Anda di halaman 1dari 65

HEPATITIS

Sigit Purwanto, S.Kep.,Ns, M.Kes


PENGERTIAN

 Hepatitis virus akut adalah penyakit infeksi yang penyebarannya

luas, walaupun efek utamanya pada hati. (Syilvia .A. price : 2005
hal : 485)

 Hepatitis virus akut adalah penyakit pada hati yang gejala

utamanya berhubungan erat dengan adanya nekrosis pad hati.


Biasanya disebabkan oleh virus yaitu virus hepatitis A, virus
hepatitis B, virus hepatitis C, dll. ( Arief Mansjoer, 2001 )
PENGERTIAN

 Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada

jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh


reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan
kimia. (Sujono Hadi, 1999).

 Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai

nekrosis dan klinis, biokimia serta seluler yang khas


(Smeltzer, 2001)
Etiologi Hepatitis
4

a. Virus

b. ETOH

c. toxins (drugs)

d. cholestasis due to hepatobiliary disease


Type of Hepatitis

A B C D E

Source of feces blood/ blood/ blood/ feces


virus blood-derived blood-derived blood-derived
body fluids body fluids body fluids

Route of fecal-oral percutaneous percutaneous percutaneous fecal-oral


transmission permucosal permucosal permucosal

Chronic no yes yes yes no


infection

Prevention pre/post- pre/post- blood donor pre/post- ensure safe


exposure exposure screening; exposure drinking
immunization immunization risk behavior immunization; water
modification risk behavior
modification
Manifestasi umum Hepatitis
6

 Preicteric phase

 mimics influenza

 malaise, GI complaints including N&V, diarrhea, anorexia

 headache, fatigue, fever

 myalgia, polyarthritis

 sore throat, elevated LFTs

 right upper abd pain upon palpation


Manifestations of Hepatitis
7

 Icteric phase

 jaundice of skin, sclera, and mucous membranes

 pruritus

 light brown or clay colored stools

 tea-colored urine

 appetite increases, temperature returns to normal


Manifestations of Hepatitis
8

 Posticteric phase

 lasts several weeks

 manifestations gradually improve

 serum bilirubin & enzymes decrease to normal

 hepatic pain decreases

 GI symptoms and weakness subside

 Energy levels increase


Laboratory and Diagnostic Tests
9

 Multiple antigen, antibody tests

 Liver enzymes

 Conjugated and unconjugated bilirubin

 Prothrombin time

 Liver biopsy

 Liver scan
HEPATITIS A
Hepatitis A Virus

 Naked RNA virus

 Related to enteroviruses, formerly known as enterovirus 72,

now put in its own family: heptovirus

 One stable serotype only

 Difficult to grow in cell culture: primary marmoset cell culture

and also in vivo in chimpanzees and marmosets

 4 genotypes exist, but in practice most of them are group 1


HEPATITIS A

 Incubation period Range 15 – 50 hari


reratanya 30 hari

 Jaundice by <6 yrs, <10%


age group: 6-14 yrs, 40%-50%
>14 yrs, 70%-80%

 Complications: Fulminant hepatitis


Cholestatic hepatitis
Relapsing hepatitis

 Chronic sequelae: None


Hepatitis A
Symptoms Total anti-HAV

Titre ALT

Fecal
HAV
IgM anti-HAV

0 1 2 3 4 5 6 1 2
2 4
Months after exposure
HAV Transmission

 Close personal contact


e.g., household contact, sex contact, child day care centers

 Contaminated food, water


e.g., infected food handlers, raw shellfish

 Blood exposure (rare)


e.g., injecting drug use, transfusion
Global Patterns of HAV Transmission

Disease Peak Age


Endemicity Rate of Infection Transmission Patterns

High Low to Early Person to person;


High childhood outbreaks uncommon
Moderate High Late Person to person;
childhood/ food and waterborne
young adults outbreaks
Low Low Young adults Person to person;
food and waterborne
outbreaks
Very low Very low Adults Travelers; outbreaks
uncommon
HEPATITIS B
SAYA

BISA
Hepatitis B Virus - Virology

 Double stranded DNA virus,the + strand not complete

 Replication involves a reverse transcriptase.

