Anda di halaman 1dari 36

REFLEKSI KASUS

SINDROM NEFROTIK

OLEH : INDAH YULIARNI


N 111 14 073

PEMBIMBING KLINIK : dr. AMSYAR PRAJA, Sp.A


PENDAHULUAN

Sindrom nefrotik (SN) merupakan suatu


penyakit ginjal yang terbanyak pada
anak

Insiden SN pada anak dalam


kepustakaan di Indonesia dilaporkan 6
per 100.000 per tahun pada anak
berusia kurang dari 14 tahun.
Perbandingan anak laki-laki dan
perempuan 2:1
EDEMA
HIPERKOLESTEROLEMIA

HIPOALBUMINEMIA PROTEINURIA

TANDA SINDROM
NEFROTIK
LAPORAN KASUS
Keluhan • Bengkak
utama

• Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan bengkak sejak 1


bulan sebelum masuk rumah sakit. Bengkak dialami pada
area wajah, perut, dan kaki. Bengkak pada kelopak mata
Riwayat dan wajah lebih terlihat jelas setelah pasien bangun tidur.
Pasien juga mengeluh demam (+) sejak 3 hari sebelum masuk
penyakit rumah sakit, demam naik turun, kejang (-), sakit kepala (-),
nyeri sendi (-). Batuk (-), pilek (-). Mual (-), muntah (-), nafsu
sekarang makan menurun (-), nyeri perut (+) dirasakan sejak perut mulai
membengkak, dan pasien juga mengeluh kalau berjalan kaki
terasa seperti terbakar. Buang air kecil sering dan yang
dikeluarkan hanya sedikit, nyeri saat berkemih (-), warna urin
kuning muda. Buang air besar lancar.
Riwayat penyakit • Asma (-), alergi obat (-) demam
sebelumnya berdarah dengue (-)

• tidak ada yang menderita


Riwayat penyakit penyakit menular ataupun
keluarga penyakit infeksi

Riwayat sosial
ekonomi • Menengah
Riwayat kebiasaan • Pasien merupakan anak yang aktif .
dan lingkungan

Riwayat kehamilan • Pasien merupakan anak 1 dari 2 bersaudara,


lahir normal di rumah dengan berat badan
dan persalinan lahir 300 gram dan panjang badan lahir 49
cm.

Kemampuan dan • Pasien sudah bisa berjalan saat umur 1 tahun


kepandaian bayi 3 bulan. Berbicara umur 2 tahun.
• ASI 0 – 4 bulan
• Susu formula 8 bulan – 2 tahun
Anamnesis
makanan • Makanan pendamping 1 – 2
tahun

Riwayat imunisasi • Tidak imunisasi


Keadaan umum : sakit berat Tanda vital
Kesadaran : komposmentis Nadi : 89 kali/menit
BB :40 kg, Suhu : 37,2 oC
koreksi 20% = 12 kg Respirasi : 46 kali/menit
PB/TB : 101 cm Tekanan darah : 90/60
Status gizi : gizi baik mmHg
Kulit
• sianosis (-), ikterik (-), turgor kulit kembali cepat (<2 detik), tes
rumple leede (-)

Kepala
•Bentuk kepala : normocephal
•Ubun-ubun : menutup
•Mata : sklera ikterik -/-, konjungtiva
pucat -/-
•edem : palpebra +/+
•Hidung : bentuk normal, sekret (-)
•Telinga : bentuk normal, sekret (-)
•Mulut : sianosis (-)
Leher
• Pembesaran kelenjar getah bening (-) dan tidak teraba
• Pembesaran kelenjar tiroid (-) dan tidak teraba

Paru-paru
• Inspeksi : bentuk dada normal, ekspansi simetris kiri dan
kanan, retraksi (-)
• Palpasi : vokal fremitus normal kiri dan kanan, massa (-)
• Perkusi : sonor, batas paru hepar linea midclavicularis
dextra spatium intercosta VI
• Auskultasi : bunyi paru bronkovesikuler (+/+), ronkhi (-/-)
wheezing (-/-)
Jantung
• Inspeksi : denyut ictus cordis tidak terlihat
• Palpasi : denyut ictus cordis teraba di SIC V linea
midclavicula sinistra
• Perkusi : batas jantung normal
• Batas jantung kanan : SIC IV linea parasternal
dextra
• Batas jantung atas : SIC II linea parasternal
sinistra
• Batas jantung kiri : SIC V linea midclavicula sinistra
• Auskultasi : Bunyi jantung S1/S2 murni reguler, bunyi
tambahan (-)
Abdomen

• Inspeksi : cembung, distensi (+)


• Auskultasi : peristaltik usus (+) kesan normal
• Perkusi : bunyi timpani, tes shifting dullness (+), asites (+)
• Palpasi : nyeri tekan (-), hepar dan limpa tidak teraba
Genitalia

• Edema (+)

Ekstremitas

• Atas : akral hangat, edema (+)


• Bawah : akral hangat, edema (+), piting edema (+)

Punggung

• Deformitas (-)

Refleks

• Normal
RESUME
 Pasien anak perempuan , masuk keluhan bengkak.

