Anda di halaman 1dari 24

TOKSIKOLOGI

STIMULAN DAN TEOFILIN

1. B E L L A S I N T I YA M . ( 2 0161041031 1 2 01)
2. P I N K Y C H E R LY N . ( 2 01610 410 31 1 2 09)
3. RIZKA AULIA S. ( 2 01610410 31 1 21 8 )
4. P U T R A A D I P. ( 2 01610410 31 1 2 20 )

FARMAS I F
TEOFILIN

Merupakan obat dengan fungsi untuk mengobati dan


mencegah napas pendek dan kesulitan bernapas yang
disebabkan oleh penyakit paru-paru, misalnya, asma,
emfisema, bronkitis kronis).
Teofilin termasuk dalam kelas obat yang dikenal
sebagai xanthines. Ia bekerja di saluran udara dengan
merelaksasi otot-otot, membuka saluran udara untuk
meningkatkan pernapasan, dan meredakan iritasi paru-
paru.
Struktur Kimia
 Waktu paruh biologis: 5-8 jam
Rumus kimia: C7H8N4O2
BM: 180,164 g/mol
Bioavailabilitas: 100% (IV)
Potein mengikat 40% (terutama
ke albumin)
Metabolisme: Hepatik terhadap
asam 1-metilurik
MEKANISME KERJA
Seperti turunan xantin lainnya yang dimetilasi, teofilin adalah
keduanya:
1. Inhibitor fosfodiesterase nonselektif yang kompetitif, yang
meningkatkan cAMP intraselular, mengaktifkan PKA,
menghambat TNF-alpha dan menghambat sintesis leukotrien
dan mengurangi peradangan dan kekebalan bawaan
2. Antagonis reseptor adenosin nonselektif, antagonis reseptor
A1, A2, dan A3 hampir sama, yang menjelaskan banyak efek
jantungnya.

Teofilin telah terbukti dapat menghambat konversi


fibroblas paru TGF-beta menjadi mediofibroblas pada COPD
dan asma melalui jalur cAMP-PKA dan menekan COL1 mRNA,
yang mengkodekan protein kolagen.
TANDA DAN GEJALA TOKSIK
Terjadi dalam ½ - 2 jam setelah ingesti
 Gejala gastrointestinal (nausea, Mual, muntah hematemesis,
kram)
 Eksitasi psikomotor
 Pucat, berkeringat
 Takipnea, takikardi
 Tremor otot
 Toksisitas sistem saraf: koma, kejang, depresi nafas,
aritmia jantung, hipotensi dan rhabdomiolisis
 Dapat terjadi takiaritmi atrial/ventrikel, termasuk VF
 Pada keracunan akut : hipotensi, ketosis, asidosis metabolik
c,hiperamilasemia, hiperglikemi, hipokalemi, hipokalsemi,
hipofosfatemi
Bagaimana mekanisme toksik teofilin?
Teofilin adalah methylxanthine yang menyebabkan:

1. Antagonisme kompetitif adenosin (misalnya kejang,


takikardia)
2. Mengubah transportasi kalsium intraselular
3. Penghambatan fosfodiesterase yang menyebabkan
peningkatan konsentrasi cAMP intraselular (misalnya
takikardia, efek metabolik, pelepasan katekolamin)

6
EFEK TOKSIK
Tanda-tanda dan gejala-gejala keracunan teofilin secara keseluruhan
tergantung kadar serum. Pengaruh toksik bertambah ketika kadar serum
naik secara progresif di atas 20 µg/mL..

