Anda di halaman 1dari 21

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

PADA INDUSTRI PULP DAN KERTAS

Conny K. Wachjoe

JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI


RUANG LINGKUP
JENIS PROSES
SUMBER KARAKTERISTIK
LIMBAH PENGELOLAAN
Kimia - Fisika
• COD,
Limbah pulp , • BOD, aerobik
CAIR bleaching, kertas • TSS, Biologi
• pH
anaerobik

Landfill
• Proses
produksi • Organik Insinerasi
PADAT • IPAL
• Anorganik
• Kadar air Pengomposan
• Power plant
Digestasi anaerobik

Pemisahan Partikulat
• CRP Emisi Sulfur
GAS • Digester Emisi Karbon
• Power plant Emisi NOx
Pemisahan Gas
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
PROSES DASAR
PROSES PERALATAN EMISI
PEMILIHAN

sistem upengendapan
Fisika - partikel kasar clarifier lumpur

• Partikel halus Clarifier dilengkapi


Sistem koagulasi-
Kimia - • tersuspensi dan dgn koagulator- lumpur
flokulasi
koloid flokulator

• CO2
Org terlarut Bak aerasi dgn
Aerobik Activated sludge • H2O
sederhana clarifier
• lumpur
• CO2
• CH4
Org terlarut Reaktor ,
Reaktor UASB • H2
kompleks penangkap gas,
• H2O
Biologi
• lumpur
Anaerobik
(prospektif) Bahan organik tinggi : 10 – 30 kg COD/m3. hari
Reduksi COD : 70 – 85%
Konsumsi energi rendah : rendah
Kebutuhan nutrisi : rendah 3
Menghasilkan emisi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi
0,3 – 0,4 m3 CH4/kg COD red
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT

SUMBER LIMBAH JENIS LIMBAH

1. Unit penyediaan bahan baku kayu : Kulit dan serbuk kayu, lumpur, pasir
2. Unit pencucian dan penyaringan pulp : Padatan sisa saring (reject) berupa mata kayu
3. Unit pemulihan bahan kimia (CRP) : Lumpur kapur (lime mud), dreg dan grit
4. Unit persiapan kertas bekas : Lumpur serat, plastik, lumpur tinta
5. Unit pengolahan air limbah (IPAL) : Lumpur primer, lumpur sekunder
6. Unit power plant : Abu (fly ash dan bottom ash)

4
DASAR PENENTUAN
TEKNOLOGI PROSES PENGELOLAAN LIMBAH
(ASPEK LINGKUNGAN)

Jenis teknologi
item Digestasi
Landfill Incinerator composting
anaerobik
Organik B3 Organik Organik Organik
Sifat limbah
Anorganik B3 Nilai kalor tinggi Unsur hara bulki

Penstabilan dengan Penstabilan dgn


Penghancuran limbah
Tujuan Pembuangan akhir pemanfaatan unsur pemanfaatan
B3 secara cepat
hara energi

• CO2; CH4;
Emisi CO2; CH4; NOx CO2 CO2
H2;

Tinggi
(tanpa pemanfaatan Tinggi
Potensi GRK sedang energi) rendah (tanpa pemanfaatan
energi)
5
DASAR PENENTUAN
TEKNOLOGI PROSES PENGELOLAAN LIMBAH
(ASPEK TEKNIK DAN EKONOMI )

Jenis Teknologi
No Item Pengomposan Digestasi
Landfill Insinerasi
Aerobik Anaerobik
1 Daya hancur limbah lambat cepat sedang sedang

2 Efektifitas proses rendah tinggi sedang sedang

3 Konsumsi energi rendah tinggi rendah sedang

4 Pengendalian proses mudah sulit sedang sulit

5 Kebutuhan lahan besar kecil besar sedang

6 Investasi alat besar besar sedang besar

7 Biaya operasional rendah tinggi sedang tinggi

8 Potensi pemanfaatan energi rendah tinggi rendah tinggi


6
MEKANISME PROSES PADA LANDFILL

CH4 CO2
Jumlah metan yang dihasilkan
tergantung pada :
• Jumlah total dari limbah yang flare
dibuang ke landfill per tahun
Difusi Oksigasi
• Umur penimbunan landfill Ga Lepas
gas CH4

