Anda di halaman 1dari 57

HISTOLOGI JARINGAN

PENDUKUNG
Dr. drg. Nila Kasuma,
M.Biomed

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Andalas
2017
HISTOLOGI GINGIVA
GINGIVA EPITHELIUM
Terdiri dari :
Epithelium  stratified squamosa, keratinized mucosa

• 1.Oral epithelium
• 2.Sulcular epithelium
• 3.Junctional epithelium

Jaringan ikat  lamina propria


1.Oral Epithelium
 Keratinized or parakeratinized
Dari MGJ ke crest gingival margin,
bersifat permeable, barrier partikel
4 lapisan :
1) Stratum basale (Basal cell layer)

2) Stratum Spinosum

3) Stratum granulosum

4) Stratum corneum (Keratinized, para, or


nonkeratinized)
Stratum....
Stratum Basale

• Cuboidal
• Kontak dengan membran basal via
hemidesmosome
• Kontak dengan sel terdekat via desmosomal

Spinosum

• 10-20 lapis sel polihedral


• Berikatan dengan sel lain via hemidesmosom
Stratum granulosum

• Memiliki keratohialine dan granula


glikogen
• Sintesis keratin

Corneum

• Sel pipih, tidak ada nukleus


• Sitoplasma berisi keratin
Fungsi utama gingival epithelium : melindungi struktur
di dalamnya dengan proliferasi dan diferensiasi
proliferasi
diferensiasi
Tahapan :
Mitosis di
stratum basale 1. Sel basal layer
memipih
Bbrp sel 2. Pe + jml junction
proliferatif, sel intercelluler
lain akan 3. Pe + produksi
bermigrasi ke keratohyaline
permukaan
4. Nukleus
menghilang,
diferensiasi selesai
Gingival epithelium

• Selain keratinocyte cell, epithel gingiva juga


memiliki non-keratinocyte cells 

– Langerhans cells :
• Dendritik
• Diantara keratinosit di suprabasal
• Berfungsi dalam respon imunologis

NEXT PAGE 
Cont…
– Melanocyte
• Sel dendritik
• Di stratum basale dan spinosum
• Memiliki tyrosynase yang dapat dikonvert menjadi
melanin (pigmentasi)
– Merkell cell
• Di lapisan paling dalam dari epithelium
• Penerima rangsangan tactile
2. Sulcular Epithelium

• Di bagian lateral sulcus gingiva

• Tipis, non keratin, stratified squamose

• Permeable , produk bakteri dapat masuk ke


gingiva, dan GCF dapat keluar dari ggv ke
sulcus
3. Junctional epithelium

• Permukaan melekat ke
gigi, permukaan lainnya
berhubungan dengan
jaringan ikat
• Non keratin
• Stratified squamosa
• Batas antara epithelium dengan jaringan ikat
(lamina propria)  basal lamina

• Basal lamina terdiri dari :


– Lamina lucida : (glycoprotein laminin)
– Lamina densa : kolagen tipe IV
Junctional epithelium memiliki 2 basal lamina :
• Internal basal lamina : menghadap gigi
• External basal lamina : bertemu dengan jaringan ikat
CONNECTIVE TISSUE (LAMINA PROPRIA)
Lamina propria terdiri dari:
• serat kolagen
• subtansi intercelluler
• sel
• pembuluh darah
• Nervus

Terbagi 2 lapisan :
(1) the papillary layer : berlekatan dengan epithelium
(2) reticular layer, : berlekatan dengan periosteum
HISTOLOGI LIGAMENT
PERIODONTAL
Histological structure
Periodontal ligament dibentuk oleh :

cells Extracellular
substances
Synthetic
Fibers,
Resorptive
ground substances
Progenitor
blood vessels,
Defensive
nerves & lymphatics.
cellular
substances The cells
Synthetic fibroblasts, osteoblasts cementoblasts.
cells

Resorptive cementoclasts , osteoclasts fibroclasts.


cells

Progenitor
cells undifferentiated mesenchymal cells
Defensive macrophage, lymphocytes and mast
cells cells

epithelial cells sisa epithelial


Malassez
Potongan longitudinal melalui aspek mesial (Gb. 5-10) dan distal (Gb. 5-11)
ligamen periodonsium premolar mandibula. Pada sisi mesial gigi terdapat
beberapa osteoklas (OC) sepanjang permukaan tulang menunjukkan
terjadi resorpsi. Pada sisi distal, ditandai khas dengan proses aposisi.
Kelompokan set terwarna gelap adalah sisa epitel Malassez (MA). C,
sementum; CB, sementoblas; OB, osteoblas. x 110. AB, Alveolar Bone
drg.Dedi Sumantri
Extracellular
substances

1.The fibers
• Collagen
Terbagi atas:
A) The principal fibers.
B) The accessory fibers.
C) The oxytalan ( elastic ) fibers.
A- The principal fibers
Serat kolagen yang menghubungkan cementum ke
alveolar bone dan membentuk periodontal ligament

Terdiri dari :
a) Gingival fibers.
b) Transseptal / interdental ligament.
c) Alveolodental ligament terbagi menjadi 5 kelompok :
1- Alveolar crest group.
2- Horizontal group.
3- Oblique group.
4-Apical group.
5- Interradicular group.
B- Accessory fibers:

• Mencegah terjadinya rotasi gigi

• Terletak di regio Horizontal group


C.Oxytalan Fibers

 Immature elastic fibers.

