Anda di halaman 1dari 19

Kementerian Perindustrian

Revolusi Industry 4.0


Indonesia

Making
Indonesia
4.0
Presentasi Menteri
2018
Making
Indonesia 4.0

Revolusi industri ke-4 mengaburkan batasan antara lingkungan


fisik, digital dan biologis
Akhir abad ke- Awal abad Awal tahun 1970 Saat ini
18 ke-20

Konektivitas manusia, mesin & data


waktu nyata dimana-mana
Revolusi industri ke-4
Pengontrol logika
terprogram pertama (PLC)
Sistem cyber-physical
Modem 084- 969
Revolusi industri ke-3
Lini produksi pertama, rumah
potong hewan di Cincinnati -
Penggunaan elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi
1870
Revolusi industri ke-2
Alat tenun mekanis Pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja
pertama - 1784
Revolusi industri ke-1
Pengenalan fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap

Source: A.T. Kearney


2
Making
Indonesia 4.0

Indonesia telah berhasil membangun siklus ekonomi yang


sehat, sehingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia
Perbaikan siklus ekonomi Peringkat PDB
Global1 (Nominal)
Pendapatan naker Belanja konsumen
Tenaga kerja # 4 terbesar dunia, Belanja konsumen berkontribusi 55% 1 Amerika
bertumbuh ~30 juta naker dalam 15 PDB, bertumbuh x8 dalam 15 tahun 2 Cina
tahun. Upah tumbuh x2 dalam 10 thn1
3 Jepang
Siklus
Ekonomi 4 Jerman
Investasi Aktivitas korporasi :
Pembentunkan modal bruto tumbuh Kapitalisasi pasar di BEI mencapai
x13 (dari 22% ke 34 % PDB) dalam 15 USD 500 milyar, tumbuh x15 dalam 15 Indonesia
tahun tahun
16
di 2016
Fondasi sosial
:
Stabilitas Tingkat
Keamanan Indonesia
politik pendidikan
27 di 2000
1. Berdasarkan data ILO, rata rata pendapatan orang Indonesia naik 115% antara 2004-2015
Sumber: World Bank; IMF; A.T. Kearney
3
Making
Indonesia 4.0

Indonesia beraspirasi untuk menjadi top 10 ekonomi dunia di


tahun 2030; mesin pertumbuhan berikutnya pada ekspor netto
Faktor-faktor kontributor pertumbuhan PDB Indonesia
(Index: 2000 = 1) Ranking PDB Global1
(Nominal)
Kontribusi
PDB di 2000 1.0 Pertumbuhan 1 Amerika
2 Cina
Belanja
konsumen 4.3 +55% 3 Jepang
4 Jerman
Belanja
Pemerintah 0.8 +10% :
Indonesia
+ Investasi 2.8 +36% 10
16
di 2030
Pendorong pertumbuhan
+ Ekspor Netto 0.0 0% selanjutnya :
Indonesia
PDB di 2016 8.9 16 di 2016
1. Berdasarkan besaran PDB nominal dalam USD
Sumber: World Bank, A.T. Kearney
4
Making
Indonesia 4.0

15 tahun ke depan akan merupakan “masa emas” bagi


Indonesia yang akan menikmati bonus demografi
Demographic bonus Rata-rata pertumbuhan PDB

Selama Setelah
bonus bonus
1920 1970 2000 2030 2050 demografi demografi
Saat ini
Bonus demografi2
Jepang 1930 5.5%1 0.9%

Cina 1970 9.2% 6.7%


Singapore 1970 7.3% 2.0%

Thailand 1970 5.8% 3.2%

Indonesia 1975 5.4% ?

