Anda di halaman 1dari 21

PERAN FARMAKOEPIDMIOLOGI BAGI APOTEK/

PUSKESMAS

DESAIN EPIDEMIOLOGI EKSPERIEMNTAL


DAN OBSERVANTIONAL

Nama Kelompok 1

Alfiyan Jumdari M
Nuralang Hotnita Sidabalok
Henny E.T Kala Robiati Saragih
Stevani Soselisa Yoel Woraid
Yulisa Matulessy Laherman Kepno
Nurdiana Tandi Pare
FARMAKOEPIDEMIOLOGI

Farmakoepidemiologi berasal dari dua kata


yang terdiri dari “pharmaco” yang berarti
obat dan “epidemiology” yang berarti
populasi besar. Dengan kata lain
farmakoepidemiologi adalah studi yang
mempelajari hubungan pengaruh klinis
suatu obat terhadap suatu populasi.
PERANAN FAMAKOEIDEMIOLOGI DI
APOTEK

Peran farmakoepidemiologi di apotek yaitu meliputi


farmakovigilan. farmakovigilan adalah cabang ilmu
farmakologi yang mempelajari tentang deteksi,
penilaian, pemahaman dan pencegahan efek samping
dari obat. farmakovigilan yang mencakup kegiatan
mendeteksi dan monitoring efek yang tidak
diharapkan dan merugikan pasien.
PERANAN FARMAKOEPIDEMIOLOGI DI
PUSKESMAS

Sama halnya dengan peranan farmakoepidemiologi di


apotek, peranan farmakoepidemiologi juga memakai
konsep yang sama yakni farmakovigilan. Sumber
farmakovigilan adalah sistem pelaporan secara
nasional akan sebuah kasus yang diduga ADR dan
hasil kajian farmakoepidemiologi.
TUJUAN UTAMA FARMAKOVIGILAN

1. Deteksi dini adverse effect yang belum diketahui dan


interaksi
2. Deteksi terhadap peningkatan frekuensi adverse effect yang
telah diketahui
3. Identifikasi faktor resiko dan mekanisme yang mendasari
sebuah adverse effect
4. Menetapkan aspek kuantitatif dari sebuah resiko
5. Analisis dan penyebaran informasi yang dibutuhkan bagi
peresepan dan regulasi obat. Informasi utama
farmakovigilan bersumber dari pasien, dokter, dan farmasis
DESAIN EKSPERIMENTAL

Desain eksperimen merupakan langkah-langkah lengkap


yang perlu diambil jauh sebelum eksperimen dilakukan
agar supaya data yang semestinya diperlukan dapat
diperoleh sehingga akan membawa kepada analisis
obyektif dan kesimpulan yang berlaku untuk persoalan
yang sedang dibahas
PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN
EKSPERIMENTAL

Replikasi

Pengacakan

Kontrol local
Replikasi

Replikasi Merupakan pengulangan eksperimen dasar, dimaksudkan untuk:


1. Memberikan taksiran kekeliruan eksperimen, untuk menentukan panjang
interval konfidens (selang kepercayaan) atau dapat digunakan sebagai
satuan dasar pengukuran untuk penetapan taraf signifikan
2. Menghasilkan taksiran yang lebih akurat untuk kekeliruan eksperimen
3. Memungkinkan untuk memperoleh taksiran yang lebih baik mengenai
efek rata-rata suatu factor
Pengacakan

Berpedoman pada prinsip sampel acak yang diambil dari sebuah


populasi atau berpedoman pada perlakuan acak terhadap unit
eksperimen, maka pengujian dapat dijalankan seakan-akan asumsi
yang diambil telah terpenuhi Pengacakan tidak menjamin
terjadinya independen, melainkan hanya memperkecil adanya
korelasi antar pengamatan Pengacakan juga merupakan suatu
cara menghilangkan bias.
Kontrol local

Merupakan langkah-langkah atau usaha-usaha yang berbentuk


penyeimbangan, pemblokan, dan pengelompokan unit-unit
eksperimen yang digunakan dalam desain. Kontrol lokal
menyebabkan desain lebih efisien, yaitu menghasilkan prosedur
pengujian dengan kuasa yang lebih tinggi.
Secara garis besar, desain eksperimental dalam
epidemiologi, dibagi menjadi dua kelompok besar;
1) penelitian eksperimen /randomised controlled
trial (RCT) dan
2) 2) penelitian eksperimen klaster / cluster
randomised controlled trial (Cluster RCT).
EKSPERIMEN DENGAN KONTROL RANDOM
(RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL /RCT)

