Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK 6:

1.WAHYUNINGSIH
2.WIDANINGSIH
3.YULIANTI
4.YUSUF EFFENDI
5.TUTUK WIZARIYAH
PERENCANAAN PENDIDIKAN
KESEHATAN (Penyusunan SAP )

 Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk
merumuskan masalah-masalah kesehatan yang
berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan
dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan
pendidikan kesehatan yang paling pokok dan menyusun
langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan
 Perencanaan juga merupakan proses pemilihan
alternativ tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan.
Penyusunan SAP

1. Pokok Bahasan : Diare
2. Sub pokok bahasan: Penanganan diare di rumah
3. Sasaran: Masyarakat RT Ds. Soneyan Margoyoso
4. Waktu : 35 Menit
5. Tempat: Kepala RT
6.Hari/tanggal : Rabu, 5 April 2018
7. Tujuan
a. Tujuan Umum: Masyarakat Mengetahui Tentang Penyakit Diare
b. Tujuan khusus :
- Masyarakat mampu mengatasi diare dengan LGG
- Masyarakat mampu mendemostrasikan membuat LGG
- Masyarakat mampu menyebutkan bahan bahan LGG
- Masyarakat mampu menjelaskan penyebab diare, penanganan diare di rumah,
mengetahui kapan penyakit diare yang harus dirujuk ke RS

9. Kegiatan
No. Langkah Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan sasaran

1. Pendahuluan 5 menit • Memberi salam Masyarakat RT


• Perkenalan diri
• Menjelaskan apa tujuannya
2. Penyajian 20 menit • Menjelaskan pengertian diare Masyarakat RT
• Penyebab diare
• Tanda dan gejala diare
• Faktor penyebab
• Cara perawatannya
• Cara pencegahannya
• Demontrasi pembuatan LGG
3. Evaluasi 7 menit • Menanyakan kembali apa yang diterangkan Masyarakat RT
• Demontrasi audien pembuatan LGG

4. Penutup 3 menit Meminta memberikan tanggapan dan salam Masyarakat RT


penutup

9. Metode : Ceramah, demonstrasi, TJ
10. Media: PPT, Leaflet, Poster, bahan pembuatan LGG
11. Materi : Terlampir
12. Evaluasi :
Masyarakat mampu mengatasi diare dengan LGG
Masyarakat mampu mendemostrasikan membuat LGG
Masyarakat mampu menyebutkan bahan bahan LGG
Masyarakat mampu menjelaskan penyebab diare,
penanganan diare di rumah, mengetahui kapan penyakit
diare yang harus dirujuk ke RS
13. Daftar Pustaka:
TUJUAN PENDIDIKAN KESEHATAN


 Tujuan utama pendidikan kesehatan adalah agar orang mampu
menerapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri, mampu
memahami apa yg dapat mereka lakukan terhadap
masalahnya, dengan sumber daya yg ada pada mereka
ditambah dengan dukungan dari luar, dan mampu
memutuskan kegiatan yg tepat guna untuk meningkatkan taraf
hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat (Mubarak, 2009).

 Menurut Benyamin Bloom (1908) tujuan pendidikan adalah


mengembangkan atau meningkatkan 3 domain perilaku yaitu
kognitif (cognitive domain), afektif (affective domain), dan
psikomotor (psychomotor domain). (Notoatmodjo, 2003: 127)
Pengukuran hasil pendidikan kesehatan, yakni:

 1. Pengetahuan (knowledge)
 Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.
 Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek
yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
 Aplikasi (aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada
situasi atau kondisi real (sebenarnya).
 Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam
komponen – komponen, tetapi masih didalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu
sama lain
 Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian –
bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
 Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap
suatu materi atau obyek.

2. Sikap (attitude)
 Menerima (receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan
memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
 Merespon (responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan
menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari
sikap.
 Menghargai (valuing)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu
masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
 Bertanggung jawab (responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya
dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi.

3. Praktik atau tindakan (practice)
 Persepsi (perception)
Mengenal dan memilih berbagai obyek sehubungan dengan tindakan yang
akan diambil adalah merupakan praktik tingkat pertama.
 Respon terpimpin (guided response)
Dapat dilakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai
dengan contoh adalah merupakan indikator praktik tingkat dua.
 Mekanisme (mecanism)
Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara
otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah
mencapai praktik tingkat tiga.
 Adopsi (adoption)
Adopsi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan
baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasikannya tanpa mengurangi
kebenaran tindakan tersebut.
MEDIA DALAM PENDIDIKAN
KESEHATAN

 Media cetak
1) Booklet : untuk menyampaikan pesan dalam bentuk buku, baik tulisan
maupun gambar.
2) Leaflet : melalui lembar yang dilipat, isi pesan bisa gambar/tulisan atau
keduanya.
3) Flyer (selebaran) ; seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan.
4) Flip chart (lembar Balik) ; pesan/informasi kesehatan dalam bentuk lembar
balik. Biasanya dalam bentuk buku, dimana tiap lembar (halaman) berisi
gambar peragaan dan di baliknya berisi kalimat sebagai pesan/informasi
berkaitan dengan gambar tersebut.
5) Rubrik/tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah, mengenai bahasan
suatu masalah kesehatan, atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.
6) Poster ialah bentuk media cetak berisi pesan-pesan/informasi kesehatan,
yang biasanya ditempel di tembok-tembok, di tempat-tempat umum, atau
di kendaraan umum.
7) Foto, yang mengungkapkan informasi-informasi kesehatan.

 Media elektronik
1. Televisi ; dapat dalam bentuk sinetron, sandiwara, forum
diskusi/tanya jawab, pidato/ceramah, TV, Spot, quiz, atau
cerdas cermat, dll.
2. Radio ; bisa dalam bentuk obrolan/tanya jawab,
sandiwara radio, ceramah, radio spot, dll.
3. Video Compact Disc (VCD)
4. Slide : slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan
pesan/informasi kesehatan.
5. Film strip juga dapat digunakan untuk menyampaikan
pesan kesehatan.

 Media papan (bill board)
Papan/bill board yang dipasang di tempat-tempat
umum dapat dipakai diisi dengan pesan-pesan atau
informasi – informasi kesehatan. Media papan di sini
juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran
seng yang ditempel pada kendaraan umum (bus/taksi).
METODE PENDIDIKAN KESEHATAN


Berdasarkan sasarannya, metode dan teknik pendidikan
kesehatan dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Metode pendidikan kesehatan individual
2. Metode pendidikan kesehatan kelompok

Kelompok juga dibedakan menjadi 2 yaitu:


1. Metode dan teknik pendidikan kesehatan untuk kelompok
kecil
2. Metode dan teknik pendidikan kesehatan untuk kelompok
besar
3. Metode pendidikan kesehatan massa, apabila sasaran
pendidikan kesehatan
KRITERIA EVALUASI DALAM
PENDIDIKAN KESEHATAN

1. Menetapkan atau memformulasikan tujuan evaluasi, yakni
tentang apa yang akan dievaluasi terhadap penkes yang
dievaluasi.
2. Menetapkan kriteria yang akan digunakan dalam menentukan
keberhasilan penkes yang akan dievaluasi.
3. Menetapkan cara atau metode evaluasi yang akan digunakan.
4. Melaksanakan evaluasi, mengolah dan menganalisis data atau
hasil pelaksanaan evaluasi tersebut.
5. Menentukan keberhasilan penkes yang dievaluasi berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan tersebut serta memberikan
penjelasan-penjelasan.
6. Menyusun rekomendasi atau saran-saran tindakan lebih lanjut
terhadap penkes berikutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut.