Anda di halaman 1dari 13

KEMENTERIAN KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN


DANA DESA
DALAM MENDUKUNG WAKIL MENTERIPELAKSANAAN
KEUANGAN RI PADAT
RAPAT KOORDINASI KESIAPAN DAERAH DAN DESA DALAM PELAKSANAAN PADAT KARYA TUNAI DI DESA
KARYA TUNAI DI DESA
Jakarta, 1 Februari 2018

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan


memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka
negara kesatuan

Menciptakan lapangan kerja, mengatasi kesenjangan,


dan mengentaskan kemiskinan
OUTLINE
 PENDAHULUAN
 KEBIJAKAN PENGALOKASIAN DANA DESA
TAHUN 2018
 STRATEGI OPTIMALISASI PEMANFAATAN
DANA DESA MELALUI PADAT KARYA TUNAI
 KEBIJAKAN PENYALURAN DANA DESA TAHUN
2018 DALAM RANGKA PELAKSANAAN SKEMA
PADAT KARYA TUNAI
 PELAKSANAAN PENYALURAN UNTUK 10
DAERAH PRIORITAS
 SINERGI PUSAT DAN DAERAH DALAM
2
PROGRAM PADAT KARYA TUNAI
PENDAHULUAN #1: URGENSI PELAKSANAAN PADAT KARYA TUNAI

0.431 0.433 GINI RATIO PENGANGGURAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN


0.425 0.425 0.428 0.428
0.422 0.424
0.419
0.410 0.409 0,404 6.53 6.6 6,79
15.72 15.59
15.12
0.396 0.414
0.410 0.410 0.413 0.413 0.408 5.5 5.61 14.7
14.32 14.42 14.17
0.406 0.406 14.21 14.09 14.11 13.96
0.402 13.76 13,47
0.397 0.394 5,50
0.391 4.51
0.388 4.35 12.49 12.36
4,01 11.96
11.66
11.37 11.47 11.25 11.22 11.13
10.96 10.86 10.7 10,12
0.34
0.34 0.33
0.33 0.33 0.33 0.33 0.33
0.32 9.23 9.09
0.32 0.32 0.32 8.78 8.6
0.32 8.39 8.52 8.34 8.29
8.16 8.22
7.79 7.73 7,26

Feb 16 Agu 16 Feb 17

Perkotaan Perdesaan Perkotaan dan Perdesaan perkotaan perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Perkotaan dan Perdesaan

Diperlukan upaya yang cerdas dan terobosan baru dalam pelaksanaan Dana Desa untuk
mempercepat penurunan kemiskinan, pengangguran, serta meperbaiki Gini Ratio melalui
Padat Karya Tunai

3
PENDAHULUAN #2: OUTPUT & OUTCOME DANA DESA

JALAN DESA JEMBATAN SAMBUNGAN AIR BERSIH EMBUNG DESA


2015: 22,9 ribu km 2015: 234,4 km 2015: 5.831 Unit 2015: 255 Unit
2016: 66,9 ribu km 2016: 511,9 km 2016: 16.295 Unit 2016: 686 Unit
2017: 109,3 ribu km 2017: 852,2 km 2017: 303.473 Unit 2017: 3.715 Unit

POSYANDU PASAR DESA PAUD DESA SUMUR DAN MCK DRAINASE DAN IRIGASI
2015: 2.417 Unit 2015: 1.181 Unit 2015: 3.005 Unit 2015: 26.704 Unit 2015: 37.832 Unit
2016: 7.524 Unit 2016: 1.819 Unit 2016: 11.926 Unit 2016: 51.402 Unit 2016: 78.594 Unit
2017: 38.330 Unit 2017: 16.794 Unit 2017: 28.792 Unit 2017: 264.031 Unit 2017: 182.919 Unit

Pencapaian output atas pemanfaatan Dana Desa dapat ditingkatkan secara lebih signifikan melalui sinergi
pengelolaan Dana Desa yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, 4
pengurangan pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
PENDAHULUAN #3: ARAHAN PRESIDEN DAN SKB 4 MENTERI

Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri


Tentang Penyelarasan Dan Penguatan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
ARAHAN PRESIDEN
(Ratas Kabinet 18 Okt 2017 di Bogor) PERAN KEMENTERIAN KEUANGAN
PENGALOKASIAN, • Penganggaran Dana Desa pada APBN;
PENYALURAN DAN • Pengalokasian Dana Desa yang berpihak pada pengentasan kemiskinan dan kesenjangan;
PELAKSANAAN DANA DESA
Penggunaan Dana Desa harus: DAN ALOKASI DANA DESA • Penyempurnaan mekanisme penyaluran Dana Desa berdasarkan kinerja pelaksanaan; dan
(ADD): • Sanksi kepada kabupaten/kota yang tidak menganggarkan ADD sesuai ketentuan.
• Benar-benar fokus ke
pekerjaan Labor Intensive
dengan menyerap sebanyak • penyesuaian kebijakan penyaluran Dana Desa paling cepat bulan Januari, guna
menunjang pelaksanaan padat karya tunai di desa dapat dimulai sejak awal tahun
mungkin tenaga kerja untuk PELAKSANAAN PADAT KARYA anggaran;
TUNAI (CASH FOR WORK) DI
mengurangi pengangguran DESA:
• penyiapan pedoman pelaksanaan cash for work dari Dana Desa bersama-sama
Kementerian Desa, PDTT, Kemendagri dan Kementerian PPN/Bappenas; dan
di desa. • penyiapan laporan penyerapan anggaran dan capaian output kegiatan cash for work.

• DIPA Dana Desa akan


diperiksa agar kegiatan TIDAK
SINERGI PEMBINAAN, • sosialisasi/bimbingan teknis/pelatihan tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan,
dikontrakkan ke pihak ketiga PEMANTAUAN, PENGAWASAN dan pelaksanaan cash for work; dan
dan tetap fokus pada labor DANA DESA DAN CASH FOR • pemantauan dan evaluasi penganggaran, penyaluran dan pelaksanaan Dana Desa, ADD, dan
WORK:
intensive. pemanfaatan Dana Desa dengan skema cash for work.

5
PENDAHULUAN #4: STRATEGI PEMANFAATAN DANA DESA

Prioritas Penggunaan Dana Desa

1 Pembangunan Desa Pemberdayaan Masyarakat Desa 2


Maksimal 3 – 4 kegiatan. Dukungan Permodalan.

10 Menu kegiatan:
Dukungan pengelolaan usaha ekonomi.
Jalan Desa;

Jembatan Desa; Pengembangan kerjasama antar Desa


dan kerjasama Desa dengan pihak
Tambatan Perahu;
ketiga.
MCK;
Pengembangan sistem informasi Desa.
POSYANDU;

POLINDES; Dukungan pengelolaan pelestarian


lingkungan.
Embung Desa;
Dukungan kesiapsiagaan dan
Lumbung Desa; penanganan bencana alam.
Pasar Desa;
Bidang kegiatan pemberdayaan
Pelestarian Lingkungan Hidup. masyarakat Desa lainnya.

6
KEBIJAKAN PENGALOKASIAN DANA DESA TAHUN 2018
Kebijakan Pengalokasian Dana Desa Tahun 2018 difokuskan pada upaya untuk:
 Pengentasan kemiskinan
 Perbaikan kualitas hidup masyarakat Desa
 Mengatasi kesenjangan penyediaan sarpras pelayanan publik antardesa.
 Afirmasi bagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk miskin (JPM) tinggi

7
STRATEGI OPTIMALISASI PEMANFAATAN DANA DESA MELALUI
PADAT KARYA TUNAI #1
Pemanfaatan Dana Desa melalui skema padat karya tunai merupakan terobosan baru untuk mempercepat upaya
pengentasan kemiskinan melalui penyediaan lapangan kerja dan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
TUJUAN
1 menciptakan lapangan kerja 2 meningkatkan pendapatan dan 3 menaikkan permintaan agregat untuk
daya beli masayarakat mendorong pertumbuhan ekonomi,
menurunkan kemiskinan, & kesenjangan
antar desa

SASARAN PROGRAM
1 Penganggur 2 Setengah penganggur 3 Penduduk miskin 4 Penerima PKH 5 Stunting
penduduk yang tidak • penduduk yang bekerja di bawah memiliki rata-rata Penduduk yang terdaftar Penduduk yang
punya pekerjaan dan jam kerja normal (<35 jam seminggu) pengeluaran perkapita dalam Program Keluarga memiliki balita
sedang mencari • masih mencari pekerjaan atau masih perbulan dibawah garis Harapan. bermasalah gizi.
pekerjaan. bersedia menerima pekerjaan. kemiskinan.

