Anda di halaman 1dari 18

Penerapan Norma

Penyelenggaraaan Pelayanan Kesehatan Kerja


Permenaker No 03 th 1982 - Pelayanan Kesehatan Kerja
Prinsip Penerapan Norma Kesehatan Kerja

1. UU No. 1 Tahun 1970 ttg Keselamatan


2. PMP No 7 tahun 1964 ttg Syarat Kesehatan, Kebersihan,
Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja.
3. SE Menteri Tenaga Kerja No 1 Tahun 1979 ttg Pengadaan
Kantin dan Ruang Makan
4. Permenaker No. 03 Tahun 1982 ttg Pelayanan Kesehatan
Kerja
5. Kepmenakertrans No 68 Tahun 2004 ttg Pencegahan dan
Penanggulangan HIV/AIDS di tempat Kerja
6. Permenaker No 15 Tahun 2008 ttg P3K
Syarat2 K3 yg berkaitan dg Kesehatan Kerja
(Ps 3 UU No.1 th 1970) :
a. Memberikan P3K
b. Memberikan APD
c. Mencegah & mengendalikan timbul/menyebar luasnya suhu, kelembaban,
debu, kotoran, asap, gas, hembusan
d. Mencegah dan mengendalikan PAK
e. Memperoleh penerangan yang cukup & sesuai
f. Menyelenggarakan suhu & lembab udara yang baik
g. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
h. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
i. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, lingkungan, cara kerja & proses
kerjanya.
Pelayanan kesehatan kerja secara komprehensif melalui
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja
(Tugas Pokok PKK) :
1) Pemeriksaan kesehatan TK (awal, berkala, khusus)
2) Pembinaan & pengawasan atas penyesuaian pekerjaan thd. TK.
3) Pembinaan & pengawasan terhadap lingkungan kerja.
4) Pembinaan & pengawasan perlengkapan sanitasi air.
5) Pembinaan & pengawasan perlengkapan kesehatan TK.
6) Pencegahan dan pengobatan thd. penyakit umum & PAK
7) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
8) Pendidikan kesehatan untuk TK dan latihan untuk petugas P3K
9) Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat
kerja, pemilikan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta
penyelenggaraan makan di tempat kerja.
10) Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau PAK.
11) Pembinaan dan pengawasan thd. TK dg. kelainan tertentu dalam
kesehatannya.
12) Memberikan laporan berkala tentang PKK kepada pengurus.
Tujuan Pelayanan Kesehatan Kerja (PKK)
Permennakertrans NO. 03 Tahun 1982

 Memberikan bantuan kepada TK dalam penyesuaian diri dengan


pekerjaannya
 Melindungi TK thd. gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau
lingkungan kerja.
 Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental (rohani) dan kemampuan
fisik tenaga kerja
 Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi TK yang sakit
PMP No 7 tahun 1964 ttg Syarat Kesehatan,
Kebersihan, Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja.
 Memajukan kebersihan dan ketertiban
 Mendapat suhu yang layak dan peredaran udara yang cukup
 Menghindarkan gangguan debu, gas, uap dan bahan yang
tidak menyenangan
 Penanggulangan sampah
 Persyaratan kakus
 Kebutuhan loker
 dll
SE Menteri Tenaga Kerja No 1 Tahun 1979 ttg
Pengadaan Kantin dan Ruang Makan

 Menyediakan ruang makan untuk perusahaan yang


mempekerjakan buruh antara 50-200 orang
 Menyediakan kantin untuk perusahaan yang mempekerjakan
lebih dari 200 orang
Penyakit Akibat Kerja
(Occupational Diseases)
 ILO (1996) : Penyakit yang diderita sebagai akibat
pajanan terhadap faktor – faktor resiko yang timbul
dari kegiatan kerja
 Permenaker No 1 Tahun 1981 ttg wajib lapor
penyakit akibat kerja : setiap penyakit yang
disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.
Penyakit Akibat Hubungan Kerja
(Work Related Diseases)
 Penyakit yang di cetuskan, dipermudah atau
diperberat oleh pekerjaan.
 Contoh : Pekerja yang memiliki asma sebelum
bekerja, setelah bekerja di tempat berdebu
mengalami kekambuhan asma yang pernah dialami
sebelumnya.
Faktor Penyebab PAK
 Faktor Fisik
 Faktor Kimia
 Faktor Biologi
 Faktor Fisiologi (Ergonomi)
 Faktor Psikologi
UPAYA KESEHATAN KERJA

