Anda di halaman 1dari 86

BANGUNAN AIR

(HYDRAULICK STRUCTURE)
SI-4231

PENGANTAR BANGUNAN AIR


SILABUS MATAKULIAH
Kode Matakuliah: Bobot sks: Semester: KK / Unit Penanggung Sifat:
SI 4231 3 SKS 8 Jawab: Wajib
Teknik Sumber Daya Air
Bangunan Air
Nama Matakuliah
Hydraulic Structure
Pengantar Bangunan Air, Perencanaan Saluran, Bangunan Pengalih, Pintu Air
dan Katup, Cross Drainage dan bangunan terjun, gerusan, bangunan outlet,
bangunan peredam energi, rumah pompa dan kelengkapannya
Silabus Ringkas
Introduction to Hydraulic Structure, Channel, Diversion Work, Gates and
Vavles, Cross Drainage and Drop Structures, scouring, Outlet Works, energy
dissipation, Pump Station
Perencanaan Saluran, bendung, bangunan pengambil, talang, culverts, gorong-
gorong, jembatan, bangunan terjun, gerusan, klasifikasi pintu air, gaya
hidrodinamik yang bekerja pada pintu air, katup, spillway, freeboard, kavitasi,
bottom outlets, peredam energi, stilling basins, klasifikasi pompa dan rumah
pompa, perencanaan pompa
Silabus Lengkap
Design of Channel, Weir, Intakes, aquaduct, culvert, bridges, drop structures,
scouring, classification of gates, gates and valves, hydrodynamic forces acting
on gates, spillway, freeboard, cavitation, bottom outlets, energy dissipation,
stilling basins, pump classification, design of pump mains, classification of
pumping stations and intakes
a. Menerapkan ilmu pengetahuan dasar, matematika, dan prinsip-prinsip rekayasa
yang dimiliki untuk memahami, merumuskan dan memecahkan masalah-masalah
keteknisipilan dalam kehidupan masyarakat
Luaran (Outcomes) e. Memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap aspek
keamanan, keselamatan, lingkungan dan sosial budaya
j. Memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan
untuk keperluan teknik sipil secara praktis
SI 2231 REKAYASA Pre-requisite
HIDROLOGI
SI 2131 MEKANIKA Pre-requisite
Matakuliah Terkait FLUIDA DAN
HIDROLIKA
SI 3131 REKAYASA Pre-requisite
IRIGASI DAN DRAINASE
Kegiatan Penunjang Tugas Besar
Pustaka Utama : Novak, P., Moffat, Nalluri, Narayanan., Hydraulic Structures,
Second Edition, E & FN Spon, 1996
Pustaka
Pustaka Pendukung : Handout BANGUNAN AIR
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP
Capaian
Sumber
Mg# Topik Sub Topik Belajar
Materi
Mahasiswa
1 Pengantar Jenis dan fungsi bangunan air, kriteria a,e 1,2
Bangunan Air perencanaan, parameter rancangan, gaya-
gaya yang bekerja pada bangunan air,
konsep stabilitas bangunan air

2 Perencanaan Jenis Saluran (Saluran terbuka & tertutup) a,e,j 1,2


Saluran I Kapasitas Saluran, Dimensi Saluran dan
tanggul, Saluran tahan erosi, lining

