Anda di halaman 1dari 21

Long case

ANOMALI REFRAKSI

Oleh:
Kelompok 3

Pembimbing:
dr. Ramzi Amin, SpM (K)

BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA


RUMAH SAKIT DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015
ANGGOTA KELOMPOK 3

• Affifurahman, S.Ked
• Nabila Khairunisah Arinafril, S.Ked
• Kinanthi Sabilillah, S.Ked
• Agung Hadi Wibowo, S.Ked
• Nini Irmadoly, S.Ked
• Yusti Desita Indri Ani, S.Ked
• David Wijaya, S.Ked
• Muchtar Lutfi, S.Ked
PENDAHULUAN

• Kelainan refraksi mata atau anomali refraksi adalah keadaan


dimana bayangan tegas tidak dibentuk pada retina tetapi di
bagian depan atau belakang fovea dan tidak terletak pada satu
titik yang tajam.
• Kelainan refraksi dibagi menjadi miopi, hipermetropi dan
astigmatisma.
PENDAHULUAN
IDENTIFIKASI
• Nama : Nn. AH
• Usia : 22 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Jl. Nusa Indah no. 50A kampus,
Palembang
• Pekerjaan : Mahasiswa
• Agama : Islam
• Status : Belum Menikah
• Tgl Pemeriksaan : 7 Agustus 2015
ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA :
Penglihatan yang semakin kabur sejak 13 tahun yang lalu
ANAMNESIS
Riwayat Perjalanan Penyakit :
Sejak ± 13 tahun yang lalu, mata kanan pasien kabur secara perlahan, mata merah
tidak ada, mata berair tidak ada, kotoran mata tidak ada, pandangan silau tidak ada,
pandangan seperti berasap tidak ada, pandangan ganda tidak ada, nyeri bola mata
tidak ada. Pasien berobat ke dokter Spesialis mata dan didiagnosa mengalami
anomali refraksi myopia simpleks dengan dioptri -1, pasien disarankan untuk
menggunakan kacamata dan pasien langsung menggunakan kacamata.

Sampai saat ini pasien masih mengunakan kacamata dan rutin kontrol 1 kali tiap tahun.
Setiap kontrol ke dokter pasien mengganti kacamata sesuai dengan koreksinya. Pasien
saat ini bisa beraktivitas seperti biasa.
Riwayat Penyakit Dahulu:
• Riwayat darah tinggi (-)
• Riwayat kencing manis (-)
• Riwayat alergi obat (-)
• Riwayat trauma pada daerah kepala/mata (-)
• Riwayat kejadian serupa sebelumnya (-)
• Riwayat operasi mata sebelumnya (-)
• Riwayat penggunaan kacamata sebelumnya (+)

Riwayat Penyakit dalam Keluarga:


• Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
• Keadaan umum : Tampak sehat
• Kesadaran : Compos mentis
• Tekanan darah : 120/80 mmHg
• Nadi : 84 kali/menit, reguler, isi dan
tegangan cukup
• Frekuensi napas : 22 kali/menit
• Suhu : 36,5 oC
• Status Gizi : Gizi baik, Normoweight
PEMERIKSAAN FISIK
Status Oftalmologikus
OD OS

Visus 2/60 ph 6/60 2/60 ph 4/60

Visus setelah koreksi S -6.25, C -0.5, Ax 1450 S -5.50

TIO P = N+0 P = N+0

KBM Ortoforia
Status Oftalmologikus
OD OS

GBM 0 0 0 0
0 0 0 0

0 0 0 0

Segmen Anterior

Palpebra
- Superior Tenang Tenang
- Inferior Tenang Tenang
Konjungtiva
- Tarsal Tenang Tenang
- Bulbi Tenang Tenang
Kornea Jernih Jernih

BMD Kedalaman sedang Kedalaman sedang

Iris Gambaran baik Gambaran baik


Status Oftalmologikus
OD OD

Pupil B, C, RC (+), Ø 3mm B, C, RC (+), Ø 3mm

Lensa Jernih Jernih

Segmen Posterior

RFODS (+) (+)

Papil Agak lonjong, batas tegas, Bulat, batas tegas, warna


warna merah normal, merah normal, C/D=0,3,
c/d=0,3, a/v=2:3 a/v=2/3
Makula Refleks fovea (+) normal Refleks fovea (+) normal

Retina Kontur pembuluh darah Kontur pembuluh darah


baik, tigeroid appearance, baik, myopic crescent
myopic crescent
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemeriksaan BCVA (Best Correction Visual Aquity)
• Trial Lens
DIAGNOSIS
• High Myopic Astigmatisme Compositus Occuli Dekstra
• Moderate Myopic Simpleks Occuli Sinistra
PENATALAKSANAAN
• Informed consent
• Informasikan kepada pasien bahwa keluhan yang dialaminya terjadi karena
panjang bola mata terlalu besar sehingga pembiasan jatuh di depan retina
atau kekuatan pembiasan dari lensa terlalu kuat.
• Menjelaskan kepada pasien agar tidak membaca sambil tiduran dan di
tempat yang gelap.
• Menjelaskan dan meminta persetujuan mengenai tatalaksana yang akan
diberikan.
• Menjelaskan setiap komplikasi yang dapat terjadi.
• Kacamata sesuai koreksi
• C. Eye Fresh ODS 3 tetes 12x1
• TGF 2x1
PROGNOSIS
• Ad vitam : Bonam
• Ad fungsionam : Dubia ad bonam
ANALISIS KASUS

Pemeriksaan
Anamnesis
Fisik

Diagnosis
ANALISIS KASUS

• Miopia simpleks pada mata normal


• Memiliki panjang aksial yang terlalu panjang untuk kekuatan
optiknya
• Kekuatan optiknya terlalu besar untuk panjang aksialnya
• Simple myopia (tipe yang paling sering terjadi), biasanya kurang
dari 6 dioptri (D).
• High myopia
• Pemeriksaan funduskopi: gambaran tigeroid appearance
• Gambaran tigeroid: garis patologis yang ditemukan pada retina yang
disebabkan oleh jumlah sel fotoreseptor yang berkurang sehingga
menyebabkan gambaran gelap terang yang memanjang pada
dinding retina.
ANALISIS KASUS
• Prinsip penatalaksanaan
• Mengkompensasi panjangnya bola mata dan akan
memfokuskan sinar yang masuk jatuh tepat di retina.
• Pasien dengan miopia: memberikan kacamata sferis negatif
terkecil yang memberikan ketajaman penglihatan maksimal
tanpa akomodasi
• Pasien dengan miopia tinggi: koreksi dengan sedikit kurang
atau under correction.
• Lensa kontak dapat dipergunakan pada penderita miopia.
• Pemberian Eye fresh: agar mata lebih rileks dan terasa lebih
segar
• Pemberian TGF: untuk vitamin mata.
TERIMA KASIH