Anda di halaman 1dari 73

HISTOLOGI GIGI

Dr. drg. Nila Kasuma, M.Biomed

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Andalas
2017
DECIDUI

PERMANEN
32
8I 4C 8P 12 M
gigi
ENAMEL/EMAIL
– Melapisi dentin pada bagian mahkota
– Merupakan struktur paling keras pd tubuh
– Tersusun oleh :
• 96 % anorganik  kristal hidroksiapatit
• 4 % materi organik dan air
– Disusun oleh enamel rods (prisma email) yang
dibungkus oleh matriks organik (rod sheaths)
– Enamel bersifat transparan
Structure
I. Prisms or rods.
II. Rod sheath.
III. Inter-prismatic substance.
IV. Striations.
V. Direction of rods.
VI. Hunter-Schreger bands.
VII. Incremental lines.
VIII. Surface structures.
IX. Enamel lamellae.
X. Enamel tufts.
XI. Dentino-enamel junction.
XII. Odontoblastic processes and enamel spindles.
Microscopic structure
1-Rods (prism).
2- Rod sheath.
3-Inter rodal cement substance
1. Enamel Rods
 Jumlah: 5 – 12 millions.
 Arah : oblique dan bergelombang.
 Panjang : lebih panjang daripada ketebalan
enamel.
 Diameter : 4 µm.
 Tampilan: clear crystalline
 Cross-section: hexagonal, bulat, oval, sisik ikan.
ARAH ENAMEL RODS

permanent tooth Deciduous tooth


Gnarled enamel
Twisted
Gnarled course of
enamel enamel rods
D

Gnarled enamel adalah struktur rod yang


bergelombang. Ditemukan pada incical edge, dan
ujung cusp.
2. Rod Sheath
 Lapisan tipis.
 Lebih gelap daripada rod.
 acid-resistant.
 Kurang terkalsifikasi dan lebih banyak subtansi
organik daripada rod
3.Inter-prismatic Substance
• Menyatukan enamel rods
• Lebih terkalsifikasi daripada rod sheath
• Tapi Kurang terkalsifikasi dibanding enamel
rods
Hunter-Schreger Bands
• Garis terang dan gelap
• Berasal dari DEJ
3. Hunter-Schreger Bands
terbentuk karena :

1. Perubahan arah enamel rods

2. Kalsifikasi enamel rods yang bervariasi

3. Perbedaan material organik dan


permeabilitas
4. Incremental Lines
A. Incremental Lines of Retzius
B. Neonatal Line
4a. Incremental Lines of Retzius:
• Terbentuk karena variasi struktur dan
mineralisiasi

• Etiology

1. Periodic bending E. rods.

2. Variasi struktur organik.

3. Ritme kalsifikasi fisiologis


Incremental Lines of Retzius:
4b. Neonatal Line
• Perkembangan enamel antenatal dan
postnatal dibedakan oleh neonatal line
• Etiologi
– antenatal E. lebih terkalsifikasi daripada postnatal
Neonatal Line
Prenatal enamel

Neonatal line

Postnatal enamel
5. Enamel Lamellae
• Sangat tipis
• Merentang dari
permukaan
enamel ke DEJ,
jarang meluas
sampai ke dentin
Enamel tufts

• Enamel rod dan substansi interprismatik


yang mengalami hipokalsifikasi
• DEJ  enamel sekitar sepertiga sampai
seperlima ketebalan enamel
• Akhirannya bercabang
6. Surface Structures
a. Structureless layer (E. skin)

b. Perikymata

c. Rod ends

d. Cracks

e. Enamel cuticle
a. Structureless layer
30 mikron
>> servikal
<< cups
Ditemukan pada gigi desidui dan 70% gigi
permanen