Prinsip Pelaksanaan Kriteria Kegiatan


o Fokus 3 s.d. 5 kegiatan sesuai kebutuhan dan prioritas desa;
 Swakelola, perencanaan dan pelaksanaan o Besaran upah:
kegiatan dilakukan secara mandiri oleh desa; • setara upah buruh tani;
 Menyerap sebanyaknya tenaga kerja setempat; • minimal 30% dari nilai pekerjaan fisik;
dan • dibayar harian atau mingguan.
o Cakupan kegiatan diperluas, mulai pengadaan, pembangunan,
 menggunakan bahan baku setempat. pengembangan, sampai pemeliharaan;
o Tidak dilaksanakan bersamaan dgn masa panen;
o Keberlanjutan program selama setahun; dan
o Mengoptimalkan peran pendamping desa. 8
STRATEGI OPTIMALISASI PEMANFAATAN DANA DESA MELALUI
PADAT KARYA TUNAI #2

1
Mengurangi jumlah penganggur, setengah
MANFAAT
2
Meningkatkan produksi dan produktivitas,
penganggur dan masyarakat miskin di Desa. upah/pendapatan, dan daya beli masyarakat Desa.

DAMPAK
Terjangkaunya
Tersedianya lapangan Terkelolanya potensi
1 kerja dan usaha bagi
3 sumber daya lokal 5 (aksesibilitas) masyarakat
Desa terhadap
penganggur, setengah secara optimal.
pelayanan dasar dan
penganggur, dan kegiatan sosial-ekonomi.
masyarakat miskin.

Tumbuhnya rasa
kebersamaan,
Berkurangnya nya
keswadayaan, gotong-
jumlah balita kurang
royong, dan partisipasi Turunnya arus migrasi
gizi (stunting) di
2 masyarakat.
4 Desa. 6 dan urbanisasi. 9
KEBIJAKAN PENYALURAN DANA DESA TAHUN 2018
DALAM RANGKA PELAKSANAAN SKEMA PADAT KARYA TUNAI
Perubahan skema penyaluran Dana Desa yang memungkinkan Dana Desa tahap 1 dapat disalurkan paling
cepat pada bulan Januari, diharapkan dapat memacu percepatan pelaksanaan Dana Desa pada awal tahun
anggaran, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat desa.

Sumber:
PMK No. 225/2017 tentang
Perubahan Kedua atas PMK No.
50/2017 tentang Pengelolaan
Transfer Ke Daerah dan Dana Desa

10
PELAKSANAAN PENYALURAN DANA DESA TAHUN 2018
UNTUK 10 DAERAH PRIORITAS
(dalam miliar Rp)

PENYALURAN PENYALURAN TAHAP


PENYALURAN PEMDA PAGU PEMDA PAGU
PEMDA PAGU TAHAP 1 1
TAHAP 1
KAB. SAMBAS 172,8 34,6 KAB. GORONTALO 170,9 34,2
KAB. ROKAN HULU 120,3 24,1
KAB. KETAPANG 217,3 43,5 KAB. KOLAKA TIMUR 84,6 16,9
KAB. NATUNA 54,5 10,9
KAB. BARITO KUALA 132,9 26,6
KAB. LAMPUNG TENGAH 258,6 51,7

PENYALURAN
PEMDA PAGU
TAHAP 1
KAB. LANNY JAYA 246,4 49,3

PENYALURAN
PEMDA PAGU
TAHAP 1
KAB. CIANJUR 346,8 69,4 PENYALURAN
PEMDA PAGU
KAB. BATANG 168,4 33,7 TAHAP 1

KAB. BREBES 344,2 68,8 PENYALURAN KAB. MALUKU TENGAH 150,6 30,1
PEMDA PAGU
TAHAP 1 KOTA TIDORE KEPULAUAN 39,9 8,0
KAB. PEMALANG 249,3 49,9 KAB. LOMBOK TENGAH 155,4 31,1
KAB. MADIUN 142,2 28,4 KAB. LOMBOK UTARA 49,4 9,9

