Anda di halaman 1dari 41

KONSEP

KELUARGA
Ns. Sofi Yulianto

Keperawatan Komunitas I
STIKES Ngudia Husada Madura
…???
?
Definisi Keluarga…
• Bailon dan Maglaya :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yg
tergabung karena hubungan perkawinan, darah,
atau adopsi (Hukum) & hidup dalam 1 Rumah yang
saling berinteraksi satu dengan yg lain dalam
perannya masing-masing & menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
• Departemen Kesehatan RI, 1988 :
Keluarga merupakan unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri dari kepala
keluarga dan beberapa orang yang
berkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah satu atap dalam
keadaan saling ketergantungan.
Menurut Stuart (1991),
Keluarga memiliki Sifat :
1. Keluarga merupakan unit Suatu Sistem  Unik dan
Dinamis
2. Stiap Anggota Klg Dapat/Tidak Dapat tidak
berhubungan dan Dapat/Tidak dapat tinggal 1 Atap.
3. Keluarga dapat Mempunyai anak atau tidak Punya
anak.
4. Terdapat Komitmen saling Melengkapi pada antar
anggota Keluarga
5. Keluarga mempertahankan Fungsinya secara
Konsisten terhadap perlindungan, kebutuhan hidup
dan sosialisasi antar anggota keluarga.
Karakteristik keluarga sehat
1. Ada komunikasi, sharing pengalaman
2. Pendidikan terarah
3. Ada rasa bermain dan humor
4. Ada keseimbangan dalam berinteraksi
5. Suasana saling tanggung jawab & saling
membantu
6. Mengajarkan baik-buruk, benar-salah
7. Patuh pada tradisi yg baik dan ajaran agama
8. Respek thd privasi
STRUKTUR KELUARGA
1. Patrilineal
yaitu pater (Bahasa Latin) yang berarti "ayah", dan
linea (bahasa Latin) yang berarti "garis". Jadi,
"patrilineal" berarti mengikuti "garis keturunan yang
ditarik dari pihak ayah".

Ex :
a. Suku Batak
b. Suku Jawa
c. Hampir sebagian besar
Suku di Indonesia
2. Matrilineal
yaitu Mater (bahasa Latin) yang
berarti "ibu", dan linea (bahasa Latin)
yang berarti "garis". Jadi, "matrilineal"
berarti mengikuti "garis keturunan yang
ditarik dari pihak ibu".
Ex :
1. Suku Nakhi di Provinsi Sichuan
Tiongkok
2. Minangkabau
di Sumatera Barat
1. Patriakal : Pengambilan Keputusan oleh
laki-laki
2. Matriakal : Pengambilan Keputusan oleh
Perempuan
3. Patrilokal : Tempat Tinggal di pihak
Laki-laki
4. Matrilokal : Tempat Tinggal di Pihak
Wanita
5. BILOKAL : Secara bergantian Tinggal
Dimasing2 Pihak
6. Neo Lokal : Tempat Tinggal baru
Tipe Keluarga, Menurut Maclin,
Alaender,& Spradley :
1. Keluarga Tradisional :

a. The nuclear family (keluarga inti)


Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak.
b. The dyad family
Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang
hidup bersama dalam satu rumah
c. Keluarga usila
Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan
anak sudah memisahkan diri
d. The childless family
Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk
mendapatkan anak terlambat waktunya, yang disebabkan
karena mengejar karir/pendidikan yang terjadi pada wanita
e. The extended family (keluarga luas/besar)
Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup bersama
dalam satu rumah seperti nuclear family disertai : paman,
tante, orang tua (kakek-nenek), keponakan, dll)
Lanjutan…
f. The single-parent family (keluarga duda/janda)
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah / ibu) dengan anak,
hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan
ditinggalkan (menyalahi hukum pernikahan)
g. Commuter family
Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu
kota tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja
diluar kota bisa berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir
pekan (week-end)
h. Kin-network family
Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling
berdekatan dan saling menggunakan barang-barang dan
pelayanan yang sama. Misalnya : dapur, kamar mandi, televisi,
telpon
i. Composite Family keluargan berkomposisi ; keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
Lanjutan…
j. Blended family
Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda
yang menikah kembali dan membesarkan anak
dari perkawinan sebelumnya

k. The single adult living alone / single-adult


family
Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang
hidup sendiri karena pilihannya atau
perpisahan (separasi), seperti : perceraian atau
ditinggal mati
2. Keluarga Non - Tradisional :

