Anda di halaman 1dari 11

DANA ALOKASI KHUSUS

BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN


TAHUN 2017 DAN TAHUN 2018
DAK BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN
KEHUTANAN TAHUN 2017

1. Sesuai Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja


Pemerintah (RKP) Tahun 2017, tidak ada DAK reguler bidang Lingkungan Hidup
dan Kehutanan;
2. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengusulkan ke Bappenas untuk
memasukkan kegiatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke dalam DAK
penugasan bidang Sanitasi, Irigasi, dan Air minum;
3. Bappenas mengakomodir untuk kegiatan kehutanan yaitu :
a. Rehabilitasi Hutan dan Lahan berupa penanaman dan bangunan Konservasi Tanah
dan Air (dam pengendali dan gully plug) masuk ke dalam DAK penugasan irigasi;
b. Untuk kegiatan lingkungan hidup berupa IPAL usaha skala kecil masuk ke dalam
DAK penugasan sanitasi
4. Berdasarkan Perpres No. 123 Tahun 2016 tentang Juknis DAK, bahwa dana
sebagaimana nomor 3 sudah dialokasikan ke Kementerian PUPR. Pengalokasian
dana diserahkan ke masing-masing Kepala Daerah.
5. DAK Sub Bidang LH dialokasikan di Kabupaten Muara Enim, Ogan Komering
Ulu Timur, Sragen, Ngawi, Kota Prabumulih, Landak, dan Gorontalo. Sementara
itu, tidak ada alokasi untuk DAK Sub Bidang Kehutanan.
PROGRES DAK BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN
KEHUTANAN TAHUN 2018

