Anda di halaman 1dari 27

Referat

HERNIA INGUINALIS

Oleh :
Cynthia Melinda 17360301

Pembimbing :
Dr. BEREN RUKUR SEMBIRING, Sp.B FINACS
Pendahuluan
 Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui
defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan.
 Hernia ingunalis merupakan protrusi viscus (organ) dari kavum
peritoneal ke dalam canalis ingunalis.
 Semua hernia terjadi melalui celah lemah atau kelemahan yang
potensial pada dinding abdomen yang diakibatkan oleh peningkatan
tekanan intra-abdomen yang berulang atau berkelanjutan
 Hernia terdapat 6 kali lebih banyak pada pria dibandingkan wanita.
Pada 97% dari hernia terjadi daerah inguinalis, 2% sebagai hernia
femoralis dan 1% sebagai hernia umbilicalis. Adapun pada wanita
variasinya berbeda, yaitu 50% terjadi pada daerah inguinalis, 34%
pada canalis femoralis dan 16% pada umbilicalis.
Anatomi – Kanalis Inguinalis
 Kanalis Inguinalis merupakan saluran oblik yang
menembus bagian bawah dinding anterior
abdomen
 Panjangnya sekitar 4cm pada orang dewasa dan
terletak 2-4 cm kearah caudal ingunal
 Terbentang dari anulus inguinalis profundus pada
fascia tranversalis, berjalan ke bawah dan medial
sampai annulus inguinalis superficialis(lubang
berbentuk segitiga) pada aponeurosis obliquus
externa. Kanalis inguinalis terletak sejajar dan
tepat diatas lig. inguinale.
Anatomi
 Kanalis inguinalis, dindingnya:
a. Dinding anterior
 Aponeurosis musculus
obliquus abdominis
eksternus dan obliquus
abdominis internus
b. Dinding posterior
 Aponeurosis transversus
abdominis dan fascia
transfersalis
c. Superior
 Serabut yang melengkung
dari musculus obliquus
abdominis internus dan
transversus abdominis
d. Inferior
 Ligamentum inguinale dan
ligamentum lakunare
Anatomi – Trigonum Hasselbach
 Dibentuk oleh Oecten Pubis dan Lig. Pectinea.
Batas-batasnya :
◦ Inferior:Lig. Inguinale
◦ Lateral: Vasa epigastrica inferior
◦ Medial: tepi m. rectus abdominis
 Dasarnya dibentuk fascia tranversal yang
diperkuat serat aponeurosis M. Tranversus
Abdominis.
 Hernia yang melewati Trigonum ini disebut
hernia direk, sedangkan yang muncul lateral dari
trigonum ini adalah indirek.
Vasa Epigastrika Inferior Deep Inguinal Ring

M. Rectus abdomis Lig. Inguinalis

Vasa Iliaca External


Superficial Inguinal Ring
Ductus deferens

Lig. Lacunare
Definisi
Secara umum hernia merupakan protrusi atau
penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau
bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan.
Hernia ingunalis merupakan protrusi viscus
(organ) dari kavum peritoneal ke dalam canalis
ingunalis.
 Hernia terdiri atas cincin, kantong, dan isi dari
hernia tersebut.
Etiologi
Lemahnya dinding rongga perut. Dapat ada sejak lahir atau
didapat kemudian dalam hidup.

Kongenital
• Hernia congenital sempurna
• Hernia congenital tidak sempurna

Akuisita
• Tekanan intraabdominal yang tinggi (mengejan, batuk)
• Konstitusi tubuh
• Distensi dinding abdomen karena peningkatan tekanan intraabdominal
• Merokok

Akibat dari pembedahan sebelumnya.


Klasifikasi

HERNIA
INGUINALIS

DIRECT INDIRECT
(MEDIAL) (LATERAL)
Hernia Inguinalis Lateralis
 Hernia ini disebut latelarlis karena menonjol dari perut di lateral pembuluh

epigastrika inferior.

 Dikenal sebagai indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran, yaitu

annulus dan kanalis inguinalis.

 Hernia masuk ke dalam kanalis inguinalis melewati spermatic cord lewat

cincin inguinalis interna, dan dapat melalui annulus inguinalis eksternus sampai

di scrotum, disebut hernia scrotalis / lengkap

 Gejalanya berupa benjolan berbentuk lonjong di selangkangan. Benjolan

mengecil/menghilang waktu tidur, bila menangis, mengejan atau mengangkat

benda berat atau berdiri dapat timbul kembali.


