Anda di halaman 1dari 33

Laporan Kasus

Undescended
Testis

Nabila Wahyu Putri

201620401011095
BAB 1

PENDAHULUAN
Terhentinya proses
penurunan salah satu
atau kedua testis di
dalam jalurnya, yaitu
antara rongga abdomen
dengan skrotum

Angka kejadiannya
4-5% pada bayi laki- Dilaporkan 21%
laki yang lahir cukup kasus UDT terjadi
bulan dan
meningkat menjadi UDT pada bayi berat
badan lahir kurang
9-30% pada bayi dari 2500 gram
prematur

Tata laksana UDT


tergantung pada lokasi
testis dan usia pasien saat
didiagnosis.
BAB 2

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN

– Nama : An. NH
– Usia : 6 tahun 6 bulan
– Jenis Kelamin : Laki-laki
– Alamat : Godog - Laren - Lamongan
– No RM : 07.68.30
– Tanggal Periksa : 18 Mei 2018
ANAMNESIS

Keluhan Utama :
Buah zakar kecil sebelah

Riwayat Penyakit Sekarang :


Dari alloanamnesis dengan ibu pasien didapatkan bahwa buah
zakar kecil sebelah dirasa sejak pasien lahir. Pasien dianjurkan oleh mantri
untuk dilakukan operasi saat usianya masih 2 tahun, namun orangtua pasien
tidak memiliki biaya untuk operasi sehingga mereka harus menunda
pengobatan pasien. Keluhan lain yang menyertai keluhan utama disangkal.
ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Dahulu :


– Alergi (-), Kejang (-)

Riwayat Penyakit Keluarga :


– Tidak terdapat keluarga yang memiliki riwayat sakit seperti
pasien. Riwayat alergi (-)

Riwayat Persalinan :
– Aterm/ SC ai prolonged active phase/ 2700 gram/ AS 7-8
ANAMNESIS

Riwayat tumbuh kembang :


Normal sesuai usia

Riwayat Imunisasi :
Lengkap sesuai jadwal

Riwayat Nutrisi :
Makan minum cukup
PEMERIKSAAN FISIK

Vital Sign
– Kesadaran : Compos mentis
– GCS : 456
– TD : 111/69 mmHg
– HR : 97 x/menit
– RR : 20 x/menit
– T : 36,1 oC
– BB : 18 Kg
PEMERIKSAAN FISIK

Head to toe
– Kepala/Leher :
anemis -, icterus -, cyanosis -, dyspnea -,
pembesaran kelenjar getah bening -, JVP dalam batas normal

– Thorax:
• Inspeksi : simetris, retraksi -/-
• Palpasi : thrill (-)
• Perkusi : sonor/sonor, batas jantung dbn
• Auskultasi : ves/ves, rh -/-, wh -/-, Jantung S1S2 tunggal, m -, g -
PEMERIKSAAN FISIK

– Abdomen
• Inspeksi : flat, soepel, jejas
• Auskultasi : Meteorismus -, bising usus (+) normal
• Palpasi : Hepar/Lien tidak teraba, nyeri tekan (-)
• Perkusi : Timpani

– Ekstremitas
• Inspeksi : ikterik -, cyanosis -, edema -
• Palpasi : Hangat, kering, merah, CRT <2”
PEMERIKSAAN FISIK

Status Lokalis
Genitalia Eksterna :
– Panjang penis kurang lebih 3 cm
– Tidak didapatkan hipospadia
– Tidak nyeri
– Terdapat rugae dan hiperpigmentasi pada skrotum
– Testis kanan teraba di preskrotal dan testis kiri teraba di skrotum
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kesimpulan USG testis an. NH :


– Testis kanan tampak pada suprascrotum kanan
– Testis kiri normal.
Clue and Cue
Buah zakar
kecil sebelah

Testis kanan
teraba di
preskrotal

An. NH
6 th 6 bln

Testis kiri
dbn

Riw.
persalinan
aterm, SC,
2700 gram
Clue and Cue

Buah zakar kecil sebelah Problem List


Testis kanan teraba di preskrotal
Testis kiri dbn
Riw. persalinan aterm, SC, 2700 gram Diagnosis

Undescended Testis
Unilateral
TERAPI

Terapi hormonal :
 Injeksi ovidrel yang mengandung choriogonadotropin alfa
(HCG) secara serial sebanyak 10 kali dan diberikan seminggu
1 kali selama 10 minggu.