3 Perencanaan struktur-struktur pada saluran, a,e,j 1,2


Saluran II perencanaan tanggul, stabilitas tanggul
4 Perencanaan Denah bendung, perencanaan cofferdams, a,j 1,2
Bendung I wing wall, lantai muka, intake, kantong
lumpur, bangunan pembilas/penguras, dan
stilling basin
5 Perencanaan perencanaan hidraulik tubuh bendung dan j 1,2
Bendung II stilling basin, stabilitas bendung
6 Perencanaan Banjir rencana, freeboard, perencanaan a,j 1,2
Spillway I hidraulik spillway dan bottom outlet
7 Perencanaan e,j 1,2
Spillway II
8 UTS
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP
9 Perencanaan Debit desain intake, perencanaan j 1,2
Intake dan hidraulik bangunan pengambil dan
outlet outlet, tidal outlet
10 Gerusan Regim Scouring, Local Scouring, a,e 1,2
Pengendalian gerusan
11 Perencanaan Perencanaan hidraulik talang, gorong j 1,2
Cross Drainage I gorong dan bangunan terjun, stabilitas
bangunan terjun
12 Perencanaan Perencanaan hidraulik pilar dan abutment j 1,2
Cross Drainage jembatan
II
13 Perencanaan j 1,2
Jenis-jenis pintu air, perencanaan pintu
Katup dan Pintu
air, gaya hidrodinamis pada pintu air
Air
14 Bangunan Energi dissipasi pada spillway, stilling j 1,2
Peredam Energi basin, energi dissipasi pada bottom
outlet.
15 Perencanaan Jenis dan klasifikasi pompa, perencanaan j 1,2
Rumah Pompa pompa, Klasifikasi rumah pompa dan
intake, screen, perencanaan rumah
pompa
16 UAS
Asessment

Mid-term Exam 25%


Final Exam 30%
Assignments 20%
Quizzes 15%
Etc 10%
100%
BANGUNAN AIR
 Bangunan air adalah bangunan yang digunakan untuk
memanfaatkan dan mengendalikan air di sungai danau
maupun di pantai.
 Bentuk dan ukuran bangunan tergantung kebutuhan,
kapasitas maksimum sungai, dana pembangunan dan sifat
hidrolik sungai.
 Kebanyakan konstruksi bangunan air bersifat lebih masif
dan tidak memerlukan segi keindahan dibanding dengan
bangunan-bangunan gedung atau jembatan.
 Perencanaan bangunannya secara detail tidak terlalu halus.
 Permukaan bangunan air atau bagian depannya sebaiknya
berbentuk lengkung untuk menghindari kontraksi sehingga
mempunyai efisiensi yang tinggi dan mengurangi gerusan
lokal (local scoure) di sekililing bangunan atau di hilir
6
bangunan.
JENIS BANGUNAN AIR
Bangunan sipil umumnya dapat dikelompokkan dalam :

 Bangungan gedung daninfrastruktur,


 Bangunan jalan dan drainasi,
 Bangunan keairan atau pengairan.

7
JENIS BANGUNAN AIR
Bangunan pengairan minimal dapat dipisahkan dalam & kategori
yaitu :
 Bangunan pemanfaatan, berupa bangunan-
bangunan air yang menjadi sarana penggunaan air misalkan bangu
nan bendung, bendungan, bangunan bagi, bangunan sadap,
bangunan prasarana pompa, bangunan pembangkit tenaga,
bangunan irigasi dan lain-lain.
 Bangunan konservasi termasuk didalamnya jenis bangunan yang
fungsinya mempertahankan; melindungieksistensi potensi air
misalkan bangunan dam penahan sedimen, bangunan pelindung
dasar sungai, bangunan krib, pelimpah, pintu pembagi banjir, tang
gul banjir, bangunan retensi.&.
 Bangunan fasilitas dalah jenis bangunan yang melengkapi sistem
jaringan agar dapat berfungsi optimalmisalkan jembatan, talang,
siphon, gorong-gorong.
8
Bangunan irigasi termasuk bangunan pemanfaatan yang dapat pula di
kelompokkan bangungan pengairan.
JENIS-JENIS BANGUNAN AIR YANG ADA DI SUNGAI

 Tanggul sungai • RETENTION POND


• BANGUNAN GROUNDSILL
 Pelindung tebing / • JALAN INSPEKSI
revertment • BANGUNAN POS PEMANTAU H3
 Bangunan jetty
 Bangunan krib
 Bangunan pelimpah
banjir
 Pintu pengendali aliran /
banjir
 Pompa banjir
 Bendung Karet
TANGGUL SUNGAI

Tanggul banjir adalah konstruksi


yang berfungsi untuk mencegah
terjadinya limpasan air dari
sungai/saluran ke wilayah.
Tanggul banjir dapat terdiri dari
tanggul tanah, tanggul
pasangan batu kali dan tanggul
beton bertulang atau kombinasi
dari ketiganya