Berdasarkan kasus yang pernah terjadi:

Orang dewasa Remaja sehat Bayi


rata-rata kadar (sengaja menelan rata-rata kadar
serumnya sekitar 50 teofilin) serumnya 180
µg/mL dengan 100 µg/mL µg/mL
kisaran 20-70 µg/mL
TERAPI
 Karbon aktif dosis berulang
 Irigasi usus seluruhnya
 Anti emetik
 Benzodiazepin dan barbiturat untuk terapi kejang dan hiperaktivitasneuro
muskuler
 Paralysis farmakologik bila refrakter
 Takiaritmia diobati dengan :propranolol i.v.
 SVT diterapi dengan β-1 bloker selektif (esmolol)
 VT dengan lidokain atau anti aritmia lainnya
 Hipotensi : ekspansi volum dan α- agonis (norepinefrin)
 Pada keracunan berat : hemodialisis dan hemoperfusi
 Konvulsi sebaiknya dikendalikan dengan lorazepam atau diazepam
intravena (lebih disukai dalam bentuk emulsi). Sedasi dengan diazepam
mungkin perlu diberikan pada pasien yang mengalami agitasi.
AMFETAMIN

Amfetamin adalah suatu senyawa sintetik yang tergolong


perangsang susunan saraf pusat. Ada 3 jenis amfetamin, yaitu:
 Laevoamfetamin (benzedrin)
 Dekstroamfetamin (deksedrin)
 Metilamfetamin (metedrin)
Pengaruh amfetamin terhadap pengguna bergantung pada
jenis amfetamin, jumlah yang digunakan, dan cara menggunakannya.
Dosis kecil semua jenis amfetamin akan meningkatkan tekanan darah,
mempercepat denyut nadi, melebarkan bronkus, meningkatkan
kewaspadaan, menimbulkan euforia, menghilangkan kantuk, mudah
terpacu, menghilangkan rasa lelah dan rasa lapar, meningkatkan
aktivitas motorik, banyak bicara, dan merasa kuat.
Dosis sedang amfetamin (20-50 mg) akan menstimulasi
pernafasan, menimbulkan tromor ringan, gelisah, meningkatkan
aktivitas montorik, insomnia, agitasi, mencegah lelah, menekan nafsu
makan, menghilangkan kantuk, dan mengurangi tidur.Penggunaan
amfetamin berjangka waktu lama dengan dosis tinggi dapat
menimbulkan perilaku stereotipikal, yaitu perbuatan yang diulang
terus-menerus tanpa mempunyai tujuan, tiba-tiba agresif, melakukan
tindakan kekerasan, waham curiga, dan anoneksia yang berat.
ditandai dengan:
l Pamakaian amfetamin yang belum lama terjadi
l takikandia atau bradikardia
l Perubahan perilaku maladaptif yang bermakna secara klinis
l Dilatasi pupil
l Peninggian atau penurunan tekanan darah
l Berkeringat atau menggigil
l Mual atau muntah
l Tanda-tanda penurunan berat badan
l Agitasi atau retardasi psikomotor
l Kelemahan otot, depresi pernafasan, nyeri dada, atau aritmia jantung
l Konvulsi, kejang, diskinesia, distonia, atau koma
Penanganan Pada Intoksikasi
Amfetamin
Beri Diazepam 10-30 mg oral atau pareteral,atau
Klordiazepoksid 10-25 mg oral atau Clobazam 3x10
mg. Dapat diulang setelah 30 menitsampai 60
menit
Untuk mengatasi palpitasi beri propanolol 3x10-40
mg oral
 Nama IUPAC: methyl (1R,2R,3S,5S)-3- (benzoyloxy)-8-
methyl-8-azabicyclo[3.2.1] octane-2-carboxylate
 Merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman
belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika
Selatan
 Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan
crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan
bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat ).

13
1. Kokain merangsang susunan saraf pusat,
menyebabkan agitasi, dilatasi pupil, takikardia,
hipertensi, halusinasi, hipertermia, hipertonia, dan
hiperrefleksia
2. Efek terhadap jantung :
nyeri dada
infark miokard
Aritma

14
E F E K YA N G GEJALA INTOKSIKASI
DITIMBULKAN KOKAIN : KOKAIN :

 Elasi  Penggunaan Kokain dosis


 Euforia tinggi dapat terjadi agitasi
 Peningkatan harga diri dan iritabilitas gangguan dalam
perasan perbaikan pada pertimbangan perilaku
tugas mental dan fisik seksual yang impulsive
 Dalam dosis rendah dapat
disertai dengan perbaikan
 Kemungkinan berbahaya
kinerja pada beberapa agresi peningkatan aktivitas
tugas kognitif. psikomotor Takikardia
Hipertensi Midriasis .

