Anda di halaman 1dari 31

Mikrosirkulasi

Yose Ramda Ilhami


Mikrosirkulasi (Pembuluh darah kecil)

• Arteriol kecil
• Metarteriol
• Sphincter pre kapiler
• Kapiler
• Venul kecil
Mikrosirkulasi
Mikrosirkulasi

• Berperan dalam jumlah luas


permukaan pembuluh darah yang
sangat besar
• Berperan sebagai penampung
volume darah yang sangat besar
Mikrosirkulasi
Regulasi aliran darah melalui jaringan –
Arterioles primer
Persarafan-simpatis

precapillary sphincter
Arteriol sekunder dan tersier – at the start of
Otot polos sedikit, sebagian besar capillary
persarafan

Arteriol terminal Capillaries


Mekanisme Kontrol Aliran Darah

• Aliran darah sebanding dengan kebutuhan metabolik


dari jaringan
• Aliran darah ke jaringan diatur oleh 2 fase regulasi
• Regulasi akut  konstriksi atau dilatasi lokal arteriol,
metarteriol, spinkter prekapiler
• Regulasi jangka panjang  peningkatan aliran darah ke
jaringan yang tumbuh atau jaringan dengan peningkatan
kebutuhan melalui pembentukan pembuluh darah baru
(angiogenesis atau faktor angiogenik)
Kontrol Lokal Aliran Darah

• Autoregulasi  menjaga aliran darah tetap konstan ke satu organ


tidak tergantung fluktuasi tekanan darah
• Hiperemia aktif  ketika jaringan menjadi sangat aktif (otot
rangka ketika beraktifitas)  laju aliran darah melalui jaringan
meningkat
• Hiperemia reaktif  ketika aliran darah ke jaringan di blok
beberapa detik dan kemudian dibuka, aliran darah melalui
jaringan meningkat lebih 4-7 kali normal
Arteriol

• Pembuluh darah resistens utama


• Resistensi arteriol  mengubah tekanan pulsatil
sistolik dan diastolik pada arteri menjadi tekanan
non fluktuan pada kapiler
• Jumlah dan ukuran dapat diatur tergantung pada
• Distribusi curah jantung pada organ sistemik
• Membantu regulasi tekanan darah arteri
Arteriol

• Mekanisme terlibat dalam mengatur resistensi


arteriol
• Vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah)
• Vasodilatasi
• Pembesaran diameter dan keliling dari pembuluh darah
• Berasal dari relaksasi lapisan otot polos
• Mengakibatkan penurunan resistensi dan peningkatan
aliran yang melalui pembuluh darah
Vasokonstriksi dan
vasodilatasi
arteriol
Arteriol

• Aliran darah ke otak yang relatif konstan


• Perubahan dalam organ dan organ lain mempengaruhi diameter
pembuluh darah dan mempengaruhi aliran darah ke organ
• Pengaruh kimia lokal pada diameter arteriol
• Perubahan metabolik lokal
• Pelepasan histamin
• Pengaruh fisik lokal pada diameter arteriol
• Aplikasi panas atau dingin
• Respons kimia terhadap shear stres
• Respons otot terhadap regangan
Arteriol

• Faktor yang meningkatkan tonus dan


menyebabkan vasokonstriksi
• Stimulasi simpatis
• Epinefrin dan norepinefrin
• Angiotensin II
• Vasopressin
• Endothelin
• Peningkatan O2
• Penurun CO2
• Dingin
Arteriol

• Faktor yang mengakibatkan relaksasi otot polos


arteriol
• Penurunan O2
• Peningkatan CO2
• Peningkatan asam
• Peningkatan K+
• Peningkatan osmolaritas
• Pelepasan adenosine
• Pelepasan prostaglandin
Arteriol

• Mediator vasoaktif lokal


• Sel endotel
• Melepaskan mediator kimia yang berperan dalam mengatur
ukuran arteriol secara lokal
• Melepaskan zat kimia yang bekerja lokal terhadap respons
perubahan kimia pada lingkungan
• Mediator lokal yang paling banyak diteliti adalah nitric
oxide (NO)
• Kontrol ekstrinsik
• Didapatkan terutama dari pengaruh saraf simpatis
• Selain itu juga dari pengaruh hormonal terhadap otot polos arteriol
• Arteriole  Meta arteriole  Capillaries
 Venules.