 Complete Dane particle 42 nm, 28 nm electron dense core, containing HBcAg


and HBeAg. The coat and the 22 nm free particles contain HBsAg

 At least 4 phenotypes of HBsAg are recognized; adw, adr, ayw and ayr.

 The HBcAg is of a single serotype

 Hepatitis B virus (HBV) has been classified into 8 genotypes (A-H).

 It has not yet been possible to propagate the virus


in cell culture.
Hepatitis B
 Incubation period: rerata 60 – 90 hari
Range 45 - 180 hari
 Clinical illness (jaundice): < 5 yrs, <10%
5 yrs, 30%-50%
 Acute case-fatality rate: 0.5%-1%
 Chronic infection: <5 yrs, 30%-90%
5 yrs, 2%-10%
 Premature mortality from
chronic liver disease: 15%-25%
TANDA DAN GEJALA

 Atralgia
 Malaise
 Ruam
 Ikterus kadang-kadang
 Anoreksia
 Nyeri tekan hepar
 Dispepsia
 Hepatomegali (p ; 12 – 14 cm)
 Nyeri abdomen
 limpadenopati
 Pegal seluruh badan
Acute Hepatitis B Virus Infection with Recovery
Typical Serologic Course
Symptoms
HBeAg anti-HBe

Total anti-HBc
Titre

HBsAg IgM anti-HBc anti-HBs

0 4 8 12 16 20 24 28 32 36 52 100

Weeks after Exposure


Progression to Chronic Hepatitis B Virus Infection
Typical Serologic Course
Acute Chronic
(6 months) (Years)
HBeAg anti-HBe
HBsAg
Total anti-HBc
Titre

IgM anti-HBc

0 4 8 12 16 20 24 28 32 36 52 Years
Weeks after Exposure
Outcome of Hepatitis B Virus Infection
100 by Age at Infection 100

80
Chronic Infection (%)

80

Symptomatic Infection (%)


60 60
Chronic Infection

40 Chronic Infection (%) 40

20 20

Symptomatic Infection
0 0
Birth 1-6 months 7-12 months 1-4 years Older Children
and Adults
Age at Infection
Global Patterns of Chronic HBV Infection

 High (>8%): 45% of global population


 lifetime risk of infection > 60%

 early childhood infections common

 Intermediate (2%-7%): 43% of global population


 lifetime risk of infection 20%-60%

 infections occur in all age groups

 Low (<2%): 12% of global population


 lifetime risk of infection <20%

 most infections occur in adult risk groups


Konsentrasi HBV dalam cairan tubuh

High Moderate Low / -

blood semen urine


serum vaginal fluid feces
wound exudates saliva sweat
tears
breastmilk
HBV Transmission
 Sexual - sex workers and homosexuals

 Parenteral - IV, Health Workers are at increased risk.

 Perinatal - Mothers who are HBeAg positive are much more


likely to transmit to their offspring than those who are not.
Perinatal transmission is the main means of transmission in
high prevalence populations.
PENATALAKSANAAN

 Tirah baring
- biasanya sampe reda
- batasi aktivitas

 Nutrisi adekuat
- batasi asupan protein
- gunakan antasida ; dispepsia & malaise, beladona & antiemetik.
- terapi cairan bila muntah tetap terjadi

 Imunisasi hepatitis B (3X pemberian)


HEPATITIS C
HEPATITIS C

 Penyakit hepatitis C disebabkan oleh virus Hepatitis C.

 Saat ini terdapat sekitar 180 juta orang penderita di dunia.

