Anda di halaman 1dari 22

CARA PENEMPATAN IMPLAN PADA CBCT 3D

Oleh:
DINI ISLAMI PUTRI
J 111 10 136

Pembimbing:
Prof. Dr. drg. Barunawaty Yunus, Sp. RKG (K)

BAGIAN RADIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018
LATAR BELAKANG
 Pentingnya pemeriksaan radiologis untuk
menentukan keakuratan pemasangan implan.
 Perkembangan teknologi radiografi dengan Cone
Beam Computed Tomography (CBCT)
memberikan informasi yang lebih akurat dalam
pemasangan implan dental.
 Tingginya tingkat kegagalan dan komplikasi
pemasangan implan yang terjadi.
 Rendahnya penggunaan alat ronsen CBCT 3D
oleh dokter gigi dan dokter gigi spesialis.
CBCT 3D
 Teknik pengambilan gambar radiografi
dengan pacaran sinar X (x-ray) berbentuk
kerucut (cone shape) yang terpusat pada
sensor tiga dimensi.
KEGUNAAN CBCT 3D
 Menentukan titik lokasi jarak terhadap
struktur vital anatomi
 Mengukur lebar tulang alveolar dan
memvisualisasikan kontur tulang
 Memilih ukuran dan tipe implan yang
paling sesuai
 Mengoptimalkan lokasi implan dan angulasi
 Mengurangi waktu operas
APLIKASI CBCT 3D DALAM
IMPLAN DENTAL
 Tahap-tahap interpretasi implan dental dengan
CBCT 3D:
1. Pasien diberi paparan radiasi
2. Hasil gambaran 3D langsung dilihat pada
komputer dengan menggunakan
software/hardware
3. Terlihat 3 gambaran, yaitu dimensi aksial,
sagital, dan koronal
4. Melakukan pengeditan pada gambar di
komputer dengan software/program yang
sesuai.
• Pengukuran pada dimensi aksial:
1. Lebar ruangan
2.Densitas tulang
3.Kelengkungan rahang
Dimensi aksial gambaran radiograf CBCT 3D

Jarak mesiodistal dan


bukolingual pada daerah
edentulous gigi 36

Densitas pada area


edentulous gigi 36
• Pengukuran pada dimensi koronal:
1. Lebar ruangan tersisa untuk
pertumbuhan tulang alveolaris di aspek
palatal dan bukal, beserta densitas
tulangnya
2. Jarak dari ujung implan ke dinding dasar
sinus maksilaris
3. Kemiringan implan terhadap tulang
alveolar dan daya kunyahnya
4. Perbandingan panjang serta lebar implan
dengan panjang dan lebar tulang alveolar
tempat implan
5. Pengukuran panjang implan yang berada
di dalam dan di luar tulang alveolar
6. Tebal ruangan yang tersedia untuk bakal
restorasi mahkota nantinya
Dimensi koronal gambaran radiograf CBCT 3D

Mengukur jarak bukolingual pada


daerah edentulous gigi 36 dan
mengukur jarak puncak tulang
alveolar ke kanalis mandibularis
pada daerah gigi 36

Mengukur densitas secara


bukolingual pada daerah
gigi 46
• Pengukuran pada dimensi sagital:
1. Lebar ruang yang tersisa untuk
pertumbuhan tulang alveolar di sisi mesial
dan distal beserta densitasnya.
2. Perbandingan kemiringan implan dengan
gigi-gigi tetangganya.
3. Lebar dan tinggi ruangan yang tersedia
untuk mahkota pengganti.
Dimensi sagital gambaran radiografi CBCT 3D

Mengukur jarak mesiodistal dan


ketinggian dari puncak tulang
alveolar ke kanalis mandibularis
pada edentulous gigi 46