•Tidak ada enamel rods

•Kristal apatit paralel dengan striae of retzius


b. Perikymata
Perpanjangan
incremental lines
of Retzius ke
permukaan
eksternal
Menyerupai alur di
permukaan
c. Rod ends
• Konkaf, dalam dan tajam
•  melekatnya material plak  karies.
• Rod end lebih dalam pada daerah incisal
dan oklusal dan paling dangkal pada
daerah servikal
d. Cracks
• Sangat sempit
• Strukturnya seperti
fisur yang terdapat
hampir pada semua
permukaan
• Tepi terluar dari
enamel lamellae
e. Enamel cuticle
1. Primary E. cuticle (Nasmyth’s membrane) :
menutupi mahkota gigi yang baru erupsi

2. Secondary E. cutile (afibrilar cementum). :


bagian servikal enamel

3. Pellicle (a precipitate of salivary proteins) :


terbentuk beberapa jam setelah mechanical
cleansing
Dentino-Enamel Junction
Enamel spindles
matriks dentin yang masuk ke
dalam enamel dengan
akhiran menebal

Area sensitif
terhadap rasa
sakit
Pembentukan Enamel
 Lapisan 1st dentin  pembentukan enamel  amelogenesis
 sel ameloblast
 Tahap pembentukan enamel
sekresi  melibatkan protein dan matrik organik 
partially mineralized enamel
pematangan
 Enamel diproduksi secara bertahap (±3,5µm/hari)  Lines
of Retriuz
 Setelah pembentukan enamel lengkap ameloblast
degenerasi  struktur non vital
Gambar Ameloblast
HISTOLOGI DENTIN
DENTIN
– Merupakan penyusun terbesar gigi
– Struktur terkeras no 2 dalam tubuh
– Warna semitranslusen agak kekuningan
– Dentin dihasilkan oleh odontoblas
DENTIN
– Dentin diproduksi bertahap 4 – 8 µm/hari
 lines of Owen
– Setelah dentinogenesis odontoblast masih
hidup  dentin dapat memperbaiki diri
– Dentin diproduksi terus selama hidup 
cavum pulpa menyempit
Komposisi Dentin

Berat Volume
70% 45%
anorganik anorganik

20% 33%
organik organik

22%
10% air
organik
Odontoblas

– Sel kolumnar melapisi rongga pulpa


– Inti terletak dibasal
– Punya vesikel yang terisi prokolagen 
disekresikan menjadi tropokolagen dalam
predentin  kalsifikasi  dentin
Pulp
Dentin

Odontoblast cell layer


Tubulus Dentin
• Bentuk
 sigmoid (“S”)
 Lurus pada akar, incisal dan cusp
• Akar < Mahkota
• Lebih bercabang pada bagian ujung di dentin
akar daripada dentin coronal
• TD yg meluas melewati DEJ menuju ke enamel
beberapa mm  enamel spindles
Intertubular Dentin Peritubular Dentin

• Terletak di antara tubulus • Mengelilingi tubulus


dentin dentin
• Produk sekretori primer • Termineralisasi (++),
odontoblast kolagen (--)
• Terdiri dari serat kolagen
tipe I dan crystal apatit
Predentin
• Tidak
termineralisasi
• Berada pada
tepi jaringan
pulpa
• 2 – 6 mikron
(tergantung
aktivitas
odontoblast)
Dentine
A-circumpulpal dentine
B-mantle dentine
C-hyaline layer
D-granular layer
E-secondary dentine-regular
F-secondary dentine-irregular
H-enamel
I-cementum

A-odontoblast
B-predentine
C-dentine
Tipe Dentin
Primary Dentin
• Dentin yang terbentuk sebelum dan selama erupsi ,
yaitu :
• - Mantle dentin : lapisan luar dentin yang
termineralisasi pertama kali, didekat DEJ
• -Circumpulpal dentin : di bawah mantel dentin, di
dinding pulpa bagian luar
• -Peritubular dentin
• -Intertubular dentin

• Mantel dentin dengan circumpulpal dentin dipisahkan


oleh interglobular dentin
Tipe Dentin
Secondary Dentin

• Berkembang setelah akar terbentuk sempuran


• Pembentukan lambat

Tertiary Dentin

• Dentin yang terbentuk sebagai rx terhadap stimulus


seperti atrisi, karies, dan prosedur restoratif. Ada 2
jenis :
• - Reactionary dentin : dibentuk o/ odontoblast yang
sudah ada
• - Reactive dentin : dibentuk o/ odontoblast yang baru
terdiferensiasi
Dead tracts

