Anda di halaman 1dari 16

Varises esofagus

Definisi
• Varises esofagus: penyakit yang ditandai
dengan pembesaran abnormal pembuluh
darah vena di esofagus bagian bawah.
• Varises esofagus merupakan komplikasi dari
sirosis hepatis.
Etiologi

Sirosis
Trombosis
hepatis

Infeksi Budd-Chiari
parasit Syndrome
Patofisiologi
Terbentuknya saluran
Obstruksi vena porta e.c
Hipertensi porta pintas kolateral
sirosis hepatis
portosistemik

Dilatasi saluran vaskular Aliran darah porta


yang menghubungkan Tekanan di pleksus dialihkan melalui vena
sistem vena porta dan esofagus  gastrika ke vena azigos &
VCI/VCS hemiazigos

Pembentukan varises
esofagus
Klasifikasi Dagradi
• Berdasarkan hasil pemeriksaan esofagoskopi (Eder-Hufford
esofagoskop), dibagi menjadi 5 tingkat:
1. Tingkat 1: diameter 2-3 mm, terdapat di submukosa,
terlihat penonjolan ke dalam lumen setelah dilakukan
kompresi.
2. Tingkat 2: diameter 2-3 mm, terdapat di submukosa,
terlihat penonjolan ke dalam lumen tanpa kompresi.
3. Tingkat 3: diameter 3-4 mm, berkelok-kelok, terlihat
penonjolan sebagian pada mukosa lumen.
4. Tingkat 4: diameter 4-5 mm, terlihat panjang berkelok-
kelok, varises terlihat nyata pada mukosa lumen.
5. Tingkat 5: diameter > 5 mm, seluruh esofagus terlihat
penonjolan varises yang berkelok-kelok.
Manifestasi Klinis

Hematemesis
Orthostatic
“coffee Melena
dizziness
grounds”

Malaise Anoreksia
Diagnosis
• Anamnesis  selain ditemukan dari manifestasi
klinis, pasien biasanya disertai:
– Lemas
– BB menurun (e.c anoreksia)
– Rasa tidak nyaman dan nyeri perut
– Ikterik
– Urin berwarna gelap
– Edema dan perut membuncit
– Perdarahan spontan
– Mudah memar
– Kram otot
Diagnosis
Pemeriksaan penunjang
• Gold standar: esofagogastroduodenoskopi (EGD)  jika
tidak tersedia, pilihan kedua: Doppler ultrasonografi
sirkulasi darah.
• Panduan diagnosis:
1. Screening EGD direkomendasikan jika diagnosis sirosis
hepatis sudah ditegakkan.
2. Endoskopi direkomendasikan berdasarkan level sirosis.
Sirosis kompensata tanpa varises  dilakukan
pengulangan EGD tiap 2-3 thn. Sirosis kompensata disertai
varises kecil  dilakukan pengulangan EGD tiap 1-2 thn.
Sirosis dekompensata  pengulangan EGD tiap tahun.
Diagnosis
• Derajat varises esofagus berdasarkan gambaran
endoskopi:
1. Derajat 1: dilatasi vena sedikit, masih berada di
sekitar esofagus.
2. Derajat 2: dilatasi vena (< 5mm) menuju ke dalam
lumen esofagus dengan sedikit obstruksi.
3. Derajat 3: dilatasi yang besar (> 5mm), berkelok-
kelok, pembuluh darah menuju lumen hampir
lengkap.
4. Derajat 4: obstruksi lumen esofagus lengkap, tanda-
tanda risiko perdarahan ditandai cherry red spots.
Penatalaksanaan
Farmakoterapi
• Yang direkomendasikan:
– Vasopresin
– Terlipresin
Farmakoterapi
• Varises esofagus tanpa riwayat perdarahan
– Menggunakan non selektif beta-adrenergik
blocker (mis: propanolol, timolol)
– Beta blocker dapat menurunkan 45% risiko
perdarahan awal
– Jika mengalami kontraindikasi terhadap beta
blocker, dapat diberikan isosorbide 5-mononitrat
– Penggunaan endoskopi skleroterapi (ligasivisera)
dikombinasikan propanolol  menurunkan risiko
perdarahan
Farmakoterapi
• Varises esofagus dengan riwayat perdarahan
– Menilai tingkat dan volume perdarahan, observasi TD
dan nadi, pemeriksaan Ht, mengukur protrombin
time, cek fungsi hati dan ginjal
– Mengatasi keadaan darurat:
• Transfusi darah, jika Hb < 8 atau dgn perdarahan masif
• Perbaiki faktor pembekuan darah (vitamin K1, cairan plasma)
• Pasang NGT untuk menilai keparahan perdarahan sebelum
dilakukan endoskopi
• Terapi farmakologi (octreotide/somatostatin) dan endoskopi
segera setelah keadaan pasien stabil