penularan DBD.

• Salah satu ciri khas terjadinya penularan DBD adalah


terdapatnya lebih dari satu penderita DBD di dalam radius
200 meter dalam waktu seminggu. Dalam hal ini warga
sering menganggap bahwa fogging dilaksanakan setelah
menunggu korban lebih banyak.
ALASAN PEMBATASAN FOGGING
• Penularan DBD tidak selalu terjadi di sekitar rumah
penderita, tetapi dapat terjadi dimanapun, terutama
tempat-tempat beraktivitas pada jam-jam dimana nyamuk
suka menggigit, yaitu antara jam 08.00 – 11.00 dan jam
13.15 – 18.00. Waspadai tempat-tempat aktivitas tersebut
dengan memberantas sarang nyamuk yang masih ada.
Sekolah, Perkantoran, Pasar, Terminal dsb juga merupakan
tempat potensial penularan DBD.
• Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien adalah
dengan cara menghilangkan sarang nyamuk sehingga tidak
terdapat lagi jentik (uget-uget) yang tersisa. Warga
masyarakat tidak perlu menunggu korban untuk
malaksanakan PSN secara serentak dan rutin agar tidak
muncul penderita DBD.
DAMPAK PESTISIDA
• Dengan Pestisida (racun), manusia dapat
terganggu kesehatannya karena pestisida
dapat masuk dalam tubuh manusia melalui
kulit (Contact Poison) dan ini merupakan kasus
yang banyak ditemukan, disamping itu
pestisida dapat masuk melalui pernafasan
(Respiratory Poison) dan dapat melalui mulut
(Mouth Poison) apabila tangan kita, makanan
yang kita makan, peralatan makan/minum
tercemar pestisida.
DAMPAK PESTISIDA
• Yang lebih berbahaya lagi Pestisida dapat menimbulkan
dampak kronis, yaitu pada
1. Sistem syaraf, Neurotoksin: masalah ingatan yang gawat,
sulit berkonsentrasi, perubahan kepribadian, kelumpuhan,
kehilangan kesadaran dan koma;
2. Hati;
3. Perut;
4. Muntah-muntah, sakit perut dan diare adalah gejala umum
dari keracunan;
5. Sistem kekebalan dan
6. Keseimbangan hormon.
DAMPAK PESTISIDA
• Dampak pestisida terhadap Kesehatan :
Pest=hama, Sida=caedo=pembunuh atau
pestisida juga dapat mematikan manusia.
• Apapun pengaruh Pestisida terhdap lingkungan:
1. Pestisikda sebagai bahan beracun, termasuk
bahan pencemar yang berbahaya bagi lingkungan
(tanah, air dan udara). 2. Residu pestisida pada
makanan sayur dan buah (akumulasi residu),
Resistensi hama (termasuk nyamuk) dan
mestinya hewan non target
DAMPAK PESTISIDA
• Adapun gejala yang sering timbul dimulai dengan sakit
kepala, pusing, mual, sakit dada, muntah-muntah,
kudis, sakit otot, keringat berlebihan, kram, diare, sulit
bernafas, pandangan kabur dan akhirnya dapat
menyebabkan kematian.

• Dampak jangka panjang yang ditimbulkan pestisida


yaitu: karsinogenic (pembentukan jaringan kanker pada
tubuh); mutagenic (kerusakan genetic untuk generasi
yang akan datang); teratogenic (kelahiran anak cacad
dari ibu yang keracunan) dan residu sisa berbahaya
bagi konsumen.
DAMPAK SOLAR
• Solar merupakan salah satu bahan bakar yang
berasal dari fosil. Hasil pembakaran berupa
Emisi CO, NOx, Sox. CO-Hb (dalam darah) =>
HbCO, seharusnya HbO2, CO 210x lebih kuat
mengikat Hb dibanding O2. Dampaknya
kekurangan O2.
• NO2 bersifat racun, mengakibatkan radang
paru-paru (sembuh 6-8 minggu), pemampatan
bronchioli (dapat meninggal 3-5 minggu).
DAMPAK SOLAR
• SO2 bersifat iritan, mudah diserap selaput lendir
saluran nafas, produksi lendir berlebihan, iritasi.
Pemaparan berulang-ulang berisiko kanker
saluran nafas.
• NOx di udara => NO2, NPO3; Di dalam darah
HbNO3, kekurangan O2. Akibat kekurangan O2
(Anoksia) maka berakibat kelumpuhan otot
respirasi (pernafasan). Akibat lebih lanjut otak
kekurangan suplai O2 (lemas, pucat, ngantuk,
meninggal).
DAMPAK SOLAR
• NOx di udara => NO2, NPO3; Di dalam darah HbNO3,
kekurangan O2. Akibat kekurangan O2 (Anoksia) maka
berakibat kelumpuhan otot respirasi (pernafasan).
Akibat lebih lanjut otak kekurangan suplai O2 (lemas,
pucat, ngantuk, meninggal).

• GLOBAL, jika terkena air hujan di udara: NOx di udara
juga dapat membentuk NH3, NH4. Sox di udara dapat
membentuk H2S, H2SO4. NH3, NH4, NH2S, H2SO4 dan
SO2 menyebabkan hujan asam. Unsur N dan C di
atmosfer dapat menyebabkan efek rumah kaca,
sehingga bumi semakin panas.
KESIMPULAN
• Dari data-data di atas intinya betapa
berbahayanya Fogging dilakukan untuk
pemberantasan nyamuk.
• Karena banyak dampak negatifnya, semakin
sering dilakukan Fogging nyamuk semakin kebal,
sehingga ini mengharuskan komposisi campuran
obat untuk Fogging berikutnya semakin keras dan
terus semakin keras, sehingga tidak hanya
berdaya untuk membunuh nyamuk namun juga
mampu untuk membunuh manusia. Mari kita ikut
andil untuk mensosialisasikan dampak Fogging