1.Dikarenakan ketidaktersediaan data, data ini hanya untuk tahun 1961 sampai 1995
2.Catatan: Periode bonus demografi adalah ketika rasio populasi angkatan kerja terhadap populasi non-angkatan kerja meningkat, yang memiliki korelasi tinggi dengan pertumbuhan
ekonomi suatu negara. Rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia tahun 1975 hingga 2016.
Sumber: World Bank; A.T. Kearney
5
Making
Indonesia 4.0

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk merevitalisasi sektor


manufaktur Indonesia (1/2)
Negara negara lain semakin berdaya
1 2 Ekspor netto Indonesia menurun
saing
Tren produktivitas-terhadap-biaya tenaga kerja Tren ekspor netto1
(Index; dari 2005 hingga 2016) (% PDB)
Output/ naker Biaya naker Δ Output/ biaya Indonesia Thailand Vietnam
Δ Δ
÷ -9% +7%
1.5 1.6 0.94 15% +7%
10%
Indonesia
8%
2.7
÷ 1.8 1.51 3%
0.8%
Cina

2.0
÷ 1.0 2.09 -4%
India 2000 2016 2000 2016 2000 2016
1. Angka Ekspor Netto mencakup manufaktur, pertanian, migas, pertambangan dan industry jasa. Ekspor netto manufaktur Indonesia berada pada -2% dari PDB di tahun 2016; lebih
rendah disbanding Thailand (16%) dan Malaysia (11%), namun lebih tinggi disbanding Vietnam (-6%)
Sumber: World Bank, Badan Pusat Statistik, A.T. Kearney
6
Making
Indonesia 4.0

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk merevitalisasi sektor


manufaktur Indonesia (2/2)
Porsi kontribusi manufaktur terhadap PDB Indonesia perlu membuka lebih banyak
3 dapat menurun jika tidak dilakukan apa-apa 4 lapangan pekerjaan
Kontribusi manufaktur terhadap PDB Angkatan kerja
(% PDB) (Juta orang)
100% 100% 100% 100%
+30 juta
angkatan kerja
Sumberdaya 202
16%
25% 22% 28
Manufacturing 12%
Konstruksi
174
Jasa

1980 2000 2015 2030E


Base case 2016 Tambahan 2030E

Source: World Bank, Badan Pusat Statistik, A.T. Kearney


7
Making
Indonesia 4.0

Industry 4.0 dapat merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia


melalui inisiatif “Making Indonesia 4.0”
Dampak Industry 4.0 Dampak langsung
Making 10 ekonomi terbesar dunia
Dampak tidak
langsung Indonesia tahun 2030
Industry 4.0 Revitalisasi 4.0
sektor
manufaktur

Membangun
10% kontribusi Mengembalikan posisi ekspor
Pasar Ekspor Netto netto (ke level yang sama di
Ekonomi Meraih
Yang Kokoh Tenaga terhadap PDB tahun 2000)
Kerja Kembali
yang Posisi Net
lebih Export 2x peningkatan Meningkatkan produksi dengan
Meningkatkan
Baik produktivitas mengelola biayanya (serupa
Investasi terhadap biaya1 dengan perkembangan India)
Meningkat
-kan
Meningkat-
kan Belanja
Kekuatan
Keuangan
2% Membangun kemampuan
Negara
Negara pengeluaran R&D inovasi lokal (tingkat yang sama
terhadap PDB dengan China2)
1. Berdasarkan tahun 2016
2. Belanja R&D Indonesia terhadap PDB saat ini dikisaran 0.1-0.3%
Sumber: World Bank, A.T. Kearney
8
Making
Indonesia 4.0

