Anda di halaman 1dari 26

SINDROM GUILLAIN-

BARRÉ
Disusun oleh : Mutiara Ratry Purwati
Pembimbing : dr. Gian G Paramitha, Sp.S, M.Kes
Identitas Pasien

Nama Tn. AS Alamat Cijeruk RT 3/8


Tanggal lahir/usia 7 Juni 1974 / 44 Bojong Sari
tahun Status BPJS dinas
Jenis kelamin Laki-laki No. RM SA-0459**
Pekerjaan Polisi Tangga masuk 24 Juni 2018 jam
Agama Islam IGD 10:49

Suku Sunda Ruang rawat LLB


DPJP Dr. Gian G
Paramitha, Sp.S,
M.Kes
Anamnesis

• Lemah tungkai kanan dan kiri


KU

• Tungkai kanan dan kiri mendadak lemas dan sulit digerakkan


• Awalnya lemas dari tungkai bawah  paha  tangan
12 jam • Tangan kanan dan kiri masih bisa digerakkan namun kekuatannya berkurang
SMRS • Baal (+) pada kedua kaki

• Batuk berdahak (+)


1 minggu • Pilek (+)
SMRS
Riwayat Pengobatan : belum mengkonsumsi obat untuk keluhan
yang dirasakan

RPK : menurut
RPD : belum
pasien tidak ada
pernah
yang mengalami Riwayat Alergi : Riwayat
mengalami
keluhan serupa alergi makanan kebiasaan :
keluhan serupa,
dengannya, HT atau obat- merokok (+),
HT (+), DM (-),
(+) ayah pasien, obatan (-) alkohol (-)
penyakit jantung
DM (-), penyakit
(+)
jantung (-)
Pemeriksaan Fisik

Tanda-tanda vital Status gizi Status generalis

 KU : CM, sakit  BB : 70 kg • Dalam batas


sedang  TB : 168 cm normal
 TD : 140/100  BMI : 24.8
mmHg  Kesimpulan :
 HR : 80x/menit, status gizi normal
regular, equal, isi
cukup
 RR : 20x/menit
 Suhu : 36.70 C
Status neurologis

Rangsang Kekuatan
Saraf kranial
meningeal motorik

 Kaku kuduk (-) • CN 1 – XII : • Ekstermitas


 Brudzinski I – III parese (-) atas : 4/4
(-) • Ekstermitas
bawah : 2/2
Status Neurologis

Sensorik Refleks

• Anggota gerak • Fisiologis : patella


atas : N / N ↑/↑
 Anggota gerak • Babinski : +/+
bawah : ↓ / ↓
Pemeriksaan Pemeriksaan
Diagnosis banding
penunjang penunjang
• Susp GBS (Guillain- • Hb : 15.2 g/dl • EKG : dalam batas
Barré Syndrome)  Lekosit : 12.200/mm3 normal
 Susp myelopati  Hematokrit : 47 % • Ro columna
servikal  Trombosit : vertebralis + cervical
 Susp mielitis transversa 342.000/mm3 AP/lateral :
• tampak penyempitan
foramen
intervetebralis C 6-7
kanan  radikulopati?
 Spondilosis vertebral
cervical
 Kurve vertebral
cervical agak lurus 
spasme otot?
Diagnosis kerja Tatalaksana

