Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

GEA

DISUSUN OLEH :
YUNIASIH RESTU PUTRI, S.KED
Identitas Pasien
 Nama : An. D
 Umur : 9 Bulan
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Alamat : RT. 4 Olak kemang

Latar Belakang sosial-ekonomi-demografi-lingkungan keluarga


 Jumlah Saudara : 3 saudara
 Status Ekonomi Keluarga : Cukup
 Kondisi Rumah :
 Rumah pasien merupakan rumah panggung
dengan luas ± 6 x 10 m yang dihuni oleh 3 orang yaitu
pasien, ibu dan ayah pasien. Rumah pasien disertai
ventilasi di bagian depan dan samping rumah. Pintu
dan jendela rumah terdapat di depan, samping dan
belakang rumah. Terdapat 2 buah kamar dan tidak
terdapat jendela pada kamar. Air yang digunakan
untuk minum, masak dan mandi dari PDAM, terdapat 1
buah wc/jamban di dalam rumah. Lingkungan sekitar
rumah cukup padat.
 Kondisi Lingkungan Keluarga: Baik
 Aspek Psikologis Keluarga : Pasien tinggal bersama
kedua orang tua pasien.
 Riwayat Penyakit Dahulu/penyakit keluarga :
Pasien belum pernah menderita penyakit yang
sama sebelumnya. Keluarga pasien tidak ada yang
memiliki keluhan/penyakit yang sama dengan
pasien.
 Riwayat Penyakit Sekarang
 Pasien datang dengan keluhan mencret sejak 2 hari sebelum
berobat ke Puskemas, pasien BAB cair 3 kali dalam sehari,
banyaknya ¼-½ gelas belimbing setiap kali mencret dengan
konsistensi cair dengan sedikit ampas, lendir (+), darah (-), bau
busuk(-). Muntah ada.
 Ibu pasien mengaku pasien menjadi rewel, nafsu makan tidak
berkurang, pasien masih mau minum dengan lahap. Pasien juga
demam, panas naik turun dan tidak disertai menggigil dan tidak
ada kejang. keluhan batuk dan pilek disangkal.
 Ibu pasien mengaku pasien buang air kecil biasa dengan warna
kuning jernih. Sehari-hari pasien makan seperti biasa, minum ASI
dibantu dengan susu formula, pasien sehari sebelumnya makan
jajanan yang dibeli ibu pasien di pasar. Riwayat ganti makanan (-),
riwayat ganti susu (-).
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Tampak gelisah

 Kesadaran : Compos mentis


 Pengukuran Tanda Vital :

 Nadi : 86x per menit, reguler, lemah


 Suhu : 37,2°C
 Respirasi : 22x/menit, reguler

 BB : 7,8 kg
Riwayat kehamilan dan kelahiran :
 Masa kehamilan : Cukup bulan
 Partus : Lahir spontan
 Tempat : Bidan
 Ditolong oleh : Bidan
 BBL : 2,7 Kg
 PB : ibu lupa
Kepala :
 Bentuk : Simetris, normocephal
 Mata : dbn
 Telinga : dbn
 Hidung : dbn
 Mulut : dbn
Thoraks : dbn
Abdomen
 Inspeksi : Datar, venektasi (-)
 Palpasi : soepel, turgor kulit kembali lambat,
 Hepar lien tidak teraba

 Perkusi : Timpani (+)


 Auskultasi : Bising usus (+) meningkat,
metallic sound (-)
Ekstremitas : Akral hangat +/+, edema -/-
 Laboratorium
Pemeriksaan Anjuran : feses rutin
 Diagnosa Kerja :
GEA
MANAJEMEN

 Preventif
 Ibu lebih cermat dan selektif dalam memilih makanan untuk anaknya
 Menggunakan air bersih yang telah dimasak
 Ibu menjaga kebersihan pasien dengan memotong kuku dan mandi
secara teratur
 Ibu dan pasien diharapkan mencuci tangan dengan sabun sebelum
menyentuh makanan dan sesudah buang air besar serta setelah
membersihkan BAB pasien
 Ibu dianjurkan mencuci peralatan untuk makanan dengan bersih
 Mengawasi pasien saat bermain dan membersihkannya jika kotor
setelah bermain
 Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
 Promotif
 Edukasi mengenai pengaruh lingkungan terhadap penyakit yang diderita
pasien
 Menjaga kebersihan pasien dan kedua orang tuanya.
 Mencuci tangan setiap sesudah membersihkan BAB pasien.
 Makan makanan yang sehat dan bergizi
 Menggunakan air yang bersih untuk keperluan sehari-hari
 Kuratif
Non farmakologi :
 Minum air putih yang banyak
 Diet bubur + Susu formula dan ditambah buah-buahan seperti pisang
 Oralit 3x1 sachet jika mencret dan muntah
 Kompres hangat
Farmakologi
 Paracetamol syrup 3x1 C per oral

