Anda di halaman 1dari 24

PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN

Chest Pain + DM

Gledys, S.FARM. 1643700117

RUMAH SAKIT HUSADA


DEFINISI

0 Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan suatu


masalah kardiovaskular yang utama karena
menyebabkan angka perawatan rumah sakit dan
angka kematian yang tinggi.
0 UAP (Unstable Angina Pectoris) adalah salah satu
sindrom koroner akut yang berbahaya karena
merupakan tipe angina pektoris yang dapat
berubah menjadi infark miokard atau kematian
otot jantung.
Patofisiologi

suplai oksigen tidak


Aterosklerosis sesuai dengan yang Iskemik akut
dibutuhkan jantung

Kerusakan hingga
Unstable Angina Merangsang saraf kematian otot
Pectoris (UAP) nyeri jantung (Infark
miokard)
Manifestasi Klinik
• Rasa tidak nyaman didada
• Dada terasa penuh, tertekan dan terasa nyeri (Chest
Pain)
• Leher terasa seperti tercekik atau terbakar pada bagian
leher, tenggorokan, daerah antara tulang scapula,
rahang dan lengan
• Lemas dan sesak nafas
• Terjadi palpitasi, keringat dingin, pusing
Faktor Resiko UAP

Umur
Perokok aktif maupun pasif
Obesitas
Tekanan darah tinggi tidak terkontrol
Kadar kolesterol tinggi
Diabetes mellitus
Riwayat keturunan penyakit jantung
Penatalaksanaan
 Anti iskemia : Beta bloker (Atenolol, Bisoprolol)
Nitrat (ISDN, Nitrogliserin)
CCB (Amlodipin, Nifedipin)
 Antiplatelet : Aspirin, Clopidogrel
 ARB : Valsartan, Losartan
 Antikoagulan : Fondaparinux, Enoksaparin
 ACE Inhibitor : Captopril, Lisinopril
 Statin : Simvastatin, Atorvastatin
 Kombinasi Antiplatelet dan Antikoagulan
Sumber: PERKI.Pedoman Tatalaksana SKA.2015
TINJAUAN KASUS
Nama Pasien : Tn X
Tanggal Lahir : 06 Maret 1948 (69 tahun)
No. RM : 0022****
Tinggi Badan : 155 cm
Berat Badan : 65 kg
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Budha
Status : BPJS
Tanggal Masuk : 03 Juni 2017
Ruangan : Gladiola
Tanggal Keluar : 14 Juni 2017
Anamnesa : Pasien mengeluh nyeri dada kiri sejak
kemarin, lemas, saat datang keluhan nyeri berkurang, ada mual muntah
Diagnosa Masuk : Chest Pain, UAP (Angina Pektoris Tidak
Stabil)
Riwayat Penyakit Dahulu : Diabetes Mellitus dan penyakit jantung
Riwayat Penyakit Sekarang : Chest Pain
Riwayat Penyakit Keluarga :-
Riwayat Alergi :-
Subjek
Pasien mengeluh nyeri dada kiri
sejak kemarin, lemas, dan saat datang
Keluhan
keluhan nyeri berkurang, ada mual
muntah
Riwayat
Diabetes Melitus, penyakit jantung
Penyakit
Angina Pektoris Tidak Stabil
Diagnosa
(APTS/UAP) + Chest pain
PERKEMBANGAN TANDA-TANDA VITAL PASIEN

Perkembangan Tanda-tanda vital pasien


Keluhan 09/06 09/06 09/06 10/06 10/06 10/06 11/06 11/06 11/06 12/06 12/06 12/06 13/06 13/06 13/06 14/06 14/06
Pasien 05:00 12:00 18:00 05:00 12:00 19:00 05:00 12:00 19:00 06:00 13:00 20:00 05:00 12:00 19:00 06:00 12:00

Badan
lemah (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) < < < <

Demam (-) (-) (+) (+) < (-) (-) (-) (-) (-) (+) (-) (-) (+) < (-) (-)
Tidak
Sadar (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)

Sesak (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)

Nyeri (-) (-) (-) (-) (+) < < < < (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)
Dada
Ket :
(+) = Ada Keluhan
(-) = Tidak Ada Keluhan
< = Keluhan Menurun
Lanjutan…

