Anda di halaman 1dari 16

PEMERANAN DAN

PENYUTRADARAAN
Mengurai kebekuan dalam Teater

Oleh : Apriadi Salianus, S.Pd.K


SMA SANTU PETRUS
Pengertian Teater

Teater adalah seni pertunjukan kolektif, menyajikan kehidupan manusia,


melibatkan banyak orang untuk memberikan tekanan artistik, sehingga
tontonan menjadi menarik.
Tulang punggung dari sebuah teater adalah para pemain (aktor/aktris)
dibawah arahan sutradara yang hebat.
Unsur Teater
Selain tubuh pemeran dan cerita/lakon sebagai bagian utama,
unsur penunjang utama adalah :

1. Gerak, : acting, melakukan,


menciptakan karakter, komposisi.
2. Suara : diksi, intonasi, tempo,
dinamika, artikulasi
3. Bunyi : diciptakan pemeran atau
buatan/tiruan, musik ilustrasi.
4. Rupa : properti, dekorasi, kostum,
rias, lighting, efek visual
Teater sebagai imitasi kehidupan

1. Plot atau alur cerita sebagai bentuk kehidupan manusia


2. Adanya suatu action sebagai pelukisan hidup manusia
3. Adanya hubungan bahasa pentas dan sastra
4. Pemeran (penokohan atau perwatakan)
5. Konflik manusia merupakan dasar lakon (cerita)
6. Dialognya banyak berorientasi pada dialog hidup
masyarakat
Struktur pertunjukan Seni Teater
a. Plot merupakan jalinan cerita
b. Penokohan dan perwatakan
c. Penulis lakon sudah menggambarkan perwatakan tokohnya. Dalam
keterkaitan penokohan dan perwatakan terdapat tokoh
protagonist, tokoh antagonis dan tokoh pembantu (tritagonis).
d. Dialog
e. Ciri khas suatu drama adalah naskah yang berbentuk percakapan
atau dialog yang berbentuk lisan dan komunikatif dan bukan ragam
bahasa tulis.
f. Setting biasanya disebut latar cerita. Setting meliputi tiga dimensi,
yaitu tempat, ruang dan waktu.
g. Tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama.
Tema berhubungan dengan premis drama yang berhubungan
dengan nada dasar dan sudut pandang pengarang.
h. Amanat atau pesan pengarang lakon.
Struktur Dramatik

 Eksposisi ; menyajikan segala informasi tentang tokoh


cerita, keadaan saat cerita terjadi, suasana yang diinginkan
cerita.
 Komplikasi ; menunjukkan pertumbuhan cerita lengkap
dengan persoalan dan konflik.
 Klimakasi, berupa konflik puncak.
 Resolusi, menguraikan pemecahan persoalan.
 Konklusi, biasanya berupa kesimpulan akhir dari cerita.

Aristhoteles
PEMERANAN / ACTING
Pemeran ialah seniman yang mewujudkan peran
dari tokoh yang akan digambarkan. Berperan
adalah menjadi orang lain sesuai dengan tuntutan
lakon drama. Sejauh mana keterampilan
seseorang actor dalam berperan ditentukan oleh
kemampuannya meninggalkan egonya sendiri dan
memasuki serta mengekspresikan tokoh lain
yang dibawakannya

Unsur terpenting dalam mewujudkan pemeranan


adalah :

 Kreativitas
 Teknik Bermain
 Intelektualitas
Peralatan untuk Menciptakan Tokoh

1. Penampilan Fisik
2. Penampilan Laku Fisik
3. Penampilan Vokal
4. Penampilan Emosi dan Intelegensi
Kualitas Pemeranan
Dalam seni peran setiap tokoh harus mampu memerintah badan, suara, emosi
dan semua situasi dramatik. Ia harus mampu membantu dan mengontrol
karakter.

