Anda di halaman 1dari 9

KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI DAN


KESEMPATAN KERJA

Kelompok 13 :
Almaliyana (RRC1C016011)
Vidya Utami Eryadi (
KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah


dengan cara mengatur anggaran pendapatan dan belanja negara dengan
tujuan untuk mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan nasional dan
kesempatan kerja

Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk


mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan
(berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan
moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara
mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen
utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat
dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi
variabel-variabel berikut:

• Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi


• Pola persebaran sumber daya
• Distribusi pendapatan
LANJUTAN

Pemerintah yang menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan


maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan
perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha
mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang
diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain
pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional,
dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi
tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi
distribusi penghasilan nasional.
KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dimaksudkan
untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara
mengubah-ubah jumlah uang yang beredar.
(Dikutip dari buku Perekonomian Indonesia Suparmoko)

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang


sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan
inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan
moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman,
"margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan
bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui
persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
(Dikutip dari Wikipedia)
LANJUTAN
Kebijakan moneter adalah bertujuan untuk mencapai tingkat
pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan
tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan
tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur
keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang
agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan
kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter
dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas
pada instrumen sebagai berikut :
1. suku bunga,
2. giro wajib minimum,
3. intervensi dipasar valuta asing
4. dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam
uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
KEBIJAKAN FISKAL UNTUK
MENANGGULANGI INFLASI

Kebijakan fiskal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan


dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan itu dapat memengaruhi
tingkat inflasi. Kebijakan fiskal untuk menanggulangi inflasi
antara lain sebagai berikut :

1. Menghemat Pengeluaran Pemerintah


2. Menaikkan Tarif Pajak
SINERGI KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

Yang dimaksud dengan kebiijakan yang bersinergi banyak adalah


kebijakan campuran antara kebijakan moneter dan fiskal.
Keefektifan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter harus dapat
dimanfaatkan bersama-sama untuk meningkatkan pendapatan
nasional dan kesempatan kerja.

Namun perlu disadari bahwa efektifitas kebijakan moneter ini


tergantung pada :
1. Apakah perubahan jumlah uang yang beredar mempengaruhi
suku bunga perkreditan yang dihadapi para investor dan
2. Apakah semua perubahan itu mempengaruhi pengeluaran untuk
investasi.
LANJUTAN

Berikut adalah tabel dampak sinergi kebijakan fiskal dan moneter

Kebijakan moneter ketat Kebijakan moneter longgar


Jenis kebijakan
Hasil Hasil
Inflasi ringan Inflasi sedang
Kebijakan fiskal ketat
Serapan tenaga kerja rendah Serapan tenaga kerja sedang
Inflasi sedang Inflasi berat / cepat
Kebijakan fiskal longgar
Serapan tenaga kerja sedang Serapan kerja tinggi

Sumber : Bennet dan Loayza dalam Miranda Gutom, Essays in Macro Economic
Policy : The Indonsian Experience, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007.
LANJUTAN

Sinergi atau koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter akan


menghasilkan dampak positif pada stabilitas. Tabel tersebut
menunjukkan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter beserta
hasilnya.

Penggunaan kebijakan fiskal dan moneter secara bersama harus


benar-benar bersinergi. Sebagai contoh suatu kebijkan fiskal berupa
defisit APBN akan mencipyakan hiper inflasi dan resesi ekonomi.
Untuk itu, maka pengambil keputusan harus mengelola defisit APBN
dengan menaikkan penerimaan negara melalui perpajakan, tetapi
berdampak ini mengerem pertumbuhan ekonomi.