• Karakteristik limbah, seperti


temperatur dan kadar air Distribusi Sistem
CH4
tanah pengumpul gas

Pembentukan
CH4
7
LANDFILL DENGAN SISTEM PENGUMPULAN GAS METAN DAN
PEMANFAATAN ENERGINYA. ( US.EPA, 2008)

8
INSINERATOR

Item Rotary kiln Fludized Bed


Sifat limbah Toleransi Kadar air tinggi rendah
Eff . pemanfaatan energi tinggi rendah

Laju pembakaran Lambat - cepat sedang


Potensi emisi gas Tinggi tinggi
9
Udara (O2)
PENGOMPOSAN

Mikroorganisme Kelembaban

Karbohidrat/lipid
Selulosa
Protein
Lignin CO2
Metabolit
Abu (ash) intermediatee
H2O
Nitrogen anorganik Siklus
nitrogen
Organisme
baru
mati
Humus/kompos Panas
panas

Sistem terbuka Sitem tertutup


tipe proses windrow dan aerated static pile reaktor tertutup

waktu lambat cepat

Mengatasi bau Kurang efektif efektif

Konsumsi energi rendah tinggi 10

Potensi emisi gas Tidak terkendali terkendali


Complex organic matter
Proteins Carbohydrates Lipis
Hydrolisis

Amino acids Simple sugars Fatty acids,


Acidogenesis glycerol

Ammonia Volatile acids, alkohols


Acetigenesis

Acetic acids H2; CO2

Methanogenesis

CH4; CO2;
DIGESTASI ANAEROBIK
Sistem satu tahap Sistem dua tahap
Laju degradasi lambat cepat

waktu Lama (2 – 3 bulan) Cepat (2 – 4 minggu)

Pengendalian operasi sederhana kompleks

Produk Energi rendah tinggi 11

Potensi emisi gas tinggi rendah


REAKTOR DIGESTASI ANAEROBIK

Satu Tahap Dua Tahap


12
SUMBER DAN KARAKTERISTIK EMISI GAS DAN PARTIKULAT

SUMBER / UNIT PROSES EMISI GAS PARTIKULAT

PERSIAPAN BAHAN BAKU KAYU - -

 senyawa metil merkaptan (CH3HS),


UNIT PULPING  dimetl sulfida (CH3CH3S),
-
 dimetil disulfida (CH3CH3S2),
 gas-gas yang tidak terkondensasi
 senyawa metil merkaptan (CH3HS),
UNIT RECOVERY  dimetl sulfida (CH3CH3S),
PARTIKULAT
BOILER  dimetil disulfida (CH3CH3S2)
UNIT CRP  H2S, dan NOx
 H2S
UNIT EVAPORATOR
 metil merkaptan (CH3HS).
UNIT LIME KILN  NOx, H2S. PARTIKULAT
 gas klor,
UNIT PEMUTIHAN PULP
 klor dioksida
 volatile organic compounds (VOCs)
 SO2,; NOx; CO dan
UNIT POWER PLANT TERMASUK  trace element PARTIKULAT
COGENERATION

UNIT PEMBUATAN KERTAS • formaldehid -


KLASIFIKASI TEKNOLOGI PEMISAH PARTIKULAT

TEKNOLOGI Efektifitas penggunaan dan efisiensi

• Efektif utk pemisahan partikulat uk > 20 μm


Cyclone
• efisiensi pemisahan antara 75 – 95%

Electrostatic • Efektif utk pemisahan partikulat uk 10 - 20 μm


Precipitator (ESP) • Efisiensi pemisahan > 99 %

Saringan Kain • Efektif utk pemisahan partikulat u. halus


(Fabric Filter) • efisiensi pemisahan 99 %

• Efektif utk pemisahan partikulat uk. halus


Partikulat Scrubber
• efisiensi akan meningkat dengan
 Venturi scubber
menambahkan cairan sebagai bahan
 Cyclone Scrubber
penyerap.
 Spray scubber
PERALATAN PENGENDALIAN PARTIKULAT
A B