Indonesia menetapkan 10 prioritas nasional untuk “Making


Indonesia 4.0” 10 National Priorities
1 Perbaikan alur aliran material 6 Menarik investasi asing
• Menargetkan perusahaan manufaktur terkemuka global melalui
• Memperkuat produksi material sektor hulu; contoh 50%
penawaran yang menarik dan insentif untuk percepatan transfer
dari bahan baku petrokimia yang masih impor teknologi
2 Mendesain ulang zona industri 7 Peningkatan kualitas SDM
• Membangun peta jalan zona industri nasional (mis. industry • Desain kembali kurikulum Pendidikan menyesuaikan era
belts); mengatasi permasalahan yang dihadapi di beberapa zona Industry 4.0
industri • Program talent mobility untuk profesional
3 Akomodasi standar sustainability 8 Pembentukan ekosistem inovasi
• Kesempatan daya saing melalui tren sustainability • Pengembangan sentra R&D&D2 oleh Pemerintah, swasta,
global, mis. EV, biofuel, energi terbarukan publik, maupun universitas
4 Pemberdayaan UMKM 9 Menerapkan insentif investasi teknologi
• Memberdayakan 3.7 juta UMKM1
melalui teknologi; • Memperkenalkan tax exemption/subsidi untuk adopsi
misalnya e-commerce UMKM, pendanaan teknologi teknologi dan dukungan pendanaan
5 Membangun infrastruktur digital nasional 10 Harmonisasi aturan dan kebijakan
• Pembangunan jaringan dan platform digital; mis. 4G • Melakukan harmonisasi kebijakan dan peraturan lintas
menjadi 5G, Serat optik 1Gbps, Data center dan Cloud kementrian
1. Termasuk usaha mikro 2. Research & Development & Design
2. Sumber: Kementerian Perindustrian, A.T. Kearney
9
Making
Indonesia 4.0

5 sektor utama telah dipilih sebagai sektor fokus untuk “Making


Indonesia 4.0”
Matriks sektor prioritas
Tinggi
5 fokus sektor

Makanan & Minuman


Makanan &
Minuman
Kimia Tekstil & ~60%
Logam dasar
busana PDB mfg
Tekstil & busana
Dampak Elektronik
Mesin industri
Kayu & furnitur Otomotif ~65%
Barang logam ekspor mfg
Barang non logam Kertas Otomotif
Pharmaceutical Tembakau Karet & plastik
Elektronik ~60%
Batu bara, refinery migas pekerja mfg
Perhiasan & barang berharga
Rendah Kimia
Rendah Kemudahan pelaksanaan Tinggi
Source: A.T. Kearney, World Bank, BPS
10
Making
Indonesia 4.0

“Making Indonesia 4.0” akan meningkatkan PDB secara


signifikan, kontribusi manufaktur & menciptakan lapangan kerja
Perkiraan manfaat1 implementasi Industry 4.0
Penciptaan lapangan Kontribusi PDB dari
Pertumbuhan PDB
kerja manufaktur

+1-2% p.a. >10 juta3 >25% kontribusi


peningkatan tambahan lapangan
pertumbuhan PDB dari pekerjaan dari kondisi manufaktur terhadap
baseline 2018-2030 saat ini pada 2030 PDB pada 2030

• Peningkatan pertumbuhan • Peningkatan lapangan kerja • Peningkatan kontribusi


PDB ril dari ~5%2 menjadi dari +20 juta menjadi >30 juta manufaktur terhadap PDB dari
6~7% YoY antara 2018-2030 lapangan kerja pada tahun ~16%2 menjadi ~25% pada
2030 tahun 2030
1. Manfaat dihitung berdasarkan perbedaan antara scenario aspirasional dengan scenario baseline dengan menggunakan model ekonomi A.T. Kearney
2. Dalam scenario baseline, petumbuhan PDB ril diperkirakan ~5% YoY antara 2018-2030, jumlah lapangan kerja tambahan di tahun 2030 diperkirakan sekitar 22 juta dengan
manufaktur berkontribusi sekitar ~16% dari total PDB Indonesia pada 2030
3. Implementasi Industry 4.0 diharapkan mampu menyerap 30~50% dari 30 juta angkatan kerja pada tahun 2030; Tenaga kerja lainnya telah diserap dalam scenario baseline
Sumber: World Bank, Badan Pusat Statistik, Ministry of Industry, A.T. Kearney 11
Making
Indonesia 4.0

Kemenperin menggunakan UU 3/2014 untuk membentuk


Komite Industri Nasional (KINAS) sebagai agenda nasional
National Industrial Committee (KINAS) Pembelajaran dari
Aturan yang ada Aturan yang diusulkan kesuksesan Korea Selatan
• Pasal 112 memungkinkan Kemenperin untuk mengusulkan kepada
presiden pembentukan KINAS
Rencana ekonomi 5 tahunan Korea
UU 3/2014 • Tujuan utama KINAS adalah untuk memfasilitasi penyelarasan Selatan
secara nasional, lintar K/L, lintas pemangku kepentingan untuk
percepatan agenda pengembangan industri nasional 1967-
1971
1977-
1981