15
GEJALA PUTUS ZAT :
 Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah
intoksikasi akut terjadi depresi pascaintoksikasi ( crash ) yang
ditandai dengan disforia, anhedonia, kecemasan, iritabilitas,
kelelahan, hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi.
 Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus
Kokain menghilang dalam 18 jam.
 Pada pemakaian berat, gejala putus Kokain bisa berlangsung
sampai satu minggu, dan mencapai puncaknya pada dua sampai
empat hari.
 Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan
untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali
berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif,
hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium )

16
Pengobatan awal keracunan kokain meliputi :
Pemberian diazepam intravena untuk mengontrol
agitasi dan merupakan cara mengatasi hipertermia
(lihat Suhu tubuh)
Untuk hipertensi dan efek terhadap jantung
memerlukan pengobatan khusus dan saran dari
dokter ahli.

17
EKSTASI

 Rumus kimia : 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine


(MDMA), unsur dasarnya adalah MDA X (3,4-methylenedioxy-
phenylisopropylamine)
 Ditemukan pada tahun 1910 oleh ahli kimia Jerman yaitu Dr G
Mannish dan Dr W Jacobson. Namun baru tahun 1939 temuan
ini dicoba pada hewan percobaan dan memberikan efek
terhadap susunan saraf pusat.

18
1. Delirium,
2. Koma,
3. Konvulsi,
4. Aritmia ventrikel,
5. Hiperpireksia, hiperrefleksia,
6. Rabdomiolisis,
7. Gagal ginjal akut,
8. Hepatitis akut,
9. Disseminated intravascular coagulation,
10.Adult respiratory distress syndrome,
11.Hipotensi dan perdarahan intraserebral;
12.Hiponatremia
13.Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion/SIADH.
19
Menurut pakar farmakologi amphetamin dan turunannya (termasuk
ecstacy) merupakan bahan neurotransmitter (pengantar rangsang)
simpatik, yang merangsang organ jantung dan otak.
Zat ini merangsang pengeluaran adrenalin dan nor adrenalin yang
mengakibatkan kerja jantung semakin keras, yang ditandai dengan rasa
berdebar-debar, pembuluh darah menciut dan tekanan darah naik.
Sedangkan di otak zat tersebut menyebabkan rasa "alert" (waspada,
curiga dan berjaga-jaga), sehingga orang yang meminumnya tidak
terserang rasa mengantuk.
Adrenalin dan nor adrenalin merupakan hormon yang berfungsi
mengubah glukosa menjadi energi.

20
DAMPAK EKSTASI

•Sensasi taktil yang dirasakan beberapa pengguna, membuat kontak fisik


dengan orang lain lebih
•Perasaan gembira yang meluap-luap.
•Perasaan nyaman.
•Rasa mual.
•Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).
•Meningkatnya kedekatan dengan orang lain.
•Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang.
•Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk.
•Paranoia, kebingungan.
•Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.
•Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba)

21
 Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat.
 Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya
belajar dan berpikir dengan cepat.
 Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung
dan hati.
 Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah
ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.
 Ketergantungan
 Dalam dosis tinggi, MDMA dapat mengganggu tubuh, kemampuan
untuk mengatur suhu. Pada saat yang tak terduga (biasanya
jarang), hal ini dapat menyebabkan peningkatan tajam suhu tubuh
(hipertermia), yang dapat mengakibatkan kerusakan hati, gagal
ginjal, kerusakan sistem kardiovaskular, atau kematian.

22
PENANGANAN TOKSIK

Pengobatan keracunan metilendioksimetamfetamin


merupakan terapi penunjang menggunakan diazepam untuk
mengontrol agitasi berat atau konvulsi persisten dan
pengawasan termasuk EKG. Sebaiknya dipertimbangkan self-
induced water intoxication pada pasien yang mengalami
keracunan ekstasi. ‘Ekstasi cair’ adalah istilah yang digunakan
untuk natrium oksibat (gamma-hidroksibutirat, GHB), yang
merupakan suatu sedatif.

23
24