Hernia Inguinalis Medialis
 Hernia inguinalis direk atau hernia inguinalis medialis menonjol langsung ke

depan melalui segitiga Hasselbach

 Daerah yang dibatasi ligamentum inguinale di bagian inferior, pembuluh

epigastrica inferior di bagian lateral dan tepi otot rektus di bagian medial.

 Pada pemeriksaan fisik didapati massa tumor pada annulus inguinalis eksterna

yang mudah mengecil bila tidur, disebut direkta karena langsung menuju annulus

inguinalis eksterna.

 HIM disebabkan tekanan intraabdomen melebihi kekuatan dinding abdomen

disebabkan kelainan intra dan ekstra abdomen .


Perbedaan Hernia Indirek dan Direk
Indirek Direk

Penyebab Congenital – Akuisita Akuisita

Deskripsi Penonjolan melewati atas Keluarnya langsung


cincin inguinal akibat gagal menembus fascia dinding
penutupan cincin inguinalis abdomen. Bentuk hernia
interna waktu embrio bulat
setelah penurunan testis.
Bentuk hernia lonjong
oblique

Letak pada vasa Lateral Medial di trigonum


epigastrica inferior Hasselbach

Dibungkus oleh fascia Ya Tidak


spermatica interna

Onset Biasanya usia muda Pada orang yang lebih tua


(pria>wanita) (pria>wanita)
Indirek Direk

Bilateral 20% 50%

Muncul saat berdiri Tidak segera mencapai Mencapai ukuran


ukuran terbesarnya terbesarnya dengan segera

Reduksi saat berbaring Tidak tereduksi segera Tereduksi segera

Penurunan ke skrotum Dapat Tidak dapat

Oklusi cincin internus Terkontrol Tidak terkontrol

Leher kantong Sempit Lebar

Komplikasi Strangulasi, inkarserasi, Jarang


obstruksi

Terapi Herniotomi dan herniorafi Herniotomi

Valsava test denga FT Tangan di cincin eksternus Tangan di cincin eksternus


teraba tekanan pada ujung teraba tekanan pada sisi
jari, jalan keluar hernia medial dan hernia timbul
tertutup lagi
Patofisiologi
Mekanisme pada orang sehat :
• Kanalis inguinalis yang berjalan miring
• Adanya musculus oblique internis abdominalis yg
menutup anulus internus ketika berkontraksi
• Fasia trasversa yg menutup trigonum Hasselbach
yg umumnya hampir tidak berotot.

Jika terjadi gangguan pd mekanisme diatas disertai :


peningkatan tekanan intra abdomen + kelemahan otot
dinding abdomen (faktor predispodidi pada kasus
ini : pekerjaan dan riwayat dahulu pernah sperti
ini)

Terjadi hernia : muncul benjolan di selangkangan


kanan dan kadang turun sampai skrotum

Bisa bersifat reponibel, irreponibel,


strangulate atau inkarserata
Manifestasi Klinis
• Terdapat benjolan dilipat paha yang
timbul pada waktu mengedan, batuk,
bersin, berdiri, mengangkat berat dan
hilang setelah berbaring (apabila masih
reponibel)
• Nyeri atau rasa tidak enak di daerah
HIL epigastrium atau para umbilical sewaktu
segmen usus halus masuk ke kantong
hernia
• Mual, muntah, kolik bila terjadi
inkaserasi ataupun strangulasi

• Pada umumnya hernia direct akan memberikan


HIM gejala yang sedikit dibandingkan hernia ingunalis
lateralis
Manifestasi Klinis
 Dengan bertambah besarnya hernia maka diikuti
rasa yang tidak nyaman dan rasa nyeri, sehingga
pasien berbaring untuk menguranginya
 Pada pemeriksaan hernia pasien harus diperiksa
dalam keadaan berdiri dan berbaring dan juga
diminta untuk batuk pada hernia yang masih
sulit untuk dilihat.
 Pada kebanyakan pasien, jenis hernia inguinal
tidak dapat ditegakkan secara akurat sebelum
dilakukan operasi.
PEMERIKSAAN FISIK

PALPASI
PERKUSI
Titik tengah antara
SIAS dengan tuberkulum Bila didapatkan perkusi
pubicum ditekan lalu perut kembung maka
INSPEKSI
pasien disuruh mengejan. harus dipikirkan
HIL: muncul benjolan di kemungkinan hernia
Jika terjadi penonjolan di
regio inguinalis yang strangulata.
sebelah medial maka itu
berjalan dari lateral ke
HIM.
medial, tonjolan
berbentuk lonjong. Titik yang terletak di AUSKULTASI
sebelah lateral Hiperperistaltis
HIM : tonjolan biasanya
tuberkulum pubikum didapatkan pada
terjadi bilateral,
ditekan lalu pasien auskultasi abdomen pada
berbentuk bulat.
disuruh mengejan jika hernia yang mengalami
terlihat benjolan di obstruksi usus (hernia
lateral titik yang kita inkarserata).
tekan maka dapat itu HIL.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN

Pemeriksaan Ziemen Test Pemeriksaan Thumb Test


Pemeriksaan Finger Test
Posisi berbaring, bila ada Anulus internus ditekan
Menggunakan jari ke 2 benjolan masukkan dulu dengan ibu jari dan
atau jari ke 5. Dimasukkan (biasanya oleh penderita). penderita disuruh
lewat skrortum melalui Hernia kanan diperiksa dengan mengejan. Bila keluar
anulus eksternus ke kanal tangan kanan. benjolan berarti Hernia
inguinal. Penderita disuruh batuk bila Inguinalis medialis. Bila
Penderita disuruh batuk: rangsangan pada : jari ke 2 : tidak keluar benjolan
Bila impuls diujung jari Hernia Inguinalis Lateralis. jari berarti Hernia Inguinalis
berarti Hernia Inguinalis ke 3 : hernia Ingunalis Lateralis.
Lateralis (HIL). Bila impuls Medialis. jari ke 4 : Hernia
disamping jari Hernia Femoralis
Inguinnalis Medialis (HIM).
Pemeriksaan Penunjang
Darah dan Urin

• Leukositosis dengan shift to the left -> strangulasi


• Elektrolite, BUN, kadar kreatinin tinggi akibat
muntah dan dehidrasi
• Urinalisis : menyingkirkan masalah UT yang
menyebabkan nyeri lipat paha

Pemeriksaan radiologis

• USG untuk menegakan diagnosis dan


menyingkirkan DD
Diagnosis Banding
Keganasan

• Limfoma, retroperitoneal sarcoma, metastasis, tumor testis

Penyakit testis primer

• varicocele, epididimitis, torsio testis, hidrokel, testis ectopic, undesensus testis

Aneurisma arteri femoralis

Nodus limfatikus

Kista sebasea

Hidraenitis

Abses psoas

Hematoma

Ascites
Penatalaksanaan
1. konservatif
Reposisi Reposisi spontan Bantal
bimanual pada anak penyangga
• Tangan kiri • Menidurkan anak • menahan hernia
memegang isi dengan posisi yang telah
hernia Trendelenburg, direposisi dan
membentuk pemberian harus dipakai
corong sedatif parenteral, seumur hidup.
sedangkan tangan kompres es di • Cara ini sudah
kanan atas hernia, tidak dianjurkan
mendorongnya kemudian bila • Relaps tinggi
ke arah cincin berhasil, anak
hernia dengan boleh menjalani
tekanan lambat operasi pada hari
dan menetap berikutnya.
sampai terjadi
reposisi
Penatalaksanaan
2. Operatif

 Hernioplasti : dilakukan tindakan memperkecil


anulus inguinalis internus dan memperkuat
dinding belakang
 Herniotomi : pembebasan kantong hernia
sampai ke lehernya, kantong dibuka dan isi
hernia dibebas kalau ada perlekatan,
kemudian direposisi, kantong hernia dijahit
ikat setinggi-tingginya kemudian di potong
 Herniorraphy : mengembalikan isi kantong
hernia ke dalam abdomen dan menutup celah
yang terbuka dengan menjahit pertemuan
transversus internus dan muskulus ablikus
Komplikasi
Hernia inkarserata:
 Jepitan cincin hernia yang
mengakibatkan adanya
gangguan pasase usus dengan
gambaran obstruksi usus, dan
gangguan keseimbangan cairan,
elektrolit dan asam basa
 Klinis: muntah-muntah, tidak
dapat flatus atau defekasi, nyeri
pada penonjolan, dan pd
perabaan didapatkan cincin
yang keras dan kaku.
Komplikasi

 Hernia Strangulata:
 jepitan cincin yang

mengakibatkan
terjadinya gangguan
aliran darah jaringan
usus hingga iskemik
dan nekrosis →
gangren → perforasi
 Klinis: nyeri pada daerah benjolan,
kemerahan, penderita gelisah,
suhu tubuh tinggi,sepsis, cepat
masuk dalam keadaan syok.
 Hernia
ireponibel :
terjadi perlengketan isi
hernia dengan dinding
kantong hernia sehingga isi
hernia tidak dapat
dimasukkan kembali.

Anda mungkin juga menyukai