Anda di halaman 1dari 14

Demam dengan ruam pada anak

Disusun Oleh
Raesya Dwi Ananta 1102013239
Pembimbing
Dr. Debby Anggororini P, Sp.A, M.Kes

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RSUD Subang


Campak
Diagnosis
• Demam tinggi, batuk, pilek, mata merah
• Diare
• Ruam makulopapular menyeluruh
• Riwayat kontak
• Riwayat imunisasi

Sebaran ruam campak.


Sisi kiri gambar menunjukkan ruam awal yang menutupi
kepala hingga bagian atas badan, sisi kanan
menunjukkan ruam yang terjadi selanjutnya, menutupi
hingga seluruh badan
Tatalaksana Campak tanpa komplikasi
• Pada umumnya tidak memerlukan rawat inap.
• Beri Vitamin A. Tanyakan apakah anak sudah mendapat vitamin A
pada bulan Agustus dan Februari. Jika belum, berikan 50 000 IU (jika
umur anak < 6 bulan), 100 000 IU (6–11 bulan) atau 200 000 IU (12
bulan hingga 5 tahun). Untuk pasien gizi buruk berikan vitamin A tiga
kali.
• Selengkapnya lihat tatalaksana pemberian Vitamin A.
Perawatan penunjang
• Jika demam, berikan parasetamol.
• Berikan dukungan nutrisi dan cairan sesuai dengan kebutuhan.
• Perawatan mata.
• Untuk konjungtivitis ringan dengan cairan mata yang jernih, tidak diperlukan
pengobatan. Jika mata bernanah, bersihkan mata dengan kain katun yang
telah direbus dalam air mendidih, atau lap bersih yang direndam dalam air
bersih. Oleskan salep mata kloramfenikol/tetrasiklin, 3 kali sehari selama 7
hari. Jangan menggunakan salep steroid.
• Perawatan mulut.
• Jaga kebersihan mulut, beri obat kumur antiseptik bila pasien dapat
berkumur.
Kunjungan Ulang
• Minta ibu untuk segera membawa anaknya kembali dalam waktu dua
hari untuk melihat apakah luka pada mulut dan sakit mata anak
sembuh, atau apabila terdapat tanda bahaya.
Campak dengan komplikasi berat
Diagnosis
• Pada anak dengan tanda campak (seperti di atas), salah satu dari gejala dan
tanda di bawah ini menunjukkan adanya campak dengan tanda bahaya.
• Pada pemeriksaan, lihat apakah ada tanda komplikasi:
• Kesadaran menurun dan kejang (ensefalitis)
• Pneumonia
• Dehidrasi karena diare
• Gizi buruk
• Otitis Media Akut
• Kekeruhan pada kornea
• Luka pada mulut yang dalam atau luas
Tatalaksana
Anak-anak dengan campak komplikasi memerlukan perawatan di rumah sakit.
Terapi Vitamin A: berikan vitamin A secara oral pada semua anak. Jika anak menunjukkan gejala pada mata akibat kekurangan vitamin A atau dalam keadaan gizi buruk, vitamin A diberikan 3 kali: hari 1, hari 2, dan 2-4
minggu setelah dosis kedua.
Berikan pengobatan sesuai dengan komplikasi yang terjadi: Penurunan kesadaran dan kejang dapat merupakan gejala ensefalitis atau dehidrasi berat. Lihat bab mengenai pengobatan kejang dan merawat anak
yang tidak sadar.
Pneumonia
Diare: obati dehidrasi, diare berdarah atau diare persisten;
Masalah pada mata.
o Konjungtivitis ringan tanpa adanya pus, tidak perlu diobati.
o Jika ada pus, bersihkan mata dengan kain bersih yang dibasahi dengan air bersih. Setelah itu beri salep mata tetrasiklin 3 kali sehari selama 7 hari. Jangan gunakan salep yang mengandung steroid.
o Jika tidak ada perbaikan, rujuk.
Otitis media: lihat halaman 185.
Luka pada mulut. Jika ada luka di mulut, mintalah ibu untuk membersihkan mulut anak dengan air bersih yang diberi sedikit garam, minimal 4 kali
sehari.
o Berikan gentian violet 0.25% pada luka di mulut setelah dibersihkan.
o Jika luka di mulut menyebabkan berkurangnya asupan makanan, anak
mungkin memerlukan makanan melalui NGT.
Gizi buruk: sesuai dengan tatalaksana gizi buruk
Perawatan penunjang
• Jika demam, berikan parasetamol.
• Berikan dukungan nutrisi dan cairan sesuai dengan kebutuhan. Lihat tata laksana pemberian
cairan dan nutrisi.
Tindak lanjut
• Penyembuhan campak akut sering terhambat selama beberapa minggu bahkan bulan, terutama
pada anak dengan kurang gizi.
• Atur anak untuk menerima dosis ketiga vitamin A sebelum keluar dari rumah sakit, jika ini belum
diberikan.
Tindakan pencegahan
• Pasien harus dirawat di ruang Isolasi
• Imunisasi: semua anak serumah umur 6 bulan ke atas. Jika bayi umur 6–9 bulan sudah menerima
vaksin campak, penting untuk memberikan dosis kedua segera setelah bayi berumur lebih dari 9
bulan.
Campak Jerman
Eksantema Subitum
Demam Skarlet
Chikungunya