10
PELINDUNG TEBING

Bangunan pengaman tebing /


revetmen merupakan suatu
bangunan yang ditujukan untuk
mengamankan dan atau
melindungi tebing sungai dari
pengaruh arus/gerusan oleh
kecepatan air yang melebihi
kecepatan ijin butir‐butir
pembentuk tebing dan dasar
sungai
Bahan konstruksi bangunan
pengaman tebing antara lain
dapat berupa:
a. Pasangan batu kosong
(riprap)
b. Pasangan batu
c. Beton tumbuk
11
d. Bronjong
BANGUNAN JETTY

Jetty berfungsi untuk mengarahkan aliran dan


menjaga muara sungai dari pendangkalan akibat
sedimentasi

12
BANGUNAN KRIB
Krib adalah bangunan yang dibuat mulai dari tebing sungai ke
arah tengah, guna mengatur arus sungai dan tujuan utamanya
adalah :
1. Mengatur arah arus sungai,
2. Mengurangi kecepatan arus sungai sepanjang tebing sungai,
3. Mempercepat sedimentasi,
4. Menjamin keamanan tanggul atau tebing terhadap gerusan,
5. Mempertahankan lebar dan kedalaman air pada alur sungai,
Mengonsentrasikan arus sungai dan memudahkan penyadapan

Fungsi krib adalah untuk mengatur arah


aliran sungai secara benar serta untuk
mengurangi energi aliran pada waktu
tumbukan dengan tebing sungai,
sehingga kerusakan yang mungkin
terjadi pada tebing sungai dapat
dihindari 13
BANGUNAN PELIMPAH BANJIR
Fungsi bangunan pelimpah banjir adalah untuk mengarahkan
arah aliran banjir sesuai kapasitas pengaliran bangunan,
untuk mengurangi beban aliran banjir pada sungai utama.
Terdapat dua kelompok besar bangunan pelimpah banjir, yaitu:
1. Overflow Spillway dengan muka air di hulu bangunan pelimpah
banjir (Hu) tidak bisa diatur. Namun ada keterkaitan antar debit
bangunan pelimpah banjir (Qsp) dengan Hu.
2. Underflow Spillway dengan debit dan muka air di udiknya dapat
diatur dengan pintu air.

14
PINTU PENGENDALI ALIRAN BANJIR
Pintu pengendali banjir beserta
bangunan pelengkapnya, yang
dioperasikan untuk mengendalikan
aliran banjir dan pengaturan tinggi
muka air dimuka pintu, dilakukan
sesuai dengan kondisi muka air serta
mengikuti prosedur dan manual Contoh pintu air jenis bulkhead gates
pengoperasian pintu dan peralatan
pendukungnya.

Berdasarkancara
pengoperasiannya, pintu air
dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Pintu Air Manual
2. Pintu Air Semi Otomatis 15
3. Pintu Air Otomatis
RETENTION POND
Retention pond (waduk retensi) beserta bangunan
pelengkapnya dioperasikan untuk menampung air banjir
sementara serta untuk mengendalikan aliran banjir melalui
“operasi waduk” dengan pengaturan pintu atau pelimpah
banjir

Kolam Retensi Dalam Badan


Kolam Retensi Di Samping Badan 16

Sungai/Saluran.
Sungai/Saluran Drainase
BANGUNAN GROUNDSIL

Groundsill merupakan suatu


struktur ambang melintang yang
terbuat dari konstruksi beton
atau pasangan bronjong yang
dibangun pada alur sungai yang
bertujuan untuk mengurangi
kecepatan arus dan Groundsill datar.
meningkatkan laju
pengendapan di bagian hulu
struktur

17

Groundsill pelimpah.
BANGUNAN IRIGASI
STANDAR PERENCANAAN IRIGASI
KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN UTAMA (KP-02)

I. BANGUNAN UTAMA :
 Bendung Tetap
 Bendung Gerak Vertikal
 Bendung Karet (bending Gerak Horizontal)
 Bendung Saringan Sawah
 Pompa
 Pengambilan Bebas
 Bendung tipe Gergaji
 Bangunan Pelengkap :
Bendung Tetap (melintang
sungai atau sudetan, untuk
meninggikan muka air dengan
ambang tetap)
Bendung Gerak Vertikal (tubuh
bendung dengan ambang tetap
yang rendah dilengkapi dengan
pintu-pintu yang dapat
digerakkan vertikal maupun
radial
Bendung Gerak