Prognosis
– Quo ad Vitam : Dubia ad Bonam
– Quo ad Functionam : Dubia ad Bonam
– Quo ad Sanactionam : Dubia ad Bonam
Planning
Edukasi
monitoring

keadaan diagnosis
umum penyakit

tanda-tanda penyebab
vital penyakit

keluhan lain
Terapi dari
yang
penyakit
menyertai
BAB 3

PEMBAHASAN
Teori Kasus

Undescended testis merupakan Pasien adalah anak berjenis kelamin


kelainan kongenital yang terjadi sejak laki-laki dengan usia 6 tahun 6 bulan
lahir, namun terdapat peningkatan yang datang dengan keluhan utama
jumlah kasus pada usia lebih tua yang berupa buah zakar kecil sebelah dan
didiagnosis UDT. dirasa sejak pasien lahir.
Tidak adanya testis pada kantong
skrotum merupakan manifestasi klinis
dari Undescended Testis.
Teori Kasus

Secara epidemiologi, angka kejadian Pasien lahir cukup bulan secara


UDT di Indonesia yaitu 4-5% pada bayi operasi sectio caesarea atas indikasi
laki-laki yang lahir cukup bulan dan prolonged active phase, lahir langsung
meningkat menjadi 9%-30% pada bayi menangis dengan berat lahir 2.700
prematur. Dilaporkan 21% kasus UDT gram dan panjang 49 cm.
terjadi pada bayi berat badan lahir
kurang dari 2500 gram.
Tujuan Terapi UDT

Mencegah

Keganasan
Infertilitas Torsio
Testis
Teori Kasus

Terapi hormonal dapat diberikan pada Pada pasien, testis kanan teraba di
kasus UDT apabila letak testis pada preskrotal.
scrotal tinggi, prescrotal dan inguinal.
Teori Kasus

American Academy of Pediatrics (AAP) Pada kasus, pasien diberikan injeksi ovidrel yang
menyebutkan bahwa hormonal terapi masih mengandung choriogonadotropin alfa (HCG)
memiliki dampak terhadap penurunan testis secara serial sebanyak 10 kali dan diberikan
tergantung pada usia pasien saat dilakukan seminggu 1 kali selama 10 minggu.
terapi. Sampai tahun 2013, sebanyak 58,3% Pada injeksi kelima saat dilakukan pemeriksaan
Endokrinolog di Turki masih memilih terapi fisik, testis kanan sudah mulai teraba di daerah
hormonal untuk tata laksana UDT dan 90% skrotum namun belum turun secara sempurna,
diantaranya menggunakan HCG. tidak ada keluhan lain yang dirasakan oleh
Dosis HCG yang disarankan oleh International pasien seperti nyeri maupun demam.
Health Foundation yaitu :
• 250 IU/kali pada bayi
• 500 IU pada anak sampai usia 6 tahun
• 1000 IU pada anak lebih dari 6 tahun
Orchidopexy

Tindakan operasi sebaiknya dilakukan sebelum

pasien usia 2 tahun, bahkan beberapa penelitian

menyarankan sebaiknya dilakukan pada usia 6-12

bulan.
Indikasi absolut dilakukan
operasi pembedahan primer :

– Kegagalan terapi hormonal

– Testis ektopik

– Terdapat kelainan lain seperti hernia dengan atau tanpa


prosesus vaginalis yang terbuka
BAB 4

KESIMPULAN
Undescended testis (UDT) atau cryptorchidism  kelainan pada testis anak
Tujuan terapi UDT  untuk menempatkan testis pada kantung skrotum dan
karena terhentinya proses penurunan salah satu atau kedua testis
mencegah efek lanjut yang disebabkan oleh testis yang terperangkap dalam
rongga abdomen. Tata laksana UDT tergantung pada lokasi testis dan usia
pasien saat didiagnosis.