Tertiary
dentin

Secondary
physiological
dentin

Primary
physiological
dentin
Tomes Granular Layer
• Di akar dekat CDJ
• Area hipomineralisasi mengelilingi tubulus
dentin
Incremental Growth Line
• Matrix dentin terdeposit secara berlapis-lapis
4mikron perhari, sehingga membentuk
struktur yang berlapis yang disebut
Incremental growth line
Incremental line of von Ebner
Lines of Owen : pola mineralisasi fisiologis

Enamel
Dentin

Lines of Lines of
Retzius Owen

Dentino-enamel Junction
Neonatal lines in Dentin

• Terlihat di semua gigi decidui dan M1


HISTOLOGI PULPA
Functions of the Dental Pulp
 Nutrition: blood supply for pulp and dentin.
 Sensory: changes in temp., vibration and chemical
that affect the dentin and pulp.
 Formative: the pulp involve in the support,
maintenance and continued formation of dentin.
 Defensive: triggering of inflammatory and immune
response.
 Protective: Development and formation of
secondary and tertiary dentin which increase the
coverage of the pulp.
Anatomy of Pulp
Pulp horns or cornua Pulp Chamber or coronal
pulp

Root canal or radicular


pulp

foramina apical

Accessory canals or
lateral canal
Lateral or accessory canal
Odontoblastic Predentin
process

Cell bodies
Odontoblasts

Cell-free zone

Cell-rich zone
Struktur Mikroskopis Pulpa
Dari zona terluar – ke Description
dalam
Odontoblastic layer •Membatasi dinding pulpa bagian luar
•Terdiri dari odontoblast

Cell-free zone •Jumlah cell lebih sedikit daripada odontoblastic


layer
•Terdapat Nervus dan plexus capiler
Cell-rich zone •Jumlah sel lebih banyak dan rapat daripada cell-
free zone
•Vascular lebih banyak
Pulpal-core •Terletak di tengah pulp chamber
•Banyak sel
•Vascular lebih banyak
Dentin
Odontoblasts layer

Predentin
Cell rich zone
Pulp core

Cell free zone


Struktur Pulpa
 Cells: Odontoblast, Fibroblast, leukosit, Undifferentiated
mesenchymal cells, Macrofag dan limfosit. Tanpa sel lemak.

 Fibrous Matrix: Serat collagen (Type I dan Type III).

 Ground subtance: medium transpor nutrisi ke sel ; metabolit


sel ke pembuluh darah
Vascularity and Nerves of the Pulp

 Vaskularisasi pulpa : berasal dari A. Carotid externa  A. Alveolar


superior /inferior.

 Inervasi : Several large nerves enter the apical canal of each


Molar and Premolar and single ones enter the anterior teeth. This
trunks transverse the radicular pulp, proceed to the coronal area
and branch peripherally.
Nerves and vessels in pulp

Pembuluh darah masuk dan keluar dari pulpa melalui foramen


apikal dan accessory foramina.

Nervus masuk ke pulpa melalui foramen apikal , sejalan dengan


pembuluh darah afferent membentuk Neurovascular bundle
Nerves in pulp
Dental Pulp

Nerve Blood vessel


Clinically Importance features of the Dental Pulp

 Sel-sel di pulpa semakin sedikit seiring dengan bertambahnya


usia
 Semakin banyak deposisi dentin dan kalsifikasi ,Volume pulp
chamber berkurang.
HISTOLOGI CEMENTUM
SEMENTUM
• Lapisan keras dari jaringan mesenkim
• Melapisi bagian anatomikal gigi (CEJ  apex)
• = substantia ossea
• Merupakan jaringan periodonsium
• Jenis
• Aseluler (primary)
• Seluler (secondary)
TERIMAKASIH