 GBS (Guillain-Barré  IVFD 2A + NB 20 tpm


Syndrome)  Metilprednisolon
2x125mg IV
 Amlodipin 1x10mg P.O
 Mecobalamin 3x500µg
IV
 Ceftriaxon 2x1gr IV (ST)
 Pantopump 1x40mg IV
 Pro HCU/ICU
 Pro konsul dr. Nanang,
Sp.P jika terdapat
kegawatdaruratan
nafas
Minggu, 24 Juni 2018 Ruang Senin, 25 Juni 2018 Ruang ICU
ICU
Jawaban konsul interna
Visit dr. Nanang, Sp.P dr. Dini, Sp.JP
 S : batuk (+)  Telah dilakukan pemeriksaan
terhadap Tn. Ajat
 O : paru : vbs ka=ki, rh -/-, wh -/-
 Saat ini tidak ada keluhan
 A : BP
 Cor : BJ 1,2 reguler, murmur (-),
 P : Prome syr 3x1C, pro cek darah
gallop (-)
rutin, observasi gagal napas
 Pulmo : vbs +/+, rh -/-, wh-/-
 EKG : dalam batas normal
 Terapi untuk saat ini tidak ada
Selasa, 26 Juni 2018 Ruang LLB Rabu, 27 Juni 2018
Subjective Lemas badan (+) Subjective Lemas anggota gerak bawah
(S) (S)
Objective Komposmentis, sakit sedang
Objective Komposmentis, sakit sedang
(O) TD : 120/80 mmHg, N : 80 x/m, R : 20 x/m, S : 36.50C
(O) TD : 130/80 mmHg, N : 91 x/m, R : 20 x/m,
Shoulder 5/5, elbow 5/5, wrist 4/4, hip 4/4, knee 5/5,
dorso/plantar fleksi 5/5 S : 36,40C
Reflek fisiologis : BTR +/+, KPR +/+, APR +/+ Motorik atas : 5/5, motorik bawah : 4/4
Reflek patologis : -/-
Lab :
Lab :  Kolesterol Total : 158 mg/dl
 Hb : 14.2 g/dl
 HDL Kolesterol : 38 mg/dl
 Lekosit : 20.400/mm3 (↑)
 LDL Kolesterol : 95 mg/dl
 Hematokrit : 42 %
 Trombosit : 378.000/mm3  Trigliserida : 127 mg/dl
 Asam Urat : 4.4 mg/dl

Assesment GBS
(A) CAD
Hipertensi Assesment GBS
Bronkopneumonia
(A) CAD
Planning (P) Terapi lanjutkan Hipertensi
Metilprednisolon 2x125mg IV Bronkopneumonia
Neurobion stop
Cek profil lipid dan asam urat
Dr. Nanang, Sp.P : prome syr3x1cth, ceftazidime Planning Terapi lanjut
Kamis, 28 Juni 2018 Jum’at, 29 Juni 2018
Subjective Lemas badan (-), diare (+) sejak 4 hari yang lalu
(S) Subjective Diare (-), lemas badan (-)
(S)
Objective Komposmentis, sakit sedang
Objective Komposmentis, sakit sedang
(O) TD : 120/80 mmHg, N : 91 x/m, R : 20 x/m, S : 36.70C
(O) TD : 120/80 mmHg, N : 88 x/m, R : 21 x/m, S : 360C
Motorik atas 5/5m motorik bawah 5/5
St. neurologis : dalam batas normal
Reflek patologis (-)
Abdomen : nyeri tekan (-)
Lab Feses Lengkap :
 Warna : kuning
Lab :
 Bau : khas
 Hb : 13.5 g/dl
 Konsistensi : lunak
 Lekosit : 21.200/mm3 (↑)
 Lendir : negatif
 Hematokrit : 41 %
 Pus : negatif
 Trombosit : 377.000/mm3
 Parasit : negatif
 Eritrosit : 0-1
 Lekosit : 0-1
Assesment GBS (perbaikan)
 Amuba : negatif
(A) CAD
 Sisa pencernaan : karbohidrat
Hipertensi
 Telur cacing : negatif
Bronkopneumonia
GE Assesment GBS
(A) CAD
Planning (P) Metilprednisolon 1x125mg IV Hipertensi
Captopril 2x25mg Bronkopneumonia
Konsul IPD untuk GE GEA
Terapi lain lanjut
Planning (P) Metilprednisolon 1x62.5mg IV
Dr. Henhen, Sp.PD: captopril stop, ganti micardis 1x80,
cek feses rutin Pantopump stop
Dr. Nanang, Sp.P : Ceftazidime stop, meropenem 2x1gr Ranitidin 2x50mg IV
IV Mecobalamin 2x1 IV
Terapi lain lanjut
Sabtu, 30 Juni 2018

