Anda di halaman 1dari 26

By :

MARINDO PALAR
By :
MARINDO PALAR 1
Fatality

DEAD
Kecelakaan
Tanpa
Kecelakaan
Signifikan Kehilangan
GUNUNG ES Hari Kerja
Kecelakaan
Sedang

Kecelakaan
Kecil

SEMUA POTENSI KECELAKAAN

2
PERBANDINGAN RISIKO FINANSIAL DARI SETIAP
KECELAKAAN

BIAYA
LANGSUNG
BIAYA LAIN

KERUSAKAN PROPERTI
DATA KECELAKAAN KERJA DI INDONESIA

Accident
Results
No Year Disability Recovery
Cases Death (Function + Total
+ Temporary) (STMB)
1 1999 91.510 1.476 11.871 78.163

2 2000 98.902 1.592 12.025 85.285

3 2001 104.774 1.768 12.566 90.440

4 2002 103.804 1.903 10.345 91.556

5 2003 105.846 1.748 7.228 93.703

6 2004 95.418 1.736 9.106 84,576


Sumber : Depnakertrans, Seminar Nasional Bulan K3, Januari 2005.
4
TINDAKAN
TIDAK AMAN
78%
FAKTOR KONDISI TIDAK
PENYEBAB AMAN
KECELAKAAN 20%
KERJA LAIN-LAIN
2%

5 5
LEGISLASI UU No. 1/1970, UU No.13/2003, Kep-05/Men/1996

BIAYA PREMI MAKIN TINGGI, BILA RISIKO


ASURANSI MAKIN TINGGI. RISIKO BISA DIMANAGE DGN
ADANYA SISTEM K3

PELANGGAN PELANGGAN MENUNTUT SUPPLIER atau


KONTRAKTORNYA UNTUK MEMILIKI SMK3

KOMPETISI BISNIS GLOBAL MENUNTUT STANDARISASI

SERIKAT MENUNTUT HAKNYA SESUAI UU No. 13/2003, Ps 86


PEKERJA
MENUNTUT KENYAMANAN DAN KEAMANAN
MASYARAKAT LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALNYA
6
DENGAN SEMUA LATAR BELAKANG TERSEBUT
DIBANGUNLAH BERBAGAI MACAM STANDAR
UNTUK MENGHILANGKAN ATAU MEMINIMALKAN
KERUGIAN IMMATERIL DAN MATERIL YANG TIMBUL
KARENA KECELAKAAN KERJA,

DIANTARANYA ADALAH :

7
DASAR HUKUM :
UU No.14/1969
UU No.13 /2003
P. 3, 9, 10

p. 86 p. 87
UU No.1/1970

UU No.1/1970 PP - SMK3

Work Place Work Place Company

Per.Men. 05/1996 SMK3


KepMen. 86/1996
Kepmen. 87/1996 8
UU No.13 tahun 2003
Pasal 86
(1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas
a. keselamatan dan kesehatan kerja
b. moral dan kesusilaan; dan
c. perlakuan yang sama yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta
nilai-nilai agama
(2) Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas
kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja
(3) Perlindungan sebagaiamana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku
Pasal 87
(1) Setiap perusahaan wajib menetapkan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan

(2) Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan


kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah
9
UU No. 1 / 1970 :
• memeriksa kesehatan badan, kondisi mental,
kemampuan fisik TK baru;
• pemeriksaan kesehatan berkala;
• menunjukan dan menjelaskan :
- sumber bahaya
- alat pengamanan dan APD
- cara dan sikap kerja yang aman
• mempekerjakan TK setelah paham
• pembinaan K3
• memenuhi dan mentaati syarat K3
• laporan kecelakaan
• memasang UUKK dan poster
• menyediakan APD
• membentuk P2K3
• menerapkan SMK3

10
Bagian dari sistem
manajemen secara
keseluruhan yang
dibutuhkan bagi :
pengembangan, penerapan,
SMK3 adalah : pencapaian, pengkajian dan
pemeliharaan kebijakan K3
dalam rangka pengendalian
risiko yang berkaitan dengan
kegiatan kerja
guna terciptanya tempat kerja
yang aman, efisien dan produktif

11
• MENEMPATKAN PEKERJA SESUAI HARKAT DAN
MARTABATNYA SEBAGAI MANUSIA (UUD 45 ps 27)

• BERSIFAT WAJIB BAGI SEMUA PERUSAHAAN


(UU No.13 Tahun 2003 Pasal 87)

• MENINGKATKAN KOMITMEN PIMPINAN PERUSAHAAN


DALAM MELINDUNGI DAN MEMENUHI HAK PEKERJA
(UU No.13 Tahun 2003 Pasal 86)