Untuk menunjang permaian, pemeran dapat melakukan :

1. Latihan Olah Tubuh


2. Latihan Olah Suara
3. Observasi dan Imajinasi
4. Latihan Konsentrasi
5. Latihan Teknik Harmoni
Jenis Tokoh
Karakter berkaitan erat dengan penokohan dan perwatakan.

Berdasarkan peranan terhadap jalan cerita, terdapat tokoh-tokoh sebagai


berikut:
A. Tokoh Protagonis, yaitu tokoh
yang mendukung cerita.
B. Tokoh Antagonis, yaitu tokoh
penentang cerita.
C. Tokoh Tritagonis, yaitu tokoh
pembantu (baik untuk protagonis
maupun antagonis).
Jenis Tokoh
Berdasarkan peranannya dalam tokoh serta fungsinya, terdapat tokoh-tokoh
sebagai berikut:

A. Tokoh Sentral, yaitu tokoh yang paling menentukan


gerakan lakon. Tokoh sentral merupakan biang keladi
pertikaian (protagonist dan antagonis).
B. Tokoh Utama, yaitu tokoh pendukung atau penentang
tokoh sentral. Dapat juga disebut perantara tokoh
sentral (tritagonis).
C. Tokoh Pembantu, yaitu tokoh yang memegang peran
pelengkap atau tambahan dari mata rantai cerita.
PENYUTRADARAAN
Sutradara merupakan pemimpin tertinggi dalam pementasan di bidang teknik
artistik. Ia merupakan seorang seniman yang mewujudkan gagasan-gagasannya
dari naskah yang dipilih ke dalam wujud pementasan.

Tugas dan wewenang Sutradara

 Memilih pemain
 Menjelaskan penafsiran lakon kepada pemain
 Menyusun rencana pembiayaan
 Mendiskusikan rancangan tata panggung, tata rias, dan tata cahaya
 Melatih para pemain
 Mewujudkan lakon di atas pentas
 Memberikan dorongan moral dan mengamati pertunjukan selama
pertunjukan berlangsung
MEMILIH PERAN
Aktor dan aktris merupakan tulang pementasan. Pemilihan aktor atau aktris
biasanya disebut casting.
Ada lima macam teknik casting yaitu :

1. Casting by ability, yaitu pemilihan peran berdasar kecakapan


atau kemahiran yang sama atau mendekati peran yang dibawakan
2. Casting ti type, yaitu pemilihan peran berdasarkan atas
kecocokan fisik pemain
3. Antitype casting, yaitu pemilihan peran bertentangan dengan
watak dan ciri fisik yang dibawakan (berlawanan dengan watak dan
ciri fisiknya sendiri)
4. Casting to emotional temperament, yaitu pemilihan pemeran
berdasarkan observasi kehidupan pribadi calon pemeran
5. Therapeutic casting, yaitu pemilihan pemeran dengan maksud
untuk penyembuhan terhadap ketidakseimbangan psikologi dalam
diri seseorang
Sutradara dalam Kegiatan Berlatih
 Menentukan pemain.
 Menentukan adegan yang akan dilatihkan.
 Membaca dan mengintrepretasi naskah.
 Melakukan latihan Gerak Fisik dan Vokal sesuai dengan
intrepretasi naskah.
 Menetapkan komposisi pentas (blocking).
 Berlatih dengan menggunakan peralatan pentas.
 Memperhatikan dan mencatat segala yang kurang.
 Membuat catatan kebutuhan dukungan artistik.
 Sinkronisasi dengan bunyi atau musik.
Sutradara dan Tim Kreatif

Hanya khusus di PSP, sutradara harus selalu mampu


mengkomunikasikan kebutuhan kerjanya kepada tim
kreatif dalam urusan membagi tata urut pembagian
adegan / scene.

Pilihan : Opening Scene dibuka oleh Video Bumper,


Musik Tema, Tari atau Action.
SELAMAT BERKREASI
Hanya dengan semangat dan kebersamaan yang tinggi
karya Anda akan dihargai.