Mengukur densitas
mesiodistal pada daerah
gigi 46
INTERPRETASI CBCT 3D DENGAN ANALISIS
UKURAN/MORFOMETRIK GIGI
Gigi yang diukur: 37 dan 46
A. Gigi 37
 Dimensi koronal: jarak bukal ke lingual minimal 6,36
mm dan maksimal 11,56 mm
 Dimensi sagital :
o Jarak dari mesial ke distal minimal 10,64 mm dan
maksimal 12,66 mm
o Jarak dari puncak lingir tulang alveolar ke apikalis
10,07 mm
o Jarak puncak lingir alveolar ke kanalis
mandibularis 13,77 mm
 Dimensi Aksial:
o Jarak dari bukal ke lingual minimal 11,36 mm dan
maksimal 12,30 mm
o Jarak dari mesial ke distal 8,30 mm

B. Gigi 46
 Dimensi koronal: jarak bukal ke lingual minimal 6,90 mm
dan maksimal 12,90 mm
 Dimensi sagital:
o Jarak mesial ke distal minimal 10,25 mm dan maksimal
11,99 mm.
o Jarak puncak lingir alveolar ke apikal 10,01 mm.
o Jarak puncak lingir alveolar ke kanalis mandibularis
16,32 mm
 Dimensi aksial:
oJarak bukal ke lingual minimal 10,00 mm
dan maksimal 12,7 mm
o Jarak mesial ke distal 6,74 mm

Dari hasil analisis ukuran/morfometrik gigi


tersebut, maka dapat ditentukan apakah daerah
tersebut memenuhi syarat untuk pemasangan
implan atau tidak.
KEGUNAAN CBCT 3D DALAM
PENEMPATAN IMPLAN DENTAL
• Tahap awal:
1.Untuk menentukan apakah pasien masuk
indikasi atau tidak untuk pemasangan
implan.
2.Pengukuran densitas untuk menilai
maksimal dan minimalnya tempat ruang
kosong untuk pemasangan implan dental.
• Tahap perencanaan:
1. Untuk pengukuran jarak ataupun tinggi, tebal,
dan lebar daerah yang akan dilakukan implan.
2. Menentukan posisi penempatan implan dental
3. Jarak implan dengan anatomi rahang
4. Mengukur kepadatan tulang rahang

• Tahap evaluasi:
1. Untuk melihat keberhasilan atau kegagalan
perawatan
KELEBIHAN CBCT DALAM IMPLAN
• Lebih detail dalam mengamati struktur jaringan tulang
• Tidak menimbulkan rasa nyeri
• Akurat dalam mengukur ketebalan tulang yang tersisa
• Pemeriksaan cepat dan mudah
• Mengurangi waktu operasi sebagai hasil diagnostik
yang akurat
• Tampilan struktur anatomi dari satu aspek saja dalam
satu kali pengambilan gambar
• Dosis radiasi rendah
KEKURANGAN CBCT 3D
• Jaringan lunak, struktur otot, ligamen, posisi
dari diskus dan perlekatannya, serta meniskus
tidak tergambarkan secara detail.
• Tidak dapat digunakan pada pasien yang tidak
mampu berdiri atau duduk
• Tidak sesuai untuk kasus yang mengalami
resorbsi anterior cukup besar
SIMPULAN & SARAN
• Simpulan:
1. Gambaran CBCT memberikan pada dokter
gigi hasil resolusi ruang sub milimeter dengan
hasil kualitas diagnosis yang tinggi dengan
waktu scanning yang relatif singkat (10-70
detik).
2. Dosis radiasi CBCT 3D tersebut setara dengan
dosis radiografi panoramik sebanyak 4-15 kali
3. CBCT 3D merupakan alat pencitraan radiologi
yang lebih akurat untuk pengukuran tulang
rahang dibandingkan dengan radiografi
konvensional.

• Saran:
Perlu dilakukan penelitian lebih untuk menentukan
nilai keakuratan yang lebih relevan dalam
meningkatkan kinerja para dokter gigi , khususnya
di bidang radiologi dan bedah mulut nantinya.