I. SUB BIDANG LINGKUNGAN HIDUP


1. Arah Kebijakan
a. Mendukung prioritas nasional : Kesehatan (Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat), dan Perumahan dan Permukiman
(Air Bersih dan Sanitasi).
b. Pencapaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar
66,5-68,5 di tahun 2019.
c. Pengendalian pencemaran lingkungan dan upaya
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta
pengendalian kerusakan ekosistem perairan.
2. Target dan Sasaran
DAK Fisik Penugasan Sub-Bidang Lingkungan Hidup ditujukan untuk
meningkatkan penyelenggaraan, tanggung jawab, peran
pemerintah Kab/Kota dan Provinsi dalam:
a) Mengendalikan pencemaran lingkungan dari limbah cair untuk
menjamin kualitas air;
b) Mengendalikan pencemaran lingkungan dari sampah untuk
meningkatkan kualitas lingkungan;
Sasaran DAK Fisik Penugasan Sub-Bidang Lingkungan Hidup
adalah untuk :
a) Berkurangnya beban pencemaran dari limbah cair dan
sampah yang masuk ke lingkungan;
b) Tersedianya data kualitas air secara kontinyu di DAS Prioritas,
DAS tercemar berat dan 15 Danau Prioritas.
3. Ruang Lingkup Kegiatan
a. Pengurangan dan pengendalian beban pencemaran dari
limbah cair dan sampah:
 Instalasi Pengolahan Air Limbah: IPAL Usaha Skala Kecil
(USK) Tahu, IPAL USK Ternak, IPAL USK Batik;
 Pengolahan sampah: bank sampah dan sarana
pendukungnya serta Pusat Daur Ulang Sampah, dan
rumah pengkomposan.
 Alat pengumpul dan pengangkut sampah.
b. Pemantauan dan pengawasan kualitas air di DAS Prioritas,
DAS tercemar berat dan 15 Danau Prioritas:
 Penyediaan sistem pemantauan kualitas air secara
kontinyu, otomatis, dan online;
 Penyediaan peralatan laboratorium.
4. Lokasi Prioritas
a. Daerah dengan volume timbulan sampah tinggi;
b. Daerah yang memiliki jumlah industri menengah dan besar ;
c. Daerah-daerah yang berada di DAS Prioritas, DAS tercemar
berat dan 15 Danau Prioritas;
d. Daerah peraih ADIPURA pada satu tahun terakhir;
e. Daerah yang masuk program clean sea campaign;
f. Daerah destinasi pariwisata nasional.
II. SUB BIDANG KEHUTANAN
1. Arah Kebijakan
a. Ketahanan Pangan; Pengembangan Wilayah
(Program Perdesaan dan Program Penanggulangan
Bencana); dan Penanggulangan Kemiskinan.
b. Pemulihan kesehatan dan/ peningkatan daya
dukung dan daya tampung Daerah Aliran Sungai
(DAS).
c. Operasionalisasi KPH; dan pengelolaan Tahura dan
Hutan Kota.
d. Kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial.
2. Target dan Sasaran
a. Meningkatnya daya dukung dan daya tampung DAS melalui
penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan di KPH, Tahura,
Hutan Kota dan Hutan Rakyat, dengan target :
 Pembuatan Tanaman seluas : 220 ribu hektar
 Pembuatan Gully Plug : 7 ribu unit
 Pembuatan Dam Penahan sebanyak : 5 ribu unit
b. Meningkatnya kualitas pengelolaan KPH, Tahura dan Hutan
Kota, dengan target :
 Pembangunan pos resort KPH sebanyak 498 unit resort
 Sarana prasarana wisata alam di KPH/Tahura/Hutan Kota
sebanyak 261 unit (paket)
c. Pengembangan usaha ekonomi produktif Kelompok Tani Hutan
(KTH), dengan target 2.000 KTH .
3. Ruang Lingkup Kegiatan
Jenis kegiatan dalam DAK Fisik Penugasan Sub Bidang Kehutanan
tahun 2018 adalah:
a. Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara vegetatif dan sipil teknis,
dengan kegiatan :
 Pembuatan tanaman
 Pembuatan Gully Plug
 Pembuatan Dam Penahan
b. Pembangunan sarana prasarana operasionalisasi KPH, Tahura,
dan Hutan Kota
c. Pengembangan sarana dan prasarana usaha ekonomi
produktif melalui kelompok tani hutan (KTH)
4. Lokasi Prioritas
Prioritas lokasi untuk DAK Fisik Penugasan Sub Bidang Kehutanan
pada tahun 2018 :
a. Daerah yang memiliki lahan sangat kritis dan kritis
b. Daerah yang termasuk dalam DAS sangat prioritas (15 DAS
prioritas dan DAS rawan banjir, longsor, dan kekeringan); DAS
yang menjadi hulu dari 15 Danau Prioritas; serta DAS yang
mengalami banyak kejadian bencana banjir, tanah longsor,
dan kekeringan.
c. Daerah yang memiliki kelembagaan KPH, Tahura, dan Hutan
Kota.
d. Daerah dengan kinerja pelaksanaan yang baik dan tertib
menyerahkan laporan penyelenggaraan DAK.
III. PROGRES
1. Usulan kegiatan DAK Tahun 2018 dari provinsi/kabupaten/kota melalui e-planning yang
dikoordinasikan oleh Bappenas sudah ditutup tanggal 31 Mei 2017.
2. Usulan yang masuk berasal dari 30 Provinsi (sub bidang kehutanan) dan 210 Kab/Kota
(sub bidang lingkungan hidup). Usulan tersebut telah diverifikasi oleh Bappenas, Kemenkeu
dan Kementerian LHK dengan hasil sebagai berikut:
Usulan sesuai data e-planning Hasil verifikasi KLHK
No. Uraian Proyek kegiatan Anggaran Proyek kegiatan Anggaran

I. Total Bidang LHK 1.792 5,2 Trilyun 1.332 2,9 Trilyun


a. Sub Bidang LH : 1.262 2,5 Trilyun 901 1,4 Trilyun
- Provinsi 30 50,2 Milyar 23 36,8 Milyar
- Kabupaten/Kota 1.232 2,49 Trilyun 878 1,36 Trilyun
b. Sub Bidang Kehutanan 530 2,7 Trilyun 431 1,5 Trilyun

3. Terdapat 3 provinsi untuk sub bidang kehutanan dan 49 kab/kota yang merupakan lokasi
prioritas namun belum menyampaikan usulan. Untuk itu sesuai usulan Kementerian LHK
nomor: S.177/Rocan/PA/Set.1/6/2017 tanggal 19 Juni 2017, Bappenas membuka
kembali usulan melalui e-planning bagi provinsi/kabupaten/kota dimaksud tanggal 7 – 9
Juli 2017.
4. Usulan yang telah masuk selanjutnya akan dilakukan verifikasi tahap II yang hasilnya
diserahkan ke Kementerian Keuangan tanggal 17 Juli 2017.