Objek
Pemeriksaan Fisik di Ruang Gladiola
Perkembangan Tanda-tanda Vital Pasien
Nilai
09/06 09/06 09/06 10/06 10/06 10/06 11/06 11/06 11/06 12/06 12/06 12/06 13/06 13/06 13/06 14/06 14/06
Parameter Normal
09:00 12:00 16:00 05:00 12:00 19:00 06:00 12:00 19:00 09:00 12:00 20:00 05:00 12:00 19:00 06:00 12:00

Tekanan 120/80 130/80 130/80 110/70 130/80 130/80 150/80 130/80 130/80 130/80 120/80 120/80 130/70 130/80 120/80 120/80 120/80 120/70
Darah mgHg

Suhu
36-37
Tubuh 0 36,5 36,5 37,9 36,8 36,5 37 36,1 36,3 37 36,6 37,7 36,8 37 38,4 37,1 36,5 37
C

Nafas/menit 17-20
x/menit 20 20 18 20 20 20 20 20 20 18 20 20 20 20 20 20 20

60-80 80 80 86 84 82 88 80 100 88 87 84 90 80 79 79 84 84
Nadi/ menit
x/menit
Pemeriksaan Laboratorium
Jenis Nilai Hasil Pemeriksaan
Pemeriksaan Normal Tanggal Pemeriksaan
3/06 5/06 8/06
Leukosit 5.000 – 10.000 H
9.200 H
10.000 H
5.700
/MI
Eritrosit 4,6 – 6,2 Juta L
2,10 L
3,07 3,74

Hemoglobin 14 – 16 g / dl L
5,9 L
8,7 L
10,7
Hematokrit 42 – 48 % L
17 L
26 L
31
trombosit 15 – 45 Ribu 325.000 292.000 297.000

Retikulosit 0,5 – 2 % 3,91 - -

Laju Endap Darah <10 mm / jam - - -


Lanjutan…
Analisa Gas Darah

Jenis Nilai Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan Normal Tanggal Pemeriksaan
3/06 5/06 8/06
PH 7.37 – 7,45 - - -
pCO2 33 – 44 mmHg - - -

pO2 71 – 104 - - -
mmHg
HCO3 22 – 29 - - -
mmol/L
Basofil 0–1% - - -
Eosinofil 1 – 3% - - -
Limfosit 20 – 40 % - - -
MCV 80 – 96 Fl 82 83 84
MCH 27 – 32 pg 28 28 29
MCHC 32 – 36 g/dl 34 34 34
Pemeriksaan Kimia Klinik Lanjutan…

Jenis Nilai Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan Normal Tanggal Pemeriksaan
3/06 5/06 8/06
Billirubin Total < 1,5 mg/dl 0,28 - -
Billirubin 0 – 0,2 mg/dl 0,12 - -
Direk
SGOT (AST) <35 U3./L 21 - -

SGPT (ALT) <40 U/L 29 - -


Albumin 3,5 – 5 g/dl - 2,71 3,24
Globulin 2,5 – 3,5 g/dl - 2,69 -

Ureum 19 – 49 68 - 61
Kreatinin 0,5 – 1,5 mg/dl 1,77 - 1,48
Egfr 78 - 116 38,3 - 47,1
Kalium 3,5 – 5,0 mg/dl - - 4,1
Natrium 136 – 146 - - 130
mg/dl
Protein Total 6 – 8,5 g/dl - 5,40 -
Lanjutan…

