Anda di halaman 1dari 23

SUBSEA SYSTEM

Awal Harsandhy D33115507


Ivan Ardyansyah D33115016
PENGERTIAN SUBSEA
 Subsea adalah istilah yang digunakan untuk mengacu
kepada peralatan, teknologi, dan metode yang dipakai
untuk mengexplorasi, mengebor, pengembangan dan
operasi sebuah lapangan migas yang berada di bawah
permukaan air. Bisa untuk daerah yang dangkal
(shallow) atau laut dalam (deepwater).
KEUNTUNGAN SUBSEA SYSTEM
 Dapat mengambil migas dari sumur- Pembangunannya cepat,
sumur satelit, artinya satu platform pembangunan platform jenis ini
dapat mendukung produksi dari relatif lebih cepat dibandingkan
banyak sumur-sumur migas yang dengan jenis platform permukaan.
berdekatan.  Scalable Development, artinya
 Memperpanjang masa kerja ukuran dari sistem pengeboran
platform, hal ini karena platform dapat disesuaikan sesuai kebutuhan
untuk pengeboran jenis ini misalnya dengan menambah atau
umumnya dapat dipindah-pindahkan mengurangi sumur pada suatu site.
sehingga ketika selesai digunakan  Lebih murah dan efektif untuk
pada suatu tempat, dapat diaplikasikan pada laut dalam
dipindahkan ke lapangan lain. dibandingkan platform permukaan.
 Memungkinkan untuk memproduksi
dari laut yang lebih dalam
KEDALAMAN LAUT
1. Laut Dangkal
 Kedalaman laut tidak lebih dari 300 meter
 Jack up rigs dan fixed offshore structure digunakan
 Penyelaman layak dilakukan
2. Laut Dalam
 Kedalaman air lebih besar dari sekitar 300 meter
 Kapal pengeboran terapung dan platform minyak apung digunakan
 ROV diperlukan sebagai pengganti penyelam
3. Laut yang lebih dalam lagi
 Kedalaman air lebih dari 1500 meter
 Bagian dari proses pengeboran lepas pantai dan dengan demikian dianggap
sebagai istilah relatif sehubungan dengan pengeboran air dalam
KEDALAMAN LAUT
SUBSEA STURCTURE
1. Subsea Xmas Tree System
2. Subsea Umbilikal System
3. Subsea Manifold System
4. Subsea Inline System
5. Subsea Well Jumper
1. Subsea Xmas Tree System
X-mas tree adalah gabungan pipa, valve, dan berbagai mekanisme
pengamanan yang digunakan untuk mengendalikan sumur minyak. X-mas
tree dipasang di atas kepala sumur. Secara singkat, X-mas tress merupakan
katup pengontrol dan pengaman sumur minyak. katup ini menahan berbagai
tekanan tinggi dari dalam sumur. Bagian X-mas tree dan sumur lalu
kebawah adalah bagian drilling.
2. Subsea Umbilikal System
Umbilikal merupakan satu paket bundel yang berisi
gabungan core tubing dan core kabel yang dilapisi
insulasi, dan berfungsi untuk menyalurkan energi hidrolik
maupun listrik dan sinyal listrik dari sistem kontrol ke
manifold maupun sebaliknya
3. Subsea Manifold System
Subsea manifold merupakan alat
pengumpul yang berisi instrumentasi
dan valve yang digunakan untuk
mengumpulkan dan mengendalikan
flow yang mengalir dari banyak X-mas
tree ke flowline. Adapun fungsinya
untuk mengumpulkan aliran minyak
dari beberapa sumur, melalakukan
penghalangan aliran saat kondisi
berbahaya melakukan pengukuran
flow. Adapun energi untuk
menjalankan manifold berasal dari
energi hidrolik dan lstrik yang
diperoleh dari umbilikal yang
dhibungkan ke power dari stasiun unit
kontrol di darat atau jika
memungkinkan di kapal.
 PLEM dan PLET
Terdapat berbagai macam jenis subsea manifold, diantaranya adalah
Pipeline End Manifold (PLEM) dan Pipeline End Termination (PLET).
Perbedaan keduanya hanya pada jumlah pipa yang dapat dikumpulkan. PLEM
dapat mengumpulkan lebih dari 2 jalur pipa, untuk kemudian disambungkan
pada 1 buah riser. PLET hanya dapat menyambungkan 1 buah jalur pipa
dengan 1 buah riser.

PLEM PLET
 RISER & RIGID
Riser adalah pipline yang menyambung dari FPSO. Secara material, hanya ada
dua jenis riser: rigid dan flexible. Adapun karakeristik dari flexible adalah respons
dinamik yang bagus (bisa lebih bebas bergerak), minimum bending radius (MBR)
yang kecil, instalasi yang lebih mudah, koneksi di topside lebih sederhana, dan lebih
tahan terhadap kelelahan metal (fatigue).
karakteristik dari rigid pipe adalah biayanya murah (sekitar setengahnya harga
flexible, ukuran pipa yang lebih besar, collaps depth yang lebih dalam dan lebih
ringan di dalam air. Tetapi koneksi topside buat rigid kurang toleran sama gerakan.