 Bendung gerak dibangun untuk memenuhi


keperluan muka air normal dalam rangka
pengambilan dan mengurangi efek genangan
akibat muka air banjir yang diakibatkannya.
 Ada 2 kemungkinan operasi:
 Muka air banjir tetap: sedimentasi rendah
 Muka air banjir berubah: sedimentasi tinggi
Bendung Gerak

 Bendung gerak harus memiliki paling sedikit 2


bukaan.
 Makin tinggi bangunan, harga pintu dan pilar
semakin mahal,  disukai kalau bangunan itu
dibuat lebih lebar;
 Namun, kapasitas terbilanya sedimen akan
lebih baik pada bangunan yang lebih sempit
dengan kecepatan aliran yang lebih tinggi.
Bendung Gerak
Bendung Gerak + Bendung Tetap
Campuran bendung gerak dan bendung tetap:
 Sungai sangat lebar dan perbedaan antara debit
rendah dgn debit puncak sangat besar
 Sungai dengan dasar air normal yang sempit tetapi
bantaran lebar, yang digunakan jika harus
mengalirkan banjir tinggi.
Bendung Gerak

Pintu pengatur:
 Pintu sorong, tinggi maksimum 3 meter,
lebar maksimum 3 meter.
 Pintu ganda / rangkap
 Pintu radial
Pintu Pengatur

 Pintu Sorong
 Pintu ganda
Bendung Gerak
 Pintu Radial
Bendung Karet (bendung Gerak
Horizontal)
(berfungsi meninggikan muka air
dengan cara mengembungkan
tubuh bendung dan menurunkan
muka air dengan cara
mengempiskannya)
Bendung Saringan Bawah
(bendung pelimpah yang
dilengkapi dengan saluran
penangkap dan saringan)
Pompa (digunakan bila
bangunan-bangunan pengelak
yang lain tidak dapat
memecahkan permasalahan
pengambilan air dengan
gravitasi, atau kalau
pengambilan air relatif sedikit
dibandingkan dengan lebar
sungai
Pengambilan Bebas (irigasi ini langsung dilakukan dari sungai
dengan meletakkan bangunan pengambilan yang tepat ditepi sungai,
yaitu pada tikungan luar dan tebing sungai yang kuat atau massive)
Bendung tipe Gergaji
(dibangun dengan syarat harus
dibuat di sungai yang alirannya
stabil, tidak ada tinggi
limpasan maksimum, tidak ada
material hanyutan yang
terbawa oleh aliran)
Bagian-bagian Bangunan Utama :
 Bangunan Bendung Pengambilan
 Pembilas
 Kantong Lumpur
 Bangunan Perkuatan Sungai
 Banguna Pelengkap
BANGUNAN DALAM SISTIM IRIGASI
STANDAR PERENCANAAN IRIGASI
KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN BANGUNAN (KP-04)

1. Bangunan Pengukur Debit


2. Bangunan Pengatur Tinggi Muka Air
3. Bangunan Bagi dan Sadap
4. Bangunan Pembawa
5. Kolam Olak
6. BangunanLindung
7. Jalan dan Jembatan
8. Bangunan Pelengkap
BANGUNAN PENGUKUR DEBIT

1. Alat Ukur Ambang Lebar


2. Oriffice Constan Head
3. Alat Ukur Throated Flum
4. Alat Ukur Rominjn
5. Alat Ukur Crump de Gruyter
6. Neyrpick Module
7. Pipa Dadap Sederhana
BANGUNAN PENGATUR TINGGI MUKA AIR

1. Pintu Skot Balok


2. Pintu Sorong
3. Pintu Radial
4. Mercu Tetap
5. Mercu Type U
6. Celah control Trapesium
BANGUNAN BAGI DAN SADAP
1. Bangunan Bagi
2. Bangunan Pengatur
3. Bangunan Sadap