• Pembentukan KINAS
1962-
1966
1972-
1967
… 2017-
2021
Perpres • Penunjukan anggota KINAS : K/L yang relevan, pimpinan K/L
pembentukan pemerintahan dan asosiasi industri (KADIN, APINDO)
• Memberikan kewenangan kepada KINAS untuk melakukan
KINAS penyelarasan, pengembangan program, monitoring dan President of
South Korea
Evaluasi implementasi di tingkat nasional
Komite Presiden untuk 4IR
• Pembentukan kelompok kerja Industry 4.0 (Making Indonesia
Keputusan Ketua 4.0) sebagai manifestasi Perpres pembentukan KINAS
Kinas tentang • Lintas fungsi dan lintas sektor – representasi dari pemangku
Kelompok Kerja kepentingan terkait 20 ahli dari 5 Pejabat
• Eksekusi kewenangan KINAS dari hari-ke-hari, khususnya untuk swasta pemerintah
Industry 4.0 implementasi Making Indonesia 4.0

Source: A.T. Kearney


12
Making
Indonesia 4.0

Komite Industri Nasional (KINAS) akan menjadi titik pusat


implementasi “Making Indonesia 4.0”
Tata kelola implementasi “Making
Indonesia 4.0”
Presiden

KINAS
10 Prioritas Nasional 5 Sektor fokus
Makanan & Tekstil &
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Minuman Busana
Otomotif Elektronik Kimia

Anggota
K/L

Industri1 Pendidikan1

1. Ilustrasi, tidak menyeluruh dan tidak merepresentasikan pemangku kepentingan yang nantinya akan duduk di KINAS
Sumber: A.T. Kearney
13
Making
Indonesia 4.0

Setiap Kementerian memiliki peran yang penting (1/2)


Peran setiap Kementerian pada Making Indonesia 4.0 # Prioritas nasional terkait
• Dukungan finansial untuk seluruh • Penyelarasan peta jalan dan proyek
aktivitas Making Indonesia 4.0 mis. Kementerian infrastruktur dengan Making
Kementerian 9 10 Pekerjaan Umum
Insentif R&D&D, CAPEX, Indonesia 4.0 (terintegrasi dengan
Keuangan pengembangan SDM, FDI, tarif impor,
+Keseluru- dan Perumahan peta jalan zona industri nasional) 2
han
pendanaan untuk UMKM pendanaan
Rakyat
inisiatif
• Peluncuran Making Indonesia 4.0 • Penyelarasan peta jalan energi
Kementerian
• Detail peta jalan 5 sektor prioritas Seluruh
nasional dengan peta jalan zona
1 2
Kementerian Energi dan industri nasional
Making Indonesia 4.0 prioritas
Perindustrian nasional Sumber Daya 3
• Menetapkan kebutuhan industri untuk Mineral • Program peningkatan produktivitas
seluruh prioritas nasional untuk energi dan sumberdaya

• Program peningkatan produktivitas


Kementerian
Kementerian • Penyelarasan kesepakatan sektor kelautan dan perikanan –
Perdagangan perdagangan dengan peta jalan 6 10 Kelautan dan
sebagai bagian inisiatif industri hulu 1 3
Perikanan
Making Indonesia 4.0

• Penyelarasan kebijakan antar K/L • Program peningkatan produktivitas


Kementerian sektor pertanian, peternakan, dan
Koordinator
dalam lingkup koordinasinya 2 10 Kementerian
perkebunan – sebagai bagian inisiatif 1 3
Bidang Ekonomi • Melakukan Debottleneck koordinasi Pertanian
industri hulu
dengan kementerian koordinasi Koordinasi
lainnya seluruh
inisiatif
Source: A.T. Kearney
14
Making
Indonesia 4.0

Setiap Kementerian memiliki peran yang penting (2/2)