Program / Kegiatan harus bersifat komprehensif, meliputi :


 Pencegahan (Preventif)
 Pembinaan (Promotif)
 Pengobatan (Kuratif)
 Pemulihan (Rehabilitatif)
UPAYA KESEHATAN KERJA SECARA KOMPREHENSIF

 UPAYA PREVENTIF :
◦ Optimalisasi beban kerja
◦ Pengendalian lingkungan kerja (teknis, administratif, APD/PPE)
◦ Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja (Awal, Berkala, Khusus)
◦ Pengaturan waktu kerja (rotasi, mutasi, pengurangan jam kerja terpapar faktor risiko
dll);
◦ Penempatan/pemindahan TK sesuai kondisi kesehatan TK
◦ Penerapan higiene dan sanitasi
◦ Penerapan prinsip ergonomi kerja
◦ Prosedur kerja aman (SOP)
◦ Pelaporan data kesehatan kerja dan PAK
◦ Pemberian makanan sesuai kebutuhan gizi
◦ Vaksinasi, dll.
UPAYA KESEHATAN KERJA SECARA
KOMPREHENSIF
 UPAYA PROMOTIF
• Pembinaan kesehatan kerja
• Pendidikan dan pelatihan bidang kesehatan kerja
• Perbaikan gizi kerja
• Program olah raga raga/senam kesegaran jasmani di tempat kerja
• Program bebas rokok di tempat kerja
• Penerapan ergonomi kerja
• Pembinaan cara hidup sehat
• Program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba di
tempat kerja
• Penyebarluasan informasi kesehatan kerja melalui penyuluhan dan
media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), dengan topik yang
relevan.
• Instruksi K3 sebelum mulai bekerja misalnya Safety talk
UPAYA KESEHATAN KERJA SECARA
KOMPREHENSIF
 UPAYA KURATIF
◦ Pemberian P3K
◦ Pengobatan, perawatan terhadap tenaga kerja yang sakit
atau cidera
◦ Tindakan Operasi Dll.

 UPAYA REHABILITATIF
◦ Kompensasi kecelakaan kerja & PAK
◦ Fisiotherapi
◦ Konsultasi psikologis
◦ Dll.
PRINSIP- PRINSIP PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN
KERJA

1. Pelayanan kesehatan kerja wajib melaksanaakan tugas


pokok pelayanan kesehatan kerja secara menyeluruh dan
terpadu (komprehensif) yang meliputi upaya kesehatan :
• pencegahan (preventif),
• pembinaan/peningkatan (promotif),
• pengobatan (kuratif) dan
• pemulihan (rehabilitatif),
dengan lebih menitik beratkan pada upaya kesehatan
pencegahan dan pembinaan/peningkatan (preventif dan
Promotif).
PRINSIP- PRINSIP PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN
KERJA
2. Penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja adalah
dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja, sedangkan
tenaga pelaksananya dapat terdiri dari :
a) Dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja (penanggung jawab
merangkap pelaksana),
b) Dokter perusahaan dan atau
c) Paramedis perusahaan.
Tata cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja
yang dilaksanakan sendiri oleh perusahaan
No Jenis Pelayanan Bentuk Kegiatan

1. Pelayanan kesehatan  Pembinaan kesehatan kerja kepada tenaga kerja


preventif dan promotif minimal 1 bulan sekali
 Pengawasan dan pembinaan lingkungan kerja
minimal 2 bulan sekali
2. Pelayanan kesehatan  Memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif
kuratif dan rehabilitatif selama hari kerja dan selama ada shift kerja
dengan 500 orang tenaga kerja atau lebih
 Pelayanan oleh dokter perusahaan setiap hari
kerja
 Pelayanan oleh paramedis/perawat dapat
dilakukan untuk shift kerja ke 2 dan seterusnya.
3. Pelayanan kesehatan  Dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang
rujukan lebih lengkap apabila ada kasus kesehatan yang
tidak dapat ditangani di dalam perusahaan
TERIMA KASIH