 Sejak 1 bulan SMRS

 Dimulai dari daerah wajah hinggah seluruh tubuh

 Demam selama 3 hari , naik turun

 Nyeri perut sejak perut mulai bengkak

 Berjalan kaki terasa terbakar

 BAK sedikit dan berwarna kuning muda

 Ekstremitas : edem / edem , piting edem +

 Pemfis abdomen : Asites +, tes shifting dullnes +


Laboratorium
WBC : 6,5 x 103/ uL (4 - 10/uL)
RBC : 3,52 x 106/ Ul (3,6 – 6,5 x106/uL)
HGB : 9,1 g/ dL (11,5 – 16 g/dL)
HCT : 27,7 % (37 – 47 %)
PLT : 395 103/ mm3 (50 – 450 x 103/ mm3
Diagnosis • Sindrom nefrotik

• Furosemid 2 x 10 mg
Terapi • Methylprednisolon 2 x 16 mg
• Paracetamol sirup 4 x 1 ½ cth

Anjuran • Pemeriksaan histopatologi


pemeriksaan ginjal
27 – 10 – S : panas (-), NUH (+)
2015 O : N : 82 kali/menit
S : 36,9 oC
R : 32 kali/menit
T : 100/70
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Lingkar perut : 71 cm
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
Paracetamol sirup 4 x 1 ½ cth (kp)
28- 10- 2015 S : demam (-), mual (+), nyeri perut (+)
O : N : 76 kali/menit
S : 37oC
R : 24 kali/menit
T : 100/70
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Lingkar perut : 72 cm
Takaran urin : 500 cc = 1,7 cc/kgBB/jam
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
29 – 10 – 2015 S : Demam (-), NUH (+)
O : N : 112 kali/menit
S : 36 ,8oC
R : 23 kali/menit
TD : 100/70
Edema palpebra (+)
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Lingkar perut : 71 cm
Takaran urin : 800cc
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
30 – 10 - S : Demam (-), BAB cair (-)
2015 O : N : 100 kali/menit
S : 36 oC
R : 32 kali/menit
T : 100/60
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Lingkar perut = 72 cm
Takaran urin : 700cc = 2,4 cc/kgBB/jam

A : sindrom nefrotik

P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
31 – 10 – S : bengkak (+)demam (-), BAB cair (-)
2015 O : N : 92 kali/menit
S : 36 oC
R : 23 kali/menit
TD : 100/60
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Edema dorsum pedis +/+
Lingkar perut : 71 cm
Takaran urin : 500cc = 1,6 cc/kgBB/jam
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
01 – 11 - 2015 S : demam (-), BAB cair (-)
O : N :100 kali/menit
S : 36 oC
R : 27 kali/menit
TD : 100/70
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Edema dorsum pedis +/+
Lingkar perut : 72 cm
Takaran urin : 1000cc = 1,7 cc/kgBB/jam
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
Infus albumin 20% 50 mL lifeline
02- 01- 2015 S : demam (-), BAB cair (-)
O : N : 76 kali/menit
S : 36 oC
R : 28 kali/menit
TD : 100/60
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Edema dorsum pedis +/+
Lingkar perut : 72 cm
Takaran urin : 1.138cc = 1,1 cc/kgBB/jam
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 3x4 mg
03 – 01 - 2015 S : demam (-), BAB cair (-)
O : N : 86 kali/menit
S : 36,7 oC
R : 32 kali/menit
TD : 100/70
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Edema dorsum pedis +/+
Lingkar perut : 71 cm
Takaran urin : 1530cc = 1,5 cc/kgBB/jam
Pemeriksaan kimia darah
Kreatinin = 0,85 mg/dL
Ureum = 44,8 mg/dL (meningkat)
Albumin = 1,4 gr/dL (menurun)
Protein total = 3,3 gr/dL (menurun)
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 2 x 16 mg
Infus albumin 100cc lifeline
04 – 08 - 2015 S : demam (-), BAB cair (-)
O : N : 70 kali/menit
S : 36,2 oC
R : 20 kali/menit
TD : 100/70
Edema palpebra +/+
Ascites (+)
Edema pretibial +/+
Edema dorsum pedis +/+
Lingkar perut : 71 cm
Takaran urin : 1030cc = 1,3cc/kgBB/jam
A : sindrom nefrotik
P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 2 x 16 mg
05– 11 - 2015 S : demam (-), BAB cair (-)

