Anda di halaman 1dari 30

BAB.

3
MENGUKUR KUALITAS
KEWIRAUSAHAAN
PRIBADI
Dwi Retno Andriani, SP.,MP
Tujuan Kegiatan :
1. Mengindentifikasi aspek-aspek yang
mencerminkan sikap kewirausahaan
pribadi
2. Mengetahui tingkat kualitas
kewirausahaan pribadi masing-
masing
Alat Bantu :
1. Kartu Metaplan sejumlah peserta
2. Kertas Plano sejumlah kelompok
3. Spidol
4. 1 buah rol pita rekat
Karakteriatik wirausaha
• Kerja cerdas
Bekerja mandiri (self-employment) memerlukan usaha dan
komitmen terhadap waktu. Anda harus menjalankan tugas
dengan konsumsi waktu yang bervariasi. 77 persen dari
wirausaha melaporkanbahwa mereka bekerja lebih dari 50
jam per minggu, dan 54 persen mengatakan bahwa mereka
bekerja lebih dari 60 jam per minggu. Komitmen waktu
seperti itu menunjukkan bahwa Anda perlu memiliki tingkat
energi yang tinggi.
• Menginginkan Kesuksesan Keuangan
Alasan mendasar yang dimiliki oleh kebanyakan orang untuk
membuka usaha sendiri adalah mencapai kesuksesan
keuangan. Jika Anda ingin menjadi wirausaha, Anda harus
merumuskan suatu tujuan keuangan yang mendasar yang ingin
Anda raih melalui kerja mandiri. Tujuan ini akan membantu
Anda mengukur seberapa baik Anda berbuat untuk meraih
kebutuhan pribadi melalui karier sebagai wirausaha.
• Dukungan Keluarga
• Seorang wirausaha yang sukses memerlukan
dukungan keluarga. Sebagai contoh, jika wirausaha
tersebut telah menikah, isteri atau suami mereka
harus yakin atas bisnis yang Anda jalankan, karena
bisnis tersebut akan memerlukan pengorbanan
waktu dan uang. Stres akan menciptakan
keretakan dalam hubungan keluarga. Jika
wirausaha tersebut sudah memiliki anak-anak,
diperlukan pengertian yang tinggi bahwa waktu
Anda untuk keluarga akan jauh berkurang.
Semakin banyak dukungan positif yang Anda
peroleh dari keluarga, semakin Anda
berkonsentrasi mencapai kesuksesan dalam bisnis
Anda.
• Energik
• Mempekerjakan diri sendiri
memerlukan waktu kerja yang lebih
lama. Anda akan menemukan
• kesulitan mengendalikan jumlah waktu
yang diperlukan untuk memenuhi
semua tugas-tugas yang
• penting. Wirausaha harus memiliki
energi yang tinggi untuk menjalankan
permintaan pekerjaan.
• Memiliki rasa tanggung jawab untuk mencapai
keberhasilan
• Wirausaha sukses memiliki internal locus of
control atau perasaan bertanggung jawab dari
dalam
• diri atas pencapaian hasil dari suatu pekerjaan.
Untuk menjadi wirausaha, Anda harus memiliki
• keinginan yang kuat sebagai “pemenang” yang
bertanggung jawab atas setiap tindakan Anda.
• Jika, Anda seringkali menganggap diri Anda
“tertuduh” dan menyalahkan orang lain atas
• ketidakberuntungan Anda, atau menghadapi situasi
yang sulit atas kegagalan Anda, maka menjadi
• wirausaha kemungkinan bukanlah karier yang tepat
untuk Anda
• Pengambil Risiko (Pernyataan 3)
• Wirausaha adalah pengambil risiko.
Mereka mengambil risiko karier,
waktu, dan uang untuk meraih
• sukses atas bisnis mereka. Untuk
sukses dengan mempekerjakan diri
sendiri, Anda harus merasa
• nyaman ketika mengambil risiko yang
telah diperhitungkan.
Rela tidak mendapatkan benefit apabila
