Anda di halaman 1dari 56

Fisiologi Jantung dan EKG

Antonius Suban Hali, SSi, MSi


Fisika Murni
Universitas Indonesia
FISIOLOGI JANTUNG
A. Siklus Jantung
 Mencakup dari akhir kontraksi dan relaksasi
jantung sampai ke kontraksi dan relaksasi
berikutnya.
 Diastolik : Mengalirnya darah dari atrium
masuk ke ventrikel.
 Sistolik : Mengalirnya darah dari ventrikel
keluar menuju aorta.
 Ketika darah isi ventrikel sudah mengalir
ke dalam aorta, katup aorta dan pulmonal
menutup.
 Tekanan dalam ventrikel turun, terjadi
pengisian darah ke dalam ventrikel dari
atrium.
 Setelah tekanan dalam ventrikel naik,
mendorong katup trikuspidal dan
bikuspidal/mitral menutup.
 Sementara darah dari vena cava terus
mengalir mengisi atrium.
 Kemudian ventrikel berkontraksi, darah
mengalir dari ventrikel masuk ke aorta dan
arteri pulmonalis.
 Demikian seterusnya siklus ini berulang.
B. Sumber Impuls Jantung
 Nodus Sinoatrial (Nodus SA).
 Lokasi di dinding posterior atrium kanan tepat di
bawah muara V cava superior.
 Melepas impuls sebanyak 72 kali/menit.
 Disebut pemacu jantung.
 Nodus Atrioventrikuler (Nodus AV).
 Posisi di bawah dinding posterior atrium kanan.
 Menyaring impuls supaya ejeksi darah dari atrium selesai
dulu sebelum ada kontraksi ventrikel.
 Serabut Purkinje.
 Adalah serabut otot jantung khusus yang mampu
menghantar impuls dengan kecepatan 5 kali lipat kecepatan
hantaran otot jantung biasa.
 Serabut purkinje ini memungkinkan kedua atrium
berkontraksi bersamaan diikuti kontraksi kedua ventrikel
bersamaan.
 Berkas His.
 Adalah sekelompok serabut purkinje yang berasal dari Nodus
AV berjalan sepanjang septum interventrikuler menuju ke
ventrikel.
 Berkas His bercabang 2, Berkas His Kanan dan Kiri.
C. Elektrokardiografi.
 Adalah rekaman grafik aktifitas listrik yang
menyertai kontaksi atrium dan ventrikel
jantung.
 Ada 12 lead yang dipasang di tubuh untuk
mendapatkan perekaman.
 6 lead dipasang di kaki dan tangan.
 6 lead dipasang di dinding dada depan.
 Gambaran EKG di gambarkan dengan:
 Gelombang P >> gamb depolarisasi atrium.
 Gelombang QRS >> gamb depolarisasi ventrikel.
 Gelombang T >> gamb repolarisasi ventrikel.
Node - Node EKG
 Sel jantung khusus (sel nonkontraktil)
 Merupakan komponen sistem konduksi
 Mencetuskan dan menghantarkan impuls
 Simpul Sinoatrial (SA node, simpul Keith –Flack)
 Terletak di atrium kanan dinding posterior
 Terletak di sulkus terminalis, dekat muara v. kava sup
 Terdiri dari 2 jenis sel
 Sel P (sel pacemaker)
 Sel transisional (sel pada lintasan inter atrial/nodal)
 Merupakan pacemaker (pencetus impuls)
 Lintasan interatrial menghubungkan simpul SA
dengan atrium kiri
 Lintasan internodal menghubungkan simpul SA
dengan simpul AV
 Simpul Atrioventrikuler (simpul AV, simpul
Aschoff-Tawara)
 Terletak di bawah katup trikuspid
 Anteromedial dari muara sinus koroner
 Impuls dari simpul SA melalui 3 lintasan internodal
 Lintasan anterior (Bachmann)
 Lintasan media (Wenckebach)
 Lintasan posterior (Thorel)
 Berkas His
 Berjalan di pars membranosa septum
interventrikulorum
 Bercabang menjadi 2
 Setiap cabang berjalan subendokard
 Cabang kiri menuju jantung kiri
 Cabang kanan menuju jantung kanan
 Perbedaan otot jantung vs otot rangka
 Sel otoritmik vs sel saraf
 Kontraksi tanpa pengaruh dari luar
 Karena ada SA node

 Gap junction vs neuromuscular junction


 Potensial aksi diteruskan ke seluruh sel
 Menyebabkan kontraksi sinsitium

 Sel kontraktil vs sel otot


 Sinsitium vs recruitment
 Kontraksi seluruh sel karena potensial aksi
dihantarkan ke seluruh sel melalui gap junction
D. Bunyi Jantung.
 Ada 2 bunyi jantung normal yang sering
dipakai:
 Bunyi Jantung 1.
 Berasal dari bunyi tertutupnya katup
atrioventrikuler(trikuspidal dan bicuspidal).
 Bunyi Jantung 2.
 Berasal dari bunyi tertutupnya katup aorta dan
pulmonal.

E. Frekuensi Jantung
 Frekuensi jantung normal 60 – 100
kali/menit.
 Frekuensi denyut jantung janin normal 140 –
160 kali/menit.
 Bila lebih dari 100 kali/menit disebut
Takikardi.
 Bila kurang dari 60 kali/menit disebut
Bradikardi.
 Pengaturan frekuensi:
 Saraf otonom.
 Reseptor.

 Pengaruh lain.
 Faktor2 yang menyebabkan frekuensi
jantung meningkat:
 Saraf simpatis.
 Reseptor di vena cava yang sensitif thd
penurunan tek darah.
 Reseptor saraf kulit.
 Emosi.
 Hiperkalemi.
 Faktor2 yang menyebabkan penurunan
frekuensi jantung:
 Saraf parasimpatis.
 Baroreseptor di aorta.
 Hipokalemi.
F. Curah Jantung.
 Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh
kedua ventrikel dalam satu menit.
 Curah Jantung = frek jantung x isi sekuncup
 Isi sekuncup adalah volume darah yang
masuk ke aorta sesudah sistolik.
 Faktor2 yang memperbesar curah jantung:
 Aktifitas berat.
 Peningkatan aliran balik vena.
 Pompa otot rangka kaki.
 Inspirasi pernapasan.
 Faktor2 yang menurunkan curah jantung:
 Posisi tubuh.
 Perdarahan hebat.

 Tekanan darah tinggi.

 Penyakit jantung.
Sirkulasi Darah
 Ada 2 yang utama :
 Sirkulasi besar.
 Sirkulasi kecil.
 Sirkulasi besar bermula dari ventrikel kiri
jantung > aorta > seluruh tubuh > vena
cava > atrium kanan jantung.
 Sirkulasi kecil bermula dari ventrikel kanan
> arteri pulmonalis > paru-paru > vena
pulmonalis > atrium kiri jantung.
 Sirkulasi yang lain al:
 Sirkulasi portal
 Sirkulasi koroner.
 Sirkulasi portal di mulai dari vena2 yang berasal
dari lambung, usus, limpa dan pankreas > vena
porta > hepar > vena hepatika > vena cava.
 Sirkulasi koroner berawal dari arteri koronaria
yang berasal dari percabangan di aorta >
bercabang2 menjadi arteri yang lebih kecil
menuju ke seluruh badan jantung > sinus
koronaria > atrium kanan.
Sirkulasi Janin
 Sirkulasinya sama dengan manusia dewasa,
hanya ada tambahan:
 Ada vena umbilikalis yang menyalurkan darah bersih
dari ibu masuk ke vena cava janin.
 Di septum interatrial ada lubang foramen ovale yang
mengakibatkan darah dari atrium kanan bisa mengalir
ke atrium kiri dan sebaliknya.
 Ada duktus arteriosus yang mengalirkan darah dari
ventrikel kanan ke aorta.
 Di arteri abdominalis ada cabang yaitu arteri
hipogastrika yang berlanjut menjadi arteri umbilikalis
yang membawa darah dari janin ke ibu.
 Ke empat organ yang disebut diatas,
setelah janin lahir, akan mengalami
rudimenter.
DARAH
 Fungsi:
 Sistem transpor.
 Sistem respirasi.
 Perlindungan.
 Sumber protein.
 Transpor hormon.
 Tersusun dari air 91 %, protein 8 %,
sisanya mineral.
 Terdiri dari : plasma dan sel darah.
 Sel darah terdiri dari:
 Eritrosit.
 Lekosit.
 Trommbosit.
 Eritrosit.
 Jumlah +/- 5000000/mm3.
 Berbentuk cakram bikonkaf.
 Pada dindingnya ada hemoglobin.
 Dibentuk di sumsum tulang.
 Waktu hidupnya 115-120 hari.
 Hemoglobin:
 Protein yang kaya akan zat besi.
 Jumlah normal 15 gr/100 ml darah.
 Memiliki afinitas dengan oksigen.
 Lekosit.
 Bening tidak berwarna.
 Lebih besar dari sel darah merah.
 Jumlah 6000-100000/100 ml.
 Terdiri dari:
 Limosit.
 Monosit.

 Netrofil.

 Basofil.

 Eosinofil.

 Fungsi untuk perlindungan terhadap


mikroorganisme.
 Trombosit.
 Sepertiga besar eritrosit.
 Jumlah 300000/100mm3 darah.
 Berperan dalam pembekuan darah.
 Plasma.
 Cairan berwarna kuning.
 Fungsi untuk transpor makanan, hormon,
enzim, sisa metabolisme, dll.
 Protein plasma:
 Albumin.
 Globulin.

 Fibrinogen.
Tekanan Darah
 Yang mempengaruhi:
 Kekuatan pompa jantung.
 Banyaknya darah.
 Kekentalan darah.
 Elastisitas dinding pembuluh darah.
 Tahanan tepi.
 Tekanan normal:
 Tekanan sistolik 110-130 mmHg.
 Tekanan diastolik 60-80 mmHg
 Cara mengukur tekanan darah:
 Manset dipasang pada lengan atas.
 Manometer dipompa sampai tekanan sekitar
180-200 mmHg.
 Tekanan diturunkan secara perlahan-lahan.
 Sambil tekanan diturunkan, dengan stetoskop
didengarkan suara degup pada arteri
brakhialis di fossa cubiti.
 Degup pertama yang terdengar, adalah
tekanan sistolik.
 Degup yang terakhir terdengar, adalah
tekanan distolik.
 Siklus jantung
 Rangkaian kerja jantung dari sistol-diastol-
sistol
 Peristiwa mekanik
 Perubahan tekanan
 Penutupan/pembukaan katup

 Aliran darah

 Terbentuknya suara jantung

 Potensial aksi
 Peristiwa listrik
 Pembentukan dan penghantaran impuls
Siklus jantung
 Fase 1 (kontraksi atrium)
 Tekanan atrium meningkat
 Katup atrioventrikuler terbuka katup semilunar
tertutup
 Darah dari atrium kiri  ventrikel kiri secara pasif
 Atrial kick  darah masuk karena kontraksi atrium
(aktif) hanya 10% volume darah yang ke ventrikel
kiri.
 Terbentuk gelombang a akibat atrial kick
 Bunyi jantung IV karena getaran ventrikel akibat
atrial kick
 End-diastolic volume (120 ml)
 Pada EKG terbentuk gelombang P yang
menandakan depolarisasi atrium
 Fase 2 (kontraksi isovolumetrik)
 Seluruh katup menutup.
 Tekanan ventrikel meningkat.
 Tegangan meningkat tanpa disertai kontraksi
(isovolumetrik)
 Perubahan bentuk jantung dari lonjong ke
bulat
 Terdengar bunyi jantung I akibat
penutupan katup AV (terdapat split < 0.04
detik)
 Terbentuk gelombang c, akibat kontraksi
ventrikel
 Pada EKG terbentuk kompleks QRS yang
menandakan depolarisasi ventrikel
 Fase 3 (Ejeksi cepat).
 Katup semilunar terbuka, katup AV menutup
 Darah di pompa ke aorta/a. pulmonalis
 Normal tidak terdengar bunyi jantung
 Bila ada kelainan katup  murmur
 Tekanan atrium mulai berkurang
 Pada EKG tidak terlihat gambaran yang khas
 Garis mendatar antara kompleks QRS dan
gelombang T
 Fase 4 (ejeksi berkurang).
 Katup semiluner terbuka, katup AV
tertutup
 Tekanan ventrikel menurun

 Ejeksi menurun

 Tekanan atrium mulai meningkat

 Pada EKG akan terlihat gelombang T


 Fase 5 (relaksasi isovolumetrik)
 Relaksasi ventrikel
 Tekanan ventrikel menurun tetapi volume
belum belum berkurang
 Katup aorta dan pulmonal menutup
 Bunyi jantung II
 Dicrotic notch, peningkatan tekanan aorta
karena penutupan katup aorta
 End systolic volume = 50 ml
 Tekanan atrium meningkat
 Tidak terdapat gambaran EKG yang khas
 Fase 6 (Pengisian cepat)
 Katup AV terbuka, katup semilunar tertutup

 Tekanan ventrikel < tekanan atrium

 Pengisian cepat secara pasif

 Tak tampak gambaran EKG yang khas

 Kadang-kadang terdengar bunyi jantung III


 Disebabkan oleh korda tendinea menegang
 Normal pada anak-anak

 Patologis pada orang dewasa


 Fase 7 (pengisian lambat)
 Katup AV masih terbuka
 Tekanan ventrikel berangsur-angsur naik

 Pengisian ventrikel melambat

 Tak tampak gambaran EKG yang khas


Sistem sirkulasi
Sistem Sirkulasi dan Pembuluh Darah

 Aliran darah dan pengaturannya


 Konduktan
 Jumlah aliran darah yang melewati pembuluh
darah tertentu pada perbedaan tekanan tertentu
 Rumus Poiseuille : Q=πΔPr4/8ηL
 r adalah jari jari (1/2 diameter)
 Pembuluh darah memegang peran penting
 Peningkatan jari-jari 2 kali meningkatkan
aliran darah 16 kali
Pengaturan aliran darah
 Distribusi aliran darah saat aktivitas biasa (CO=
5 L)
 Hepar 27%
 Ginjal 22%
 Otot 20%
 Otak 14%
 Jantung 4%
 Jenis pengaturan
 Intrinsik
 Faktor jaringan
 Ekstrinsik
 Sistem saraf
 Sistem hormonal
Pengaruh diameter terhadap aliran darah
Sistem Sirkulasi dan Pembuluh Darah
 Pengaturan oleh jaringan
 Pada saat olahraga (CO=25 L)
 Otot 84%
 Otak 4%
 Jantung 4%
 Hepar 2%
 Ginjal 1%
 Faktor yang berpengaruh
 Kebutuhan oksigen
 Asam laktat
 CO2
 ADP
 Suhu tubuh
Penyakit pada sistem kardiovaskuler
 Radang
 Perikarditis
 Endokarditis
 Miokarditis
 Gangguan vaskularisasi
 Angina pektoris
 Penyakit jantung koroner kronik
 Infark miokard akut
 Kelainan bawaan
 Patent duktus arteriosus
 Tetralogi Fallot
 Ventricular septal defect (VSD)
 Koarktasio aorta
 Hipertensi
 Perikarditis
 Radang pada perikard
 Disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, jamur,
TBC), artritis, tumor, radiasi
 Dressler’s syndrome (perikarditis pasca infark)
 Gejala klinis
 Trias klasik:nyeri dada, pericardial friction rub
dan elevasi segmen ST
 Kadang-kadang disertai fibrilasi atrium
 Endokarditis infektif
 Penyakit infeksi pada endokard atau katup
 Biasanya terjadi pada jantung yang telah mengalami
kerusakan/gangguan fungsi
 Bisa terjadi pada jantung sehat misalnya pada
penyakit kronik atau pemakai obat-obatan
 Gejala klinik
 Demam terus menerus, meningkat pada sore/malam
 Perdarahan kecil di daerah dada, kulit dan mata
 Roth’ spot, petekiae pada retina, bagian tengah lebih
pucat
 Osler’s node, penonjolan kulit berwarna kebiruan di
jari dan otot tangan
 Miokarditis
 Peradangan miokard
 Penyakit infeksi atau autoimun yang
disebabkan oleh obat-obatan
 Gejala klinik
 Tidak khas
 Ringan tanpa keluhan
 Berat gagal jantung
 Rasa lemah, berdebar-debar, nyeri dada
 Angina pektoris
 Serangan sakit/nyeri dada, biasanya menjalar, paling
lama 20 menit
 Gejala klinik
 Timbul pada saat beraktivitas, hilang setelah
beristirahat
 Nyeri disebabkan oleh iskemia karena sumbatan a.
koroner
 Biasanya terdapat faktor risiko misalnya obesitas,
hipertensi, diabetes, merokok, hipertrigliserid
 Kadang-kadang terdengar bunyi jantung IV
 Pada EKG terlihat depresi segmen ST atau T terbalik
 Penyakit jantung koroner kronik
 Disebabkan oleh aterosklerosis (proses degeneratif)
 Meningkat seiring peningkatan usia harapan hidup
 Disertai faktor risiko
 Hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, berat badan, merokok
 Gejala klinik
 Palpitasi
 Sesak napas
 Angina
 Gambaran EKG seperti angina atau infark
 Infark miokard akut
 Nekrosis miokard
 Sumbatan a. koroner yang cukup lama
 Sumbatan oleh plak yang terlepas
 Gejala klinik
 Nyeri dada, lebih lama dan lebih sakit dari
angina
 Nyeri menjalar
 Tidak sembuh dengan obat nitrogliserin
 Tampak elevasi segmen ST
 Gelombang T terbalik
 Gelombang Q patologis
 Patent ductus arteriosus
 Menghubungkan a. pulmonalis dan aorta
 Normal pada neonatus < 24 jam
 Menutup secara fungsional > 24 jam
 Menutup secara anatomik < 4 minggu
 Sering pada bayi prematur
 Gejala klinik
 Bila PDA kecil tidak menimbulkan gangguan
hemodinamik
 Bila besar dapat menyebabkan gagal jantung
kiri
 Tetralogi Fallot
 Terdiri dari defek septum ventrikel, obstruksi aliran
jantung kanan, hipertrofi ventrikel kanan, overriding
aorta
 Terjadi aliran pintas dari ventrikel kanan ke ventrikel
kiri, darah ventrikel kiri bercampur dengan darah
ventrikel kanan
 Menyebabkan hipoksia jaringan
 Gejala klinik
 Sianosis
 Cepat lelah
 Sesak
 Jari tabuh
 Pada EKG terlihat hipertrofi ventrikel kanan
 Ventricular septal defect (VSD)
 Tidak terbentuk septum interventrikulorum
 Darah di ventrikel kiri dan kanan bercampur
 Gejala klinik
 Bila kecil tidak menimbulkan gangguan
hemodinamik
 Bila besar dapat menyebabkan stenosis
pulmoner yang mirip dengan TF
 Sesak, sinkope, cepat lelah
 Pada EKG terlihat hipertrofi ventrikel kiri
 Coarctatio aorta
 Penyempitan lumen aorta, sebagian atau
seluruh lumen
 Paling sering di distal a. subklavia dekat
pangkal duktus arteriosus
 Gejala klinik
 Tergantung usia
 Pada anak-anak, sesuai gambaran gagal
jantung kiri
 Pad orang dewasa, hipertensi pada usia muda
 Nadi a. femoralis lebih < a. radialis
 Tekanan darah a. femoralis < a. radialis
 Hipertensi
 JNC VII  tekanan darah ≥ 120/80 mmHg
 Hipertensi primer  tidak diketahui
penyebabnya (90%)
 Hipertensi sekunder  disebabkan penyakit
lain (10%)
 Gejala klinik
 Sering tidak diketahui
 Pusing, leher tegang, sakit kepala, palpitasi
 Diagnosis
 Pemeriksaan tekanan darah berkala
Praktikum tekanan darah
 Metode auskultasi
 Arteri brakialis
 Sfigmomanometer
 Fase I : Korotkoff inisial (Ki) (sistolik)
 Suara ditimbulkan oleh dinding arteri membuka dan bergetar
 Fase II : Korotkoff compression (Kc)
 Suara disebabkan oleh aliran turbulen karena kompresi pada arteri
 Fase III: Augmentasi
 Suara menjadi jelas karena aliran darah meningkat
 Fase IV: Muffling/tumpul, bunyi terakhir (diastolik)
 Suara melemah karena kompresi menurun, intensitas Kc melemah
 Fase V : Suara menghilang
 Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan
darah.
 Posisi tubuh (berbaring, berdiri, duduk)
 Aktivitas (istirahat, olahraga)
 Obat-obatan
 Stres