BANGUNAN PEMBAWA

1. Gorong-gorong
2. Sipon
3. Talang
4. Flum
5. Bangunan Terjun
6. Got miring
BANGUNAN LINDUNG

1. Saluran Pelimpah
2. Sipon Pelimpah
3. Pintu Pelimpah Otomatis
4. Bangunan Penguras
5. Bangunan Pembuang Silang
6. Bangunan Pembuang Sedimen
BANGUNAN PELINDUNG PANTAI

Pada Umumnya bangunan pantai digunakan sebagai


infrastruktur yang berfungsi sebagaipelindung pantai. Akibat
pengaruh dari beberapa faktor seperti pasang surut air laut,
akanmudah menggerakkan sedimen-sedimen di sekitar garis
pantai, sehingga akan sering terjadierosi pada pantai
1. Groin, adalah struktur pengaman pantai yang dibangun
menjorok relatif tegak lurus terhadap arah pantai
2. Jetty, adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakan
di kedua sisi muara sungai yang berfungsi untuk
mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai
CONTOH BANGUNAN PELINDUNG PANTAI
1. Breakwater atau dalam hal ini pemecah gelombang lepas
pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai dan
berada pada jarak tertentu dari garis pantai.
2. Seawall hampir serupa dengn revetment (stuktur
pelindung pantai yang dibuat sejajar pantai dan biasanya
memiliki permukaan miring), yaitu dibuat sejajar pantai
tapi seawall memiliki dinding relatif tegak atau lengkung
CONTOH BANGUNAN PELINDUNG PANTAI

1. Sea Dikes merupakan struktur pantai yang memiliki fungsi


utama untuk melindungidaerah dataran rendah terhadap
banjir akibat air laut yang masuk.
2. Bulkheads adalah struktur pantai-paralel vertikal yang
dirancang untuk mencegah limpasan, banjir,atau erosi
tanah. Bulkheads biasanya ditempatkan di sepanjang
daerah yang mudahterkikis atau lereng curam dan
dibangun dari kayu, baja, atau lembaran vinyl
HAL PENTING YANG HARUS DIKETAHUI

TANAH

PONDASI

STABILITAS BANGUNAN

42
TANAH :
 Permasalahan yang paling banyak dihadapi seorang
teknisi sipil dalam pelaksanaan suatu
bangunan adalah masalah yang berhubungan
dengan tanah, karena tanah digunakan sebagai
pondasi untuk menyokong bangunan-bangunan dan
tanggul-tanggul
 Sedangkan Teknik Pondasi merupakan aplikasi
prinsip-prinsip Mekanika Tanah dan Geologi., yang
digunakan dalam perencanaan dan pembangunan
pondasi seperti gedung, jembatan, jalan, bendung
dan Iain-lain.
 Oleh karena itu perkiraan dan pendugaan terhadap
kemungkinan adanya penyimpangan di lapangan
dari kondisi ideal pada mekanika tanah sangat
Kuat geser tanah ( Shear
strength of soil )

 Keamanan atau kenyamanan struktur yang berdiri


diatas tanah tergantung pada kekuatan tanah yang
berada dibawahnya.
 Jika tanah tsb runtuh, maka struktur tsb akan
runtuh pula.
 Kekuatan tanah yang dimaksud adalah Kekuatan
Geser Tanah ( Shear strength )

44
 Kekuatan geser tanah ( shear strength) merupakan gaya
tahanan yang bekerja persatuan luas masa tanah untuk
menahan keruntuhan dan pergerakan tanah sepanjang
bidang runtuh pada masa tanah tsb.
 Dengan dasar pengertian ini bila tanah mengalami
pembebanan akan ditahan oleh :
(1). Kohesi tanah yang tergantung pada jenis tanah dan
kepadatannya, tetapi tidak tergantung dari tegangan
vertikal yang bekerja pada bidang geser.
(2). Geseran antara butir-butir tanah yang besarnya
berbanding lurus dengan tegangan vertikal pada
bidang gesernya.
45
 Pemahaman terhadap proses dari
perlawanan geser sangat diperlukan
untuk analisis stabilitas tanah seperti :
daya dukung, stabilitas lereng,
tekanan tanah lateral pada struktur
penahan tanah.