bekerja pada orang lain
Satu dari sekian kenyataan bekerja mandiri
adalah bahwa Anda tidak akan menerima
gaji tetap.
Anda menggaji diri Anda sendiri. Kantor
yang bagus, sekretaris, peralatan dan
keistimewaan pekerjaan
yang Anda harapkan tidak akan tersedia,
kecuali Anda menyediakannya sendiri.
Keinginan untuk meraih sukses
Wirausaha memiliki keinginan yang
kuat untuk meraih sukses. Mereka
berjuang untuk mencapai
tujuan yang cukup tinggi. Anda
harus mau menetapkan tujuan yang
tinggi dan berjuang untuk
meraihnya.
Memiliki kemampuan dalam berbisnis
(Pernyataan 12)
Seorang wirausaha harus memiliki
pengalaman bisnis untuk meraih sukses.
Pengalaman manajemen
sangat bermanfaat karena seorang
wirausaha harus mengetahui semua jenis
manajemen. Pelatihan
dan pendidikan formal dalam bidang
manajemen juga sangat membantu.
Mandiri
• Mandiri (Pernyataan 5 & 9)
• Wirausaha biasanya lebih senang
mandiri dan mengendalikan situasi.
Banyak orang yang menjadi
• pekerja mandiri menganggap bahwa
peluang menjadi bos sebagai
keuntungan utama dari bekerja
• mandiri. Meskipun menjadi
independen mungkin bukanlah
• Memiliki Rasa Percaya Diri
• Suatu karakter penting seorang wirausaha adalah
rasa percaya diri. Faktor ini umumnya penting
• ketika Anda menghadapi tantangan dan kesulitan
dalam binis Anda. Anda harus yakin terhadap
• diri Anda sendiri. Keyakinan Anda akan membantu
mengatasi masalah yang mempengaruhi setiap
• orang yang menjadi pekerja mandiri pada tahapan
karier mereka.
• Memiliki Integritas
• Kejujuran dan integritas merupakan
salah satu karakteristik wirausaha.
Pelanggan tidak mau
• berhubungan dengan pemilik bisnis
yang tidak jujur dan tidak etis. Anda
harus bersikap positif atas
• perlakuan Anda pada orang lain dan
berkomitmen menjalankan bisnis
dengan integritas yang tinggi.
• Memiliki Determinasi
• Salah satu dari kebanyakan karakteristik
wirausaha adalah determinasi. Sifat ini sangat
dekat dan
• berkaitan dengan rasa percaya diri. Semakin Anda
yakin terhadap diri Anda sendiri, semakin kuat
• daya juang Anda untuk meraih sukses, meskipun
Anda menghadapi kendala yang hebat. Anda
• memerlukan determinasi guna mengatasi masalah
yang muncul di setiap tahapan kesuksesan.
• Mampu beradaptasi terhadap
perubahan (Pernyataan 13 dan 19)
• Bisnis berubah sedemikian cepat, sehingga
seorang wirausaha harus mampu beradaptasi
dengan
• perubahan. Dua keterampilan dasar yang
diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan:
• kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan
mengambil keputusan secara cepat.
• Kemampuan lainnya adalah kemampuan untuk
belajar dari kesalahan.
• jaringan-kerja yang baik dengan
profesional
• Seorang wirausaha memiliki jaringan-
kerja baik dengan profesional.
Jaringan ini merupakan akses
• bagi mereka yang memerlukan
bantuan masukan/pendapat,
informasi, dan referensi. Anda harus
• mampu mengembangkan jaringan
kerja yang luas yang kelak Anda
memerlukan bantuannya
KEGIATAN
• Langkah 1 :
Curah Pendapat tentang aspek kualitas kewirausahaan
pribadi