Pemeriksaan Diabetes Mellitus


Jenis Nilai Hasil Pemeriksaan
Pemeri Normal Tanggal Pemeriksaan
ksaan
4/06 5/06 6/06 7/06 8/06 9/06 10/06 11/06 12/06 13/06
GDS ≥ 200 - - - - - - - - 118/ jam 12 -
mg/ dl
GDP 70 -100 178/jam 6 253/jam 6 212/jam 6 114/ jam 6 140/jam 6 182/ jam 6 83/ jam 6 81/ jam 6 74/ jam 6 76/ jam 6
mg/dl 335/jam 11 435/jam 11 209/jam 11 96/ jam 16 300/jam 11 215/ jam 11 202/ jam 11 180/ jam 11 319/ jam 11
371/jam 16 400/jam 16 306/jam 16 245/jam 16 236/ jam 16 225/ jam 16 316/ jam 16 241/ jam 16
258/jam 22 235/ jam 22 204/ jam 22 158/ jam 22 165/ jam 22
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN Lanjutan…
TANGGAL JENIS PEMERIKSAAN HASIL
3/06 THORAX Cardiomegaly ringan (LV)
Jantung : ukuran membesar ringan disertai elongasio aorta
Apeks bergeser ke laterokaudal bronchopneumonia basal
Corakan bronchovaskuler di hilus kiri kasar paru kiri
Tampak infiltrate ringan basal paru kiri
Sinus dan diafragma baik, tidak tampak p1 effusion
3/06 ANALISA FAECES Positif
Darah Samar
7/06 PEMERIKSAAN GASTROSKOPI Kesimpulan :
Esofagus : Mukosa tampak normal - Ulkus duodeni
Varises (-) (Forrest II C)
Lambung : - Erosi gastritis
Kardia dan Korpus mukosa tampak normal - Saat ini tidak ada
U- Turn : Tampak Normal perdarahan atau sisa
Bag Anthurm mukosa tampak normal perdarahan, bile (+)
Pre- pilorikum tampak erosi. Pylorus tampak
normal.
Duodenum :
Bulbus tampak “ulkus” O + 0,5 x 0,25 c m
dengan flat pigmented spot.
Saat ini tidak ada perdarahan aktif.
Pars descend mukosa tampak normal
Ulkus (-) Bile (+)
9/06 IMUNOLOGI Negatif
Malaria Rapid
Lanjutan…

9/06 SEROLOGI 0,35


Prokalsitonin range 0,05 – 0,09
Nilai PCT < 0,5 na/ml :
- represent a low risk of severe sepsis and/ or
septic shock
Nilai PCT = 0,5 – 2 na/ml :
- systemic inf. Possible
Nilai PCT > 2 na/ml :
- a high risk of severe sepsis and/ or sepsis
shock
Profil Pengobatan

Profil pengobatan pasien


Nama obat Dosis Rute Aturan 09/06/2017 10/06/2017 11/06/2017 12/06/2017 13/06/2017 14/06/2017
Pakai P S M P S M P S M P S M P S M P S M
ISDN 5 mg Oral 3 x sehari √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ - -
Afolat 400mcg Oral 2 x sehari √ - √ √ - √ - √ √ √ - √ √ - √ √ - -
Acarbose 100 mg Oral 2 x sehari √ - √ - √ √ √ - √ - √ √ √ - √ √ - -
Gliquidone 30 mg Oral 3 x sehari √ √ √ - √ √ √ √ √ - √ √ √ - √ √ - -
Trajenta 5 mg Oral 1 x sehari √ - - - √ - √ - - - √ - √ - - √ - -
Bisoprolol 1,25 mg Oral 1 x sehari √ - - √ - - √ - - √ - - √ - - √ - -
Nexium 40 mg Oral 2 x sehari √ - √ √ - √ √ - √ √ - √ - - √ √ -
Meropenem 1g Injeksi 3 x sehari √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - - - - - -
Lantus 10 unit Injeksi 1 x sehari - - √ - - √ - - √ - - √ - - - - - -
Lantus 7 unit Injeksi 2 x sehari - - - - - - - - - - - - - - √ - - -
Paracetamol 1g Injeksi 1 x sehari - √ - √ - - - √ - √ √ - - - - - - -
Farmadol 10 mg/ml Infus 1 x sehari - - - - - - - - - - - √ √ - - - - -
Zyvox 2 mg/ml Infus 1 x sehari - - - - - - - - - - - - - - √ - - -
Keterangan :
- Tanggal 13/06 → Obat meropenem di ganti dengan zyvox infus
- Tanggal 14/06 → Pasien Pulang
OBAT PULANG PASIEN (14/06-2017)
No Nama obat Aturan pakai

1 ISDN 5 mg 3x1 tablet

2 Afolat 2x1 tablet

3 Glucobay 2x1 tablet

4 Gliquidon 30 mg 3x1 tablet

5 Tragenta 5mg 1x1 tablet

6 Bisoprolol 1,25 mg 1x1 tablet

7 Nexium 40 mg 2x1 tablet

8 Zyvox 600mg 2x1 tablet

9 Lantus 1x7 Unit


IDENTIFIKASI, MANAJEMEN AND PLAN DRP menurut PCNE

PROBLEM DRP REKOMENDASI


Candesartan + captopril C1.4 Duplikasi dari kelompok Berdasarkan medscape
teraupetik atau bahan aktif Candesartan + captopril. Dapat
yang tidak sesuai. meningkatkan toksisitas yang
lain oleh sinergimunisme
farmakodinamik. Dual blok
sistem renin-angiotensin
meningkatkan risiko hipotensi,
hiperkalemia, dan kerusakan
ginjal. Disarankan untuk
memantau tekanan darah dan
pemeriksaan fungsi ginjal

Fenitoin + gentamisin P1.2 Efek terapi tidak optimal Berdasarkan guideline


Medscape
Fenitoin akan menurunkan
tingkat atau efek gentamisin
dengan transporter eflux P-
glikoprotein (MDR1).
perlunya memonitor kadar
obat dalam plasma
PROBLEM lanjutan,… DRP REKOMENDASI

Fenitoin + amlodipin P1.2 Efek terapi tidak Membutuhkan penyesuaian


optimal dosis terkait dengan masalah
farmakokinetik .
Ditanggal 06/06 pemberian
phenytoin dan amlodipin
pada jam yg sama. (Fenitoin
akan menurunkan tingkat
atau efek amlodipin dengan
mempengaruhi enzim hati
CYP3A4 enzim hati / enzim
pencernaan)
(dilakukan monitoring kadar
obat atau jarak waktu
pemberian.)
PEMBAHASAN
Data menunjukan mulai tgl. 07/06/2017 leukosit
14.900, suhu 380C, tgl. 08/06/2017 leukosit 16.900,
suhu 380C dan tgl. 09/06/2017 leukosit 13.400, tetapi
pasien baru mendapatkan terapi antibiotic tgl.
09/06/2017, pasien mendapatkan terapi antibiotic
meropenem 3x1 gram. Setelah pemberian antibiotic
meropenem selama 3 hari, tepatnya tgl. 13/06/2017
suhu badan pasien masih panas suhu : 380C, leukosit
12,500, pada tg. 10/06/2017 pasien mendapat terapi
gentamycin injeksi 1x320mg, gentamycin hanya 2x
pemberian lalu stop, pada tgl. 12/06/2017 pasien juga
mendapatkan terapi tygazil 2 x 100mg hanya 1x
pemberian. Pada tgl. 12/06/2017 pasien juga mendapat
terapi vancep 2x1gram dan setelah 3x pemberian lalu di
stop oleh dokter. Lalu dilanjutkan dengan pemberian
terapi tygazil 2 x 50 mg. Di sini terlihat terjadinya DRP.
LANJUTAN….

Menurut pedoman penggunaan antibiotic


halaman 28 poin e menyatakan bahwa: Lamanya
pemberian antibiotic empiris adalah dalam
jangka waktu 48 – 72 jam. Selanjutnya harus
dilakukan evaluasi berdasarkan data
mikrobiologis dan kondisi klinis pasien serta
data penunjang lainnya.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa :

• Pasien masuk kesadaran menurun, dari hasil


pemeriksaan pasien di diagnosa menderita secound
stroke, dan setelah dokter melakukan pemeriksaan data
subyektif, data obyektif dan dari hasil pemeriksaan CT
Scan tgl. 06/06/2017 didapat hasil adanya perdarahan
pada thalamus kiri sekitar 12 cc, dan dokter menentukan
diagnosa stroke hemoragik (CVD Hemoragik).

• Berdasarkan analisa terapi pengobatan dapat


disimpulkan bahwa terapi padapasien menimbulkan Drug
Related Problem (DRP).
Thank You

Suyadi, S.Farm