Subjective Lemas badan (-) Assesment GBS


(S) (A) CAD
Objective Komposmentis Hipertensi
(O) TD : 130/80 mmHg, N : 76 x/m, R : 20 x/m, S Bronkopneumonia
: 370C GEA
St. neurologis : dalam batas normal Planning BLPL
(P) Metilprednisolon 3x8mg (5 hari) selanjutnya
Lab : 3x4mg (2 hari)
 Hb : 15.1 g/dl Mecobalamin 3x1
 Lekosit : 14.900/mm3 (↑) CPG 1x1
 Hematokrit : 45 % Aspilet 1x1
 Trombosit : 376.000/mm3 Captopril 2x25mg
Amlodipin 1x10mg
Lansoprazol 2x30mg
Dr. Nanang, Sp.P : meropenem diganti
dengan cefixime 2x200mg
Prognosis

 Quo ad vitam : dubia ad bonam


 Quo ad functionam : dubia ad bonam
 Quo ad sanationam : dubia ad bonam
Pembahasan
Definisi

Penyakit sistem saraf perifer yang ditandai serangan


mendadak paralisis atau paresis otot. Sindrom ini terjadi akibat
serangan autoimun pada mielin yang membungkus saraf
perifer.
Epidemiologi

0,6 hingga 1,9


kasus per 100.000 usia 40 hingga 50
penduduk di tahun
dunia

Campylobacter
jejuni merupakan
infeksi tersering
pada 70% kasus
Etiologi

Virus Bakteri

• Epstein-barr virus, • Campylobacter jejuni,


• Coxsackie virus, • Mycoplasma
• Influenza virus, pneuomonia,
• Echovirus, • Spirochaeta,
• Cytomegalovirus, • Salmonella,
• Hepatitis virus • Legionella
• HIV • Mycobacterium
tuberkulosis
Patofisiologi

 Adanya autoantibodi terhadap sistem saraf tepi : virus atau bakteri


mengubah susunan sel-sel saraf  sistem imun tubuh mengenalinya
sebagai benda asing  destruksi myelin  sel saraf tidak dapat
mengirimkan signal secara efisien  otot kehilangan kemampuan
merespon perintah dari otak
 Respons autoimun : sistem kekebalan menyerang sistem saraf perifer. Infeksi
seperti C. jejuni mengekspresikan lipooligosakarida di dinding bakteri;
molekul-molekul ini mirip dengan gangliosida, dan antibodi antigangliosida
yang dihasilkan oleh tubuh menyerang saraf dan menghancurkan
selubung mielin
Gejala Klinis

kelemahan
ekstermitas bawah
Paresthesia Fasial diplegia Disfagia
dan menyebar
secara progresif

Reflek tendon Takiartitma


Disartria
menurun Bradiaritmia
Diagnosis banding

 Acute onset chronic inflammatory demyelinating neuropathy,


iatrogenic, toxic, critical illness myopathy-neuropathy, vasculitis,
diphtheria, porphyria, thiamine deficiency, porphyria, Lyme disease,
mielitis transversa, myelopati servikal
Diagnosis

 Ciri-ciri yang perlu untuk diagnosis :


 Terjadi kelemahan yang progresif
 Hiporefleksi
 Ciri-Ciri yang secara kuat menyokong diagnosis Sindrom Guillain-Barré :
 Progresivitas gejala kelemahan motorik berlangsung cepat, dalam waktu sekitar 4 minggu
 Biasanya simetris
 Adanya gejala gangguan sensoris yang ringan
 Terkenanya SSP, biasanya berupa kelemahan saraf facialis bilateral
 Disfungsi saraf otonom
 Tidak disertai demam saat onset gejala neurologis
 Pemeriksaan cairan otak :
 Peningkatan protein CSS, meningkat setelah gejala 1 minggu
 Jumlah sel CSS < 10 MN/mm3
 Pemeriksaan elektrodiagnostik :
 Terlihat adanya perlambatan atau blok pada konduksi impuls saraf
Prognosis Komplikasi Penatalaksanaan

• Kematian jarang  Gagal nafas • Plasmafaresis


terjadi  Hipotensi • Intravenous
• Angka  Pneumonia inffusion of
kekambuhan  Aritmia Jantung human
dari Sindrom Immunoglobulin
 Retensi urin
Guillain-Barré (IVIG)
sekitar 2% • Kortikosteroid
setelah • Fisioterapi
pemulihan total