Terapi hormonal dapat diberikan pada kasus UDT apabila letak testis pada
scrotal tinggi, prescrotal dan inguinal. Sedangkan untuk tindakan operasi
sebaiknya dilakukan sebelum pasien usia 2 tahun.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA

– Penson D, Krishnaswarni S, Jules A, McPheeters ML. Effectiveness of


hormonal and surgical therapies for cryptorchidism: a systematic review.
Pediatrics 2013;131:1897-907.
– Batubara JRL, Setyanto DB, Firmansyah A. Natural history of
cryptorchidism of live births up to 9 months of age in Cipto
Mangunkusumo Hospital. J ASEAN Federation Endocrine Soc 1999;17:20-
8.
– Barthold JS, González R. The epidemiology of congenital cryptorchidism,
testicularascent and orchiopexy. J Urol 2003;170:2396–401.
– Miller DC, Saigal CS, Litwin MS. The demographic burden of urologic
diseases in America. Urol Clin North Am 2009;36:11–27.
– Campbell MF, Wein AJ, Kavoussi LR. Dalam: Campbell-Walsh, penyunting.
Urology. Edisi ke-9. Philadephia: Saunders;2007.h.1223-65
DAFTAR PUSTAKA

– Bertelloni S, Banroncelli GI, Ghirri P, Spinelli C, Saggese G. Hormonal treatment for


unilateral inguinal testis: comparison of four different treatment. Horm Res
2001;55:236-9.
– Henna MR, Del Nero RG, Sampaio CZ, Atallah AN, Schettini ST, Castro AA, dkk.
Hormonal cryptorchidism therapy. Pediatr Surg Int 2004;20:357-9.
– Suryawan WB, Batubara JRL, Tridjaja B, Pulungan AB. Gambaran klinis
kriptokidismus di poliklinik endokrinologi anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
1998-2002.
– Sari Pediatri 2003;5:111-6. Buku ajar endokrinologi anak. Testis dan gangguannya.
Dalam: Batubara JRL, Tridjaja B, Pulungan AB, penyunting. Jakarta: Badan penerbit
IDAI;2010. h.73-82.
– Abaci A, Catli G, Anik A, Bober E. Epidemiology, classification and management of
undescended testes: does medication have value in its treatment. J Clin Res Pediatr
Endocrinol 2013;5:65-72.
DAFTAR PUSTAKA

– Ritzen EM. Undescended testes: a consensus of management. Eur J


Endocrinol 2008;159:87-90.
– Dunkel L, Taskinen S, Hovatta O, Tilly JL,Wikstrom S. Germ cell apoptosis
after treatment with human chorionic gonadotropin. Horm Res
1988;30:198-205.
– Feyles F, Peiretti V, Mussa A, Manenti M, Canavese F, Cortese MG, Lala R.
Improved sperm count and motility in young men surgically treated for
cryptochidism in the first year of life. Eur J Peditr Surg 2013;34:176-83.
– Hjertkvist M, Lackgren G, Ploen L, Bergh A. Does HCG treatment induce
inflammastion-like changes in unde-scended testes in boys? J Pediatr Surg
1993;28:254-8.
– Cortes D, Thorup JM, Visfeldt J. Cryptorchidism: aspects of fertility and
neoplasms. Horm Res 2001;55:21-7.
DAFTAR PUSTAKA

– Lee PA. Fertility after cryptorchidism: epidemiology and other outcome


studies. Urology 2005;66:427-31.
– Cortes D, Thorup J, Visfeldt J. Hormonal treatment may harm the germ
cells in 1-3 year old boys with cryptorchidism. J Urol 2000;163:1290-2.
– Kaleva M, Arsalo A, Louhimo I, Rapola J, Perheentupa J, Henriksen K,
Toppari J. Treatment with human chorionic gonadotrophin for
cryptorchidism: clinical and histological effects. Int J Androl 1996;19:293-
8.
– Demirbilek S, Atayur HF, Celik N, Aydin G. Does treatment with human
chorionic gonadotropin induce reversible changes in undescended testes
in boys? Pediatr Surg Int 1997;12:591-4.
– Wood HM, Elder JS. Cryptorchidism and testicular cancer: separating fact
from fiction. J Urol 2009;181:452-61.
DAFTAR PUSTAKA

– Zivkovic D, Bica DG, Hadziselimovic F. Effects of hormonal


treatment on the contralateral descended testis in
unilateral. J Pediatr Urol 2006;5:468-72.
– Thorson AV, Christiansen P, Ritzen M. Efficacy and safety of
hormonal treatment of cryptorchidism: current state of
the art. Acta Paediatr 2007;96:628-30.
– Giannopoulos MF, Ioannis G, Vlachakis IG, Charissis GC.
Thirdteen years experience with combined hormonal
therapy of cryptorchidism. Horm Res 2001;55:33–7.