46
47
48
49
50
51
52
DEFINISI PONDASI

PONDASI :
Bagian terendah bangunan yang meneruskan beban
bangunan ke lapisan tanah keras atau batuan yang
berada dibawahnya. 53
FUNGSI PONDASI
Menahan/mendukung bangunan diatasnya
Mentransfer/meneruskan beban struktur
secara aman ke lapisan tanah dasar yang
kuat
 Beban mati
 Beban hidup
 Beban angin
 Beban pada lapisan tanah
 Up lift
 Gempa \
FUNGSI PONDASI

55
FUNGSI PONDASI

56
FUNGSI PONDASI

57
FUNGSI PONDASI

58
FUNGSI PONDASI

59
KLASIFIKASI PONDASI
1. PONDASI DANGKAL (SHALLOW FOUNDATION)
Pondasi yang kedalamannya dekat dengan permukaan tanah dan mendukung
beban secara langsung.
 pondasi telapak terpisah, pondasi memanjang, pondasi telapak gabungan
bentuk segi empat, trapesium, bentuk T, Strap footing), pondasi kantilever,
pondasi rakit.
Syarat : D/B ≤ 1
2. PONDASI DALAM (DEEP FOUNDATION)
Pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang
terletak relatif jauh dari permukaan
 pondasi tiang (tiang bor, tiang pancang, dll)
Syarat : D/B ≥ 4
3. PONDASI PERALIHAN
Peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi dalam, digunakan bila tanah
dasar yang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam
 pondasi sumuran (pier fondation) atau pondasi kaison

60
KLASIFIKASI PONDASI

61
PERTIMBANGAN PEMILIHAN PONDASI
Untuk memilih pondasi yang memadai, perlu
memperhatikan apakah pondasi itu cocok
untuk berbagai keadaan di lapangan serta
dapat diselesaikan secara ekonomis sesuai
jadwal kerja, maka perlu pertimbangan:

a. Keadaan tanah dasar pondasi


b. Batasan akibat konstruksi diatasnya
c. Batasan dari sekelilingnya
d. Waktu dan biaya pengerjaan

62
Pondasi merupakan elemen bangunan yang berfungsi
memindahkan beban bangunan struktur ke dalam tanah.
Karena kekuatan tanah lebih rendah dibanding dengan
kekuatan bahan bangunan, maka tanah memerlukan luas
permukaan yang lebih besar (A), untuk memikul beban P
yang sama
𝑃
𝐴=
𝜏

Dimana :
P = beban pada pondasi
= Tekanan tanah yang diijinkan [kN/m²]
A = Luas Permukaan Pondasi

Elemen yang harus menyebarkan beban dari permukaan


elemen yang lebih kecil ke permukaan yang lebih besar
disebut pondasi (pondasi telapak). \
Apabila didekat permukaan tanah terlalu lemah
nyakecil) maka luas permukaan pondasinya (A) akan
sangat besar, berat dan mahal. Oleh sebab itu dipilih jalan
lain, yaitu dengan menanamkan tiang pancang sampai pada
kedalaman tertentu dimana tanah tersebut mampu
mendukung beban, atau pondasi dalam lainnya seperti
sumuran

\
Bila beban yang diijinkan untuk satu tiang pancang =

maka untuk mendukung beban sebesar P diperlukan


sejumlah n tiang pancang yang besarnya :
𝑃
n=
𝑃𝑖𝑗𝑖𝑛
Elemen-elemen yang digunakan untuk menyebarkan
beban bangunan dari elemen srtuktur kebeberapa titik
pendukung (tiang-tiang pancang) adalah pondasi.

65
FAKTOR KEAMANAN
FAKTOR KEAMANAN

Pada perancangan, beban yang harus didukung oleh pondasi untuk
mendukung beban struktur relatif lebih kecil dibandingkan dengan beban
maksimum yang mengakibatkan keruntuhan daya dukungnya.