Eksperimen murni adalah suatu bentuk rancangan yang


memperlakukan dan memanipulasi sujek penelitian dengan
kontrol secara ketat. Penelitian eksperimen mempunyai ciri :
1. Ada perlakuan
2. Ada randominasi
3. Semua variabel terkontrol,

Kelebihan penelitian experimental adalah memungkinkan


untuk dilakukan randomisasi dan melakukan penilaian
penelitian dengan double-blind.
BENTUK- BENTUK DESAIN TRUE
EXPERIMENTS (EKSPERIMEN MURNI),

1. Pretest-Posttes Control Group Design


2. Posttest-Only Control Group Design
3. The Salomon Three Group
4. Randomized Solomon Four-Group Design.
5. Pretest Control Group Design
QUASI EKSPERIMEN (EKSPERIMEN SEMU)

Quasi Eksperimen (eksperimen semu) adalah eksperimen yang


dalam mengontrol situasi penelitian tidak terlalu ketat atau
menggunakan rancangan tertentu dan atau penunjukkan subjek
penelitian secara tidak acak untuk mendapatkan salah satu dari
berbagai tingkat faktor penelitian.

Desain digunakan jika peneliti dapat melakukan kontrol


atas berbagai variabel yang berpengaruh, tetapi tidak
cukup untuk melakukan eksperimen yang sesungguhnya.
Jenis-jenis Quasi Eksperimen (eksperimen semu)

1. Desain Rangkaian Waktu (Time Series Design)


2. Non-Equivalen Group Desain
3. Desain Rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding
(Control Time Series Design)
4. Desain Separate Sample Pretest-Postest
Contoh Desain Eksperimen adalah : pengaruh viskositas dan volume
pelumas dalam menghasilkan akselerasi pada mesin V6. Pertanyaan
yang muncul:
1) Bagaimana pengaruh tersebut harus diukur?
2) Karakterisitik apa yang harus dianalisis?
3) Bagaimana eksperimen harus dilakukan?
4) Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi?
5) karakteristik yang harus dianalisis tersebut?
6) Faktor-faktor manakah yang penting untuk dianalisis?
7) Berapa besar pengaruh yang dianggap penting?
8) Perlukah eksperimen kontrol diambil untuk dijadikan perbandingan?
DESAIN EPIDEMIOLOGI OBSERVASIONAL

Desain Epidemiologi Observasional Adalah penelitian yang


dilakukan dengan cara pengamatan (observasi) dan mencatat ciri-
ciri/fenomena alam.
Studi Observasional :
1. Studi Kasus Control (case control),
2. studi potong lintang (cross sectional) dan
3. studi Kohort.
1. Studi potong lintang (Cross sectional)

Rancangan cross sectional adalah suatu rancangan epidemiologi


yang mempelajari hubungan penyakit dan faktor penyebab yang
mempengaruhi penyakit tersebut dengan mengamati status faktor
yang mempengaruhi penyakit tersebut secara serentak pada individu
atau kelompok pada satu waktu.

Contoh : Ingin mengetahui hubungan antara anemia besi pada


ibu hamil dengan Berat Badab Bayi Lahir (BBL) denagn
menggunakan rancanagn atau pendekatan cross sectional.
2. Kasus kontrol (case control)

Rancangan Kasus Kontrol adalah rancangan studi epidemiologi


yang mempelajari hubungan antara penyebab suatu penyakit dan
penyakit yang diteliti dengan membandingkan kelompok kasus dan
kelompok kontrol berdasarkan status penyebab penyakitnya.

Contoh : Peneliti ingin membuktikan hubungan antara malnutrisi


(kekurangan gizi) pada balita dengan prilaku pemberian makanan
oleh ibu.
3. Kohort
Rancangan Kohort adalah rancangan studi epidemiologi yang mempelajari
hubungan antara penyebab dari suatu penyakit dan penyakit yang diteliti
dengan membandingkan kelompok terpajan dan kelompok yang tidak
terpajan berdasar status penyakitnya.

Contoh : Penelitian ingin membuktikan adanya hubungan


antara cancer (Ca) paru (efek) dengan merokok (risiko) dengan
menggunakan pendekatan atau rancangan prospektif.
THANK YOU