• Penyaluran Dana Desa tahap 1 sebesar 20% hingga 30 Januari 2018 baru mencapai sebesar Rp620,9 miliar, untuk
18 Kabupaten memenuhi persyaratan. 11
• Dari 18 daerah tersebut, 10 daerah prioritas sudah disalurkan seluruhnya Dana Desa tahap I dari RKUN ke RKUD.
SINERGI PUSAT DAN DAERAH
DALAM PROGRAM PADAT KARYA TUNAI
Kemenko Bidang PMK Kementerian Keuangan:
Sekretariat Kabinet 
 Koordinasi Persiapan dan Pelaksanaan Penyusunan Kebijakan Percepatan Penyaluran
 Penyiapan dan penyampaian analisis atas Antar K/L. Dana Desa.
persiapan dan pelaksanaan padat karya 
Sekretariat Kabinet
Republik Indonesia tunai kepada Presiden.  Koordinator penyusunan pedoman Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Padat
pelaksanaan padat karya tunai di desa. Karya Tunai di Desa yang bersumber dari
 Koordinasi dengan K/L terkait. Dana Desa.
 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan
Kemendagri: Padat Karya Tunai di Desa.  Sinergi Pendanaan dan Evaluasi Efektifitas
PKH, Rastra dan Dana Desa.
 Supervisi kepada Daerah.  Penyederhanaan Pelaporan Penyerapan dan
 Penguatan peran Kecamatan. Kementerian Desa PDTT: Capaian Output Dana Desa.
 Supervisi Perencanaan dan Penyusunan APBDesa.  Menetapkan Juknis penggunaan Dana Desa.  Monitoring dan Evaluasi Padat Karya Tunai
 Penyederhanaan Pelaporan Pertanggungjawaban.  Koordinasi Penguatan dan Peran Pendamping yang bersumber dari Dana Desa.
Desa.  Bimbingan teknis pelaksanaan padat karya
 Peningkatan kapasitas SDM pemerintah Desa dan
BPD.  Monitoring dan Evaluasi Dana Desa untuk kepada Pemerintah Daerah.
Program Padat Karya Tunai di Desa.
 Fasilitasi dan/atau Bimbingan teknis pelaksanaan  Bimbingan teknis pelaksanaan padat karya BAPPENAS:
padat karya kepada Pemerintah Provinsi, tunai di Desa kepada para pendamping dan  Penetapan Lokus Desa bersama TNP2K dan
Pemerintah Kabupaten/Kota serta Pemerintah pengelola di Desa. Kemenko Bidang PMK.
Desa.  Penyiapan Pedoman Umum Pelaksanaan
BPKP: LKPP: Padat Karya Tunai di Desa tahun 2018.
 BPKP bersama APIP melakukan pengawasan  Pembinaan pada Pemerintah Provinsi dan  Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Padat
atas pelaksanaan program padat karya yang Pemerintah Kabupaten/Kota terkait Karya Tunai di Desa tahun 2018 yang
dilaksanakan oleh K/L/Pemda. Pengadaan Barang dan Jasa di Desa. dilakukan oleh Pemda dan K/L.
 Pendampingan dan bimbingan teknis dalam  Koordinasi dengan LKPP, dan K/L lainnya
pelaporan keuangan APBDesa termasuk Dana terkait pengadaan barang/jasa.
Desa.
 Pengawasan Tata Kelola Keuangan Desa. PUSAT
DAERAH
GUBERNUR: BUPATI/WALIKOTA: PEMERINTAH DESA:
• Melakukan sinkronisasi dan harmonisasi • Supervisi perangkat desa. • Menetapkan kegiatan paling prioritas.
perencanaan kegiatan. • Penguatan kapasitas perangkat desa. • Menganggarkan kegiatan paling prioritas.
• Supervisi kepada pemerintah kabupaten/kota. • Menyusun laporan pelaksanaan padat karya tunai. • Menunjuk pelaksana kegiatan.
• Penguatan kapasitas aparat pemerintah desa. • Mendorong aparat kecamatan melakukan pendampingan. • Menyusun jadwal pelaksanaan.
• Berkoordinasi dengan OPD lainnya. • Membuat perkiraan biaya. 12
• Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan.