Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

POLIP NASI
Oleh
Janet Edrina Ung

Pembimbing
dr. Fransiska Tricia, Sp.THT-KL
BAB 1
PENDAHULUAN
• Polip nasi merupakan mukosa hidung yang mengalami inflamasi dan
menimbulkan prolaps mukosa di dalam rongga hidung.
• Prevalensi penderita polip nasi belum diketahui pasti karena hanya
sedikit laporan dari hasil studi epidemiologi.
• Etiologi dan patogenesis dari polip nasi belum diketahui secara pasti.
Maka sangatlah penting untuk dapat mengenali gejala dan tanda
polip nasi untuk mendapatkan diagnosis dan pengelolaan yang tepat.
BAB 2
PEMBAHASAN
Defenisi
Polip hidung ialah masa lunak yang mengandung banyak cairan di
dalam rongga hidung berwarna putih, keabu-abuan yang terjadi akibat
inflamasi mukosa. Umumnya sebagian besar polip ini berasal dari
celah kompleks osteomeatal (KOM) yang kemudian tumbuh ke arah
rongga hidung.
Epidemologi Makroskopis
Di Indonesia perbandingan Polip merupakan masa bertangkai
pria dan wanita 2-3 : 1 dengan permukaan licin, berbentuk bulat
dengan prevalensi 0,2%- atau lonjong, berwarna putih keabu-
4,3%. abuan, agak bening, lobular, dapat
tunggal atau multiple.
Etiopatogenesis
1. Inflamasi kronis
2. Disfungsi saraf otonom
makroskopis…. Tempat asal tumbuhnya polip
Bila terjadi iritasi kronis atau proses terutama dari kompleks osteomeatal
peradangan warna polip dapat berubah di meatus medius dan sinus etmoid.
menjadi kemerah-merahan.
polip yang tumbuh kearah belakang dan
membesar di nasofaring, disebut polip
koana. Berasal dari sinus maksila dan
disebut juga polip antro-koana.

polip yang sudah menahun warnanya


dapat menjadi kekuning-kuningan
karena banyak mengandung jaringan
ikat.
Mikroskopis
Epitel serupa dengan mukosa hidung normal yaitu epitel bertingkat semu bersilia dengan
submukosa yang sembab. Sel-selnya terdiri dari limfosit, sel plasma, eosinophil, neutrofil, dan
makrofag. Mukosa mengandung sel-sel goblet.

Manifestasi Klinis
• hidung tersumbat
• (rinorea) mulai dari yang jernih sampai purulent
• hiposmia atau anosmia
• nyeri kepala daerah frontal
• Gejala sekunder yang dapat timbul adalah bernafas melalui mulut, suara sengau,
halitosis, gangguan tidur, dan gangguan kualitas hidup.
Diagnosis
1. Anamnesis 2. Pemeriksaan fisik
keluhan berupa hidung • dapat menyebabkan deformitas hidung luar
tersumbat, rinorea, hiposmia sehingga hidung tampak mekar
atau anosmia. Dapat pula • Pada pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan
didapatkan gejala sekunder masa pucat yang berasal dari meatus media dan
seperti bernafas melalui mulut, mudah digerakkan.
suara sengau, halitosis,
gangguan tidur dan gangguan • stadium polip menurut MacKay dan Lund : Stadium
aktifitas. 1 : polip masih terbatas pada meatus media,
Stadium 2 : polip sudah keluar dari meatus media,
tampak pada rongga hidung tertapi belum
memenuhi rongga hidung, Stadium 3: polip masif.
3. Pemeriksaan penunjang
• Nasoendoskopi
• Radiologi
Foto polos sinus paranasal (Posisi waters, AP, Caldwell dan lateral),
pemeriksaan CT scan.
Penatalaksanaan
1. Antibiotik
Polip hidung dapat menyebabkan terjadinya obstruksi sinus, yang
selanjutnya menimbulkan infeksi.
2. Kortikosteroid
• Topikal kortikosteroid : pilihan pertama untuk polip hidung, berguna
pada pasien post-operatif polip hidung dapat mengurangi angka
kekambuhan, dapat dicoba selama 4-6 minggu dengan fluticasone
propionate nasal drop 400 ug 2x/hari mengatasi polip hidung ringan-
sedang (derajat 1-2).
• Sistemik kortikosteroid : penggunaan dari kortikosteroid sistemik/oral
tunggal masih belum banyak diteliti. Penggunaanya umumnya berupa
kombinasi dengan terapi kortikosteroid intranasal.
3. Terapi pembedahan
Tindakan yang dilakukan yaitu berupa ekstraksi polip (polipektomi),
etmoidektomi untuk polip etmoid, operasi Caldwell-luc untuk sinus
maxila.
Keluhan Sumbatan hidung dengan 1/> gejala

