Anda di halaman 1dari 25

Pembimbing : dr.

Andri Sp An

Abi Rafdi Zhafari 1102013002


Camelia Farahdila Musaad 1102013061
Latifah Nabilahsari 1102013154
Teuku Ilham Noeryosan 1102012119
Yolanda Intan Farellina 1102013312
Pengertian : Memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara
memberikan pernafasan buatan untuk menjamin kebutuhan
oksigen dan pengeluaran gas CO2.

Tujuan : Menjamin pertukaran udara di paru-paru secara


normal.
Ventilasi yang baik
Mendapatkan oksigenasi

Oksigen sel cukup


 Frekuensi pernafasan ( tahipnea, bradipnea)
 Dispnea-sianosis
 Penurunan kesadaran
 Bunyi napas abnormal
 Apnea
 Saturasi O2 (jika ada)
 Penurunan heart rate
GANGGUAN BERNAPAS

Rentang pernapasan normal:

Bayi : 25 – 50 x/mnt
Anak : 15 – 30x/mnt
Dewasa : 12 – 20x/mnt
Pernapasan yang dinilai ekstrim yang perlu
pertolongan sesegera mungkin bila :

Untuk dewasa antara lain :


1.RR < 10 atau >40 x/mnt
2.Pernafasan irreguler
3.GCS kurang dari sama dengan 8
PENILAIAN VENTILASI
- Ada napas? napas normal/distres?
- Adakah luka dada terbuka/menghisap?
- Adakah pneumotoraks tension?
- Adakah patah iga ganda (flail chest)?
- Adakah hemotoraks?
- Adakah emfisema bawah kulit
PENGELOLAAN VENTILASI
Ada napas ?
Napas normal atau distres?
 Tidak ada napas  beri napas buatan O2
 Ada napas sengal-sengal  beri napas buatan + O2
 Ada napas cepat > 25, gerak cuping hidung, retraksi interkostal 
beri O2 + siap napas buatan
GANGGUAN PERNAPASAN
Apakah pasien bernapas /tidak ?

LOOK

LISTEN

FEEL

Waktu : 10 DETIK
Henti Napas - Napas Tidak Adekuat 
NAPAS BUATAN 2 X
HASIL KAJIAN :
Jika pasien tidak bernafas segera

Lakukan menajemen airway dengan benar

Ventilasi & Oksigenasi konsentrasi tinggi


apnea, napas abnormal, napas tidak adekuat

NAPAS BUATAN
 Tanpa Alat
Mouth to mouth (mulut ke mulut)
Mouth to nose (mulut ke hidung)
Mouth to mouth and nose (mulut ke mulut & hidung)

 Dengan Alat

Face mask / pocket mask

Laryngeal mask

Bag valve mask


BREATHING

Mulut Ke Mulut
Bag Valve & Mask

Mulut Ke Mask
Ventilator
PERALATAN PADA
FACE MASK O2 5 - 10 lpm
FiO2 : 40- 60 %

TERAPI OKSIGEN

Masker sederhana
D engan reservoir bag
BVM Dengan reservoir bag Flow O2 : 8 - 12 lpm
Flow O2 : 8- 10 l pm FiO 2 : 60%- 100%
FiO 2 : 80%- 100%

BVM Dengan reservoir bag


BAG VALVE MASK (BVM) 20 – 21 Flow O 2 : 8 -10 lpm FiO2
% : 80 %- 100%
N A SA L P R ON G PERALATAN PADA TERAPI OKSIGEN
O2 fl ow 1 – 6 l
pm
FiO 2 : 2 4 – 44 %

Jackson Rees
Flow O2 : 8-1 0 lpm FiO2
: 100%
1. Penggunaan nasal canule
Konsentrasi yang diberikan 21 s.d 45%

2. Penggunaan rebreathing mask


Konsentrasi O2 diberikan 60 s.d 80% (6-10 lt/mnt)

3. Penggunaan non rebreathing mask


Konsentrasi 80 s.d 100% (6-10 lt/mnt)

4. Penggunaan bag valve mask dengan reservoir


- Konsentrasi yang diberikan 100% (10-12 lt/mnt)
- Keuntungan memberikan tekanan positif, dapat diberikan
pada pasien yang bernafas dan tidak bernafas
MOUTH TO MOUTH VENTILATION
 Resiko terinfeksi
 Gunakan alat pelindung
 Teknik ventilasi tepat
 Lihat adanya sekresi selama
ventilasi : cairan, darah, muntah
 Lihat pengembangan dada

Mulut Ke Mulut
MOUTH TO MASK VENTILATION

 Pocket face mask one-


way valve.
 Teknik & ukuran benar.
 Posisi tepat
 Sambungkan ke
oksigen, jika ada.

Mulut Ke Mask
MOUTH TO MASK VENTILATION
( TEKNIK)
 Posisi pasien.  Nilai pengembangan
 Buka mulut dengan diding dada.
telunjuk /jari tengah.  Lanjutkan ventilasi, jika
 Posisi masker tepat. blm berhasil, dengan
frekwensi.
 Letakkan mulut pada
valve.
 Beri 2x napas (lambat)
dengan volume 800-
1200ml (dewasa) selama
1.5-2 detik.
BAG-VALVE-MASK VENTILATION
(BAGGING)
 Buka jalan napas
 Pilih masker yang tepat
 Letakkan masker tepat
 Sambung masker dengan bag-
valve
 Beri oksigen tinggi

Bag Valve & Mask


VENTILATOR

 Bisa secara Non-Invasive


(tanpa Intubasi)

 Invasive (terintubasi)

Ventilator
PEMBERIAN OKSIGEN

 Indikasi :
 Penurunan Saturasi
oksigen ( < 95%)
 Jalan napas baik
 Bisa secara low flow
sistem : cannula, simple
mask, rebreathing mask,
non rebreathing mask.
 High flow sistem
 Menggunakan ventilator
NAFAS BUATAN
 2 x nafas buatan
 2 detik inspirasi + ekspirasi pasif
 Dengan O2 : TV 6 - 7 ml/kg (400- 600 ml)
 Tanpa O2 : TV 10 ml/kg (700 -1000 ml)

 Tidak berhasil : perbaiki posisi, buka jalan


nafas, ulangi beri nafas buatan
Bila pernapasan dan sirkulasi kembali
normal dan korban tidak diduga memiliki
cedera cervikal

POSISI MANTAP