Anda di halaman 1dari 18

MOLEKUL PENGENAL

ANTIGEN, SITOKIN,
KOMPLEMEN

DR. CITRA TRISNA, MARS


Molekul Pengenal Antigen

MHC
(MAJOR HISTOCOMPABILITY
COMPLEX)
MHC KELAS I

 Letak : hampir semua sel berinti dengan jumlah


bervariasi
 Berperan pada proses penolakan jaringan
transplantasi dan sitolisis sel yang terinfeksi virus;
 Antigen inilah yang berperan sebagai antigen
sasaran yang dikenal oleh limfosit T sitotoksik
(CDS8+).
MHC KELAS II

 Letak : permukaan sel-sel imunokompeten, yaitu


makrofag / monosit, limfosit B, limfosit T.
 Molekul antigen MHC kelas II terdiri 2 rantai yaitu
rantai alfa dan rantai betayang tersusun atas
glikoprotein.
 terdiri dari antigen Limfosit T penolong (CD4+)
SITOKIN

Polipeptida yang dipakai sebagai


respons terhadap mikroba dan
antigen lain yang memperantarai dan
mengatur reaksi imunologik dan
reaksi inflamasi.
Sifat Umum Sitokin
Sekresi sitokin pada umumnya terjadi singkat

Aktivitas sitokin sering kali pleiotropik dan redundant

Sitokin sering mempengaruhi sintesis dan aktivitas sitokin


lainnya

Aktivitas sitokin dapat lokal maupun sistemik.

Sitokin merupakan mediator respons imun yang mampu


berinteraksi dengan reseptor permukaan sel

Sinyal eksternal mengatur ekspresi reseptor sitokin


Klasifikasi Sitokin Menurut Fungsi

Stimulator
hemopoesis.

Mediator
dan
regulator
imunitas
bawaan. Mediator dan
regulator
imunitas
didapat.
SITOKIN

 Nama dari sitokin bermacam-macam tergantung


dari tempat produksinya dan perannya.
 Monokin, Limfokin, Interleukin (IL), Interferon
(IFN), growth factors (CSF), TNF, Khemokin
 Aksi Sitokin :
 Autocrine :Bekerja pada sel yang memproduksi
dirinya
 Paracrine: Bekerja pada sel tetangga
 Endocrine: Difusi ke bagian tubuh melalui aliran
plasma
KOMPLEMEN

 Sistem yang terdiri atas sekitar 20 jenis protein yang


berperan dalam pertahanan pejamu, baik dalam
sistem imun nonspesifik maupun sistem imun
spesifik.
 Aktivasi komplemen merupakan usaha tubuh untuk
menghancurkan antigen asing,
 Aktivasi sistem komplemen menyebabkan interaksi
berantai yang menghasilkan berbagai substansi
biologik aktif yang diakhiri dengan lisisnya membran
sel antigen
Fungsi Komplemen
Inflamasi

Kemokin

Fagositosis – opsonin

Adherens Imun

Elimiasi kompleks imun

Lisis osmotic bakteri

Aktivitas sitolitik
Aktivasi Komplemen

Jalur klasik

Jalur
alternative

Jalur lektin
Regulator- Inhibitor Komplemen

 Protein dalam serum yang merupakan komponen


pada aktivasi komplemen, baik pada jalur klasik
maupun jalur alternatif dibentuk oleh hati,
makrofag, monosit dan sel epitel intestinal Bahan-
bahan tersebut dilepass ke dalam bentuk tidak
aktif.
 Aktivasi Komplemen :
 melalui tiga jalur, yaitu jalur klasik dan jalur alternatif.

 Jalur Klasik : berfungsi sebagai imunitas spesifik,


dimulai oleh reaksi kompleks antibody dan antigen pada
sasaran yang cocok, seperti sel bakteri

 Jalur Alternatif : untuk awal reaksi tidak diperlukan


kompleks antigen-antibodi ; aktivasi spontan C3 diduga
terjadi pada permukaan sel.
Fungsi Biologis Komplemen

 Inflamasi
 Pengerahan Sel-Kemokin
 Fagositosis-opsonin
 Adherens Imun
 Nutralisasi Infeksi virus
Aktivitas Komplemen

 Aktivitas komplomen dapat dirangsang oleh


substansi dan berlangsung melalui 3 jalur
 1. Jalur klasik,
 2. Jalur alternative atau jalur properdin
 3. Jalur lektin.