a. The unmarried teenage mother


Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu)
dengan anak dari hubungan tanpa nikah

b. The stepparent family


Keluarga dengan orangtua tiri

c. The nonmarital heterosexual cohabiting family


Beberapa Keluarga yang hidup bersama
berganti-ganti pasangan tanpa melalui
pernikahan
Lanjutan…
e. Gay and lesbian families
Seseorang yang mempunyai persamaan
sex hidup bersama sebagaimana pasangan
suami-istri (marital partners)

f. Cohabitating couple
Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan
karena beberapa alasan tertentu

g. Foster family
Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan
keluarga/saudara dalam waktu sementara, pada saat
orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk
menyatukan kembali keluarga yang aslinya
• Gang
Sebuah bentuk keluarga yang
destruktif, dari orang-orang muda
yang mencari ikatan emosional dan
keluarga yang mempunyai perhatian,
tetapi berkembang dalam kekerasan
dan kriminal dalam kehidupannya.
PERANAN Individu dlm keluarga
- Berbagai peranan yang terdapat di dalam
keluarga adalah sebagai berikut :

1. Peranan ayah :
Ayah sebagai suami dari istri, berperanan
sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan
pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga,
sebagai anggota dari kelompok sosialnya, serta
sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya
Lanjutan…
2. Peranan ibu :
Sebagai istri dan ibu dari anaknya, peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan
pendidik anak-anaknya, pelindung dan sbg salah
satu kelompok dari peranan sosialnya, serta sbagai
anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping
itu juga dpt berperan sbg pencari nafkah
tambahan dlm keluarganya.
3. Peranan anak :
Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial
sesuai dengan tingkat perkembangannya, baik
fisik, mental, sosial dan spiritual.
FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi biologis :
a. Meneruskan keturunan
b. Memelihara dan membesarkan anak
c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
d. Memelihara dan merawat anggota keluarga
2. Fungsi Psikologis :
a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
b. Memberikan perhatian di antara anggota keluarga
c. Membina pendewasaan
kepribadian anggota keluarga
d. Memberikan identitas keluarga
FUNGSI KELUARGA
3. Fungsi sosialisasi :
a. Membina sosialisasi pada anak  mengenalkan
dunia Luar
b. Membentuk norma-norma tingkah laku
sesuai dengan tingkat perkembangan anak
c. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga

4. Fungsi ekonomi :
a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
b. Pengaturan penggunaan penghasilan
keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan keluarga di masa yang akan
datang (pendidikan, jaminan hari tua)
5. Fungsi pendidikan :
a. Menyekolahkan anak untuk memberikan
pengetahuan, ketrampilan dan membentuk
perilaku anak sesuai dengan bakat dan
minat yang dimilikinya
b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan
dewasa yang akan datang dalam
memenuhi peranannya sebagai orang
dewasa
c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-
tingkat perkembangannya.
Perubahan Sosial Yang dapat
Mempengaruhi Keluarga
1. Perubahan Struktur Keluarga  Konsekuensi
Ekonomi dan Psikologis
Ex : Perceraian, kematian.
2. Industrialisasi, Ilmu pengetahun, dan Teknologi,
Transformasi ekonomi dari agraris ke industri
telah mengubah kehidupan keluarga melalui
perubahan nilai arti ikatan keluarga
3. Modernisasi  komersialisasi pd berbagai
aspek termasuk didalamnya perawatan
kesehatan, gizi, pendidikan.

4. Perubahan permintaan tenaga kerja. Dan juga,


Peningkatan pendidikan wanita. Semakin
meningkatnya pendidikan wanita mendorong
wanita (belum menikah dan telah menikah)
untuk bekerja di luar rumah.
Beban Kasus Keluarga
(Family Case Load)
• Adlh jmlah kasus yang dibina oleh perawat Komunitas 
bimbingan dan pelayanan lebih tinggi pada keluarga yang
berpenghasilan rendah

Penghasilan Rendah

Kecendrungan Terjadi :
1. Sanitasi Jelek
Produktivitas 2. Gizi Kurang
Menurun 3. Pendidikan Rendah

Tubuh lebih rentan Daya Tahan Tubuh


terhadap penyakit terhadap penyakit
Rendah /menurun

Skema Beban Kasus Keluarga (Bailon, & Maglaya 1997)


Terima Kasih
Teori perkembangan berbicara mengenai
perubahan keluarga dari waktu ke waktu
dengan menggunakan tahap siklus
kehidupan keluarga menurut Duvall, yang
didasarkan pada perubahan struktur, fungsi
dan peran keluarga, dengan usia si anak
sulung sebagai penanda tahapan transisi.
(Wong, 2002).
Keluarga pemula atau pasangan baru Masalah-Masalah
Tugas perkembangan kelurga Kesehatan :
pemula antara lain:
a. Membina hubungan yang
a. Penyesuaian seksual
harmonis
dan peran , Karakter Masing2
b. Membangun perkawinan yang Pasanangan
saling memuaskan
c. Membina hubungan dengan b. Penyuluhan dan konseling
orang lain dengan KB, prenatal
menghubungkan jaringan
persaudaraan c. Komunikasi
d. Merencanakan kehamilan
e. Mempersiapkan diri menjadi
orang tua.
Keluarga sedang mengasuh anak
(anak tertua bayi sampai umur Masalah-Masalah
30 bulan ) Kesehatan :
a) Membentuk keluarga muda
sebagai sebuah unit a. Perawatan bayi
b) Mempertahankan
hubunganperkawinan yang b. Pengenalan dan penanganan
masalah-masalah kesehatan
memuaskan fisik secara dini, imunisasi,
c) Memperluas keluarga besar konseling perkembangan
dengan menambahkan peran anak
orang tua kakek dan nenek c. KB, dan bidang peningkatan
kesehatan
umum .
Masalah-Masalah
Keluarga dengan anak usia pra
sekolah (anak tertua berumur 2-6 Kesehatan :
tahun).
a. Penyakit-penyakit menular
a) Mensosialisasikan anak
b) Menintegrasikan anak yang pada anak, jatuh, luka bakar,
baru sementara tetap keracunan, dan kecelakaan-
memenuhi kebutuhan anak yg
lainnya kecelakaan yg lain
c) Menanamkan nilai dan norma b. Hubungan perkawinan
kehidupan c. Sibling Rivalry, KB, kebutuhan
d) Mulai mengenal nilai norma,
menanamkan keyakinan pertumbuhan dan
beragamana perkembangan
e) Memenuhi kebutuhan bermain
d. Masalah-masalah pengasuhan
anak
anak
Keluarga dengan anak usia Masalah-masalah
sekolah (anak tertua usia 6-13 kesehatan :
tahun)
a) Mensosialisasikan anak
termasuk meningkatkan
prestasi sekolah dan a. Tekanan dari sekolah
mengembangkan hubungan
dengan teman sebaya b. Penganiayaan pada
b) Mempertahankan hubungan
perkawinan yang anak
memuaskan
c. Penyalahgunaan zat
c) Membiasakan belajar teratur
d) Memperhatikan anak saat d. Penyakit menular
menyelesaikan tugas sekolah.
Keluarga anak remaja (anak tertua Masalah-Masalah Kesehatan :
umur 13-20 tahun)
a. Penyalahgunaan obat-obatan,
a. Menyeimbangkan kebebasan rokok dan alkohol
dengan tanggung jawab ketika b. Kehamilan yang tidak
remaja menjadi dewasa dan mandiri dikehendaki
b. Memfokuskan kembali hubungan c. Pendidikan dan konseling seks
perkawinan d. Hubungan perkawinan
c. Berkomunikasi secara terbuka e. Hubungan remaja dan orang tua
antara orang tua dan anak f. Pendidikan Rekreasional,
d. Memberikan perhatian promosi kesehatan
e. Memberikan kebebasan dalam
batasan tanggung jawab
f. Mempertahankan komunikasi
terbuka dua arah.
Keluarga yang melepas anak usia
dewasa muda (mencakup anak
pertama sampai anak terakhir Masalah-Masalah Kesehatan
yang meninggalkan rumah) :
a. Memperluas siklus keluarga
dengan memasukkan anggota a. Komunikasi kaum dewasa
keluarga baru yang di dapat muda dengan orang tua
melalui perkawinan anak-anak mereka
b. Membantu orang tua lanjut b. Transisi peran suami–istri
usia dan sakit-sakitan dari
c. Munculnya kondisi kesehatan
suami maupun istri
c. Membangun anak mandiri kronis
d. Mempertahankan komunikasi d. Masalah menopause
e. Memperluas hubungan
keluarga anatara orang tua
dengan menantu
f. Menata kembali peranan fungsi
keluarga setelah di tinggalkan
anak
Orang tua usia pertengahan (Tanpa Masalah-Masalah Kesehatan :
jabatan, pensiun)
a. Menyediakan lingkungan yang a. Kebutuhan Akan istirahat yang
cukup, kegiatan waktu luang dan
