Anda di halaman 1dari 29

Amniocentesis

oleh : dr. Grace Yuni Soesanti

Pembimbing : dr. Dian Widyaningrum Sp.PK


Definisi
Amnion
Yunani : Mangkuk ( bowl )
Dorland : lapisan tipis ekstraembrionik
yang mengikuti bentuk chorion yang
didalamnya terdapat embrio yang kemudian
menjadi fetus, yang terdapat cairan amnion
disekitarnya.
DEFINISI

Amniocentesis

Prosedur prenatal yang mungkin akan disarankan


oleh dokter untuk Anda lakukan selama
kehamilan. Tes ini memeriksa apakah ada
kelainan janin (cacat lahir) seperti sindrom Down,
fibrosis kistik atau spina bifida pada janin Anda
Amniocentesis
Tindakan pungsi
perkutaneus
transabdominal untuk
memperoleh cairan
amnion (amniotic
fluid).
Anatomi
Komposisi

98 % dari cairan amnion adalah air, dan


sisa 2% lainnya berisi dari garam, urea,
karbohidrat dan sel - sel dari janin itu
sendiri.
Indikasi
• Poli hidramnion /
hidramnion.

• Keadaan terdapatnya
kelebihan cairan
amnion pada
kandungan.
Indikasi
• Derajat kematangan
paru - paru pada
fetus di Trimester ke
2.

• Sering menyebabkan
masalah respiratory
distress pada
persalinan.
Indikasi
• Alloimmunity :
Kelainan yang
menyebabkan hemolisis
dan trombositopenia
pada janin.
Indikasi
• Tes Genetika.

• Melihat kelainan pada


kromosom janin.
Kontraindikasi
• Amniosentesis termasuk
prosedur yang aman untuk
ibu.
• Infeksi kulit yang
aktif.
• Relatif : kontraksi
uterus.
• Lokasi plasenta dan
jumlah cairan amnion
mempengaruhi
keberhasilan tindakan
ini.
Persiapan pasien
• Inform consent : menjelaskan mengapa
prosedur ini dilakukan, apa yang
diharapkan, dan komplikasi.
• Infeksi paska tindakan, janin yang tidak
sengaja tertusuk jarum, dan melahirkan
spontan paska tindakan.
• Ideal dilakukan pada usia kehamilan 15 -
20 minggu.
Persiapan pasien
• Persiapan anestesi : Tindakan ini
memerlukan anestesi yang tidak terlalu
banyak (lokal).

• Pada beberapa kasus pemberian penenang


(ansiolitik) dapat membantu.

• Label : identitas pasien, usia


kehamilan, perkiraan / taksiran partus.

• Pengosongan kandung kemih dan diet.


Persiapan alat
• USG Real-time dengan
transduser 3,5 MHz.

• Tempat tidur
obstetri.
Persiapan alat
• Disinfektan
(povidone-iodine)

• Jarum spinal (gauge


20-22)

• Spuit.

• Peralatan steril
lainnya, seperti
hanscoon, duk steril
dan lainnya.
Prosedur
pengambilan
Ibu berbaring pada meja
obstetri pada posisi
terlentang (supinasi)
Prosedur
pengambilan
Pasang USG untuk
mengetahui :

• Jumlah fetus.

• Keadaan fetus.

• Posisi fetus.
Prosedur
pengambilan
• Tentukan posisi
kantong amnion dengan
tepat dan posisi
pengambilan yang
aman.

• Tempat insersi
plasenta.

• Posisi fetus juga


dapat ditentukan
dengan cara manual.
Prosedur
pengambilan
Bersihkan daerah
sekitar area pungsi
dengan disinfektan
(povidon-iodin) dan
daerah sekitar.
Prosedur
pengambilan
• Aspirasi cairan amnion
sebanyak 15 - 20 cc.
• Buang 0,5 - 3 cc cairan
yang diaspirasi pertama
untuk menghindari
kontaminasi dari darah
ibu dan cairan
jaringan.
• Tarik perlahan jarum,
dan tutup luka dengan
kasa steril yang sudah
diberikan iodin.
Prosedur
pengambilan
Pengiriman sampel
• Segera kirim sampel ke laboratorium.
• Jika pengiriman harus tertunda, maka
disimpan dalam lemari pendingin selama
maksimal 24 jam.
• Jika harus lebih dari 24 jam maka sampel
harus dibekukan pada suhu -20 derajat
celcius.
Pengiriman sampel
• Tabung sampel cairan
amnion.
Pengiriman Sampel

1. Do Not transport in syrings


2. Do Not transfer the specimen to sterile glass tubes
3. The Tubed must be labelled (name, date of birth)
4. Copy the specimen Collection form
5. Pack the tube in to PTC Amnio Transport Kit
6. Fill out the Specimen Collection form and all must be signed
7. Specimen must remain with doctor until time of Collection ( for legal cases
only)
8. Specimen may be transported by the patient to PTC Laboratories ( for non
legal cases )
9. Specimen must be received at PTC Laboratories within 48 hours of
collection
10. Keep the specimen at room temperature 18 – 24 ◦C
11. Do Not Freeze
Pengiriman sampel
• PTC Amnion
Transportation Kit
Penyimpanan Sampel
• Untuk pemeriksaan bilirubin dari sampel,
disimpan dalam tempat silikon steril dan
dibungkus dengan kertas perak ( aluminium
foil) untuk menghindari paparan sinar /
cahaya.
• Sampel cairan amnion dapat disimpan pada
lemari pendingin pada suhu 2 - 8 derajat
celcius.
T E R I M A K A S I H
Pengiriman sampel

• Beberapa laboratorium ada yang menolak sampel


jika dalam keadaan beku (freeze).

Anda mungkin juga menyukai