 Penyebaran penyakit Hepatitis C ini terjadi melalui cairan tubuh


khususnya darah baik melalui transfusi ataupun pemakaian obat bius
dengan suntikan.
 Dalam perkembangan penyakit Hepatitis C, hati penderita akan
mengalami sirosis (pengerasan hati) yang kemudian akan berlanjut
menjadi kanker hati (hepatoselulerkarsinoma).
 Penyakit Hepatitis C tahap lanjut, resiko terjadinya kematian sangat
besar.
CARA MENCEGAH

mengurangi resiko paparan dengan virus Hepatitis C yaitu


dengan mencegah perilaku berbagi jarum atau alat-alat pribadi
seperti sikat gigi, alat cukur dan gunting kuku dengan orang
yang terinfeksi Hepatitis C.
Hepatitis C
Incubation period: rerata 6 - 7 minggu
Range 2 - 26 minggu

Clinical illness (jaundice): 30 – 40 % (20 - 30%)

Chronic hepatitis: 70 %

Persistent infection: 85 – 100 %

Immunity No protective
antibody
response identified
Hepatitis C Virus Infection
Typical Serologic Course
anti-
HCV
Symptoms

Titre

ALT

Normal
0 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4
Months Years
Time after Exposure
FAKTOR-FAKTOR YANG BERESIKO TRANSMISI HCV

 Transfusi atau transplantasi dari donor yang terinfeksi

 Penggunaan jarum suntik (Injecting drug use)

 Hemodialysis (years on treatment)

 Accidental injuries with needles/sharps

 Sexual/household exposure to anti-HCV-positive contact

 Multiple sex partners

 Birth to HCV-infected mother


GEJALA

 Lelah

 Hilang selera makan

 Sakit perut

 Urin menjadi gelap

 Kulit atau mata menjadi kuning (disebut "jaundice") jarang

terjadi
LETAK HEPAR
PATOFISIOLOGI
Hati terinfeksi (ex hep C)

Sel hati mulai mengeluarkan enzim alanin aminotransferase ke darah

Fibrosis

sirosis
PENATALAKSANAAN

 Makanlah dalam porsi yang sedikit

 berjalan sebelum makan ; menstimulasi selera makan anda

 Bila selera makan anda lebih baik di pagi hari :


Makanlah dalam porsi banyak, sarapan yang sehat yang
memiliki kadar protein tinggi, seperti sereal panas atau
hangat.
Bila rasa makanan tidak lagi sama :

 Makanlah sumber lain dari protein jika daging merah terasa

pahit sumber protein pilihan seperti daging ayam, ikan, kacang-


kacangan, keju, yogurt, ikan tuna, telur dan selai kacang.

 Cobalah makan pada ruangan dengan temperatur dingin atau

makanan yang telah dingin jika rasa makanan tidak enak.


Bila bau makanan mengganggu
 Nyalakan kipas angin sewaktu memasak.

 Sajikan makanan yang sudah dingin atau pada ruangan yang


dingin.

 Masaklah di luar rumah atau di microwave.

 Gunakan kipas angin kecil untuk meniup bau dari makanan


anda
Bila anda mual :
 Makanlah makanan dengan porsi kecil setiap 2 hingga 3 jam
sekali daripada makan sekaligus dengan 3 porsi tersebut, dan
makanlah secara perlahan-lahan.
 Minumlah minuman yang tidak mengandung citrus (seperti jus
aple atau anggur, mimuman olah raga), dan minumlah
perlahan-lahan.
 Jika mual pada pagi hari, makanlah cracker begitu bangun pagi,
dan bangunlah dari tempat tidur perlahan-lahan.
 Hindari makanan dengan bau yang kuat dan makanan yang
pedas, berminyak, atau terlalu garing.
Jika anda mudah kenyang :

 Makanlah porsi yang sedikit pada waktu makan dan minumlah

sesudah makan.

 Mengemilah dengan aneka makan sepanjang hari.