meningkatkan kesehatan
tidur, nutrisi yang baik, program
b. Mempertahankan hubungan olahraga yang teratur,
yang memuaskan dan penuh pemeriksaan skrining kesehatan
arti para orang tua dan lansia preventif.
b. Komunikasi dan hubungan
c. Memperkokoh, Menjaga
dengan anak-anak, ipar, dan
keintiman perkawinan cucu, dan orangtua yang berusia
d. Memperhatikan kesehatan lanjut.
masing-masing pasangan c. Masalah yang berhubungan
e. Tetap menjaga komunikasi dengan perawatan ; membantu
perawatan orangtua yang berusia
dengan anak-anak.
atau tidak mampu merawat diri.
d. Post Power Syndrom
Kelurga dalam masa pansiun dan Masalah-Masalah
lansia. Kesehatan :
a. Menyesuaikan terhadap a. Lansia merupakan pemakai
pendapatan yang menurun pelayanan kesehatan paling
b. Mempertahankan hubungan menonjol, 3 dari 5 lansia
perkawinan memiliki kondisi kronis dan
c. Menyesuaikan diri terhadap multiple, lansia : 12% total
kehilangan pasangan populasi, 33% pengguna
d. Meneruskan untuk memahami pembelanjaan perawatan
eksistensi mereka, Life Review kesehatan
e. Saling memberi perhatian yang b. Menurunnya fungsi fisik
menyenangkan antar pasangan (degenerasi)
f. Merencanakan kegiatan untuk c. Sumber2 finansial yg tidak
mengisi waktu tua seperti memadai
berolahraga, berkebun, d. Isolasi sosial, Alzeimer
mengasuh cucu. e. Kesepian dan kehilangan
Sekunder Tersier
Primer Pencegahan yg dilakukan Pencegahan yang dilakukan
Pencegahan yang pada awal masalah timbul pada saat masalah
dilakukan sebelum masalah maupun saat masalah kesehatan telah selesai,
timbul  Seperti berlangsung, dg melakukan selain mencegah komplikasi
pemberian pendidikan deteksi dini (eardly
juga meminimalkan
kesehatan, kebersihan diri, diagnosis) dan melakukan
penggunaan sanitasi tindakan penyembuhan keterbatasan (disability
lingkungan yang bersih, (promp treatment) seperti limitation) dan
olahraga, imunisasi, screening kesehatan, memaksimalkan fungsi
perubahan gaya hidup. deteksi dini adanya melalui rehabilitasi(
gangguan kesehatan. rehabilitation).
1. Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, Seperti persepsi keluarga
mengenai penyakit, etiologi, manifestasi dan faktor faktor penyebab dan persepsi
keluarga terhadap masalah yang dialami keluarga.
2. Ketidak mampuan keluarga mengambil keputusan, Seperti seberapa jauh keluarga
mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah
3. Ketidak mampuan keluarga merawat keluarga yang sakit, seperti bagaimana
keluarga mengetahui keadaan sakitnya, sifat dan perkembangan perawatan yang
dilakukan, sumber-sumber ada dalam keluarga serta sikap keluarga terhadap yang
sakit. .
4. Ketidak mampuan keluarga memodifikasi lingkungan, seperti pentingnya hygiene
sangitasi keluarga, upaya pencegahan penyakit yang dilakukan keluarga, upaya
pemeliharaan lingkungan yang dilakukan keluarga, kekompakan anggota keluarga
dalam menata lingkungan dalam dan luar rumah yang berdampak terhadap
kesehatan keluarga.
5. Ketidak mampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti
kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan dan fasilitas pelayanan
kesehatan
Tingkat Kemandirian Keluarga
Tingkat kemandirian keluarga
(KM)
No
Kriteria
I II III IV

1 Menerima petugas perawatan masyarakat v ѵ Ѵ ѵ

Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai


2. ѵ ѵ Ѵ ѵ
dengan rencana keperawatan

Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan


3. v V v
secara benar
Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang
4. v V v
dianjurkan
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara
5. v V v
aktif

6. Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran V v

7. Melakukan tindakan promotif secara aktif v


Terima Kasih