O : N : 82 kali/menit
S : 36,2 oC
R : 16 kali/menit
TD : 100/60
Edema palpebra berkurang/berkurang
Ascites (+)
Edema pretibial +
Edema dorsum pedis +
Lingkar perut : 71 cm
Takaran urin : 840cc
Pemeriksaan kimia darah
Kreatinin = 0,91mg/dL
Ureum = 109,0 mg/dL (meningkat)

A : sindrom nefrotik

P : Furosemid 2 x 10mg
Methylprednisolon 2 x 16 mg
B- complex 2 x 1tab
Etiologi

Kongenital Primer Sekunder


Pada kasus ini penyebab sindrom nefrotik
di duga pada pasien adalah idiopatik. Hal
ini dapat dilihat dari anamnesis yang
menyatakan bahwa pasien tidak ada
Pada riwayat sakit sebelumnya, tidak terdapat
riawayat penyakit ginjal pada keluarga

kasus dan penyakit ini baru pertama kali dialami


oleh pasien. Faktor lain yang menunjukkan
sindrom nefrotik idiopatik adalah pasien
responsif terhadap pemberian steroid. Hal
ini terdapat pada sindrom nefrotik kelainan
minimal.
PATOFISIOLOGI
Proteinuria

Hipoalbuminemia

Hiperkolesterolemia

Edema
• Teori Underfill
• Teori Overfill
Proteinuria
masif

hiperkoleste Manifestasi Hipoalbumi


rolemia klinis nemia

Edema
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kimia darah
- Albumin
Darah - Koleserol Urinalisis dan HISTOPATO
ASTO & CRP
lengkap Fungsi ginjal biakan urin LOGI
- Ureum
- Kreatinin
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan berupa:
• Diitetik
• Diet rendah garam 1 g/hari
Untuk kasus SN yang • Diet protein  kontroversial (RDA 1,5-2 g/kgbb/hari)
diketahui pertama • Diuretik
kalinya, sebaiknya • Furosemid 1-3 mg/kgbb/hari
dirawat di RS • Pengobatan kortikosteroid
• Antibiotik bila terdapat infeksi
Terapi inisial

• Prednison dosis penuh: 60 mg/m2LPB/hari atau 2


mg/kgbb/hari (maksimal 80 mg/hari), dosis
terbagi, selama 4 minggu
• Bila remisi dalam 4 minggu pertama, dilanjutkan
4 minggu kedua dengan dosis tappering : 40
mg/m2LPB/hari (2/3 dosis awal) atau 1,5
mg/kgbb/hari secara alternating (selang sehari),
1 kali setelah makan pagi
• Bila setelah 4 minggu pengobatan steroid dosis
penuh , tidak terjadi remisi, pasien dinyatakan
resisten steroid.
PROGNOSIS

• Mayoritas pasien dengan sindrom nefrotik


idiopatik kurang lebih 80-90% merespon terhadap
terapi kortikosteroid oral dan memiliki prognosis
jangka panjang yang baik, namun dapat kambuh
sehingga pada kasus ini, prognosis sanationam
pada pasien dubia. Tingginya efek samping
penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat
menurunkan kualitas hidup pasien anak, sehingga
prognosis quo ad fungsionam pada pasien ini
yaitu dubia.
DAFTAR PUSTAKA
1. Trihono, P. P. Et al. Konsensus tatalaksana sindrom nefrotik idiopatik pada anak jakarta.
Ikatan dokter anak indonesia. 2012.

2. Kliegman RM, Emerson NW. Nelson textbook of pediatrics. 19th ed. Philadephia: Elsevier
Saunders. 2011.

3. Pardede, O. et al. Peritonitis Bakterial Spontan pada Anak dengan Sindrom Nefrotik. CDK-
203/vol.40 No.4. Jakarta : Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 2013

4. Husein, A. et al. Nefrologi Anak Edisi 2. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2010

5. Lane, J. C. et al. Pediatric Nephrotic Syndrome. Medscape (serial online) [cited 2015 28
Juni]. Diakses dari: http://www.emedicine.medscape.com/article/982920-
overview#showall . 2014.

6. Davin, Rutjes. Nephrotic Syndrome in Children : From Bench To Treatment. International


Journal of Nephrology. [cited 2015 28 Juni]. Diakses dari:
http://www.hindawi.com/journals/ijn/2011. 2011.
TERIMAKASIH