Massa polip hidung Tentukan stadium Curiga keganasan

Permukaan berbenjol, mudah berdarah


Jika mungkin : biopsy untuk tentukan tipe polip dan
lakukan polipektomi reduksi Biopsy tatalaksana sesuai

Keterangan menentukan stadium


Stad 2&3 Stad I & 2 1. Polip dalam MM (NE)
Terapi bedah 2. Polip keluar dari MM
Terapi medik
3. Polip memenuhi rongga hidung

Persiapan pra bedah

Terapi medik :

1. steroid topical dan atau


2. polipektomi medikamentosa dengan cara :
 deksametason 12 mg (3 Hr) 8 mg (3 Hr)4 mgt (3 Hr)
 Methylprednisolon 64 mg 10 mg (10 Hr)
 Prednisone 1 mg/ kgbb (10 Hr)

Terapi bedah Tidak ada perbaikan Perbaikan mengecil Perbaikan hilang

Tindak lanjut dengan steroid topical Pemeriksaan berkala sebaiknya dengan NE sembuh

Polip rekuren :

 Cari faktor alergi


 Steroid topical
 Steroid oral tidak lebih 3-4x/ tahun
 Kaustik
Prognosis

Umumnya setelah penatalaksanaan yang dipilih prognosis polip hidung ini baik
(dubia et bonam) dan gejala-gejala nasal dapat teratasi. Akan tetapi
kekambuhan pasca operasi atau pasca pemberian kortikosteroid masih sering
terjadi. Untuk itu follow-up pasca operatif merupakan pencegahan dini yang
dapat dilakukan
BAB 3
LAPORAN KASUS
Identitas pasien
Nama : Nn. BS
TTL/umur : 1 Januari 2007
Jenis kelamin : perempuan
Agama : katolik
Pekerjaan :pelajar
Tanggal masuk poli : 9 April 2018
No RM / Register : 221795 / 494831
Riwayat Perjalanan Penyakit
Keluhan Utama
Benjolan di hidung sejak 3 hari yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang


Benjolan di hidung kanan nampak sejak 3 hari yang lalu sehingga hidung terasa tersumbat.Benjolan
di hidung kanan tidak terasa nyeri. Hidung sebelah kiri tidak terasa tersumbat. Hidung tidak berbau.
Pasien mengalami batuk pilek sejak 3 hari yang lalu. Ingus berwarna putih bening dan kental. Keluar
darah dari hidung pada saat ingin megeluarkan ingus.

Riwayat penyakit terdahulu : Pasien mengeluh pilek yang hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu.