 Pilihlah makanan yang mengandung protein dan kalori tinggi.


Olah raga
 Cobalah olah raga secara teratur ; meningkatkan energi level
anda, olah raga juga dapat mengontrol berat badan anda,
dimana sangat penting bila anda menderita Hepatitis.

 Pilih tipe dan level olah raga sesuai dengan anda sewaktu anda
masih fit

 Olah raga pilihan yang baik diantaranya: Berjalan, berenang,


Bersepeda, Yoga atau Tai Chi, Aerobik ringan di kelas atau
dengan video.
PERHATIKAN SEWAKTU OLAH RAGA

1. lakukan pemanasan 5 hingga 10 menit dengan aktivitas aerobik


ringan (berjalan, memutar lengan anda, lari di tempat)

2. minumlah sedikitnya satu gelas air setiap 15 menit sepanjang waktu


olahraga, dan pastikan cukup minum sebelum dan sesudah berolah
raga

3. setelah selesai, lakukan pendinginan sekurang-kurangnya 3 menit


untuk mengembalikan denyut jantung menjadi normal.
KEUNTUNGAN BEROLAH RAGA

1. Mengurangi kelelahan
2. Memudahkan untuk tidur dan tidur lelap.
3. Tidak mudah sakit
4. Meningkatkan kekuatan otot untuk menjalankan aktivitas
harian.
5. Menghilangkan stress.
6. Menguarangi depresi dan rasa cemas.
7. Meningkatkan rasa percaya diri.
Cukup Istirahat

 Istirahat yang cukup dan tidak berlebihan

 jaga waktu tidur sehingga anda dapat tidur secara penuh di

malam hari.

 lakukan tidur siang singkat (30 hingga 45 menit) di antara

kegiatan anda atau di akhir kegiatan untuk menghindari


kelelahan.
PENGOBATAN

 Interferon alfa
Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk
meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel
lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis
adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.

 Pegylated interferon alfa


Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut
"polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi
interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan
lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien
Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

 Ribavirin
Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk
pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif
melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih
efektif daripada inteferon alfa sendiri.
HEPATITIS D
Hepatitis D (Delta) Virus
 antigen HBsAg

RNA
HBV - HDV Coinfection
Typical Serologic Course
Symptoms

ALT Elevated

Titre
anti-HBs
IgM anti-HDV

HDV RNA

HBsAg
Total anti-HDV

Time after Exposure


HEPATITIS E
Hepatitis E Virus
Hepatitis E Virus

 Calicivirus-like viruses

 unenveloped RNA virus, 32-34nm in diameter

 +ve stranded RNA genome, 7.6 kb in size.

 very labile and sensitive

 Can only be cultured recently


Hepatitis E - Clinical Features
 Incubation period: Average 40 days
Range 15-60 days

 Case-fatality rate: Overall, 1%-3%


Pregnant women,
15%-25%

 Illness severity: Increased with age

 Chronic sequelae: None identified


Hepatitis E Virus Infection
Typical Serologic
Course Symptoms
ALT IgG anti-HEV

Titer IgM anti-HEV

Virus in stool

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1
0 1 2 3
Weeks after Exposure
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d perasaan tidak


nyaman di kuadran kanan atas, gangguan absorbsi dan
metabolisme pencernaan makanan, kegagalan pemenuhan
kebutuhan metabolik karena anoreksia, mual dan muntah.

2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) b.d pembengkakan hepar yang


mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.

3. Hypertermi b.d invasi agent dalam sirkulasi darah sekunder


terhadap inflamasi hepar
DIAGNOSA KEPERAWATAN

4. Keletihan b.d proses inflamasi kronis sekunder terhadap


hepatitis

5. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit dan jaringan b.d


pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam
garam empedu

6. Risiko tinggi terhadap transmisi infeksi b.d sifat menular dari


agent virus
PR
Mohon dicari intervensi keperawatannya ?
TERIMA KASIH