Nilai-nilai daya dukung yang aman, ditentukan dari perhitungan daya dukung
ultimit dibagi dengan faktor keamanan, berguna untuk memberikan keamanan
terhadap hal-hal berikut ini :
1. Nilai kuat geser tanah yang pada kondisi alamnya bervariasi dari setiap
lapisan
2. ketidaktentuan dari ketelitian hasil pengujian kuat geser tanah di
laboratorium dan penggunaan persamaan-persamaan daya dukung tanah
ataupun metode empiris yang digunakan dalam perhitungan
3. penurunan yang berlebihan
4. kerusakan tanah secara lokal yang terjadi pada waktu pelaksanaan
pembangunan pondasi yang mengakibatkan pengurangan daya dukung.
PERKIRAAN DAYA DUKUNG AMAN
BERDASARKAN JENIS TANAH

Dayadukungaman
No. MacamTanah Keterangan
(kg/cm2)
a Tanah-tanahgranuler

Kerikil padat/pasir bercampur kerikil


>6,0
padat
Kerikil kepadatan sedang/pasir
2–6
Berkerikil kepadatan sedang
Kerikiltak padat/pasir berkerikil tak
<2
padat
Pasir padat >3 Kelompok(a):
Lebar fondasi B>1
Pasir kepadatan sedang 1–3 Kedalaman muka air
Tanah > B dari dasar
Pasir takpadat <1 fondasi
b. Tanah-tanahkohesif

Lempung keras 3–6

Lempung pasir dan lempung kaku 2–4


Kelompok(b):
Lempung agak kaku 0,5–1 Sangat dipengaruhi
Oleh konsolidasi
Lempung sangat lunak dan lanau <0,75
PERKIRAAN PENURUNAN
PADA PERIODE PELAKSANAAN
PENGEMBANGAN TANAH AKIBAT PENGGALIAN

 Bila dasar pondasi terletak cukup


dalam dari permukaan tanah,
penggalian tanah akan menyebabkan
tanah mengembang.
 Pembongkaran terkanan overburden
ketika tanah digali untuk pondasi
menyebabkan kenaikan dasar galian
yang besarnya tergantung dari jenis
tanah, beban tanah yang digali, dan
saat waktu dimulainya pembebanan
pondasi.
 Sesudah beban pondasinya diterapkan,
tanah terkompresi kembali dan bila
pembebanan melampaui tekanan
. Grafik hubungan antara waktu terhadap
pengembangan dan penurunan akibat overburden awal, maka tanah akan
beban bangunan mengalami penurunan
PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN
DALAM MENGHITUNG PENURUNAN

PONDASI PADA TANAH PASIR

 Pada tanah granuler seperti pasir dan kerikil, penurunan yang terjadi adalah
penurunan segera.
 Penurunan segera pada tanah granuler terjadi karena getaranBila pondasi terletak
 Penurunan total berlangsung dan selesai pada waktu segera setelah beban
diterapkan.
 Penurunan pondasi pada tanah lanau dan pasir sebagian disebabkan oleh
penggembungan tanah dasar pondasi ke arah lateral.
 Pondasi yang terletak pada pasir lebih banyak dipertimbangkan terhadap
penurunan tidak seragam daripada daya dukungnya.
 Besarnya penurunan dipengaruhi oleh : lebar pondasi, ukuran butiran dan
kerapatan relatif
 Untuk mereduksi penurunan yang terjadi dapat dilakukan dengan memperdalam
pondasi dan mengurangi angka pori melalui pemadatan.
PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN
DALAM MENGHITUNG PENURUNAN