 Arah aksial/ oblique

 Fungsi : mencegah menutupnya pembuluh


darah PDL mada saat mastikasi
Interstitial Tissue

Jaringan ikat
longgar yang
mengelilingi
pembuluh darah,
limfatik, dan
nervus

Terdapat
Fibroblasts
histiocytes, dan
lymphocytes
drg.Dedi Sumantri
HISTOLOGI CEMENTUM
Cementum

jaringan termineralisasi yang menutupi


akar gigi.
Kesamaan dengan tulang kompakta,
perbedaannya:
tulang --- vaskuler
cementum --- avaskuler.

drg.Dedi Sumantri
Cellular components of cementum
CEMENTOBLASTS
 Setelah selubung Hertwig hancur, sel mesenkimal
yang tidak terdiferensiasi dari jaringan ikat
berdiferensiasi menjadi cementoblast

 Mensintesis kolagen dan protein polisakarida yang


membangun matrix organik cementum

33
CEMENTOBLASTS
 Soon after Hertwig’s sheath breaks up, undifferentiated
mesenchymal cells from adjacent connective tissue
differentiate into cementoblasts.

 Synthesize collagen & protein polysaccharides which


make up the organic matrix of cementum.

 Have numerous mitochondria, a well-formed golgi


apparatus, & large amounts of granular endoplasmic
reticulum.

34
35
36
JARINGAN CEMENTOID
 Matrix yang tidak terkalsifikasi.

 PDL berlekatan dengan cementum, serabut yang


menempel di permukaan cementum adalah
Sharpey’s fibers.

37
38
Schroeder’s classification
Acellular afibrillar cementum

Acellular extrinsic fiber cementum

Cellular mixed stratified cementum

Cellular intrinsic fiber cementum

Intermediate cementum
39
Cementum terdiri dari 2 jenis :

cellular
acellular

40
Acellular cementum

41
CELLULAR CEMENTUM

42
Mikrograf sepertiga tengah akar gigi sulung memperlihatkan transisi antara
sementum aselular (AC) dan sementum selular (CC). CDJ, perlekatan
sementodentin, IL, garis pertambahan. x 72.
drg.Dedi Sumantri
INCREMENTAL LINES

• Adalah area yang


termineralisasi dengan
baik , memiliki kolagen
lebih sedikit

44
CEMENTODENTINAL JUNCTION

 Zona perbatasan antara cementum dengan dentin


disebut : intermediate cementum layer.

 Lapisan tersebut lebih sering terlihat di 2/3 apikal


akar molar dan premolar
.

45
46
RELATION OF CEMENTUM TO ENAMEL AT
THE CEMENTOENAMEL JUNCTION

47
HISTOLOGI TULANG ALVEOLAR
4. TULANG ALVEOLAR
Tulang Alveolaris
* Bagian mandibula atau maksila yang
menjadi tempat tertanamnya gigi
* Secara radiografik tulang ini tampak
sebagai garis yang radioopak.
* Secara kontinu tulang mengalami
remodeling

drg.Dedi Sumantri
Sel-sel tulang
1. Osteoblas
 berfungsi untuk pembentukan tulang dg
mensintesa matrik ekstraseluler.
 Terdapat pada permukaan tulang
 Berdiferensiasi pada 2 type berbeda:
○ Bone lining cells
○ Osteocyt  sel tlg yang tertanam dalam
matrik yg termineraslisasi

drg.Dedi Sumantri
2. Osteoclast
* berperan pada proses resorbsi tulang
* remodeling tulang dimulai dengan
penyerapan permukaan tulang oleh
osteoclast

3. Osteosit
merupakan sel tulang yg terdapat pada
matrik yang mengalami mineralisasi
drg.Dedi Sumantri
• Osteoblas berdiferensiasi dari sel-sel jaringan
ikat di dekatnya.

• Osteoblas mempunyai tanda-tanda sitologik


yang khas bagi sel-sel yang menghasilkan
matriks, yaitu mitokondria, aparatus golgi
yang berkembang dan retikulum endoplasma
granular.

drg.Dedi Sumantri
Siklus remodeling tulang
Preosteoblas diaktifkan pada tempat resorbsi
 berdiferensiasi menjadi osteoclas 
membentuk lekukan resorbsi
Setelah periode resorbsi aktif selesai
digantikan oleh mononukler
Melalui proses coupling  deposit
preosteoblas  berdifferensiasi membentuk
sel yang aktif menghasilkan matrik dan
membentuk tulang

drg.Dedi Sumantri
drg.Dedi Sumantri
Remodeling tulang
• Terjadi resorbsi tulang oleh osteoclat yang
diikuti pembentukan tulang baru oleh
osteoblast

drg.Dedi Sumantri
drg.Dedi Sumantri
TERIMAKASIH

SELAMAT BELAJAR..