Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK 5

TEMA : NILAI-NILAI PANCASILA DALAM


KERANGKA PRAKTIK
PENYELENGGARAAN PEMERINTAH
NEGARA .

NAMA KELOMPOK : 1. FATHUR RAHMAN.


2. ELLSZA RIDZKY.K
3. IZZA RAUDHA AL-WAFA.
4. RAIHANITA ZAHRA
5. SABIL HAQI.N
6. ZAHRA AULIA PUTRI
SISTEM PEMBAGIAN KEKUASAAN
NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- Kekuasaan negara adalah wewenang yang diberikan kepada penguasa atau


pemerintah untuk mengatur dan menjaga wilayah kekuasaannya dari
penguasaan negara lain.

- Pemisahan kekuasaan berarti kekuasaan Negara itu terpisah-pisah dalam


beberapa bagian, baik mengenai orangnya maupun fungsinya.

- Pembagian kekuasaan berarti kekuasaan Negara itu memang di bagi-bagi


dalam beberapa bagian dan tetapi tidak dipisahkan.
Menurut John Locke :
a. Kekuasaan legislatif, adalah kekuasaan untuk
membuat ataupun membentuk undang-undang.
b. Kekuasaan eksekutif, adalah kekuasaan untuk
melaksanakan undang-undang termasuk kekuasaan
untuk mengadili setiap pelanggaran terhadap
undang-undang.
c. Kekuasaan federatif, adalah kekuasaan untuk
melakukan hubungan luar negeri.
1). Kekuasaan konstitutif adalah kekuasan untuk mengubah dan
menetapkan Undang-Undang Dasar.

2). Kekuasaan eksekutif adalah kekuasaan berfungsi menjalankan


undang-undang dan penyelenggaraan pemerintahan negara.

3). Kekuasaan legislatif adalah kekuasaan untuk membentuk undang-


undang

4). Kekuasaan yudikatif adalah kekuasaan untuk menyelenggarakan


peradilan guna menegakan hukum dan keadilan.

5). Kekuasaan eksaminatif atau inspektif adalah kekuasaan yang


berhubungan dengan penyelenggaraan pemeriksaan atas pengelolaan
serta tanggung jawab tentang keuangan negara.

6). Kekuasaan moneter adalah kekuasaan untuk metapkan serta


melaksanakan kebijakan moneter.
 1. Tugas Kementrian Negara Republik Indonesi
seorang Presiden mempunyai kewenangan yang sangat
banyak. Tugas dan kewenangan Presiden yang sangat banyak
ini tidak mungkin dikerjakan sendiri. Oleh karena itu
Presiden memerlukan orang lain untuk membantunya.
Presiden Republik Indonesia dibantu oleh seorang wakil
presiden yang dipilih bersamaan dengannya melalui
pemilihan umum, serta membentuk beberapa kementerian
negara yang dipimpin oleh menteri-menteri negara.
Kementerian Negara Republik Indonesia diatur secara tegas
dalam Pasal 17 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
yang menyatakan:

- Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.

- Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.

- Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam


pemerintahan.

- Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian


negara diatur dalam undang-undang.
2. Klasifikasi Kementrian Negara Republik Indonesia
Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Kementerian Negara secara tegas menyatakan bahwa jumlah maksimal
kementerian negara yang dapat dibentuk adalah 34 kementerian negara.
- Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang nomenklatur/
nama kementeriannya secara tegas :
1)Kementerian Dalam Negeri
2) Kementerian Luar Negeri
3) Kementerian Pertahanan
- Kementerian yang menangani urusan pemerintahan :
1)Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
2) Kementerian Keuangan
3) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
- Kementerian yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka
penajaman, koordinasi dan sinkronisasi program pemerintah :
1) Kementerian Sekretariat Negara
2) Kementerian Riset dan Teknologi
3) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
3. Lembaga Pemerintahan Nonkementrian.
Lembaga Pemerintahan Nonkementrian merupakan lembaga
negara yang dibentuk untuk membantu presiden dalam
melaksanakan tugas pemerintahan tertentu. Lembaga
Pemerintahan Nonkementrian berada di bawah presiden dan
bertanggung jawab langsung kepada presiden melalu menteri
atau pejabat setingkat menteri yang terkait.
Berikut ini Lembaga Pemerintah Nonkementrian yang ada di
Indonesia :
a. Arsip Nasional Republik Indonesia ( ANRI ).

