Anda di halaman 1dari 20

PRESENTASI KASUS

Pembimbing :
dr. Diah Utami A, Sp.Rad

Disusun Oleh :
Rizki Rijatullah (G4A016118)
Normalisa Novrita (G4A016110)
Rizki Annisa Yuni (G1A014117)
Identitas Pasien

Nama Pasien : Tn. RS


Usia : 65 tahun
No. Rekam medik : 00937472
Tanggal Foto : 6 Juli 2018
Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien mengeluhkan nyeri perut sejak 3 hari sebelum masuk RSMS.
Nyeri perut dirasakan hilang timbul, semakin lama semakin
memberat. Awalnya nyeri sempat dirasakan di seluruh lapang perut
dan paling dirasa pada kiri bawah. Kadang nyeri perut mengganggu
aktivitas. Pasien juga mengeluhkan BAB sedikit, masih bisa kentut,
perut terasa kembung, kadang mual hingga muntah, dan nafsu
makan menurun.
Foto Polos Abdomen AP/LLD
Interpretasi
• PEMERIKSAAN X-FOTO POLOS ABDOMEN AP/LLD
– Pre peritoneal fat line kanan kiri baik.
– Psoas line kanan kiri dan kontur kedua ginjal sebagian
superposisi udara usus.
– Tak tampak opasitas patologis pada cavum abdomen.
– Jumlah dan distribusi udara usus tampak menigkat.
– Tampak dilatasi struktur bowel.
– Tampak gambaran herring bone maupun coiled spring.
– Pada proyeksi LLD, tampak multipel air fluid level.
– Tak tampak free air.
• KESAN
– Gambaran small bowel obstruction.
– Tak tampak gambaran pneumoperitoneum.
Definisi
• Ileus obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus
yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. Rintangan pada jalan isi
usus akan menyebabkan isi usus terhalang dan tertimbun di bagian
proksimal dari sumbatan, sehingga pada daerah proksimal tersebut
akan terjadi distensi atau dilatasi usus (Beauchamp, et al., 2016)
Etiologi
1. Adhesi intestinal
2. Hernia inkarserata
3. Tumor (primer, metastasis)
4. Divertikulum Meckel
5. Intussusception
6. Volvulus
7. Striktur yang menyebabkan penyempitan lumen usus
8. Askariasis
9. Benda asing

(Brudicardi, et al, 2014)


Klasifikasi
Berdasarkan lokasi obstruksi :
1. Ileus obstruktif letak tinggi : obstruksi mengenai usus halus (dari
gaster sampai ileum terminal).
2. Ileus obstruktif letak rendah : obstruksi mengenai usus besar (dari
ileum terminal sampai rectum).
(Brudicardi, et al, 2014)
Klasifikasi
Berdasarkan stadiumnya :
• Obstruksi sebagian (partial obstruction) : obstruksi terjadi
sebagian sehingga makanan masih bisa sedikit lewat, dapat
flatus dan defekasi sedikit.
• Obstruksi sederhana (simple obstruction) : obstruksi atau
sumbatan yang tidak disertai terjepitnya pembuluh darah
(tidak disertai gangguan aliran darah).
• Obstruksi strangulasi (strangulated obstruction) : obstruksi
disertai dengan terjepitnya pembuluh darah sehingga terjadi
iskemia yang akan berakhir dengan nekrosis atau gangren
(Brudicardi, et al, 2014)
Patofisiologi
Hernia inkarserata, adhesi, intususepsi, askariasis, volvulus, tumor

Penyempitan/Penyumbatan lumen usus

Gangguan pasase lumen usus

Pengumpulan isi lumen usus berupa gas dan cairan pada bagian proksimal penyumbatan

Pelebaran dinding usus (distensi) di b Merangsang hipersekresi k Hiperperistaltik


agian proksimal dari sumbatan elenjar pencernaan

Akumulasi cairan dan


gas bertambah
(Brudicardi, et al, 2014)
Gambaran Klinik
• Dehidrasi berat Serangan kolik meliputi :
• Hipovolemia • Nyeri perut berkala
• Syok • Distensi berat
• Oliguria • Mual / muntah
• Gangguan keseimbangan • Gelisah
elektrolit • Bising usus meningkat
• Perut gembung • Halangan pasase
• Kelebihan cairan usus • Obstipasi
• Kelebihan gas dalam usus • Tidak ada flatus
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
1. Tanda-tanda dehidrasi
2. Distensi, parut, hernia, dan massa abdomen
3. Terlihat kontur usus (darm contour) dan gerakan usus
yang terlihat dari luar (darm steifung)

Auskultasi
Bising usus meningkat dan terdengar suara tinggi
(metallic sound) dan terdengar menyerupai suara tetes air
yang jatuh ke dalam penampungan besar. Fase lanjut
bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang
Pemeriksaan Fisik
Palpasi
Tanda-tanda rangsang peritoneal (nyeri lepas dan defans
muscular)

Perkusi
Hipertimpani

Colok dubur
Menilai total atau tidaknya suatu obstruksi dengan
menilai kolaps atau tidaknya ampulla recti
Terkadang teraba massa
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium
1. Pemeriksaan darah lengkap dan hitung jenis, elektrolit
darah, kadar ureum kreatinin, urinalisis untuk menilai
status hidrasi dan menyingkirkan sepsis
2. Pemeriksaan hemoglobin / hematokrit dapat
memperlihatkan adanya hemokonsentrasi akibat
defisit cairan
3. Analisa gas darah dan pemeriksaan elektrolit untuk
menilai gangguan keseimbangan elektrolit dan asam-
basa
Foto Abdomen 3 Posisi
1. Ileus obstruksi letak tinggi
• Dilatasi di proximal sumbatan (sumbatan paling distal di ileocecal
junction) dan kolaps usus dibagian distal sumbatan
• Coil spring appearance
• Herring bone appearance
• Air fluid level yang pendek-pendek dan banyak
• Sentinel loop (segmen usus terisi udara)
2. Ileus obstruksi letak rendah
• Gambaran penebalan usus besar yang juga distensi
tampak pada tepi abdomen.
• Air fluid level lebih banyak.
• Tampak gas di rektum
• Haustrae menebal
Tata Laksana
1. Pemasangan nasogastric tube
2. Puasa
3. Rehidrasi intravena, perbaikan elektrolit
4. Pada obstruksi parsial  konservatif
5. Pemberian Antibiotik
6. Rujuk ke Sp.B
7. Tindakan bedah bila ditemukan :
Strangulasi
Obstruksi total
Hernia inkaserata
Konservasi gagal
Komplikasi
• Peritonitis
• Syok hypovolemia
• Perforasi usus
• Nekrosis usus
• Sepsis
• Abses
Prognosis
• Mortalitas obstruksi tanpa strangulata adalah 5% sampai 8%
dengan operasi dapat segera dilakukan.
• Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika terjadi
strangulasi atau komplikasi lainnya akan meningkatkan mortalitas
sampai sekitar 35% atau 40%.
• Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan dilakukan dengan
cepat.
TERIMAKASIH