PONDASI PADA TANAH LEMPUNG


 Jika pondasi terletak pada tanah lempung homogen, maka berat bangunan tidak hanya
menyebabkan kompresi tanah, tetapi juga menyebabkan luluh lateral tanah dibawah
pondasinya.
 Jika tanah dasar pondasi bersifat elastis sempurna dan homogen, penurunan akibat
penggembungan akan lebih besar daripada pengurangan volumenya.
 Untuk tanah lempung jenuh, penurunan akibat penggembungan arah lateral lebih kecil
dibandingkan dengan penurunan totalnya.
 Untuk intensitas beban yang sama, penurunan pondasi pada tanah lempung yang bentuknya
sama, akan bertambah jika lebar pondasi semakin besar.
 Penurunan pondasi pada tanah lempung jenuh, merupakan jumlah penurunan segera dan
penurunan konsolidasi
 Penurunan pondasi yang terletak pada lapisan tanah lempung diatas lapisan pasir,
penurunan pada lapisan pasir lebih kecil daripada lapisan tanah lempung.
 Kecepatan penurunan konsolidasi untuk pondasi pada tanah lempung berlangsung relatif
lama.
 Disamping penurunan tanah lempung disebabkan oleh tekanan, juga disebabkan oleh
proses pengeringan, terutama pada tanah ekspansif yang mempunyai sifat kembang susut
tinggi.
 Perhitungan konsolidasi tidak dilakukan pada tanah lempung kaku sampai keras.
PENURUNAN YANG DIIJINKAN

 Penurunan yang diijinkan dari suatu bangunan atau besarnya penurunan


yang bisa ditolerir tergantung pada beberapa faktor, yaitu : jenis, tinggi,
kekakuan, dan fungsi bangunan, serta besar dan kecepatan penurunan
serta distribusinya.
 Tipe-tipe penurunan bangunan antara lain adalah : penurunan seragam,
penggulingan dan penurunan tidak seragam.
 Besarnya beda penurunan tidak seragam merupakan selisih antara
penurunan terbesar dengan penurunan terkecil (Smaks – Smin), atau
dinyatakan sebagai nilai banding d/L, yaitu beda penurunan antara dua
titik (d) dibagi dengan jarak (L) kedua titik tersebut.
 Nilai banding d/L biasanya dinyatakan sebagai distorsi kaku (angular
distortion)
 Bjerrum menyarankan hubungan antara tipe struktur dengan nilai distorsi
kaku d/L, dan hubungan antara penurunan maksimum, penurunan tidak
seragam maksimum hasil pengamatan lapangan dan distorsi kaku
maksimum
TEKANAN
TANAH LATERAL
&
DPT ( Dinding Penahan Tanah)
 Bangunan dinding penahan tanah berguna untuk menahan
tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urug atau
tanah asli yang labil.
 Dinding penahan tanah banyak digunakan pada proyek-
proyek :
 jalan raya,
 irigasi
 pelabuhan ,
 bangunan ruang bawah tanah (basement)
 pangkal jembatan (abutment), dll
 Kestabilan dinding penahan tanah diperoleh terutama dari :
 berat sendiri struktur, dan
 berat tanah yang berada di atas pelat fondasi.
 Besar dan distribusi tekanan tanah pada dinding penahan tanah,
sangat tergantung pada gerakan tanah lateral terhadap DPT.
1. Dinding gravitasi,
Biasanya terbuat dari beton tak bertulang atau
pasangan batu, sedikit tulangan diberikan pada
permukaan dinding untuk mencegah retakan
permukaan.

2. Dinding semi gravitasi


Dinding gravitasi yang bentuknya agak ramping,
karena rampingnya pada struktur ini dibutuhkan
penulangan beton, namun hanya pada bagian dinding
saja.
3. Dinding kantilever

Terdiri dari kombinasi dinding dan fondasi beton


bertulang yang berbentuk T. Ketebalan DPT ini relatif
tipis dan diberi tulangan secara penuh unutk menahan
momen dan gaya lintang yang bekerja.
4. Dinding counterfort : dinding beton bertulang yang
tipis pada bagian dalam dinding pada jarak tertentu
didukung oleh plat / dinding vertikal yang disebut
counterfort. Ruang di atas plat fondasi, diantara
Soil Nailing

78
Turap

Persiapan pemancangan turap


79
Turap

Dinding Turap
80
Turap

Saat Dinding Turap


Pemancangan
81
EARTH RETAINING STRUCTURES
Gravity Walls

Unreinforced masonry wall


EARTH RETAINING STRUCTURES
Gravity Walls

Gabion wall
EARTH RETAINING STRUCTURES
Gravity Walls

Crib wall
EARTH RETAINING STRUCTURES
Gravity Walls

Types of RC
Gravity Walls
EARTH RETAINING STRUCTURES
Embedded Walls

Types of embedded walls