 Zink tab 20 mg 1x1 tab per oral


Tradisional :
 Ambil bawang merah secukupnya dan minyak kelapa.
Hancurkan bawang dan tambahkan sedikit minyak
kelapa kemudian balurkan ramuan ini di atas perut
anak.
Rehabilitasi :
 Edukasi mengenai penyakit kepada ibu pasien

 Minum obat secara teratur

 Rehidrasi

 Makan makanan yang sehat dan bergizi

 Menjaga kebersihan diri dan lingkungan


Penulisan Resep

Dinas Kesehatan Kota Jambi


Puskesmas Olak kemang
dr. Yuni SIP. G1A215030 STR 016/47/2016
Tanggal : 12 Juli 2016

R/ Oralit Sach No. V


S 3 d d 1 sach p. r. n
R/ Paracetamol syr btl No. I
S 3 d d 1 C p. r. n
R/ Zink Tab 10 mg No.X
S 1 d d 1 tab
Pro : An.D Umur : 9 bulan BB:7,8kg
Resep tidak boleh di tukar tanpa sepengetahuan
dokter
TINJAUAN PUSTAKA

 Definisi
Diare akut pada anak adalah diare yang terjadi
secara mendadak dan berlangsung kurang dari 14
hari (kebanyakan kurang dari 7 hari) pada bayi
atau anak yang sebelumnya sehat. Ada juga yang
memberi batasan diare akut pada anak yaitu
buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam
dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang
dari 1 minggu.
Etiologi :
 Infeksi berbagai macam bakteri yang disebabkan
oleh kontaminasi makanan maupun air minum;
 Infeksi berbagai macam virus; Penyebab diare
terbanyak pada balita adalah diare karena virus,
yaitu Rotavirus.
 Alergi makanan, khususnya susu atau laktosa
(makanan yang mengandung susu);
 Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau
minuman yang kotor.
Patogenesis :
 virus  makanan dan minuman  kerusakan

villi usus halus Enterosit yang rusak diganti


dengan yang baru villi mengalami atropi 
tidak dapat mengabsorpsi cairan dan
makanan dengan baik  tekanan koloid
osmotik usus dan meningkatkan motilitasnya
sehingga timbul diare.
Penilaian dehidrasi menurut MTBS

Terdapat 2 atau lebih dari tanda-tanda


berikut ini : Dehidrasi berat
 Letargis atau tidak sadar
 Mata cekung
 Tidak bisa minum atau malas minum
 Cubitan kulit perut kembalinya sangat
lambat
Terdapat 2 atau lebih tanda-tanda
berikut ini: Dehidrasi ringan/sedang
 Gelisah, rewel
 Mata cekung
 Haus, minum dengan lahap
 Cubitan kulit perut kembalinya lambat
Tidak cukup tanda-tanda untuk
diklasifikasikan dehidrasi berat atau Tanpa dehidrasi
ringan/sedang
 Pemeriksaan penunjang
 Pemeriksaaan tinja

 Makroskopis : bau, warna, lendir, darah , konsistensi


 Mikroskopis: eritrosit, lekosit, bakteri, parasit
 Kimia : PH, clinitest, elektrolit (Na, K, HCO3)
 Biakan dan uji sensitivitas
 Pemeriksaan darah : Darah lengkap, analisis gas darah dan
elektrolit (terutama Na, K, Ca, dan P serum pada diare
yang disertai kejang), kadar uerum dan kreatinin darah.
 Pemeriksaan urin : urin rutin
Penatalaksanaan :
Terdapat lima lintas tatalaksana,yaitu:
 Rehidrasi