Riwayat penyakit keluarga/social : -

Riwayat pengobatan : -

Riwayat alergi : Pasien tidak memiliki alergi terhadap obat atau makanan tertentu.
Anamnesis umum THT

Telinga Hidung Tenggorok Laring


Gatal :-/- Rinorre :+/+ Sukar menelan :- Suara parau :-
Korek :-/- Buntu :+/- Sakit menelan :- Afonia :-
Nyeri :-/- Bersin :- Trismus :- Sesak nafas :-
Bengkak : - / - Dingin/lembab : Ptyalismus :- Rasa sakit :-
Otore :-/- Debu rumah : Rasa mengganjal : - Rasa mengganjal : -
Tuli :-/- Berbau :- Rasa berlendir :-
Tinitus : - Mimisan :+ Rasa kering :-
Vertigo : - Nyeri hidung :-
Mual :- Suara sengau :+
Muntah : -
Pemeriksaan Fisik
Status generalis

Kesadaran : compos mentis Sianosi : -

Tensi : tidak diukur Stridor inspirasi : -

Nadi : 84x/menit Retraksi suprasternal : -

Respiratory rate : 16x/menit Retraksi intercostal : -

Suhu : afebris Epigastrial : -

Anemi : conjungtiva anemis (-


)
Status Lokalis THT
Pemeriksaan Penunjang
Radiologi

Kesan :

- Sinusitis maxilaris bilateral terutama dextra


- Hipertropi concha nasalis bilateral terutama
dextra
- Septum tidak deviasi
- Tulang intak
- Sinus frontalis normal
Diagnosis
Polip multiple cavum nasi dextra stadium 2
Diagnosis Banding : -
Penatalaksanaan :
• Methylprednisolon 3 x 2 mg
• Loratadin 1 x 10 mg
• Polypektomi untuk mengangkat massa pada hidung
BAB 4
PEMBAHASAN
Wanita 11 tahun datang ke poli THT dengan keluhan benjolan di hidung
sejak 3 hari yang lalu. Benjolan keluar dari hidung sebelah kanan
sehingga hidung terasa tersumbat. Pasien batuk pilek sejak 3 hari yang
lalu. Ingus berwarna putih bening dan kental. Pada saat ingin
mengeluarkan ingus keluar darah bersama ingus. Pasien sudah
mengalami pilek yang hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu.
Teori Kasus
Anamnesis Keluhan utama penderita ialah hidung terasa tersumbat, rinore yang jernih Pasien dating dengan keluhan keluar
sampai purulent. Bila disertai infeksi sekunder didapati post nasal drip dan benjolan dari hidung kanan sehingga hidung
rinore purulen. Gejala sekunder ialah benafas dari mulut, suara sengau, dan terasa tersumbat. Ingus yang keluar jernih
halitosisi dan kental. Pasien juga mengeluhkan suara
menjadi sengau.
Pemeriksaan Fisik RA: massa dari meatus medius berwarna pucat dan mudah digerakan dan RA: tampak massa berwarna keabu-abuan
tidak gampang berdarah. Stadium 1 : polip di meatus medius, Stadium 2 : yang licin dan mudah digerakan serta tidak
polip sudah keluar dari meatus medius, stadium 3 : polip yang massif gampang berdarah. Massa sudah keluar dari
meatus medius.
Pemeriksaan Foto polos sinus paranasal (posisi waters, AP, Caldwell, dan lateral), CT scan Foto polos sinus paranasal posisi waters :
Sinusitis maxilaris bilateral terutama dextra,
Penunjang hipertropi concha nasalis bilateral terutama
dextra
Penatalaksanaan Pemberian kortikosteroid secara topical atau sistemik untuk methylprednisolon 3x2 mg
menghilangkan polip. Polip yang tidak membaik dengan medikamentosa loratadin 1x10 mg
dan polip massif dipertimbangkan untuk terapi bedah.
Obat simptomatik untuk meredakan gejala hidung tersumbat,
BAB 5
PENUTUP
Kesimpulan
Telah dilaporkan kasus Nn. BS usia 11 tahun dengan keluhan benjolan
yang keluar dari hidung kanan. Dari pemeriksaan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang telah ditegakkan polip
nasi. Penatalaksanaan yang diberikan adalah metilprednisolon 3x2 mg
dan Loratadin 1x10 mg. Pasien disuruh untuk dating control 5 hari
kemudian.