 Kartu metaplan dibagikan kepada setiap peserta


 Tulislah min. 3 sikap & perilaku yg
mencerminkan kualitas kewirausahaan pribadi
seorang wirausaha ( 5 menit )
 Tempelkan hasil pekerjaan anda pada papan tulis
dan setiap peserta membacakan hasil pekerjaan
tersebut.
 Setelah semua peserta melakukan hal yg sama,
maka hasil tadi di klasifikasikan
Langkah 2 :
Permainan kartu Sikap Kewirausahaan
Pribadi

• Pembagian kelompok disesuaikan jumlah


peserta
• Setiap kelompok duduk melingkar
• Tema langkah 2 : BERMAIN KARTU
• Setiap kelompok memiliki KETUA yang
bertugas mengarahkan pekerjaan &
memimpin diskusi
Permainan : (30 menit)
• Setiap kelompok mendapatkan 1 set kartu
“Sikap Kewirausahaan Pribadi”
• Setiap KETUA membagikan kartu kepada
anggota seperti bermain RE-MI
• Setiap anggota kelompok membagikan
menempelkan kartunya kedalam kolom Sheet
yang dianggap cocok (perorangan)
• Setelah semua anggota melakukan hal yg
sama evaluasilah secara kelompok apakah
penempatan kartu2 tersebut sudah sesuai
(pikiran kelompok)
Diskusi Pleno :
• Setiap kelompok menempelkan hasil
diskusinya di papan tulis
• Secara bergiliran setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusinya
• Kelompok yang tidak sedang
mempresentasikan hasil, menanggapi
kelompok yang bertugas
Langkah 3 :
Pengukuran Kualitas kewirausahaan
Pribadi (KKP)
1. Setiap peserta mendapatkan lampiran 2
2. Pemahaman petunjuk pengerjaan
3. Mengerjakan lampiran 2 selama 30 menit
4. Lampiran 2 selesai, kerjakan lampiran 3 :
rekapitulasi hasil pengukuran KKP
5. Selesai lampiran 3, kerjakan lampiran 4 : angka
koreksi pengukuran KKP
6. Selesai lampiran 4, kerjakan lampiran 5 : lembar
skor dan grafik KKP
7. Untuk lampiran 5….lihat slide berikut……
Petunjuk Pengerjaan lamp. 5 :
1. Isilah lembar skor awal lebih dahulu,
kurangi dengan skor koreksi = skor akhir
2. Skor akhir menunjukkan KKP peserta
3. Masukkan skor akhir tersebut dalam
grafik, sesuai dengan profil KKP dgn nilai
skor akhir
4. Berikan simbol tertentu, mis : X
5. Tarik garis melalui simbol2 tersebut, anda
akan mendapatkan fluktuasi KKP anda
Angka Koreksi
Angka faktor Koreksi Kurangi Nilai Setiap
KKP dengan nilai
berikut
22 atau 25 7
22 atau 23 5
20 atau 21 3
19 atau kurang 0
Langkah 4 :
Pembahasan

• Setiap peserta menganalisa hasil KKP –nya


• Buat kesimpulan dan pelajaran apa yang
bisa diambil dari hasil KKP tersebut
• Bagikan lampiran 1 kepada peserta
• Diskusikan bersama
• Peserta memberi tanggapan
EVALUASI
• Kembali pada TUJUAN
• Renungkan kembali apa yang telah
dipelajari
• Hikmah apa yang bisa diperoleh dari
kegiatan tersebut
PERNYATAAN UMUM
• Peserta membuat kesepakatan
bersama tentang rencana tindak
lanjut yang harus dilakukan setelah
pendidikan ini
• Hasil rumusan dicatat di papan/
kertas plano
TIP menemukan
PELUANG
• Leo Gerstenzang
– Ia sering melihat istrinya menemui
kesulitan saat hendak membersihkan
telinga anaknya dengan pakai tusuk gigi
yang dipotong-potong lalu ujungnya
dibalut kain wol  ia tertarik membuat
pembersih telingan dari plastik lembut,
halus yang dibalut dengan kapas  Q-
tips
Terima kasih
Buat perhatian dan kerjasamanya