• Sphincter pre kapiler terdapat pada


pertemuan antara meta arteriol dengan
kapiler. Sphincter ini akan membuka dan
menutup jalan masuk kapiler sehingga bisa
meregulasi aliran darah melalui kapiler
Exchange Vessels

• Tempat terjadinya pertukaran air, elektrolit dan molekul


kecil antara kompartmen intravaskuler dan
ekstravaskuler pada tubuh
• Tempat utama terjadinya pertukaran adalah kapiler dan
venula kecil post kapiler (exchange vessels)
Exchange Vessels
• Kapiler
• Exchange vessel kecil (6-10µ) terdiri dari sel endotel yang
sangat tipis dikelilingi oleh membran basalis (tanpa otot
polos)
• Tiga struktur kapiler
• Struktur kapiler
• Kontinyu  pada otot, kulit, paru, sistem saraf pusat) 
membran basalis kontinyu dan celah interseluler sangat rapat
(memiliki tight junctions)  memiliki permeabilitas paling
rendah
• Fenestrated  pada kelenjar eksokrin, glomerulus ginjal,
mukosa intestinal  perforasi pada endotel menghasilkan
permeabilitas yang relatif tinggi
• Diskontinyu  pada hepar, lien, sumsum tulang  adanya
celah interseluler besar dan celah pada membran basalis yang
menghasilkan permebailitas yang sangat tinggi
• Kapiler
• Memiliki area permukaan luas dan permeabilitas yang
relatif tinggi (terutama pada celah interseluler) ke
cairan dan makromolekul yang menjadikan kapiler
sebagai tempat utama pertukaran cairan, elektrolit,
gas dan makromolekul
• Pada beberapa organ, sphincter pre kapiler dapat
mengatur jumlah kapiler yang dialiri darah
• Venula
• Pembuluh exchange kecil (10 – 50 µ) terdiri dari sel
endotel yang dikelilingi oleh membran basalis (venula
kecil) dan otot polos (venula besar)
• Pertukaran cairan dan makromolekul terjadi pada
pertemuan venula
• Persarafan simpatis dari venula besar dapat mengatur
tekanan hidrostatik kapiler
• Pertukaran kapiler
• Pertukaran cairan melewati kapiler tergantung dari
4 tekanan
• Tekanan hidrostatik pada kapiler
• Tekanan hidrostatik pada jaringan interstitial
• Tekanan onkotik pada kapiler
• Tekanan onkotik pada jaringan interstitial
Pertukaran kapiler
• Dalam kondisi normal lebih banyak cairan difiltrasi ke cairan interstitial
dibandingkan yang direabsorbsi
• Sejumlah kecil protein juga mengalami filtrasi
• Kelebihan cairan dan protein diambil kembali oleh jaringan limfatik dan
dikembalikan ke vena
Sirkulasi Limfatik

• Berperan dalam membawa cairan interstitial ke


kompartmen vaskuler
• Aliran limfe normal 24 jam 2-4 L
• Kapiler limfatik terletak pada cairan interstitial
dekat dengan kapiler vaskuler, yang akan
bergabung dengan pembuluh darah limfatik besar
dan masuk ke dalam duktus thoracicus yang
masuk ke vena besar
Pertukaran Cairan – Jaringan Limfe Terminal

• Terdiri dari endotel dengan celah interseluler yang dikelilingi oleh


membran basalis yang sangat permeabel dan memiliki ukuran yang
sama dengan venula
• Pembuluh limfe yang lebih besar juga memiliki sel otot polos
• Vasomotion spontan dan yang diaktivasi regangan berperan dalam
memompakan cairan limfe
• Saraf simpatis dapat mempengaruhi vasomotion dan dapat
menyebabkan kontraksi
28

8/13/2018
Mekanisme Pertukaran Cairan

• Cairan, elektrolit, gas, molekul dengan berat


molekul kecil dan besar dapat melewati endotel
kapile melalui
• Difusi – gas dan bahan larut lemak
• Aliran berdasarkan tekanan – cairan dan elektrolit
melalui pori-pori
• Transport vesikuler – makromolekul
• Transport aktif – bukan merupakan mekanisme utama
Kesimpulan

• Mikrosirkulasi memegang peranan penting dalam


pengaturan jumlah aliran darah ke berbagai organ
melalui beberapa mekanisme kontrol aliran darah
• Mikrosirkulasi berperan terhadap terjadinya pertukaran
cairan, elektrolit, gas, dan makromolekul