Riser dan rigid


4. Subsea Inline System
Untuk menghubungkan antar
pipeline dan flowline/jumper dengan
fasilitas lainnya di bawah air dengan
koneksi flange, collet, clamp dan
dalam sekala yang lebih kecil mandrel.
Pemasangannya bisa dilakukan oleh
diver atau secara jarak jauh (remote)
oleh ROV
 FLANGE  CLAMP  MANDREL
Koneksi flange bisa dilakukan banyak digunakan untuk Konektor mandrel banyak
baik dengan cara diving penyambungan di laut dalam. digunakan untuk koneksi di
ataupun jarak jauh (remote) Teknologi ini memakai dua sekitar sumur, seperti
dengan ROV. Kelebihan teknik buah hub dari masing-masing menyambungkan Drilling riser
ini adalah koneksi yang kuat, sisinya lalu disatukan oleh ke BOP stack dan subsea
efisien secara struktural dan modul berengsel dengan satu, completion juga banyak
biasa digunakan untuk kondisi dua atau empat buah baut. digunakan untuk riser
yang berat.
5. Subsea Well Jumper
Jumper adalah spool yang pendek sekali (juga bisa rigid
atau fleksibel) sehinggga bisa dipasang dalam satu kali
angkatan ke dasar laut. Jumper bisa dipakai untuk
pengganti flowline atau untuk menyambungkan manifold ke
PLET/PLEM.
SUBSEA CONTROL SYSTEM
 Underside
1. Electro-Hydraulic Jumper
2. SCM (Subsea Control Module)
3. ROV (Remotely Operated Vehicle)
4. Xmass Tree-Subsea Wellhead
5. Umbilical Termination Assembly ( UTA)

 Topside
1. Topside Umbilical Termination Unit (TUTU).
2. Hydraulic Power Unit ( HPU).
3. Subsea Power Supply ( SPS)
4. Subsea Control Unit (SCU)
 Underside
1. Electro-Hydraulic Jumper 2. SCM (Subsea Control Module)
Electro hydraulic (EH) system. EH Subsea control module (SCM) mengatur sejumlah komponen
memakai listrik untuk kontrolnya. (terutama valve) yang ada di sumur atau manifold. SCM juga
Pilot valve hidrolik digantikan mengumpulkan dan mengirim data dari semua sensor yang ada
oleh solenoid valve supaya bisa di sumur, tree dan manifold dan mengirimnya ke MCS di
berkomunikasi secara elektrik. topside. Sensor ini terdiri dari berbagai macam jenis mulai dari
Keuntungan adalah jangkauan yang sederhana seperti untuk suhu dan tekanan, sampai yang
kontrol jadi tidak terbatas karena kompleks seperti multiphase flow metering.
respons listrik jauh lebih cepat
dari hidrolik, valve juga jadi lebih
cepat bereaksi dan ukuran
umbilical jadi relatif lebih kecil.
 Underside
4. Xmass Tree-Subsea Wellhead
3. ROV (Remotely Operated Berfungsi untuk mengontrol arus
Vehicle) minyak atau gas keluar dari sumur.
wahana bawah air yang bertenaga Xmass Tree juga dapat digunakan
listrik dan dikontrol melalui untuk mengontrol injeksi gas atau
pusat, dapat bermanuver sesuai air ke dalam sumur non-produksi
perintah manusia dengan untuk mendorong tingkat produksi
pendorong (thruster) hidrolik minyak dari sumur lain
atau elektrik (Hoong, 2010). Di
dalam ROV biasanya terdapat CCD 5. Umbilical Termination Assembly ( UTA)
(kamera video) dan lampu Berfungsi sebagai pusat kontrol
pencahayaan. umbilical line ke masing-masing sumur
 Topside
1. Topside Umbilical Termination Unit (TUTU).
Sebagai pusat kontrol umbilikal di permukaan air

2. Hydraulic Power Unit ( HPU).


Berfungsi untuk menyuplai tekanan hidrolik yang digunakan untuk
mengontrol alat di dasar laut

3. Subsea Power Supply ( SPS).


Berfungsi untuk menyuplai listrik ditujukan untuk alat-alat di dasar laut

4. Subsea Control Unit (SCU)


Pusat kontrol peralatan subsea, menampilakan current-state komponen,
menampilkan interface proses dan besaran diukur.
TIE BACK SUBSEA
Tie Back adalah menghubungkan fasilitas subsea ke stasiun pengumpul

1. TIEBACK KE FPSO (Floating Production, Storage and Offloading)


Tieback jenis ini umum dilakukan di laut dalam yang jauh dari onshore
dan fasilitas yang sudah ada. Opsi ini juga memungkinkan untuk mengelola
lapangan produksi yang berumur relatif pendek. Karena FPSO bisa
detempatkan dimana saja
2. TIEBACK KE FIXED PLATFORM (CPF)
Pada Tie back ini minyak dan gas di distribusikan pada bangunan fix
platform.
3. TIEBACK KE ONSHORE
Tieback jenis ini minyak dan gas di distibusikan langsung ke darat tanpa
menggunakan FPSO.
TIE BACK SUBSEA
TERIMA KASIH
KESIMPULAN
 subsea akan mengalirkan produksinya dari dalam tanah lewat sumur. Pada
bagian atas sumur ini biasa dipasang tree untuk pengoperasian sumur tersebut.
Dari beberapa sumur, aliran hasil produksi dikumpulkan jadi satu oleh manifold
untuk dikirim ke tempat proses dan penyimpanan selanjutnya yang biasanya
mengapung, berdiri di atas struktur tetap atau berada di darat. Untuk
menghubungkan tree di sumur dengan manifold, kita butuh jumper atau flowline.
Untuk tieback yang panjang, pipeline akan dibutuhkan untuk menghubungkan
manifold dengan fasilitas penerima. Di kedua ujung pipeline ini, biasanya akan
dipasang FTA (Flow Termination Assembly), PLEM (Pipeline End Manifold) atau
PLET (Pipeline End Termination) untuk memungkinkan koneksi dengan riser atau
jumper dari jarak jauh