• MENEKAN ANGKA KECELAKAAN KERJA MELALUI


PENDEKATAN SISTEM

• MENINGKATKAN EFISIENSI DAN PRODUKTIFITAS


KERJA

12
TINGKATAN PENERAPAN SMK3

% Kecil
64 kriteria
Sedang
122 kriteria
Besar
166 kriteria

0 –59 % Tindakan hukum Tindakan hukum Tindakan hukum

Bendera perak Bendera perak Bendera perak


60 – 84 %
sertifikat sertifikat sertifikat

Bendera emas Bendera emas Bendera emas


85 – 100 %
sertifikat sertifikat sertifikat

13
DEMING CYCLE

14
Komitmen
Management
dan
Review
Kebijakan

Perencanaan
K3

Penerapan
K3
SMK3 CYCLE
15
10 Bab 12 Pasal 4 Lampiran

Bab I - Ketentuan Umum


Bab II - Tujuan Dan Sasaran SMK3
Bab III - Penerapan SMK3
Bab IV - Audit SMK3
Bab V - Kewenangan Direktur
Bab VI - Mekanisme Pelaksanaan Audit
Bab VII - Sertifikat K3
Bab VIII - Pembinaan Dan Pengawasan
Bab IX - Pembiayaan
Bab X - Ketentuan Penutup
Lampiran I : Pedoman Penerapan SMK3
Lampiran II : Pedoman Teknis Audit SMK3
Lampiran III : Formulir Laporan Audit
Lampiran IV : Ketentuan Hasil Penilaian Hasil Audit SMK3
16
1. KOMITMEN DAN KEBIJAKAN
1.1 KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN
* organisasi K3
* menyediakan anggaran, SDM dan sarana
* penetapan tanggung jawab, wewenang dan kewajiban
* perencanaan K3
* melakukan penilaian

1.2. TINJAUAN AWAL K3


* identifikasi kondisi dan sumber bahaya
* pengetahuan dan peraturan perundangan K3
* membandingkan penerapan
* meninjau sebab dan akibat
* efisiensi dan efektifitas
17
2. PERENCANAAN
2.1. MANAJEMEN RISIKO
2.2. PERATURAN PERUNDANGAN
2.3. TUJUAN DAN SASARAN
* dapat diukur
* satuan/indikator pengukuran
* sasaran pencapaian
* jangka waktu pencapaian
2.4. INDIKATOR KINERJA
2.5. PERENCANAAN AWAL DAN PERNCANAAN
KEGIATAN YANG SEDANG BERLANGSUNG

18
3. PENERAPAN
3.1 JAMINAN KEMAMPUAN
* SDM, saran dan dana
* integrasi
* tanggung jawab dan tanggung gugat
* konsultansi, motivasi dan kesadaran
* pelatihan dan kompetensi kerja

3.2 KEGIATAN PENDUKUNG


• Komunikasi
• Pelaporan
• Pendokmentasian
• Pengendalian dokumen
• Pemcatatan dan manajemen informasi 19
3.3 IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN, DAN
PENGENDALIAN RISIKO
• Manajemen risiko
• Perencanaan (design) dan rekayasa
• Pengendalian administratif
• Tinjauan kontrak
• Pembelian
• Prosedur menghadapi keadaan darurat atau rencana
• Prosedur menghadapi insiden
• Prosedur rencana pemulihan keadaan darurat

20
4.3 TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN

hasil temuan pemantauan, audit dan tinjauan


ulang SMK3 digunakan untuk perbaikan dan
pencegahan

21
4. PENGUKURAN DAN EVALUASI
4.1 INSPEKSI DAN PENGUJIAN
• Personil berpengalaman dan berkeahlian
• Catatan terpelihara dan tersedia
• Peralatan dan metode yang memadai
• Tindakan perbaikan dan ketidaksesuaian
• Penyelidikan atas insiden
• Temuan dianalisa dan ditinjau ulang

4.2 AUDIT SMK3


• Dilakuan secara berkala
• Personil berkompeten
• Tinjauan ulang dari hasil audit 22
5. PENINJAUAN ULANG DAN
PENINGKATAN OLEH PIHAK
MANAJEMEN

1. Evaluasi penerapan kebijakan K3


2. Tujuan, sasaran dan kinerja K3
3. Hasil temuan audit SMK3
4. Evaluasi efektifitas penerapan SMK3 dan
kebutuhan untuk mengubahnya
23
LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI SMK3

TAHAP
TAHAP TAHAP
PEMBANGUNAN
PENGENALAN IMPLEMENTASI
SISTEM
Training Pengawasan
Pembuatan Manual Pelaksanaan
Dan Prosedur Prosedur

24
TAHAP TAHAP
INTERNAL AUDIT SERTIFIKASI

Dilakukan oleh
Pelaksanaan Auditor Independent
Internal Audit

25
26