> 20
μ
m

Cyclone dan Multiple cyclone Multiple cyclone dipasang di boiler

10 - 20 μm

15

Saringan Kain (Fabric Filter) Electrostatic Precipitator (ESP)


Partikulat Scrubber
A B
C

(A).Venturi scrubber, (B). Cyclone Scrubber, (C). Spray Scrubber,

• Berfungsi ganda yaitu pemisahan gas pencemar dan partikulat.


• Air dipakai untuk menyerap partikulat dan gas SO2.
• Larutan alkali dipakai untuk pemisahan TRS, H2S, dan gas Cl2.
PENGENDALIAN GAS
1. Absorber

Counter current spray tower Counter Current Packed Tower Bubble Cap Tray Scrubber
17
Pengendalian Gas SOx
Produk
Metode FGD Absorben Reaksi
sampingan
FGD Tipe Non Regenerasi
Limestone scrubbing CaCO3+ H2O+2SO2  Ca2+ + 2HSO3- + CO2 CaSO4

CaCO3 - slurry CaCO3 + 2HSO3-+Ca2+ 2CaSO3 + CO2 + H2O


CaSO3+1/2O2 CaSO4
Lime scrubbing CaO+H2O  Ca(OH)2 CaSO3, CaSO4

CaO – slurry SO2+ H2O  H2SO3


H2SO3 + Ca(OH)2  CaSO3.2H2O
CaSO3.2H2O+1/2O2  CaSO4. 2H2O
Dual alkaly 2NaOH+SO2Na2SO3+H2O Na2SO3, Na2SO4
Metoude Na2SO3+H2O+SO22NaHSO3
Larutan NaOH atau
Basah
Na2SO3
Mg(OH)2 – slurry Mg(OH)2+SO3MgSO3+H2O MgSO3, MgSO4
Mg(OH)2+2SO2Mg(HSO3)2
Reaksi pada tangki oksidasi :
MgSO3+1/2O2MgSO4
Mg(HSO3)2+Mg(OH)22MgSO3+2H2O
NH3 dan air 2NH4OH+SO2(NH4)2SO3+H2O (NH4)2SO4
(NH4)2SO3+SO3+SO2+H2O2NH4HSO3+H2
Metode Lime Spray Drying CaSO3, CaSO4

Kering Bubuk CaO dan CaCO3


Pengendalian NOx

• NOx dalam bentuk NO dan NO2 terbentuk dengan dua


mekanisme sebagai hasil dari proses pembakaran:
• Fuel NOx: NOx yang terbentuk dari hasil reaksi antara nitrogen (N) yang
terdapat dalam bahan bakar dengan oksigen pada temperatur tinggi

• Thermal NOx: NOx yang terbentuk dari hasil reaksi antara N2 dan O2
pada suhu tinggi dalam ruang bakar

19
Pembakaran gas yang tidak terkondensasi (NCG).

• Dalam sistem pengumpulan gas NCG dari digester dan


evaporator diperlukan suatu kondisi tertentu agar resiko
terjadinya peledakan dapat dihindari.
Kisaran konsentrasi mudah meledak dari gas senyawa sulfur

Gas Senyawa Sulfur Kisaran konsentarsi peledakan


(% volume)
1) H2S 4,3 – 45,5
2) CH3SH 2,2 – 9,2
3) CH3CH3S 3,9 – 21,9

 Dalam pembakaran, senyawa organik dalam bentuk gas


tersebut diubah menjadi karbon dioksida (CO2) dan air, dan
sulfur diubah menjadi sulfur dioksida (SO2). 20
SELESAI
DAN
TERIMA KASIH
21