Peran setiap K/L pada Making Indonesia 4.0 # Prioritas nasional terkait

• Penyelarasan peta jalan • Penyelarasan kurikulum vokasi


Kementerian infrastruktur digital dan teknologi misalnya untuk BLK
5 Kementerian
Komunikasi dan dengan Making Indonesia 4.0 dan
Tenaga Kerja • Program upskilling-reskilling 7
Informasi menjadi pelaksana atas program tenaga kerja sesuai dgn keterampilan
tersebut & kompetensi Making Indonesia 4.0
• Penyelarasan RJPMN dan RKP
Badan dengan inisiatif Making Indonesia 4.0 Keseluruhan • Penyelarasan program
Kementerian
Perencanaan koordinasi pemberdayaan UMKM mis.
Pembangunan • Penyelarasan Visi Indonesia 2045 perencana- Koperasi dan
Pendanaan teknologi, e-commerce 4
dengan Making Indonesia 4.0 an UMKM
Nasional untuk UKM

Badan
• FDI roadshows kepada investor
Koordinasi
Penanaman
pilihan (100 manufaktur global 6 • Harmonisasi kebijakan dan
terkemuka) Seluruh hal
Modal komunikasi dengan pemerintah terkait
Kementerian daerah di seluruh Indonesia untuk koordinasi
memastikan inisiatif Making Indonesia peraturan
• Redesain kurikulum Pendidikan Dalam Negeri dengan
Kementerian 4.0 diterjemahkan secara benar ke pemerintah
nasional untuk mendukung Making dalam peraturan pemerintah daerah daerah
Riset dan Indonesia 4.0 (misalnya Pendidikan
Pendidikan STEAM)
7 8
Tinggi
• Penyelarasan program riset nasional

Source: A.T. Kearney


15
Making
Indonesia 4.0

Tahun 2018 adalah tahun yang penting untuk implementasi


“Making Indonesia 4.0”
Peta jalan implementasi “Making Indonesia 4.0” Review tiap semester
2018 1H 2018 2H 2019-2021 2022-2025 2026-2030

KINAS melakukan • Evaluasi berkala untuk inisiatif yang


Pembentukan KINAS dan
Keseluruhan kelompok kerja
endorsemen desain inisiatif diimplementasikan
dan peta jalan secara detil • Pengambilan keputusan lintas sektoral

10 prioritas Menunjuk anggota kelompok Desain detail inisiatif


kerja 10 prioritas nasional dan misalnya Desain program, • Implementasi penuh
nasional menentukan tata kerjanya insentif, masterplan, dsb.
Program quick wins
diluncurkan di 2018
Menunjuk anggota
Inisiatif 5 fokus Menunjuk anggota kelompok
kelompok kerja sektoral
kerja sektoral dan menentukan • Implementasi penuh
dan menentukan tata
sektor tata kelolanya
kelolanya

Source: A.T. Kearney


16
Making
Indonesia 4.0

“Making Indonesia 4.0” harus dimulai dengan langkah-langkah


segera dengan aspirasi jangka panjang untuk sektor prioritas
Aspirasi sektor fokus Langkah aksi segera (quick wins)
1
Makanan & Menuju kekuatan besar Insentif Insentif RD&D dan CAPEX
makanan minuman di
Minuman ASEAN teknologi untuk investasi teknologi

2 Tekstil & Menuju produsen functional Roadshow;


Investor
clothing terkemuka menyasar manufaktur global
Busana Roadshow terkemuka
3 Menjadi pemain terkemuka Pendidikan Up-skilling & Re-skilling
Otomotif dalam ekspor ICE dan EV Vokasi untuk seluruh sektor (memilih 1-2
sector sebagai pilot)

4 Menjadi pemain terkemuka Pembentukan pusat inovasi


Kimia Pusat inovasi untuk teknologi 4.0. show case, percobaan
di industri biokimia peningkatan produktivitas (termasuk pelatihan)

5 Mengembangkan Dukungan E-commerce dan pendanaan


Elektronik kemampuan pelaku industri untuk UMKM teknologi untuk UMKM
domestik
Source: A.T. Kearney
17
Making
Indonesia 4.0

18
Making
Making
Indonesia 4.0 4.0
Indonesia

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2018 19 19