 Dukungan nutrisi

 Suplementasi Zinc

 Antibiotik selektif

 Edukasi orangtua
ANALISIS KASUS
 Hubungan diagnosis dengan keadaan rumah dan lingkungan
sekitar :
Penyakit ini mempunyai hubungan dengan keadaan rumah, yaitu
kebersihan rumah dan sarana air bersih serta ventilasi rumah.
Rumah yang tidak bersih dan sehat dapat menyebabkan kuman-
kuman berkembang dengan baik sehingga dapat menimbulkan
penyakit. Terdapat hubungan antara penyakit pasien dengan
keadaan rumah dan lingkungan sekitar

 Hubungan diagnosis dengan keadaan keluarga dan hubungan


keluarga :
Penyakit ini mempunyai hubungan dengan status ekonomi keluarga
secara tidak langsung, dimana status ekonomi cukup sehingga dapat
memberikan makanan yang sehat dan bergizi. Status ekonomi cukup
dan latar pendidikan keluarga pasien rendah. Terdapat hubungan
antara keadaan keluarga dengan penyakit yang diderita pasien
 Hubungan diagnosis dengan perilaku kesehatan dalam keluarga
dan lingkungan sekitar
Penyakit ini mempunyai hubungan dengan perilaku kesehatan dan
lingkungan sekitar seperti perilaku mencuci tangan sebelum
menyentuh makanan, sesudah BAB, ataupun setelah memegang
sesuatu yang kotor, membersihkan peralatan makan dengan air
bersih, menjaga kebersihan makanan yang dikosumsi, menggunakan
air yang sehat dan bersih untuk keperluan sehari-hari serta menjaga
kebersihan diri dan rumah. Lingkungan sekitar mempunyai pengaruh
yang kuat pada penyakit ini seperti lingkungan sekitar rumah yang
kotor atau terdapat kandang ternak dekat dari rumah.
Ibu pasien mencuci tangan dengan sabun hanya sesudah BAB,
sebelum memberi makan pasien ibu hanya mencuci dengan air saja.
Terdapat hubungan antara perilaku dengan penyakit yang diderita
pasien
 Analisis kemungkinan faktor risiko atau etiologi penyakit pada pasien
Pada pasien ini dari anamnesis yang dilakukan terhadap berbagai
faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini didapatkan
kesimpulan kemungkinan penyakit yang diderita pasien mempunyai
hubungan dengan keadaan rumah pasien, perilaku pasien dan ibu
pasien serta latar belakang pendidikan ibu pasien sendiri.

 Analisis untuk mengurangi paparan :


Ibu pasien diedukasi mengenai hubungan penyakit dengan lingkungan
sekitar terutama rumah sehingga dianjurkan untuk membersihkan rumah
dan lingkungan sekitar. Edukasi mengenai hidup sehat dengan mencuci
tangan sebelum menyentuh makanan dan setelah BAB serta setelah
memegang sesuatu yang kotor. Ibu pasien harus lebih menjaga
kebersihan diri dan pasien dengan mandi setiap hari, membersihkan
pasien setelah bermain serta memotong kuku pasien. Ibu pasien juga
diharapkan untuk selektif dalam memilih makanan yang dikosumsi anak
yaitu makanan yang sehat dan bersih.
DAFTAR PUSTAKA

 Armon, 2001. An evidence and consensus based guideline for acute


diarrhoea management. mk.armon@ntlworld.com
 Aswitha, dkk, 2000. Kapita Selekta Kedokteran; Gastroenterologi Anak.
Media Aesculapius. Jakarta, hal : 470 –471
 Ditjen PPM & PLP, 1999. Buku Ajar Diare. Jakarta, hal : 8-10.
 IDAI, 2004. Standar Pelayanan Medis. Badan Penerbit IDAI. Jakarta, hal :
49-52.
 Irwanto, 2002. Ilmu Penyalit Anak; Diagnosa dan Penatalaksanaan.
Salemba Medika. Jakarta, hal : 73 – 79.
 Randy P Prescilla, MD, FAAP, 2006. Gastroenteritis.
www.emedicinehealth.com
 Subagyo, 2004. Standar Pelayanan Medis Kelompok Staf Medis Fungsional
Anak RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Surakarta, hal : 58-63.
 WHO, 2004. Diarrhoea : Water, Sanitation and Hygiene Links to Health.