b. Badan Informasi Geospasial ( BIG ).

c. Badan Intelijen Negara ( BIN )

d. Badan Narkotika Nasional ( BNN )

e. Badan Nasional Penanggulagan Bencana ( BNPB )


Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan
Pemerintahan
1. Sistem nilai dalam pancasila
Pancasila mengandung serangkaian nilai, yaitu
ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan,
keadilan. Adapun nilai pancasila bersifat objektif dan
subjektif.
a. Nilai-nilai dasar Pancasila bersifat universal objektif.
Nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan diakui oleh
negara-negara lain. Pancasila bersifat objektif :
1) Rumusan dari sila-sila Pancasila.
2) Inti nilai-nilai pancasila berlaku tidak terikat oleh
ruang.
3) Pancasila yang terkandung dalamPembukaan UUD
1945.
b. Pancasila bersifat subjektif
Artinya nilai-nilai Pancasila itu terlekat
pada masyarakat, bangsa, dan negara
Indonesia.
1) Nilai pancasila timbul dari bangsa
Indonesia sendiri.
2) Nilai-nilai Pancasila merupakan filsafat
(pandangan hidup) bangsa Indonesia.
3) Nilai-nilai Pancasila sesungguhnya
merupakan nilai-nilai yang sesuan
dengan hati nurani bangsa Indonesia.
2. Implementasi Pancasila
Pancasila yang termuat dalam Pembukaan UUD
1945merupakan landasa bangsa Indonesia yang
mengandung tiga tata nilai utama, yaitu :
a. Dimensi spiritual : mengandung makna bahwa Pancasila
mengandung nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
sebagai landasan keseluruhan nilai dalam falsafah negara.
b. Dimensi kultural : mengandung makna bahwa Pancasila
merupkan landasa falsafah negara, pandangan hidup nernegara,
dan sebagai dasar negara.
c. Dimensi institusional : mengandung makna bahwa Pancasila
harus sebagai landasan utama untuk mencapai cita-cita, tujuan
bernegara, dan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
3. Nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaran
pemerintahan bernegara
Pengkajian Pancasila secara filosofis dimaksudkan untuk

mencapai hakikat atau makna terdalam dari pancasila.
a. Nilai sila Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Pengakuan adanya kausa prima (sebab pertama), yaitu
Tuhan yang Maha Esa.
2) Menjamin pwnduduk untuk memeluk agama masing-
masing dan beribadah menurut agamanya.
3) Tidak memaksa warga negara untuk beragama, tetapi
diwajibkan memeluk agama sesuai hukum yang berlaku.
4) Atwisme dilarang hidup dan berkembang di Indonesia.
5) Negara memfasilitasi bagi tumbuh kembangnya agama
dan iman warga negara dan menjadi mediator ketika
terjadi konflik antar agama.
b. Nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
1) Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai
makhluk Tuhan karena manusia mempunyai sifat universal.
2) Menjungjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa, hal
ini juga bersefat universal.
3) Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.
c. Nilai sila Persatuan Indonesia
1) Nasionalisme.
2) Cinta bangsa dan tanah air.
3) Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.
4) Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan,
dan perbedaan warna kulit.
5) Menumbuhkan rasa senasib dan sepenganggungan.
d. Nilai sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan
1) Hakikat sila ini adalah demokrasi, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat.
2) Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru
sesudah itu diadakan tindakan bersama.
3) Dalam melakukan putusan diperlukan kejujuran bersama.
4) Perbedaan secara umum demokrasi di negara Barat dan di negara Indonesia,
yaitu terletak pada permusyawarata rakyat.
e. Nilai sila Keadilam Sosila nagi Seluruh Rakyat Indonesia
1) Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis
berkelanjutan.
2) Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan
bersama potensi masing-masing.
3) Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja
sesuai dengan bidangnya.
Terima Kasih